Articles

Found 22 Documents
Search

GLOBAL – LOKAL : ADAPTASI BUDAYA FILM INTERNASIONAL Saepudin, Saepudin
Jurnal FKSB : MAKNA Vol 3, No 01 (2012): MAKNA
Publisher : Jurnal FKSB : MAKNA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film is the modern cultural product. It is always influenced by values and culture where it is produced. As one of media product, surely film is not distributed only for local market, but served for international society too. International films for certain nations are not accepted directly, it must be censored by state organization which will judge that films. Censorship is one kind of cultural adaptation by means of organization. This research, studies process of censorship by Malaysia Censorship Organization (LPF) to Indonesia’s film which is distributed in Malaysia. The researcher use semiotics to analyze it. Then it was found that even Indonesia and Malaysia have various similiarity in culture, it is not mean cultural product can be accepted directly. Indonesia’s film was censored  by LPF for content of sexual and violence. Keywords: Film censorship, cultural adaptation
Analisis Kualitas Hidup Pasien Asma di Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4) Sari, Chynthia Pradiftha; Saepudin, Saepudin; Hanifah, Suci
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 1, No 2 (2014): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak             Pengobatan yang diperoleh pasien asma tidak selamanya dapat memulihkan kondisi asma yang dialami. Biaya pengobatan yang dapat dikatakan tidak murah menyebabkan tidak semua pasien asma dapat menjangkau biaya pengobatan, sehingga pasien mengalami keterbatasan dalam beraktivitas serta meningkatnya frekuensi kekambuhan yang akan mempengaruhi kualitas hidup pasien asma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien asma dan pengaruh terapi yang digunakan terhadap kualitas hidup pasien di BP4 unit Minggiran Yogyakarta. Sampel penelitian ini adalah pasien dewasa dengan diagnosa asma tanpa penyakit penyerta. Metode penelitian ini menggunakan metode cross sectional yang bersifat observatif, dari hasil wawancara serta pengisian Asthma Quality of Life Quessioner (AQLQ). Analisis data meliputi data kualitas hidup, terapi obat yang digunakan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien asma. Hasil analisis kualitas hidup diolah dalam bentuk persentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian pada pasien dewasa di BP4 unit Minggiran Yogyakarta menunjukkan, sekitar 82,2% pasien memiliki kualitas hidup baik dan 17,8% pasien dengan kualitas hidup kurang baik. Berdasarkan hasil uji chi-square terapi antiasma yang digunakan berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien asma. Kata kunci: asma, kualitas hidup,  chi-square, BP4 unit Minggiran Yogyakarta Abstract Obtained treatment of asthma patients are not always able to restore the condition of asthma is experienced. The cost of treatment that can be said is not cheap cause not all asthma patients can reach medical expenses, so that patients have limitations in activity and an increase in the frequency of recurrence that will affect the quality of life of asthma patients. This study aims to describe the quality of life of asthma patients and the effect of therapy that is used for quality of life patients asthma in BP4 unit Minggiran Yogyakarta. Samples were adult patients with a diagnosis of asthma without concomitant diseases. This research method using cross sectional observational, from interviews as well as charging the Asthma Quality of Life Quessioner (AQLQ). Data analysis included the data quality of life, therapeutic drugs used and the factors that affect the quality of life of asthma patients. The results of the analysis of the quality of life in the form of a percentage processed and presented in tabular form. The results of the study in adult, BP4 unit Minggiran Yogyakarta shows, approximately 82.2% of patients have a good quality of life and 17.8% of patients with a poor quality of life. Based on the results of chi-square test antiasma therapy is used to influence the quality of life of patients asthma.  Key words: asthma, quality of life, BP4 Minggiran unit Yogyakarta, logistic regression.
EFEK VARIASI TEMPERATUR PELAT PADA CELAH SEMPIT REKTANGULAR TERHADAP BILANGAN REYNOLDS Saepudin, Saepudin; Gaos, Yogi Sirodz; Kusuma, Muhammad Hadi; Juarsa, Mulya; Marzuki, Edi; Heru, Gregorius Bambang
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 16, No 1 (2012): Februari 2012
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.66 KB)

Abstract

Penelitian terkait manajemen keselamatan reaktor khususnya saat terjadi kecelakaanreaktor nuklir, salah satunya yaitu karakteristik bilangan Reynold pada celah sempit rektangular. Celahsempit yang berbentuk rektangular diasumsikan sebagai celah pada lelehan teras reaktor saat terjadi kecelakaanpada suatu reaktor nuklir. Penelitian tersebut perlu dilakukan untuk memahami fenomena pendinginanpada saat terjadinya kecelakaan pada suatu reaktor. Pemahaman yang diperoleh dapat digunakan untuk mengetahuikondisi kecelakaan yang terjadi pada reaktor daya dan reaktor riset. Penelitian ini bertujuan untuk memperolehkarakteristik bilangan Reynold pada celah sempit terhadap efek variasi temperatur pelat. Penelitian inidilakukan dengan 3 variasi temperatur pelat 30oC, 40oC, 60oC, dengan temperatur air masukan 40oC dan debitaliran konstan 0,472 L/s pada celah 2,25 mm. Eksperimen dilakukan dengan cara mengalirkan dengan debitaliran air 0,472 L/s dengan tempertur air 40oC kedalam celah sempit rektangular setelah pelat dipanaskan terlebihdahulu. Perekaman data pada saat eksperimen berlangsung dengan menggunakan sistem akuisisi data NIcDAQdengan laju perekaman 1 data per-detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk keadaan pelat yangdipanaskan dengan temperatur air 40oC, terlihat bahwa bilangan Reynold pada celah semakin meningkat padadebit aliran yang konstan. Bilangan Reynolds tertinggi 37553 pada temperatur pelat 60oC, temperatur air 40oCdan debit aliran air 0,472 L/s. Persentase kenaikan bilangan Reynolds pada saat eksperimen untuk temperaturpelat 30°C didapatkan 0,14%, untuk temperatur pelat 40°C didapatkan persentase 0,07%, untuk temperaturpelat 60°C didapatkan persentase 0,24% dengan debit aliran air 0,472 L/s pada temperatur air masukan 40oC.Sehingga dapat disimpulkan bahwa perubahan temperatur pelat mempengaruhi perubahan bilangan Reynoldspada celah sempit rektangular.
Antagonis Reseptor Arginine Vasopressin: Harapan Baru dalam Penanganan Hiponatremia pada Pasien Gagal Jantung Saepudin, Saepudin
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Clinical Pharmacy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.29 KB) | DOI: 10.15416/ijcp.2015.4.2.129

Abstract

Pasien gagal jantung merupakan salah satu kelompok pasien yang memiliki risiko tinggi mengalami hiponatremia. Selain masalah diagnosis, permasalahan terapi juga banyak dijumpai dalam penanganan hiponatremia. Di tengah minimnya hasil uji klinis terapi konvensional untuk penanganan hiponatremia, hasil uji klinis obat-obat golongan antagonis reseptor arginine vasopressin atau yang dikenal dengan golongan vaptan membawa harapan baru untuk penanganan hiponatremia pada pasien gagal jantung. Tulisan ini merupakan hasil telaah pustaka terhadap artikel-artikel hasil penelitian dan pengkajian yang relevan yang ditelusuri dengan menggunakan kata kunci heart failure, hyponatremia, argininevasopressin, arginine-vasopressin receptor antagonist dan vaptan. Hasil uji klinis golongan vaptan pada pasien gagal jantung menunjukkan bahwa obat-obat tersebut secara efektif meningkatkan kadar natrium dalam darah dengan efek samping ringan yang umumnya dapat ditoleransi. Berdasarkan hasil uji klinis, conivaptan dan tolvaptan disetujui oleh Food and Drug Administration di Amerika untuk digunakan dalam penanganan hiponatremia pada pasien gagal jantung. Namun, banyak pakar mengajukan pertanyaan kritis terhadap hasil uji klinis obat-obat golongan vaptan ini dan masih meragukan penggunaannya untuk penanganan hiponatremia. Tulisan ini mengulas secara ringkas tentang hiponatremia pada pasien gagal jantung dan peran hormon arginine vasopressin (AVP), aspek farmakologi dan hasil uji klinis beberapa obat golongan vaptan, serta beberapa pertanyaan yang masih tersisa dari hasil uji klinis obat-obat tersebut.Kata kunci: Antagonis arginine vasopressin, arginine vasopressin, gagal jantung, hiponatremia, vaptanArginine-Vasopressin Receptor Antagonists: A New Hope for Treatment of Hyponatremia in Patients with Heart FailureHyponatremia is an important problem in patients with heart failure. It has also been known as a predictor both of short and long-term clinical outcome of heart failure patients. While evidences of clinical efficacy and safety of conventional options for treatment of hyponatremia resulted from clinical trials are very limited, several clinical trials have been conducted to evaluate the efficacy and safety of arginine vasopressin antagonists or also known as vaptan group. This paper reviews hyponatremia in patients with heart failure and the important roles of arginine vasopressin in its development, pharmacological aspects and clinical trials outcomes of some vaptans and several questions emerged from those clinical trials. Relevant research papers, reviews, and website information have been searched and included in this review using keyword of heart failure, hyponatremia, arginine-vasopressin, arginine-vasopressin receptor antagonist and vaptan. Generally, clinical trials have highlighted the efficacy and safety of vaptan groups in the management of hypervolemic hyponatremia in patients with heart failure. Those drugs can effectively increase serum sodium level with tolerable adverse reactions. Based on those clinical data two drugs of vaptan group, conivaptan and tolvaptan, have been approved by Food and Drug Administration in The United States to be used for the treatment of euvolemic and hypervolemic hyponatremia. However, many experts are still hesitant to recommend vaptans as treatment of choice for hyponatremia due to the lack of patients-focused outcomes measurements.Keywords: Arginine vasopressin antagonist, heart failure, hyponatremia, vaptan
QUALITY OF NON-STEROIDAL ANTI-INFLAMMATORY DRUGS PRESCRIBING FOR OUTPATIENT AT A PRIVATE HOSPITAL IN CENTRAL OF JAVA Saepudin, Saepudin; Jatmiko, F.; DA. Ningrum, Vitarani
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal Ilmiah Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat antiinflamasi non-steroid (AINS) banyak digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit yang melibatkan proses inflamasi dan merupakan grup terbesar dari agen farmasetik yang digunakan secara luas di seluruh dunia. Beberapa studi telah melaporkan bahwa komplikasi pada saluran pencernaan merupakan reaksi obat yang tidak dikehendaki (ROTD) yang paling sering terjadi terkait penggunaan AINS. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas peresepan obat golongan AINS untuk pasien rawat jalan di salah satu rumah sakit. Penelitian dilakukan dengan menggunakan sampel data peresepan obat selama satu tahun, yaitu selama periode 1 Juli 2006 sampai 30 Juni 2007. Data penggunaan obat golongan AINSdikumpulkan dari catatan penggunaan obat di instalasi farmasi rumah sakit meliputi jenis obat, bentuk sediaan, kekuatan, serta jumlah penggunaan. Pengukuran kuantitas penggunaan obat AINS dilakukan dengan menggunakan satuan unit DDD (Defined Daily Dose) yang dinyatakan dalam DDD/1000 kunjungan pasien rawat jalan (KPRJ). Kualitas peresepan obat AINS diukurberdasarkan kriteria keamanan relatif obat AINS terhadap saluran pencernaan yang dianalisis berdasarkan data kuantitas penggunaan obat AINS menggunakan metode Drug Utilization 90% (DU90%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan AINS yang digunakan meliputi 7 jenis dengan 22 nama dagang. Kuantitas AINS yang digunakan adalah sebesar 182,5 DDD/1000kunjungan pasien, yang artinya adalah setiap pasien mendapatkan AINS sebesar 1,8 DDD. Jenis AINS yang termasuk dalam segmen DU90% adalah asam mefenamat (62,8%), ketorolak (15,4%), ketoprofen (8,6%), dan diklofenak (8,5%). Berdasarkan tingkat keamanan obat golongan AINS terhadap saluran pencernaan, kualitas peresepan obat golongan AINS untuk pasien rawat jalan di rumah sakit ini sudah cukup baik, karena AINSs yang digunakan sebagian besar merupakan AINS dengan risiko moderat dan rendah terhadap gangguan saluran pencernaan, yakni asam mefenamat dan diklofenak dengan persentase penggunaannya sebesar 71,3%. 
THE USE OF K-W-L (KNOW – WANT to KNOW – LEARNED) STRATEGY TO IMPROVE STUDENTS’ READING COMPREHENSION Saepudin, Saepudin
JIPIS Vol 27, No 1 (2018): Juli - Desember 2018
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jipis.v27i1.94

Abstract

AbstractThe objectives of this research are: (1) finding out whether and to what extent KWL (Know - Want to Know - Learned) Strategy can improve reading ability of sixth grade students of SD Negeri Buaranjati I and (2) describing what happens to classroom situation when KWL Strategy is applied in teaching reading. The subjects of the research are twenty eight students of class 6th SD Negeri Buaranjati I. The research data were obtained by using several techniques including: test, observation, interview, questionnaire, field notes and photographs. The quantitative data were analyzed by using descriptive statistic. Mean while, qualitative data were analyzed by using 5 stages suggested by Burns (1999: 157- 159) consisting of: assembling the data; coding the data; comparing the data; building interpretation; and reporting the outcomes. The research findings show that the use of KWL Strategy could improve students? reading ability and classroom situation of English class. The improvement of students? reading comprehension can be seen from the improvement of the mean score of pre-test, first post-test, and second post-test, that is 66.95; 75.43 and 80.65.Keywords: K-W-L strategy, Know ? Want to Know ? Learned, reading comprehension AbstrakTujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui apakah strategi KWL (Know-Want to Know- Learned) dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 6 SDN Buaranjati I dan (2) untuk mendeskripsikan bagaimana situasi dalam kelas ketika strategi KWL digunakan dlam pembelajaran membaca. Sampel penelitian ini adalah 28 siswa kelas 6 SDN Buaranjati I. Data penelitian dideroleh menggunakan beberapa Teknik seperti tes, observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi foto. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Sedangkan, data kualitatif dianalisis melalui lima langkah menurut Burns (1999) yang terdiri dari mengumpulkan data; mengkode data; membandingkan data; membangun interpretasi; dan melaporkan hasilnya Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa startegi KWL dapat meningkatkan kemampuan membaca komprehensi siswa. Peningkatan ini dapat dilihat dari peningkatan nilai pre-tes, pos-tes pertama, dan postes kedua, yaitu 66.95; 75.43, dan 80.65.Kata Kunci: K-W-L, Know ? Want to Know ? Learned, membaca komprehensif
PENERAPAN FITUR KAMERA CCTV UNTUK ACCESS CONTROL SYSTEM (ACS) MENGGUNAKAN SYSTEM ONGUARD 2013 (STUDI KASUS: PT. CHEVRON PASIFIC INDONESIA) Sutoyo, Sutoyo; Triyono, Triyono; Saepudin, Saepudin
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2017: SNTIKI 9
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Access Control System (ACS) merupakan suatu perangkat kontrol yang terpasang pada pintu ruangan berguna untuk membatasi akses pengunjung dalam memasuki ruangan. Ada banyak Access ACS yang digunakan untuk mendukung system keamanan, salah satunya adalah OnGuard 2013. Akan tetapi dengan system ini masih banyak ditemukan para pengguna yang memasuki ruangan menggunakan identitas orang lain. Untuk itu, diterapkan fitur kamera Closed Citcuit Television (CCTV) untuk menunjang ACS menggunakan sistem OnGuard 2013. CCTV memiliki kemampuan merekam dan mengamati suatu objek setiap waktu sehingga sangat berguna untuk keamanan didalam suatu gedung. Penambahan fitur CCTV pada ACS dapat mengidentifikasi pihak-pihak yang dikenal maupun tidak dikenal sehingga dapat diteliti dan dijadikan informasi untuk kebutuhan data dilapangan seperti pada PT Chevron Pasific Indonesia.  Pada penelitian ini merancang dan mensimulasikan penerapan fitur kamera CCTV untuk ACS menggunakan sistem OnGuard 2013. Data yang berupa gambar dan identitas para pengunjung dapat direkam dengan menggunakan kamera CCTV pada saat masuk ruangan dengan menggunakan Card ID / Proxymity Card. Pengunjung yang sah pada saat hendak memasuki ruangan dapat dibandingkan dengan identitas penggunanya agar pintu yang terpasang ACS dapat terbuka. Berdasarkan data hasil pengujian menunjukan hasilnya mencapai 100%, “Granted No entry” 0%. Kemudian dengan menggunakan metode antipussback pengunjung ruangan dapat dengan mudah dikenali siapa saja yang masih berada didalam ruangan dan ditampilkan pada sistem OnGuard.
KAJIAN LAPANG PENGGUNAAN BENIH NILA (O. niloticus) HASIL PEMULIAAN DI KERAMBA JARING APUNG JATILUHUR Nugroho, Estu; Saepudin, Saepudin; Bajar, Mochamad
Jurnal Riset Akuakultur Vol 8, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.709 KB) | DOI: 10.15578/jra.8.1.2013.43-49

Abstract

Penelitian penggunaan benih nila hasil pemuliaan dalam skala usaha telah dilakukan dengan menggunakan keramba jaring apung (KJA) petani yang ada di daerah Waduk Jatiluhur (Ir. H. Djuanda) Jawa Barat. Dua perlakuan yang digunakan yaitu: benih nila hasil pemuliaan dan benih lokal sebagai kontrol, masing-masing dengan empat ulangan yang dipelihara pada KJA dengan volume 1.800 m3. Parameter yang diamati meliputi sintasan, pertambahan bobot total harian, produksi saat panen dan nilai ekonomisnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa benih hasil pemuliaan mempunyai produktivitas lebih baik dibandingkan benih nila lokal. Nilai rata-rata yang dimiliki oleh benih nila unggul adalah 70,74% (sintasan); 7,22 kg/hari (pertambahan bobot total harian); 1.274,5 kg (total panen); dan Rp 7.305.000,- (laba/periode). Sementara benih nila lokal mempunyai nilai rata-rata 57,28% (sintasan); 3,45 kg/hari (pertambahan bobot total harian); 620,5 kg (total panen); dan Rp 1.583.310,- (laba/periode).
The Relationship between Jigsaw Cooperative Learning Method and Parents Attention with English Learning Achievement Student in Public Junior High School 4 Bogor Kartika, Ika; Saepudin, Saepudin
English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings Vol 2 (2018): 2nd ELLiC Proceedings: Education 4.0: Trends and Future Perspectives in English Educa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to prove and examine the relationship between parents attention to English learning achievement, either individually or together. The hypotheses tested were: (1) there is a positive the relationship between the jigsaw cooperative learning method and English learning achievement, (2) there was a positive the relationship between parents attention and English learning achievement, and (3) there was a positive the relationship between jigsaw cooperative learning method and parents attention together towards the English learning achievement. The research method used is survey method with correlational approach. The research was conducted at Public Junior High School 4 Bogor. The study respondents were 80 students, with the sampling technique using is cluster random sampling technique. The instrument uses the English learning achievement test questionnaire as the dependent variable, while the model instrument is corporative jigsaw method and the attention of the parent as independent variable. The result of the research shows that: (1) there is positive the relationship between model of jigsaw method to English learning achievement; (2) there is positive the relationship between parents attention to English learning achievement; (3) there are a positive the relationship between the jigsaw cooperative learning method and the parents attention collectively to the English learning achievement. Thus the results of this study conclude that English learning achievement can be improved through improved jigsaw cooperative learning method and parental attention.
STRATEGI PEMASARAN RADIO DAKTA 107 FM Syarifuddin, Slamet; Saepudin, Saepudin
Makna (Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Kajian Komunikasi,Bahasa, dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.299 KB)

Abstract

Selain berfungsi sebagai media publik yang mampu menjadi sarana kontrol sosial yang efektif dan efisien, radio juga mampu menyajikan informasi yang terpercaya kepada masyarakat. Salah satu contoh radio yang melakukan fungsi tersebut adalah Radio Dakta 107 FM. Sebagai stasiun radio yang berformat media informasi dan dakwah sejak 1991, Dakta 107 FM melakukan strategi pemasaran melalui pemasaran media guna mempertahankan persaingan industri radio di Kota Bekasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan Radio Dakta 107 FM berdasarkan konsep STP (segmenting, targetting, positioning). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data atau fakta dilakukan secara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan narasumber yang berkaitan pada penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Radio Dakta telah melakukan strategi pemasaran berdasarkan konsep. Segmenting Radio Dakta 107 FM adalah wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya dengan tingkat usia 25 tahun keatas. Mayoritas pendengar Radio Dakta adalah karyawan swasta sedangkan tingkat pendidikan para pendengarnya adalah SLTA keatas. Gaya hidup pendengar adalah mereka yang menerapkan nilai-nilai agama Islam. Untuk mengakomodir para pendengarnya, Radio Dakta 107 FM memberikan siaran-siaran yang bernuansa keislaman. Targetting Radio Dakta 107 FM menggunakan dua cara yakni masukan dari para pendengar dan pemasang iklan yang disesuaikan dengan visi dan misi Islami. Target sasarannya adalah masyarakat Kota Bekasi dan pengendara mobil. Program unggulan Radio Dakta 107 FM adalah Dakta Pagi yang memberikan informasi terkini. Positioning Radio Dakta 107 FM adalah media informasi dengan konten relijius. Namun demi meningkatkan jumlah pendengar melalui website, Radio Dakta 107 FM melakukan konvergensi media dengan menggunakan siaran daring melalui streaming. Oleh karena itu Radio Dakta 107 FM memposisikan diri sebagai wadah yang menjembatani para pendengarnya. Kualitas program dapat dilihat dari sisi interaktif pendengar pada sesi tanya jawab. Penelitian ini merekomendasikan sebuah penelitian lanjut mengenai strategi pemasaran dengan konsep STP (Segmentasi, Penargetan, Pemosisian) Philip Kotler dan Rhenald Kasali.