Articles
15
Documents
FUNGI YANG BERPOTENSI PENGHASIL AFLATOKSIN PADA BUNGKIL KACANG

Biotika (Jurnal Ilmiah Biologi) Vol 5, No 1 (2006): Biotika Juni 2006
Publisher : Biotika (Jurnal Ilmiah Biologi)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research were done to find out many kinds of fungi which contaminate on pressed peanut cake during storage. Pressed peanut cake 15 days old were stored in plastic sack, every 15 days during storage 60 days were done to isolate and identify kinds of fungi which contaminate on pressed peanut cake. Isolation and identification were done at 0, 15, 30, 45 and 60 days storage. The result of this research can be shown that many kinds of fungi can contaminate and showed alteration  many kinds of fungi which contaminate on pressed peanut cake during storage. Kinds of fungi which contaminate on pressed peanut cake at 0 day were Aspergillus flavus, Aspergillus niger, Fusarium sporotrichoides, Fusarium solani, Fusarium sp, Penicillium sp, Cladosparium sphaerospermum, Moniliela acetoabutens, Synchephalastrum racemosum. Fungi which contaminate on pressed peanut cake at 15 days storage  were Aspergillus flavus, Aspergillus niger, Aspergillus sp, Fusarium solani, Fusarium sp, Penicillium digitatum, Penicillium verrucosum, Penicillium sp, Monilia sp. Fungi which contaminate on pressed peanut cake at 30 days storage Aspergillus flavus, Aspergillus niger, Aspergillus sp, Fusarium solani, Fusarium sp, Penicillium digitatum, Penicillium verrucosum, Penicillium sp, Monilia sp. Fungi which contaminate on pressed peanut cake at 45 days storage were Aspergillus flavus, Aspergillus sp, Fusarium solani, Fusarium sp, Penicillium digitatum, Aspergillus ochraceous. Fungi which contaminate on pressed peanut cake at 60 days storage were Aspergillus flavus, Aspergillus ochraceous, Aspergillus sp, Fusarium sp, Penicillium digitatum.

BIODEGRADATION TEST ON THE LUBRICATING OIL IN THE FRESH AND SEA WATER OF THE BACTERIA FROM SOIL CONTAMINATED LUBRICATING OIL

Biotika (Jurnal Ilmiah Biologi) Vol 2, No 1 (2003): Biotika juni 2003
Publisher : Biotika (Jurnal Ilmiah Biologi)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian degradasi minyak pelumas bekas oleh bakteri asal tanah yang terkontaminasi minyak pelumas bekas dalam media air tawar dan air laut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat bakteri yang mempunyai kemampuan mendegradasi tinggi terhadap minyak pelumas bekas dalam media air tawar dan air laut. Bakteri hasil isolasi diidentifikasi dan diseleksi terhadap minyak pelumas bekas. Hasil seleksi diaklimatisasi untuk mendapatkan bakteri yang akan diuji pada media pelarut air laut. Hasil seleksi dan aklimatisasi memperlihatkan Arthobacter sp., Bacillus sp., dan Pseudomonas sp. mempunyai degradasi yang tinggi. Uji biodegradasi dilakukan dalam media Bushnell-Haas Gram Mineral dengan pelarut air tawar dan air laut dengan bakteri uji berupa kultur tunggal dan campuran. Hasil identifikasi ditemukan 10 isolat bakteri. Degradasi terbesar pada air laut adalah kultur tunggal Bacillus sp. (52.74%), sedangkan pada air tawar adalah pada kultur campuran Arthrobacter sp., Bacillus sp., dan Pseudomonas sp (37.3%).

Penapisan Aktivitas Superoksida Dismutase pada Berbagai Tanaman

Jurnal Kedokteran Maranatha Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Free radicals can be damaged on cell integration, because free radicals very reactive to cell component either structur component or functional component. To scavenge and inhibit chain reaction of free radicals were required exogen antioxidant. Natural antioxidant from plant was more interested because its more safe than synthetic antioxidant. Plant in the world such as spices, vegetables, fruits, medicine plants much contain antioxidant. Antioxidant activity to dismutate superoxide radical (O2-) from various plant was expected capable to help know potential natural antioxidant resources. This research was found out that salam leaf (Eugenia polyanta Wight), sappan wood (Caesalpinia sappan L.), seed and fruit guava have (Psidium guajava L.) superoxide dismutase (SOD) activity 100%.

Enzymatic and Acid Hydrolysis of Sago Starch for Preparation of Ethanol Production

Microbiology Indonesia Vol 7, No 2 (2013): June 2013
Publisher : Indonesian Society for microbiology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A series of studies on the hydrolysis of Sago starch for ethanol fermentation had been conducted. Hydrolysis of sago starch was carried out using sulfuric acid 2.5% and amylase(s) enzymes. The concentrations of sago starch used in this experiment were  5, 10, 15, 20, and 30% (w/v). The highest hydrolyzate  containing reducing sugar was used as substrate for ethanol fermentation by Saccharomyces cerevisiae FNCC 3012. The results indicated  that hydrolysis using 2.5% sulfuric acid for 120 min at 121 °C produced 6.6%  (w/v)  reducing sugar and hydrolysis using α-amylase and Dextrozyme DX produced more reducing sugar, 7% (w/v) and 17.1% (w/v), respectively. The fermentation of hydrolyzed sago starch by S. cerevisiae FNCC 3012 produced ethanol 7.98% (v/v).

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK AIR DAN ETANOL BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP BAKTERI GRAM NEGATIF DAN GRAM POSITIF

Biotika (Jurnal Ilmiah Biologi) Vol 4, No 2 (2005): Biotika Desember 2005
Publisher : Biotika (Jurnal Ilmiah Biologi)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research has been conducted to experiment an activity of antibacterial assay from water and ethanol garlic (Allium sativum L.) extract to Gram negative and Gram positive Bacteria. The research used factorial pattern Randomize Block Design which consisted of two factors and two replications. An assay bacteria are Acetobacter aceti, Pseudomonas aeruginosa, and Shigella sp. (Gram negative) and Bacillus subtilis, Streptococcus sp. and Staphylococcus sp. (Gram positive) have been used. The result showed that all concentrations of ekstract  allium with water and ethanol solvent has been influence the zone of inhibition from all bacteria. The pure garlic ekstract with water solvent with concentration 75 % showed the best zona of inhibition to Streptococcus sp. (28.5 mm) and Shigella sp. (11,5 mm).

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI MIKROBA SELULOLITIK SEBAGAI BIODEGRADATOR SERAT KASAR DALAM BAHAN PAKAN DARI LIMBAH PERTANIAN

Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 2, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.372 KB)

Abstract

Upaya peningkatan kualitas gizi bahan pakan, terutama yang berkaitan dengan serat kasar yang tinggi dan terdapatnya zatantinutrisi seperti asam sianida (HCN) dalam kulit singkong dapat dilakukan dengan melakukan proses degradasi mengguna-kan agen biologis (biodegradasi). Agen biologis yang mampu bersifat selulolitik dan sekaligus mampu meningkatkan kualitas nilai gizi bahan pakan, salah satunya adalah mikroorganisme dalam cairan rumen sapi. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu: 1) Tahap isolasi dan pemilihan bakteri yang memiliki indeks selulolitik terbaik dan 2)Tahap pengujian kemampuan degradasi pada kulitumbi singkong. Penelitian tahap 1 dilakukan menggunakan metode pengenceran berseri dan cawan tuang, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif, sedangkan tahap 2 dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial dengan 3 (tiga) perlakuan yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Analisis data dilakukan dengan ANAVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan bila terjadi pengaruh perlakuan. Parameter yang diamati pada tahap 1 adalah indeks selulolitik terbesar pada isolat bakteri, sementara pada tahap 2 adalah kandungan serat kasar, pada produk biodegradasi menggunakan bakteri. Hasil penelitian tahap 1 diperoleh 13 isolat bakteri selulolitik. Bakteri cairan rumen sapi aerob yang memiliki kemampuan selulolitik tertinggi adalah Bacillus megaterium, Bacillus mycoides. Berdasarkan uji iodium didapatkan dua kandidat yang memiliki kemampuan selulolitik terbesar, yaitu CM2 dan CM5, dengan indeks selulolitik masing-masing 3 dan 3,5. Hasil penelitian tahap 2 menunjukkan terjadi penurunan serat kasar setelah proses fermentasi. Perlakuan B. megaterium dosis 1% menghasilkanpenurunan kandungan serat kasar kulit umbi singkong tertinggi yaitu sebesar 30,14%, dimana nilai kandungan serat kasar pada produknya adalah sebesar 9,11% .

MEMBRAN ALGINAT SEBAGAI PEMBALUT LUKA PRIMER DAN MEDIA PENYAMPAIAN OBAT TOPIKAL UNTUK LUKA YANG TERINFEKSI

Jurnal Riset Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alginat sampai saat ini belum dimanfaatkan untuk tekstil medis, terutama sebagai produk alternatif pembalut luka primer. Dari penelitian terdahulu diperoleh membran alginat berdaya serap tinggi, bersifat anti bakteri dan dapat mempercepat  penyembuhan  luka,  namun  bukan  antibiotik.   Penelitian  ini  adalah  penelitian  lanjutan  yang bertujuan untuk membuat membran alginat yang mengandung obat (Basitrasin dan Neomisin), agar dihasilkan membran  dengan  kualitas  lebih  baik,  karena  dapat  menyembuhkan  luka  yang  terinfeksi.  Oleh  karenanya diperlukan penelitian  lanjutan.  Pengujian yang dilakukan meliputi uji fisika, analisa gugus fungsi dan struktur mikro serta uji pre klinis.Penelitian ini berhasil mendapatkan membran yang dapat mempercepat penyembuhan luka yang  terinfeksi. Diharapkan, produk ini dapat digunakan untuk mensubstitusi kebutuhan pembalut luka impor. Dengan demikian, apabila   bahan   bakunya berasal dari sumber daya alam yang ada,  maka selain akan lebih ekonomis lagi, diharapkan terciptanya diversifikasi produk yang mempunyai nilai tambah.Dari  hasil  uji  ternyata kualitas produk  dipengaruhi  oleh  kondisi  proses.  Semakin  besar  konsentrasi  alginat, membran semakin kuat, berat dan tebal, namun mulurnya berkurang.  Membran memenuhi beberapa kriteria sebagai pembalut luka dan media penyampaian obat topikal, yaitu berdaya absorpsi tinggi, berpori, memiliki sifat fisik yang memadai, dan dapat mempercepat penyembuhan luka yang terinfeksi.Kata kunci: tekstil medis, pembalut luka primer, media penyampaian obat topikal, alginat, Sargassum Sp

Analisis Filogenetik Gen L1 Human Papillomavirus 16 pada Penderita Kanker Serviks di Bandung

Majalah Kedokteran Bandung Vol 47, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi human papillomavirus (HPV) tipe high risk (hr) yang kronik dapat menyebabkan kanker serviks. Berbagai genotipe hrHPV telah teridentifikasi dan HPV-16 merupakan genotipe yang tersering menginfeksi serviks. Fragmen L1 HPV dapat digunakan untuk mengidentifikasikan asal usul HPV. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi asal usul HPV-16 dengan membuat pohon filogenetik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Penelitian dilakukan di Laboratorium Genetika Molekuler Unit Penelitian Kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung pada Februari hingga Agustus 2013. Isolat biopsi dari pasien kanker serviks disumbangkan oleh Departemen Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung. Isolasi DNA dibuat dari biopsi jaringan kanker serviks dan fragmen L1 diamplifikasi dengan desain primer sendiri. Infeksi dengan HPV-16 dikonfirmasi dengan Linear Array test (Roche). Sekuens urutan basa kemudian dimasukkan dalam program filogenetik (MEGA5). Hasil konstruksi menunjukkan isolat pasien kanker serviks dari Bandung berada dalam satu subgrup dengan HPV asal Asia dan Asia Timur. Simpulan, cluster HPV Indonesia berada pada galur Asia dan Asia Timur. [MKB. 2015;47(3):174–78]Kata kunci: Filogenetik, fragmen L1,  human papillomavirus 16 (HPV-16)Phylogenetic Analysis of Human Papillomavirus 16 L1 Gene from Cervical Cancer Patient in BandungAbstractChronic infection with high-risk (hr) human papillomavirus (HPV) can lead to cervical cancer. Various hrHPV genotypes have been identified and HPV genotype 16 is the most common genotypes that infect cervical cancer. HPV L1 fragment can identify the origin of HPV. The purpose of this study was to explore the origins of HPV-16 by making a phylogenetic tree. This study used analytical descriptive method and was  was conducted at the Laboratory of Molecular Genetics, Health Research Unit, Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran Bandung in the period of February to August 2013. Biopsy from cervical cancer patient was donated by the Department of Obstetrics, Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran, Bandung. Isolation of DNA was prepared from tissue biopsies of cervical cancer and L1 fragment was amplified with the specific primer. Infection with HPV-16 was confirmed by Linear Array test (Roche) design. The sequence then was constructed using the phylogenetic program (MEGA5). Results showed that the isolate from patient with cervical cancer from Bandung was in one subgroup with HPV from Asia and East Asia. In conclusion, cluster HPV of Bandung is in the same strain as the strain in Asia and East Asia. [MKB. 2015;47(3):174–78]Key words: Human papillomavirus 16 (HPV-16), L1 fragment, phylogenetic DOI: 10.15395/mkb.v47n3.598

Pengaruh Konsorsium Bakteri (Bacillus subtilis, B. pumilus, B. circulans, Nitrosomonas sp. dan Paenibacillus amyloliticus) dalam Berbagai Bahan Pembawa (alginat-susu skim, alginat-gelatin dan serbuk baglog-serbuk talek) Serta Waktu Kontak Terhadap Kemampuan Bioremediasi Perairan Asal Sungai Cimuka

Biotika Vol 12, No 1 (2014): BIOTIKA JUNI 2014
Publisher : Biologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian untuk mendapatkan konsorsium bakteri dalam bahan pembawa yang efektif dalam proses bioremediasiperairan asal sungai Cimuka telah dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptifdan metode eksperimental. Metode deskriptif digunakan pada tahap pengukuran parameter pH dan suhu. Metodeeksperimental yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktorial dan tigapengulangan untuk parameter jumlah populasi bakteri, amoniak dan TSS. Faktor I adalah kombinasi konsorsiumbakteri dalam bahan pembawa (P) dan faktor II adalah waktu kontak (T). Sedangkan untuk parameter DO, BOD danCOD digunakan analisis variansi satu faktorial, yaitu faktor kombinasi konsorsium bakteri dalam bahan pembawa(P). Hasil penelitian menunjukan bahwa bioremediasi oleh konsorsium bakteri Bacillus subtilis, B. circulans,B. pumillus dan Nitrosomonas sp. dalam kombinasi bahan pembawa alginat dan susu skim dengan konsentrasi1% mampu menurunkan kadar BOD 86.85%, COD 87%, amoniak 67.51% dan TSS 87.5% dan meningkatkanDO 74.85% serta mempertahankan viabilitas konsorsium bakteri yaitu sebesar 4.2x10 CFU/ml pada hari ke14.Kombinasi dari bahan pembawa alginat dan susu skim yang berfungsi melindungi konsorsium bakteri darilingkungan yang tercemar, mengontrol pelepasan konsorsium bakteri ke dalam air dan mempertahankan viabilitaskonsorsium bakteri dengan kemampuan dari konsorsium bakteri Bacillus subtilis, B. circulans, B. pumillus danNitrosomonas sp. dalam menghasilkan berbagai enzim untuk bioremediasi membuat formula tersebut mampudengan baik dalam mengurai bahan organik perairan Sungai Cimuka.

Uji Kinerja Konsorsium Bakteri (Bacillus coagulans, B. pumilus, B. subtilis, Nitrosomonas sp., B. licheniformis, Pseudomonas sp.) dalam Berbagai Bahan Pembawa (Alginat-Tepung Tapioka, Serbuk Talek-Gelatin, dan Tepung Beras-Susu Skim-Tepung Jagung-Dekstrosa) dan Waktu Kontak Terhadap Bioremediasi Perairan Asal Sungai Cimuka

Biotika Vol 12, No 2 (2014): BIOTIKA DESEMBER 2014
Publisher : Biologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mendapatkan konsorsium bakteri dalam bahan pembawa dan waktu kontak yangefektif pada proses bioremediasi perairan asal sungai Cimuka. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metodedeskriptif dan metode eksperimental. Metode deskriptif digunakan pada pengukuran suhu dan derajat keasaman.Metode eksperimental digunakan pada tahap bioremediasi dengan analisis variansisi satu faktorial untuk pengujiankadar BOD dan COD; serta Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktorial untuk parameter TSS, dan amoniakyang dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsorsium bakteri dalam berbagai bahan pembawa (P) yangterdiri dari 9 taraf. Faktor kedua adalah waktu kontak (W) yang terdiri dari 9 taraf. Data pada tahap bioremediasidianalisis menggunakan ANAVA (Analisis Variansisi), apabila ditemukan perbedaan yang nyata, maka dilanjutkandengan uji Jarak Berganda Duncan dengan taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasiperlakuan yang paling efektif dalam proses bioremediasi perairan asal Sungai Cimuka adalah konsorsiumBacillus coagulans, Bacillus licheniformis, Bacillus subtilis, Pseudomonas sp. dalam bahan pembawa alginat dantepung tapioka karena dapat menurunkan kadar BOD sebesar 81,49%, COD 81,44%, TSS 75%, dan amoniak35,82% selama masa perlakuan 14 hari. Metode enkapsulasi lebih baik karena dapat melindungi bakteri ternutrisidari lingkungan yang kurang mendukung, sehingga bakteri akan dapat bertahan hidup lebih lama untuk dapatmelanjutkan pertumbuhan dan metabolismenya. Berdasarkan hal ini, bakteri dapat menguraikan bahan organikdengan lebih optimal.