p-Index From 2014 - 2019
0.961
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Geodesi Undip
L. M. Sabri
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN NDVI DAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP SUHU PERMUKAAN DI KOTA SEMARANG Aditiyanti, Ayu Hapsari; Sabri, L. M.; Sasmito, Bandi
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1332.598 KB)

Abstract

Sebagai salah satu Kota tujuan transmigrasi yang cukup aktif di Pulau Jawa, Kota Semarang beberapa tahun ke belakang ini sudah dirasa mengalami peningkatan panas yang cukup signifikan. Terlebih lagi di daerah urban atau yang biasa disebut daerah Semarang Bawah. Pertumbuhan penduduk menjadi pemicu beralihnya area bervegetasi menjadi perumahan atau akses jalan.                Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan tutupan lahan dan vegetasi melalui NDVI terhadap perubahan suhu permukaan berdasarkan interpretasi citra satelit Landsat tahun perekaman 2001, 2006, dan 2011. Penginderaan jauh dilakukan untuk memperoleh data spasial dalam waktu singkat dengan akurasi tinggi. Hal ini akan sangat memudahkan penggunanya untuk mendapatkan informasi tanpa harus melakukan survey di lapangan.                Superfised Classification digunakan untuk mendapatkan data perubahan tutupan lahan, kemudian untuk mendapatkan nilai NDVI dan suhu permukaan dilakukan konversi digital number dari setiap pixel pada citra tersebut. Pengolahan citra satelit Landsat tersebut dilakukan dengan menggunakan software ER Mapper. Kemudian dilakukan pengambilan sambel dengan metode simple random sampling dan systematic sampling untuk dilakukan analisis statistik dengan metode regresi linier menggunakan software SPSS 17.0.                Hasil penelitian menunjukkan dari tahun ke tahun Kota Semarang mengalami penurunan luas area vegetasi dan peningkatan area terbangun. Secara keseluruhan perubahan suhu permukaan dipengaruhi signifikan oleh NDVI dan tutupan lahan secara bersama-sama dengan koefisien determinasi (R2) sebesar  82,6% (tahun 2001), 76,7% (tahun 2006),  78,8% (tahun 2011). Secara parsial NDVI memberikan pengaruh sebesar 78,9% (tahun 2001), 70,3% (tahun 2006), 73,0% (tahun 2011) terhadap suhu permukaan. Secara parsial tutupan lahan memberikan pengaruh sebesar 74,0% (tahun 2001), 70,7% (tahun 2006), 70,4% (tahun 2011) terhadap suhu permukaan.Kata Kunci : Perubahan Suhu Permukaan, NDVI, Tutupan Lahan, Regresi Linier, Penginderaan Jauh.
PEMODELAN GEOID KOTA SEMARANG Rastawira, Tanggo; Kahar, Sutomo; Sabri, L. M.
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.281 KB)

Abstract

Kota Semarang merupakan ibukota provinsi Jawa Tengah yang memiliki kondisi topografi yang unik dengan variasi dataran dan perbukitan. Kondisi topografi yang seperti itu menjadikan penentuan tinggi orthometrik dengan metode sipat datar menyebar ke seluruh wilayah Kota Semarang membutuhkan tenaga, waktu, dan biaya yang tidak sedikit. Adanya teknologi GPS yang mampu menyajikan data informasi tentang posisi secara cepat dan tepat dapat dijadikan alternatif penentuan tinggi teliti di masa kini. Akan tetapi tinggi yang dihasilkan oleh GPS adalah tinggi yang mengacu pada ellipsoid, maka dibutuhkan model geoid yang teliti untuk mengkonversi tinggi geodetik menjadi tinggi orthometrik.Pada tugas akhir ini akan dibahas mengenai penentuan model geoid pada lokasi pengukuran gayaberat lokal Kota Semarang. Penentuan geoid dilakukan dengan metode kombinasi yaitu dengan menggabungkan informasi dari gayaberat lokal dengan model geopotensial global EGM96 sampai dengan derajat dan orde 120. Tinggi undulasi geoid Kota Semarang hasil perhitungan metode kombinasi berkisar antara 26,73026703 sampai dengan 26,99150681 meter dengan titik terendah di BM Surip 7 sedangkan yang tertinggi di daerah Walter Mongisidi. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa model geoid yang dihasilkan dari metode kombinasi lebih baik dibandingkan dengan pemakaian model geopotensial global EGM96 dan EGM2008 sampai derajat dan orde penuh.Kata kunci: Tinggi Orthometrik, Model Geoid, Metode Kombinasi.
UJI COBA GNSS CORS DALAM PEMETAAN BATAS BIDANG TANAH MENGGUNAKAN SPIDERWEB ( STUDI KASUS : KABUPATEN SEMARANG ) Zaman, Kukuh Ibnu; Subiyanto, Sawitri; Sabri, L. M.
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.737 KB)

Abstract

SpiderWeb merupakan suatu integrasi software dan hardware untuk mengontrol dan mengoprasikan satu receiver GPS ataupun beberapa receiver dalam satu network. CORS BPN sering mendapat kendala pada Communication Link (GPRS) dan Virtual Private Network (VPN) sehingga pengukuran CORS menggunakan NTRIP (Networked Transport of RTCM via Internet Protocol) cenderung lama untuk mendapatkan solusi pengukuran “fix”, untuk itu BPN RI bekerjasama dengan Leica mencoba memberikan alternatif baru untuk membuat software SpiderWeb.Pada penelitian tugas akhir ini analisis yang digunakan adalah selisih luasan bidang tanah hasil Post Processing menggunakan Spiderweb dengan hasil Post Processing menggunakan GNSS Solutions yang mengikat pada stasiun referensi Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang. Metode pengukuran GPS yang digunakan adalah statik singkat (rapid static), dengan waktu pengamatan selama 5 menit. Data luasan bidang tanah definitif yang digunakan adalah luasan hasil Post Processing menggunakan GNSS Solutions.Selisih luasan yang dihasilkan dari hasi pengolahan data adalah sebagai berikut: pengukuran bidang tanah metode statik singkat menggunakan SpiderWeb dengan waktu pengamatan 5 menit dan jarak dari base stasion 2 km mendapatkan selisih luasan yang cukup besar, dengan selisih terkecil luasan bidang tanah terdapat pada bidang 7 yaitu sebesar 0,603 m2 (0,13%), dan selisih terbesar adalah pada bidang 17 yaitu sebesar 147,508 m2  (18,42%).Kata Kunci : SpiderWeb, GNSS CORS, Statik singkat, Pengukuran bidang tanah.
PENENTUAN KOORDINAT DEFINITIF EPOCH 2013 STASIUN CORS GEODESI UNDIP DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK GAMIT 10.04 Purba, Edy Saputera; Yuwono, Bambang Darmo; Sabri, L. M.
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.778 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi penentuan posisi dengan satelit Global Navigation Satellite System (GNSS) memunculkan sistem pengadaan titik kontrol dasar  modern sebagai referensi  penentuan posisi untuk pengukuran dan pemetaan  yang bersifat aktif, terus menerus dan dapat diakses secara real time. Sistem titik kontrol modern tersebut adalah Continuosly Operating Reference Stations (CORS). CORS adalah salah satu teknologi berbasis GNSS yang dimanfaatkan untuk berbagai aplikasi terkait penentuan posisi. Stasiun CORS merupakan jaring kerangka geodetik aktif berupa stasiun permanen (base station) dilengkapi dengan receiver dan dapat menerima sinyal-sinyal dari satelit GNSS yang beroperasi secara kontinyu setiap hari.Stasiun CORS UDIP sudah beroperasi sejak desember 2012 di Program Studi Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Stasiun ini dapat berfungsi sebagai titik kontrol geodetik, sehingga perlu dilakukan pendefenisian koordinat definitif  terhadap stasiun ini. Penelitian ini menggunakan data pengamatan GNSS pada bulan Februari dan Maret 2013. Pengolahan data menggunakan perangkat ilmiah GAMIT 10.04.Penelitian ini menghasilkan 2 koordinat yaitu koordinat yang bersifat statis dan dinamis. Koordinat statis yang mengikat ke DGN-95/Orde 1 Badan Informasi Geospasial (BIG) yaitu (X = 438136.37470; Y = 9220592.00180; Z = 243.05050). Koordinat dinamis yang mengikat ke ITRF2008 (X = 438135.0896; Y = 9220593.4225; Z = 243.2853). Hasil uji statistik menggunakan distribusi fisher dengan selang kepercayaan 95% bahwa antara 4 stasiun IGS dan 6 stasiun IGS merupakan suatu sistem dimana nilai perubahan koordinatnya hampir sama. Selisih koordinat stasiun CORS UDIP antara ITRF2008 dan DGN-95 adalah ±  90 cm.Kata kunci: Stasiun CORS, Koordinat Definitif, GAMIT
PEMBUATAN PETA MODEL UNDULASI LOKAL (STUDY KASUS : KECAMATAN RAO, KABUPATEN PASAMAN-SUMATERA BARAT) Reza, M. Khaeru; Kahar, Sutomo; Sabri, L. M.
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.459 KB)

Abstract

Pembuatan model undulasi lokal dari pengukuran gravitasi serta ketinggian orthometric bumi. Gaya berat yang digunakan adalah gaya berat relatif. Gaya berat relatif adalah gaya berat yang diperoleh dari hasil pengukuran gaya berat di suatu tempat yang diikatkan dengan gayaberat absolut. Untuk memperoleh nilai gaya berat absolut dilakukan pengukuran gaya berat yang diikatkan dengan sistem yang sudah ada yang dikenal sebagai Sistem Postdam. Sistem ini merupakan jaringan stasiun gaya berat yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pengkuran gaya berat relatif di suatu tempat di permukaan bumi ini. Penelitian ini dilaksanakan di daerah pengukuran gaya berat relative yang telah dilakukan di kecamatan Rao kabupaten Pasaman Sumatra Barat.Dari penelitian yang dilakukan untuk pembuatan model undulasi lokal diperlukan beberapa tahapan pengolahan. Tahapan-tahapan yang dilakukan tersebut meliputi tahapan penentuan anomali dari data gravity yang diperoleh dilapangan, yang terdiri dari : bacaan alat gravimeter, dikoreksi pasut, perhitungan G observasi, perhitungan gaya berat normal, koreksi udara bebas, koreksi terrain, serta koreksi bouger hingga diperoleh nilai anomaly bouger.Sedangkan untuk perhitungan undulasi dilakukan tahap-tahap perhitungan stokes serta perhitungan spherical harmonic serta kontribusi geoid global (N1) dari Nico Sneew. Untuk perhitungan N0 untuk penentuan titik nol pusat bumi serta trunsection error (€N) tidak perlu dilakukan perhitungan karena tidak signifikan pengaruhnyaKata Kunci : Gayaberat ,Undulasi, Geoid.
ANALISIS PENURUNAN MUKA TANAH DAERAH SEMARANG MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK GAMIT 10.04 KURUN WAKTU 2008-2013 Kurniawan, Aldika; Yuwono, Bambang Darmo; Sabri, L. M.
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.423 KB)

Abstract

Penurunan muka tanah adalah suatu fenomena alam yang banyak terjadi di kota-kota besar yang berdiri di atas lapisan sedimen, seperti Jakarta, Semarang, Bangkok, Shanghai, dan Tokyo. Dari studi penurunan tanah yang dilakukan selama ini, diidentifikasi ada beberapa faktor penyebab terjadinya penurunan tanah yaitu : pengambilan air  tanah yang berlebihan, penurunan karena beban bangunan. Dari  tipe penurunan tanah ini, penurunan akibat pengambilan air tanah yang berlebihan dipercaya sebagai salah satu tipe penurunan tanah yang dominan untuk kota-kota besar.Penelitian ini menggunakan GPS yang disebar ke delapan titik pengamatan penurunan muka tanah yang dibagi menjadi tiga hari pengamatan, setiap pengamatan GPS berdurasi enam sampai delapan jam karena pengukuran geodinamika menggunakan GPS membutuhkan waktu minimal enam jam pengamatan. Pengolahan data GPS  menggunakan perangkat lunak GAMIT 10.04 dan menggunakan metode pengolahan radial. Hasil pengolahan perangkat lunak GAMIT 10.04 berupa koordinat dan standar deviasi masing-masing titik. Penentuan nilai penurunan muka tanah daerah Semarang berdasarkan tinggi ellipsoid dari pengukuran tahun sebelumnya.Berdasarkan penelitian yang menggunakan perangkat lunak GAMIT 10.04 ini, didapatkan RMS rata-rata pengolahan titik pengamatan sebesar 4 – 5 milimeter.  Hasil penelitian dengan menggunakan GPS, daerah semarang mengalami penurunan tanah dalam rentang variasi kecenderungan penurunan dari 2.2 milimeter sampai 17.2 sentimeter.Kata Kunci : Penurunan Muka Tanah, GPS, GAMIT 10.04
ANALISIS KETELITIAN PENGUKURAN BASELINE PANJANG GNSS DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK GAMIT 10.4 DAN TOPCON TOOLS V.7 Rahadi, Maulana Eras; Awaluddin, Moehammad; Sabri, L. M.
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.947 KB)

Abstract

GPS data processing with long baseline (over 100km) require special handling, is caused by determining the value of ambiguity. Distance and number of reference stations have a significant factor on the quality of the network configuration, if both factors have been determined with good accuracy the value it will provide accurate positioning and precision.This study uses observation data with a baseline length of more than 20 km it will tied to the base station GNSS CORS Undip. Another the measurement will be tied to the GNSS CORS BIG (Badan Informasi Geospasial) which has a 0-orde accuracy. By using these two reference stations will be able to know, how much the accuracy each reference station to the accuracy of the coordinates of each observation point. Seeing the factor of long baseline observations in this study, in the processing of the observation data will be processed with scientific software GAMIT 10.4 and commercial software Topcon Tools V.7The research in this paper shows the average standard deviation value of the processing results using GAMIT 10.4 is 0,020 m while the standard deviation value of the processing results using Topcon Tools V.7 is 0,028 m. Keywords: GNSS CORS, Long Baseline, GAMIT, Topcon
Verifikasi Koordinat Titik Dasar Teknik Orde 3 dengan Pengukuran GNSS Real Time Kinematic Menggunakan Stasiun CORS Geodesi UNDIP di Kota Semarang Madena, Arinda Yusi; Sabri, L. M.; Yuwono, Bambang Darmo
Jurnal Geodesi Undip Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.891 KB)

Abstract

One of the tasks of BPN in Indonesia is doing the measurement of a Horizontal control points. The result of the measurement is a monument which has a definitive and coordinate values are implicitly understood by the term static datum. But in actual fact the Earth is dynamic and can be quantified as well, the position of the monument base or point of technique to physically change from time to time, consequently the coordinates values will change.Associated with these problems, in this final task has been carried research measurement Basic Point of Technique of Order 3 by using the system of CORS (Continuously Operating Reference Station). By conducting measurements of GNSS RTK method on the basic point of the order of 3 techniques analyzed how big a difference the coordinates of the measuring results and coordinates BPN.The results of this research show that result of plotting vector different coordinate value of Basic Point of Technique of Order 3 measurements of GNSS Real Time Kinematic method against of Basic Point of Technique of Order 3 BPN is not systematic in coordinate value. Keywords: Basic Point of Technique of Order 3, CORS, RTK.
Penentuan Resiko Dan Kerentanan Tsunami Di Kebumen Dengan Citra Alos Islam, Faiz; Subiyanto, Sawitri; Sabri, L. M.
Jurnal Geodesi Undip Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.109 KB)

Abstract

Indonesia is the country that has the potential for major natural disasters due to a ring of fire around . One of the risk is tsunami . Kebumen is a district in Central Java has the potential to be exposed to the risk of a tsunami . Kebumen geographically located at 7 ° 27 - 7 ° 50 south latitude and 109 ° 22 - 109 ° 50 which has 35 km along the southern coast . Prevention needs to be a systematic way of determining the risks and vulnerabilities to prevent the disaster victims .The method used in this study is the determination of risk is the Run - Up Regulation of the Minister of Public Works No.06/PRT/M/2009 . In addition to satellite imagery used is the image of ALOS ( Advanced Land Observing Satellite ) is from Japan . Vulnerability parameters to be obtained in the form Slope , population density , distance from the coast .Vulnerability of the parameters obtained will be weighted by Pairwise Comparison method . After that it will be overlay by risk . Then formed Vulnerability and Risk maps Kebumen tsunami . Then formed Vulnerability and Risk Tsunami in Kebumen . From result that area in kebumen have impact with tsunami for elevation run-up 0-16 m is 44,16%, then area save from tsunami is 56,484%. Mirit, Ambal, Buluspesantren, Kuwarasan and Ayah is districk with more risk than any other  area.Keywords : Kebumen, , Run-Up, Tsunami, Vulnerability, risks
Pembuatan Program Perataan Parameter Jaring Poligon Dengan Menggunakan Visual Basic For Application (VBA) Microsoft Excel Lestari, Eva Suci; Sabri, L. M.; Yuwono, Bambang Darmo
Jurnal Geodesi Undip Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.512 KB)

Abstract

Least square method is one method most popular to problem-solving count flattening. The ordinal least quadrat in cases of the count of geodesy which simple, e.g. cutting measurement of angles, levelling and measurement of distances the base. A traverse do the count based on error angle of a polygon and distance results size reference to the terms of geometric polygons measured. Within adjustment required leveling high Count in the process of calculation. Therefore, the required computer technology  in the process of doing the calculation so that the result is more precision. With the progress of the current process of computer calculations can be done quickly through programming. Program used as thesis harnesses Program macros with visual basic for application (VBA) programming language in microsoft Excel by using the polygon mesh data.Keyword : Least square method , Macro or VBA, Ms. Excel