Articles
30
Documents
Tes

Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tes

Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Hasil Belajar IPA Siswa SMP Negeri 1 Palu

Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.835 KB)

Abstract

Abstrak- Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan kecerdasan emsional dengan hasil belajar IPA. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Palu. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII A dan kelas VIII H SMP Negeri 1 Palu. Sampel diambil secara acak dengan menggunakan teknik simple random sampling. Dimana sampel penelitian ini terdiri dari 43 orang. Kelas yang menjadi sampel penelitian diberikan tes kecerdasan emosional berupa angket. Data kecerdasan emosional diperoleh dari angket siswa, sedangkan nilai hasil belajar diperoleh dari data rapor siswa, kemudian dikorelasikan dengan nilai tes kecerdasan emosional. Dalam pengujian hipotesis dengan menggunakan uji korelasi product moment diperoleh rhitung = 0,559 dan rtabel = 0,301 pada α = 0,05. Presentase pengujian hipotesis diperoleh hasil sebesar 31,25% pengaruh kecerdasan emosional terhadap hasil belajar IPA. Berdasarkan hasil yang diperoleh, disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar IPA. Kata Kunci: Kecerdasan emosional dan hasil belajar

MENTAL-MODELING ABILITY MAHASISWA PADA KONSEP DASAR LISTRIK STATIS

PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan mental-modeling ability (MMA) mahasiswa pada konsep dasar listrik statis. Responden penelitian adalah sembilan mahasiswa terpilih yang telah mengikuti perkuliahan Fisika Dasar II. Responden terbagi atas tiga kategori (dalam kelompok) berdasarkan penguasaan konsep yaitu kategori kemampuan tinggi, sedang dan rendah yang masing-masing terdiri dari tiga orang. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari tes penguasaan konsep pilihan ganda untuk seleksi responden, tes fisika listrik statis berbentuk essay untuk mendapatkan data MMA dan panduan wawancara. Pengumpulan data MMA dilakukan melalui aktivitas one-on-one thinking-aloud yang diikuti dengan wawancara. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa hanya terdapat dua kategori MMA dari kesembilan responden, yaitu MMA kategori sedang dan rendah. Kedua kategori memiliki karakteristik yang spesifik. MMA tersebut dicirikan oleh kemampuan merepresentasikan sistem, kecerdasan spasial, metakognisi dan kemampuan melakukan transformasi representasi. Analisis data thinking-aloud dan wawancara menunjukkan bahwa tiga aspek yang diduga berpengaruh terhadap kemampuan mahasiswa untuk memanipulasi model mental mereka, yaitu: pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan menghubungkan konsep-konsep listrik statis satu dengan yang lain. Kehilangan salah satu dari tiga aspek tersebut dapat menghambat kemampuan mahasiswa untuk memanipulasi model mentalnya. Kata kunci: listrik statis, mental-modeling ability, representasi, thinking-aloud

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA POWERPOINT DENGAN PENDEKATAN METAKOGNITIF BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI MIA 4 SMAN 2 PALU

Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 3, No 1 (2015): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.731 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media powerpoint dengan pendekatan metakognitif berbasis masalah terhadap hasil belajar fisika siswa kelas XI. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi, dengan desain penelitian “The Non Equivalen Pretest-Posttest Design”. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI MIA 4 dengan jumlah siswa sebanyak 32 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar dan angket inventori pendekatan metakognitif. Analisis data tes dilakukan dengan teknik statistik uji-t dua pihak untuk menguji pengaruh media powerpoint dengan pendekatan metakognitif berbasis masalah terhadap hasil belajar fisika. Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian, diperoleh rata-rata skor pretest 9,38 dan standar deviasi 1,93; sedangkan rata-rata skor untuk postest diperoleh 13,47 dan standar deviasi sebesar 2,14. Dari hasil pengujian hipotesis dua pihak (uji-t) diperoleh thitung = 3,55 dan       ttabel = 2,00 dengan taraf nyata  = 0,05. Dalam hal ini thitung > ttabel. Hal ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar fisika siswa yang diberi perlakuan menggunakan media powerpoint dengan pendekatan metakognitif berbasis masalah dengan kelas siswa yang diberi perlakuan secara konvensional.  Dengan media yang digunakan dalam proses pembelajaran, siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran dan terampil dalam mengerjakan soal-soal yang dibangun oleh kesadaran dan kemampuan berpikirnya sendiri, maka pembelajaran dengan pendekatan metakognitif akan menyadarkan siswa tentang kognitif yang dimilikinya. Kata Kunci : Media Powerpoint, Pendekatan Metakognitif, Hasil Belajar Fisika

Analisis Pemahaman Soal Grafik Mahasiswa Pendidikan MIPA Menggunakan Pemodelan Rasch

Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 1, No 4 (2013): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.522 KB)

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman mahasiswa Pendidikan MIPA Universitas Tadulako dalam mengerjakan soal grafik. Instrumen yang digunakan yaitu tes pilihan ganda soal grafik dan menambahkan likert keyakinan jawaban sebagai bentuk pengumpulan informasi yang lebih legkap. Metodologi yang dilakukan adalah kualitatif. Tes dilakukan terhadap 24 responden dari mahasiswa program studi pendidikan fisika, kimia, biologi dan matematika angkatan 2013. Pemilihan responden berdasarkan nilai fisika dasar I, fisika umum dan nilai mata kuliah dasar program studi masing-masing. Pemodelan Rasch digunakan sebagai tahap memproses data dari data mentah menjadi bilangan logit yang memberikan informasi terkait infit, outfit, dan Undimensionalitas. Hasil analisis yang dilakukan dengan mempertimbangkan responden yang outliers atau misfits, data software Ministep, alasan jawaban serta likert keyakinan jawaban maka di peroleh 12 responden yang sesuai dengan pemodelan Rasch. Untuk mendapatkan data yang lebih baik, maka proses analisis dilakukan dengan mempertimbangkan likert keyakinan jawaban dan alasan yang diberikan oleh responden. Hasil dari proses tersebut, setiap jawaban responden dapat diklasifikasikan menjadi 6 kategori yang diantaranya kategori yang mengindikasikan memahami, tidak memahami dan miskonsepsi. Instrumen yang digunakan sebanyak 4 butir soal secara keseluruhan telah sesuai. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa responden program studi Pendidikan Biologi terindikasi memiliki tingkat pemahaman yang lebih baik dibandingkan responden lainnya. Kata Kunci: Pemahaman Grafik;pemodelan Rasch

Analisis Pemahaman Konsep Magnet Mahasiswa Calon Guru Fisika

Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.946 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, menganalisis dan mendeskripsikan pemahaman konsep magnet mahasiswa calon guru fisika. Responden  penelitian ini terdiri dari 6 orang mahasiswa calon guru fisika. Data diperoleh melalui tes pilihan ganda beralasan yang berjumlah 18 butir soal. Soal tersebut disusun berdasarkan kategori-kategori pemahaman konsep. Dalam hal ini dibatasi pada kategori menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, menyimpulkan, dan menjelaskan. Data penelitian dianalisis melalui pendekatan deskriptif-kualitatif dengan merujuk pada alasan jawaban soal pemahaman konsep magnet yang diberikan oleh para responden dan juga berdasarkan hasil wawancara antara peneliti dengan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemahaman konsep mahasiswa calon guru fisika tentang gaya Lorentz, medan magnet, dan penentuan kutub magnet masih tergolong rendah. Sebaiknya, pemahaman konsep tidak diabaikan dalam kegiatan belajar dan pembelajaran.Kata Kunci: pemahaman konsep, magnet

Pengaruh Model Project Based Learning Berbantuan Multimedia Terhadap Pemahaman Konsep Siswa Pada Materi Tekanan Zat Cair di SMPN 18 Palu

Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT) Vol 4, No 3 (2016): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.725 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model project based learning berbantuan multimedia terhadap pemahaman konsep siswa pada materi tekanan zat cair di SMPN 18 Palu. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan the non-equivalent pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 18 Palu. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Kelas VIII-A sebagai kelas kontrol dan kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen. Instrumen pemahaman konsep berupa tes essai yang telah divalidasi oleh validator. Rata-rata pemahaman konsep yang mengikuti modell pembelajaran project based learning berbantuan multimedia adalah 54,34 yang berkriteria sedang dan rata-rata yang mengikuti model project based learning tanpa bantuan multimedia adalah 44,78 juga yang berkriteria sedang. Berdasarkan uji N-Gain bahwa rata-rata pemahaman konsep siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan model project based learning berbantuan multimedia lebih meningkat dibandingkan dengan kelas kontrol dengan model project based learning tanpa bantuan multimedia. Hasil perhitungan statistik dari pengujian hipotesis menggunakan uji-t didapatkan harga thitung sebesar 2,31 dan ttabel pada taraf signifikansi 5% dan dk = 44 adalah 1,68. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model project based learning berbantuan multimedia terhadap pemahaman konsep fisika siswa pada materi tekanan zat cair di SMPN 18 Palu. Kata Kunci: Project Based Learning, Multimedia, Pemahaman Konsep, Tekanan Zat Cair

Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) dengan Eksperimen Terhadap Pemahaman Konsep Fluida Statis Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Palu

Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT) Vol 5, No 4 (2017): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.427 KB)

Abstract

Abstrak – Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model Contextual Teaching and Learning dengan eksperimen terhadap pemahaman konsep fisika siswa di kelas X SMA Negeri 5 Palu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi menggunakan desain The non ekuivalen Prestest-postest design. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman konsep fisika dalam bentuk tes esai berjumlah 6 soal. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh rerata skor pretest pemahaman konsep fisika siswa kelas eksperimen adalah 9,52 dengan standar deviasi 2,36, untuk rerata skor posttest adalah 19,38 dengan standar deviasi 2,94. Untuk kelas kontrol diperoleh rerata skor pretest 7,90 dengan standar deviasi 1,76, sedangkan untuk rerata skor posttest adalah 16,56 dengan standar deviasi 22,52. Berdasarkan teknik statistic uji-t satu pihak untuk menguji perbedaan rerata skor pemahaman konsep fisika siswa dengan taraf signifikan α = 0,05, diperoleh nilai hasil thitung = 1,97 dan ttabel = 1,68. Ini berarti bahwa nilai thitungberada di luar daerah penerimaan Ho. Disimpulkan bahwa, terdapat pengaruh model Contextual Teaching and Learning dengan eksperimen terhadap pemahaman konsep fisika siswa di kelas X SMA Negeri 5 Palu. Kata Kunci: Model Contextual Teaching and Learning, Eksperimen,Pemahaman konsep fisika

PERBEDAAN HASIL BELAJAR FISIKA ANTARA SISWA YANG BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY BERBANTUAN SIMULASI KOMPUTER DENGAN MODEL KONVENSIONAL DI SMA NEGERI 7 PALU

Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT) Vol 3, No 4 (2015): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.901 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran discovery berbantuan simulasi komputer dengan model konvensional di SMA Negeri 7 Palu. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan desain equivalent pretest-posttest. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 7 Palu. Teknik Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling dengan sampel penelitian adalah kelas XI IPA 2 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI IPA 5 sebagai kelompok kontrol. Instrumen hasil belajar fisika berupa tes piihan ganda yang telah divalidasi melalui validitas ahli dan validitas konstruksi. Tes hasil belajar fisika yang diperoleh menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok eksperimen 12,19 lebih tinggi dari kelas kontrol yaitu 10,29. Uji hipotesis uji t (dua pihak), diperoleh thitung = 2,26 dan ttabel(0.975)(25) =2,02 pada taraf nyata α = 0,05. Ini berarti bahwa nilai  thitung berada di luar daerah penerimaan Ho. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar fisika siswa antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran discovery berbantuan simulasi komputer dengan model konvensional.   Kata Kunci: Model Pembelajaran Discovery, Simulasi Komputer, Hasil Belajar Fisika

PERBEDAAN HASIL BELAJAR FISIKA ANTARA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SQUARE PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 9 PALU

Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 3, No 4 (2015): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.387 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui perbedaan hasil belajar fisika antara model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dan model pembelajaran kooperatif tipe think pair square pada siswa kelas x SMA Negeri 9 Palu. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan desain equivalent pretest-posttest. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 9 Palu. Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan sampel penelitian adalah kelas X B sebagai kelompok eksperimen 1 dan kelas X C sebagai kelompok eksperimen. Instrumen hasil belajar fisika berupa tes piihan ganda. Tes hasil belajar fisika yang diperoleh menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok eksperimen 1 yaitu 12,29 lebih tinggi dari kelas eksperimen 2 yaitu 10,46. Uji hipotesis uji t (dua pihak), diperoleh thitung = 2,11 dan ttabel(0.975)(50) =2,02 pada taraf nyata α = 0,05. Ini berarti bahwa nilai thitung berada di luar daerah penerimaan Ho. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar fisika  antara model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dan model pembelajaran kooperatif tipe think pair. Tingginya hasil belajar fisika siswa kelas eksperimen 1, disebabkan karena kelas ekperimen 1 menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation, sehingga siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran dan secara kreatif menemukan permasalahan yang diajukan.   Kata Kunci : Model Pembelajaran Group Investigation, Think Pair Square, Hasil Belajar Fisika