Articles
63
Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE FIELD TRIP PADA SISWA SEKOLAH DASAR

BASASTRA Vol 1, No 1 (2012): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.323 KB)

Abstract

Abstract: This research aims to improve the quality of process and of descriptive writing result in Indonesian language learning in the V graders of SD N II Geneng, Tirtomoyo subdistrict, Wonogiri regency by applying field trip method. This study was a classroom action research. The subject of research was 15 V graders of SD N II Geneng. The data sources used were place, informant and document. Techniques of collecting data used were observation, interview, and document analysis. The data validation was done using data source and method triangulations. The data analysis used was an interactive technique of analysis. The research was conducted in two cycles, each of which consisted of planning, acting, observing, and reflecting activities. The result of research showed that the application of field trip method in descriptive writing learning could improve the students’ learning interest from 53% in cycle I to 73% in cycle II. In addition, the students’ activeness during learning also improved to 53% in cycle I to 87% in cycle II. Similarly, the learning achievement of students also improved in which 60% students achieved KKM with mean value of 65.8 in cycle I that increased to 87% students achieved KKM with mean value of 75.25. The conclusion of research was that the application of field trip method in descriptive writing learning could improve the quality of process and learning achievement of the V graders of SDN II Geneng. It could be indicated by the increased interest, activeness and learning achievement level among the students from cycle I to cycle II. Keywords: descriptive writing, field trip method, writting interest,writting skills   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil penulisan deskripsi siswa kelas V SD N II Geneng, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri dengan menerapkan metode pembelajaran field trip. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitiannya adalah 15 siswa kelas V SD N II Geneng. Sumber data yang digunakan adalah tempat, informan, dan dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Validitas data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode field trip dalam pembelajaran menulis deskriptif dapat meningkatkan minat belajar siswa dari 53% pada siklus I menjadi 73% pada siklus II. Selain itu, keaktifan siswa selama pembelajaran juga meningkat menjadi 53% pada siklus I menjadi 87% pada siklus II. Prestasi belajar siswa juga meningkat dari sebelumnya, yaitu 60% siswa mencapai KKM dengan nilai rata-rata 65,8 pada siklus I meningkat menjadi 87% siswa mencapai KKM dengan nilai rata-rata 75,25. Simpulan penelitian ini adalah penerapan metode field trip dalam pembelajaran menulis deskripsi dapat meningkatkan kualitas proses dan prestasi belajar siswa kelas V dari SDN II Geneng. Hal ini dapat ditunjukkan oleh peningkatan ketertarikan siswa, keaktifan siswa, dan prestasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II.   Kata kunci: menulis deksripsi, metode field trip, minat menulis, kemampuan menulis

PENGARUH STRATEGI KNOW WANT TO LEARN (KWL) DAN MINAT MEMBACA TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA INTENSIF SISWA SMP NEGERI DI TEMANGGUNG

BASASTRA Vol 1, No 1 (2012): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.151 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to determine: (1) the influence of reading strategy “Know Want to Learn” (KWL) to an intensive reading skills of students; (2) the influence of high and low reading interest on students intensive reading skills; (3) the interaction between reading strategies and reading interest of students intensive reading skills. This study uses an experiment method with a 2x2 factorial design. The study population is all students in grade VII of Secondary School academic year 2011/2012 in Temanggung residence. Analysis of data using two-way analysis of variance. The results showed that: (1) there are differences in students reading skills who were taught intensively with KWL strategy and Conventional, which is an intensive reading skills of students who were taught by the KWL strategy are better than students who were taught with conventional strategies. It is shown from the experimental class averages 77.97 while the control class is 71.25; (2) there are differences in the ability of intensive reading students who have high interest in reading are better than students who have low interest in reading. It is shown that the average student has a high interest in reading is 77.80, while average students who have low reading 69.91; (3) there is no interaction between reading strategies to read interest with intensive reading skills of students. It is evident from the value of the significance of the interaction strategies of reading and interest in reading is 0.742> 0.05. The result is greater than the significance level 0.05.Keywords : Know Want to Learn method, reading interest, reading skills, experimentAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji ada tidaknya: (1) pengaruh strategi membaca Know Want to Learn (KWL) terhadap kemampuan membaca intensif siswa; (2) pengaruh minat baca tinggi dan rendah terhadap kemampuan membaca intensif siswa; dan (3) interaksi antara strategi membaca dan minat baca terhadap kemampuan membaca intensif siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Temanggung tahun ajaran 2011/2012. Analisa data menggunakan analisis variansi dua jalan. Hasil penelitian adalah (1) terdapat perbedaan kemampuan membaca intensif siswa yang diajar dengan strategi KWL dan konvensional, yaitu kemampuan membaca intensif siswa yang diajar dengan strategi KWL lebih baik dari pada siswa yang diajar dengan strategi konvensional. (2) terdapat perbedaan kemampuan membaca intensif siswa yang mempunyai minat baca tinggi lebih baik daripada siswa yang mempunyai minat baca rendah yang ditunjukkan rerata siswa yang memiliki minat baca tinggi 77,80, sedangkan rerata siswa yang memiliki minat baca rendah 69,91, dan (3) tidak ada interaksi antara strategi membaca dengan minat baca terhadap kemampuan membaca intensif siswa.Kata kunci: metode know want to learn, minat membaca, keterampilan membaca, eksperimen

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DALAM KARANGAN EKSPOSISI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS

BASASTRA Vol 1, No 1 (2012): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.989 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this research is : (1) to describes the error of Indonesian language in exposition text by the students at class X of SMA Negeri in Karanganyar in the academic year 2011/2012; (2) causes of error, and (3) the effort which is done by the teacher and student to solve the error. This research is a qualitative descriptive research with a sample student text SMA Negeri 1 Karanganyar and SMA Negeri Kebakkramat. The sampling technique used was purposive sampling. Data collection techniques used were in-depth interviews and document analysis. Data analysis technique used is the interactive analytical model that includes four components, namely data collection, data reduction, data presentation, and verification. The conclusions of this study are as follows. Firstly, the linguistic elements of language errors that often occur in the student text is divided into four errors : spelling error, diction, sentence, and paragraph. Secondly, language errors that often occur in a student text exposition caused by several factors, among others: is inadequate of language mastery, lack of examples by the teachers, the influence of foreign language, lack of writing peactice, and lack of writing time. Thirdly, the efforts have been made to minimize errors include: improving students language mastery, having more practices in writing, implementing appropriate correction technique, and implementing a process approach to teaching writing.Keywords: error of language, exposition text, the error, causes of error, the effort solve the errorAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) kesalahan bahasa Indonesia dalam karangan eksposisi siswa kelas X, (2) penyebab kesalahan, dan (3) upaya yang dilakukan oleh guru dan siswa untuk meminimalkan kesalahan berbahasa tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan sampel karangan siswa SMA Negeri 1 Karanganyar dan SMA Negeri Kebakkramat. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan analisis dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang meliputi empat komponen, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Simpulan penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, kesalahan bahasa yang sering terjadi dalam karangan siswa dibagi menjadi empat kesalahan: kesalahan ejaan, kesalahan diksi, kesalahan kalimat, dan kesalahan paragraf. Kedua, kesalahan bahasa yang sering terjadi dalam karangan eksposisi siswa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: penguasaan bahasa siswa kurang, kurangnya contoh dari guru, pengaruh bahasa asing, kurangnya latihan menulis, dan kurangnya waktu menulis. Ketiga, upaya untuk mengurangi kesalahan berbahasa dalam karangan eksposisi siswa antara lain yaitu: meningkatkan penguasaan kaidah bahasa siswa, memperbanyak latihan mengarang, menerapkan teknik koreksi yang tepat, dan melaksanakan pembelajaran menulis dengan pendekatan proses.Kata kunci: kesalahan bahasa, karangan eksposisi, bentuk kesalahan, penyebab kesalahan, strategi mengatasi kesalahan bahasa

PENERAPAN METODE QUANTUM LEARNING DENGAN TEKNIK PENGELOMPOKAN (CLUSTERING) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI PADA SISWA SEKOLAH DASAR

BASASTRA Vol 2, No 1 (2013): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.537 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to improve: (1) the quality of the learning process of writing poetry, and (2) the result of poetry writing ability by applying Quantum Learning method using clustering techniques in the fifth grade students in SD N Kadilangu 1 Demak.This research is Classroom Action Research (CAR) which is implemented in two cycles. Each cycle consists of four stages: (1) planning, (2) the implementation phase, (3) the stage of observation and interpretation, and (4) stage of analysis and reflection. Percentage of student activity during apperception in the cycle I was at 68%, whereas in the second cycle to be 88%. Percentage of student interest and motivation while attending learning activities in the cycle I was increased by 63% to be 80% in cycle II. Percentage of student activeness and attention is 60% to be 75% in cycle II. Increased student ability to write poetry can also be seen from the increasing number of students who can write poetry or a student who reaches the score ≥ 65 in each cycle. In the initial survey, the percentage of students who can reach the passing score is 45%. On the cycle I was 65% and in the second cycle was 88%.. Keywords: learning process, writing ability, poetry, clustering techniques Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan: (1) kualitas proses pembelajaran menulis puisi, dan (2) kemampuan menulis puisi dengan menerapkan metode Quantum Learning dengan menggunakan teknik pengelompokan pada siswa kelas lima di SD N 1 Kadilangu Demak. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap: (1) perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap observasi dan interpretasi, dan (4) tahap analisis dan refleksi. Persentase aktivitas siswa selama apersepsi dalam siklus I adalah sebesar 68%, sedangkan pada siklus II menjadi 88%. Persentase minat siswa dan motivasi saat menghadiri kegiatan belajar pada siklus I meningkat sebesar 63% menjadi 80% pada siklus II. Persentase keaktifan siswa dan perhatian adalah 60% menjadi 75% pada siklus II. Peningkatan kemampuan siswa menulis puisi juga dapat dilihat dari meningkatnya jumlah siswa yang bisa menulis puisi atau mahasiswa yang mencapai skor ≥ 65 pada setiap siklus. Pada survei awal, persentase siswa yang dapat mencapai nilai kelulusan adalah 45%. Pada siklus I adalah 65% dan pada siklus II adalah 88%. Kata kunci: bahasa, rubrik, alih kode, campur kode, sosiolinguistik

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PICTURE AND PICTURE PADA SISWA SEKOLAH DASAR

BASASTRA Vol 2, No 1 (2013): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.231 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to improve: 1) active in writing the story, and 2) the ability to write stories fifth grade students of SD Muhammadiyah Mangkuyudan 11 Surakarta  through picture and picture method. This research is a classroom action research (CAR). The research was conducted in two cycles, with each cycle consisting of planning, action, observation, and reflection. Subjects were fifth grade students of SD Muhammadiyah Mangkuyudan 11 Surakarta  totaling 30 students. The results showed that the method could improve the picture and picture activeness and ability to write stories prasiklus to the students of the first cycle and from cycle I to cycle II. It can be concluded that: (1) learning by using picture and picture on the main story writing can increase student activity grade V SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Surakarta. Activeness seen from the observation of the student learning process that is, before the action amounted to 27%, the second cycle of 60% and a second cycle of 80%. (2) learning by using picture and picture can enhance students ability to write a story of class V 11 Mangkuyudan SD Muhammadiyah Surakarta. Increased ability to write a story seen from the students work, before action by 30%, 60% first cycle and the second cycle as much as 83%. Keywords: writing stories, ability, learning, picture and picture, student activity Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan: 1) keaktifan dalam menulis cerita, dan 2) kemampuan menulis cerita siswa kelas V SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Surakarta melalui metode picture and picture. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Surakarta yang berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode picture and picture dapat meningkatkan keaktifan dan kemampuan menulis cerita siswa dari prasiklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) pembelajaran dengan menggunakan metode picture and picture pada pokok menulis cerita dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas V SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Surakarta. Keaktifan terlihat dari hasil observasi terhadap proses pembelajaran siswa yaitu, sebelum tindakan sebesar 27%, siklus II sebesar 60% dan siklus II sebesar 80%; (2) pembelajaran dengan menggunakan metode picture and picture dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita siswa kelas V SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Surakarta. Peningkatan kemampuan menulis cerita terlihat dari hasil pekerjaan siswa yaitu, sebelum tindakan sebesar 30%, siklus I sebesar 60%, dan pada siklus II sebanyak 83%.   Kata  kunci : menulis cerita, kemampuan, pembelajaran, picture and picture, keaktifan siswa

PENERAPAN METODE QUANTUM LEARNING DENGAN TEKNIK PENGELOMPOKAN (CLUSTERING) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI PADA SISWA SEKOLAH DASAR

BASASTRA Vol 1, No 2 (2013): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.537 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to improve: (1) the quality of the learning process of writing poetry, and (2) the result of poetry writing ability by applying Quantum Learning method using clustering techniques in the fifth grade students in SD N Kadilangu 1 Demak.This research is Classroom Action Research (CAR) which is implemented in two cycles. Each cycle consists of four stages: (1) planning, (2) the implementation phase, (3) the stage of observation and interpretation, and (4) stage of analysis and reflection. Percentage of student activity during apperception in the cycle I was at 68%, whereas in the second cycle to be 88%. Percentage of student interest and motivation while attending learning activities in the cycle I was increased by 63% to be 80% in cycle II. Percentage of student activeness and attention is 60% to be 75% in cycle II. Increased student ability to write poetry can also be seen from the increasing number of students who can write poetry or a student who reaches the score ≥ 65 in each cycle. In the initial survey, the percentage of students who can reach the passing score is 45%. On the cycle I was 65% and in the second cycle was 88%.. Keywords: learning process, writing ability, poetry, clustering techniques Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan: (1) kualitas proses pembelajaran menulis puisi, dan (2) kemampuan menulis puisi dengan menerapkan metode Quantum Learning dengan menggunakan teknik pengelompokan pada siswa kelas lima di SD N 1 Kadilangu Demak. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap: (1) perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap observasi dan interpretasi, dan (4) tahap analisis dan refleksi. Persentase aktivitas siswa selama apersepsi dalam siklus I adalah sebesar 68%, sedangkan pada siklus II menjadi 88%. Persentase minat siswa dan motivasi saat menghadiri kegiatan belajar pada siklus I meningkat sebesar 63% menjadi 80% pada siklus II. Persentase keaktifan siswa dan perhatian adalah 60% menjadi 75% pada siklus II. Peningkatan kemampuan siswa menulis puisi juga dapat dilihat dari meningkatnya jumlah siswa yang bisa menulis puisi atau mahasiswa yang mencapai skor ≥ 65 pada setiap siklus. Pada survei awal, persentase siswa yang dapat mencapai nilai kelulusan adalah 45%. Pada siklus I adalah 65% dan pada siklus II adalah 88%. Kata kunci: bahasa, rubrik, alih kode, campur kode, sosiolinguistik

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PICTURE AND PICTURE PADA SISWA SEKOLAH DASAR

BASASTRA Vol 1, No 2 (2013): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.231 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to improve: 1) active in writing the story, and 2) the ability to write stories fifth grade students of SD Muhammadiyah Mangkuyudan 11 Surakarta  through picture and picture method. This research is a classroom action research (CAR). The research was conducted in two cycles, with each cycle consisting of planning, action, observation, and reflection. Subjects were fifth grade students of SD Muhammadiyah Mangkuyudan 11 Surakarta  totaling 30 students. The results showed that the method could improve the picture and picture activeness and ability to write stories prasiklus to the students of the first cycle and from cycle I to cycle II. It can be concluded that: (1) learning by using picture and picture on the main story writing can increase student activity grade V SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Surakarta. Activeness seen from the observation of the student learning process that is, before the action amounted to 27%, the second cycle of 60% and a second cycle of 80%. (2) learning by using picture and picture can enhance students ability to write a story of class V 11 Mangkuyudan SD Muhammadiyah Surakarta. Increased ability to write a story seen from the students work, before action by 30%, 60% first cycle and the second cycle as much as 83%. Keywords: writing stories, ability, learning, picture and picture, student activity Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan: 1) keaktifan dalam menulis cerita, dan 2) kemampuan menulis cerita siswa kelas V SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Surakarta melalui metode picture and picture. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Surakarta yang berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode picture and picture dapat meningkatkan keaktifan dan kemampuan menulis cerita siswa dari prasiklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) pembelajaran dengan menggunakan metode picture and picture pada pokok menulis cerita dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas V SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Surakarta. Keaktifan terlihat dari hasil observasi terhadap proses pembelajaran siswa yaitu, sebelum tindakan sebesar 27%, siklus II sebesar 60% dan siklus II sebesar 80%; (2) pembelajaran dengan menggunakan metode picture and picture dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita siswa kelas V SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Surakarta. Peningkatan kemampuan menulis cerita terlihat dari hasil pekerjaan siswa yaitu, sebelum tindakan sebesar 30%, siklus I sebesar 60%, dan pada siklus II sebanyak 83%.   Kata  kunci : menulis cerita, kemampuan, pembelajaran, picture and picture, keaktifan siswa

Ajaran Moral Dalam Lirik Lagu Dolanan Anak

Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 32, No 2 (2017): Mei
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lagu dolanan anak adalah salah satu bentuk lagu jawa yang digunakan anak-anak dari suku jawa untuk bermain. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan ajaran moral dalam lirik lagu dolanan anak tersebut. Hal yang akan dibahas yaitu mengenai wujud, jenis dan cara menjabarkan ajaran moral dalam lagu dolanan anak. metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Data penelitian ini berwujud kata, frasa, dan perkataan dalam lirik lagu dolanan. Data penelitian ini diperoleh dengan cara membaca berkali-kali lirik lagu dolanan anak dilanjutkan dengan menulis data. Selanjutnya data dengan cara deskrip- tif, untuk menemukan wujud, jenis, dan cara menjabarkan ajaran moralnya.

NOVEL JOKOWI SI TUKANG KAYU KARYA GATOTKOCO SUROSO SEBAGAI MATERI AJAR APRESIASI SASTRA DI SMA: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA DAN NILAI KARAKTER

BASASTRA Vol 6, No 1 (2018): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.548 KB)

Abstract

Abstract:The purpose of this research is to describe and explain: (1) the characterization of the figures in the novel Jokowi Si Tukang Kayu by Gatotkoco Suroso, (2) the inner conflict experienced by the main figure, (3) the values of character education in the novel Jokowi Si Tukang Kayu by Gatotkoco Suroso, (4) the relevance of the values of character education as teaching materials of literature appreciation in senior high school. This research is a descriptive qualitative research which used pscychology literature. The technique of data analysis used was interactive analysis technique. The result of this research showed that the characterization of the figures in the novel Jokowi Si Tukang Kayu by Gatotkoco Suroso are described through three dimensions, dimension of psysiological, psychological, and sociological. Novel Jokowi Si Tukang Kayu also contained 18 values of character education, that are religious, honest, tolerance, discipline, hardwork, creative, independent, democratic, curiosity, spirit of nationality, love the motherland, appreciating achievement, friendly/ communicative, love and peace, loving to read, care for the environtment, social care, and responsibility. Novel Jokowi Si Tukang Kayu is relevant to be used as teaching materials of literature appreciation in senior high school at class XII.Keywords: psychological literature, figure, innerconflict, Jokowi Si Tukang Kayu Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan: (1) perwatakan tokoh dalam novel Jokowi Si Tukang Kayu karya Gatotkoco Suroso, (2) konflik batin yang dialami tokoh utama, (3) nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Jokowi Si Tukang Kayu, dan (4) relevansi novel Jokowi Si Tukang Kayu sebagai materi ajar apresiasi sastra di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil peneitian ini menunjukkan bahwa perwatakan tokoh dalam novel Jokowi Si Tukang Kayu digambarkan melalui tiga dimensi, yaitu dimensi fisiologis, psikologis, dan sosiologis. Novel Jokowi Si Tukang Kayu juga mengandung 18 nilai pendidikan karakter, yakni nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Novel Jokowi Si Tukang Kayu relevan untuk dijadikan sebagai materi ajar apresiasi sastra di SMA kelas XII.Kata Kunci: psikologi sastra, watak, konflik batin, nilai pendidikan karakter.

KAJIAN SOSIOLINGUSTIK PEMAKAIAN BAHASA MAHASISWA ASING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK PENUTUR ASING (BIPA) DI UNIVERSITAS SEBELAS MARET

Kajian Linguistik dan Sastra Vol 24, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.455 KB)

Abstract

This study examines the use of languages by foreign students in learning the Indonesian language for foreign speakers (BIPA). Sociolinguistic approach is employed in which in-depth interview is used to elicit the reseach data. Sociolinguistic analysis is conducted by considering the social context of the speech components. The results show that the dominant use of Indonesian language by the learners is the language of instruction acquired in the process of learning the language. English emerges as the language of mediation between teachers and students spoken when they have difficulties in learning. Another language that appears in the language learning is Javanese which is the vernacular of Surakarta. Aspects of Indonesian cultural context should be taught to the learners. A variety of language styles for formal and informal conversation must be understood by foreign students so as to avoid errors in language usage.