Articles

Found 8 Documents
Search

PENGEMBANGAN BUDAYA PRESTASI TILAWAH AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN NURUL QUR’AN PRAYA LOMBOK TENGAH Sabarudin, Sabarudin
SCHEMATA Vol 6 No 1 (2017): Schemata Jurnal Pascasarjana UIN Mataram: Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/schemata.v6i1.835

Abstract

Artikel ini bertujuan mengeksplorasi manajemen organisasi pondok pesantren (ponpes) dalam pengembangan budaya prestasi tilawatil Qur’an. Ponpes Nurul Qur’an Praya merupakan satu dari pondok pesantren yang dalam waktu singkat telah berhasil menciptakan kader-kader mumpuni berkompetisi, misalnya, dalam musabaqah tilawatil Qur’an mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional. Berdasarkan temuan artikel ini, bahwa bentuk manajemen organisasi pembelajaran tilawah dilakukan secara terpadu dengan sistem pengorganisasian berjenjang. Pengembangan tilawah al-Qur’an dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pada tahap evaluasi melalui mekanisme uji publik. Keteladanan menjadi salah satu teknik menggerakkan manajemen organisasi selain pembagian tugas dan pengawasan. Selanjutnya nuansa kompetisi dalam memperdalam pengetahuan ilmu-ilmu al-Qur’an khususnya ilmu tilawah al-Qur’an telah menjadi salah satu sumber energi esoterik yang telah melahirkan sistem nilai etis-estetis-artistik pada tataran praksis kehidupan yang kemudian menjelma sebagai sebuah budaya prestasi.
MODEL PEMBELAJARAN ” WEB BASED EDUCATION ” UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS XII IPA SMA NEGERI 1 GANTUNG Sabarudin, Sabarudin
Khazanah Pendidikan Khazanah Pendidikan Vol. VIII, Nomor 2, Maret 2015
Publisher : Khazanah Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is an action of teachers to improve student learning achievement CivicsClass XII Science SMAN 1 Gantung in the Academic Year 2014/2015. This classroom actionresearch conducted in three cycles and includes four phases, namely planning, action,observation and reflection. Each action consists of three activities, namely the preliminary(appersepsi), the core activity of carrying out the Learning Model "Web Based Education",and cover with giving about evaluation, motivation and reinforcement. To assess learningachievement Civics, researchers used tools test instrument. The results showed that the use ofthe learning model "Web Based Education" can improve student achievement in high schoolcivics class. This is evident from the learning achievement test data also showed an increasein pre-cycle that is as much as 7 students (20.59%) reached KKM with an average of 66.62,in the first cycle of students who achieve complete by 73.59% or 25 students with an averageof 82.65 and the second cycle is equal to 88.24% or 30 students with an average of 90.24.After the whole cycle is done, it can be concluded that the use of Learning Model "WebBased Education" can improve learning achievement in civics class XII IPA SMAN 1Gantung in the school year 2014/2015.Keywords: Web Based Education, Learning Achievement Civics
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Ditinjau dari Indikator Peresepan Menurut World Health Organization (WHO) di Seluruh Puskesmas Kota Kendari Tahun 2016 Ihsan, Sunandar; Sabarudin, Sabarudin; Leorita, Mesi; Zaenab Syukriadi, Andi Sitti; Ibrahim, Merlyn H.
Medula Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Medula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.248 KB)

Abstract

ABSTRACTBackground: Puskesmas is a first level of health facility in the public health services and for that, rationality drug used is important to achieve a better quality of life supporting productivity and nationality endurance. Aim: This study aim to evaluated rationality of drug used thorough WHO prescribing indicator to all subdistrict public health (Puskesmas) in Kendari City. Method: This was a cross sectional observational study at 15 subdistrict public health service with restrospective data collected. Total sample was 1680 prescription for 2016 period. Data compare with WHO standard indicator. Result: Result of this study showed that average drug prescriber was 3.23, average percentace of medicine prescribed by generic name was 96.08%, average percentage encounters with antibiotic prescribed was 36.85%, average percentage encounters with injection prescribed was very low 0.16%, average percentage of medicine with National Formularium was 75.07%. Result showed that drug used at all Puskesmas was still irrational except injection used and there was significant difference (p<0.005) between Puskesmas except injection used. There were three Puskesmas (Puskesmas Labibia, Puskesmas Kemaraya, and Puskesmas Benu-benua) has achieved standard of percentage of drug prescribed. Antibiotic achieved standard used was Puskesmas Nambo, Puskesmas Benu-benua, Puskesmas Wua-wua, Puskesmas Labibia and Puskesmas Perumnas. There were no one Puskesmas has achieved generic names and national formularium prescribed.Conclusion: Puskesmas Benubenua was most rational drug use with prescribing indicator of WHO.Keywords: Rational Drug Use, Prescribing Indicator, Puskesmas, Kendari City
PELAKSANAAN PUTUSAN SENGKETA WARIS YANG DISELESAIKAN MELALUI MEDIASI DI MAHKAMAH SYAR’IYAH LHOKSUKON: Studi Kasus atas Putusan Nomor 493/PDT.G/2015/MS-LSK Sabarudin, Sabarudin
AT-TAFAHUM: Journal of Islamic Law Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UIN SU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.939 KB)

Abstract

Abstrak: Pembagian warisan adakalanya berjalan dengan lancar tanpa sengketa sama sekali, adakalanya pula harus melalui sengekata. Pembagian warisan yang ditempuh melalui sengketa sering dapat diselesaikan melalui perdamaian namun ada kalanya harus menempuh jalur hukum melalui gugatan ke pengadilan. Adapun pembagian warisan yang berjalan tanpa sengketa perlu pula mendapatkan penetapan dari pengadilan, hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yang dilakukan di Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon. Sifat penelitian ini adalah deskriftif, yaitu mendefenisikan secara sistematis, faktual dan akurat yang fokusnya membahas pelaksanaan putusan atas sengketa waris yang diselesaikan melalui mediasi di Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon. Adapun teori yang digunakan dalam penulisan tesis ini adalah maslahah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajuan gugatan memakai cara permohonan yang ditujukan kepada Ketua Mahkamah Resume mediasi dirumuskan para pihak segera setelah sidang gelar perkara dan dibahas bersama Mediator saat pertama kali mediasi, Mediator melaporkannya kepada Hakim Pemeriksa Perkara secara tertulis dengan melampirkan kesepakatan perdamaian tersebut. Hakim Pemeriksa Perkara menjatuhkan putusan kepada para pihak yang berperkara hanya berupa perintah menaati isi kesepakatan di dalam akta perdamaian dan membayar ongkos perkara.Kata Kunci: hukum Islam, sengketa waris, mediasi, mahkamah syar’iyah, Aceh
Evaluasi Mutu Pelayanan di Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Buton Utara berdasarkan Standar Pelayanan Minimal Kefarmasian Sabarudin, Sabarudin; Suryani, Suryani; Nazir, Reni Amaliani
Pharmauho Vol 1, No 2 (2015): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.357 KB)

Abstract

Mutu merupakan kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan atau sesuai dengan persyaratan. Standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan di Rumah Sakit sangat penting karena merupakan tolak ukur kinerja pelayanan kesehatan yang di selenggarakan oleh Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mutu pelayanan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton Utara berdasarkan empat indikator standar pelayanan minimal farmasi yaitu waktu tunggu pelayanan obat jadi, tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat, kepuasan pelanggan dan penulisan resep sesuai Formularium. Penelitian ini bersifat deskriptif. Sampel pada penelitian sebanyak 128 pasien rawat jalan sebagai responden. Instrumen penelitian adalah kuesioner kepuasan pelanggan dan lembar pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator waktu tunggu pelayanan obat jadi selama 3 menit 7 detik dan pelayanan obat racikan 6 menit 59 detik, tidak adanya kesalahan pemberian obat sebesar 100%, kepuasan pelanggan sebesar 81,08% dan penulisan resep sesuai Formularium sebesar 98,7%. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Buton Utara belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan.Kata kunci: Evaluasi, mutu pelayanan, pelayanan farmasi, Buton Utara
Mewujudkan Sekolah Literasi yang Berprestasi Sabarudin, Sabarudin
Society Vol 6 No 1 (2018): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.357 KB) | DOI: 10.33019/society.v6i1.62

Abstract

Budaya sekolah merupakan faktor yang paling penting dalam membentuk siswa menjadi manusia yang penuh optimis, berani, tampil, berperilaku kooperatif, dan kecakapan personal dan akademik. Untuk mengoptimalkan potensi peserta didik menjadi sebuah prestasi maka dipilih Strategi pemecahan masalah yang tepat, yaitu melalui gerakan pengembangan literasi untuk&nbsp; raih Prestasi. Fokus utamanya yaitu memberdayakan semua stakeholders sekolah dalam kegiatan sehari hari dengan mengalokasikan sumber daya pendidikan yang ada untuk meraih prestasi dan potensi peserta didik serta mewujudkan visi,misi dan tujuan sekolah. Pengoptimalan potensi dan prestasi peserta didik melalu gerakan literasi&nbsp; dapat dilakukan dengan tiga prinsip utama, yakni: (1) Pengembangan dan penguatan literasi menjadi sebuah gerakan dan aksi nyata; (3) Menjalin komunikasi dan sinergitas dengan berbagai pihak; serta (3) Membangun komitmen bersama untuk mengoptimalkan potensi dan&nbsp; prestasi baik akademik maupun non akademik. Kesungguhan dan kemauan yang kuat untuk menjadikan pengembangan dan penguatan literasi&nbsp; sebagai&nbsp; “ikhtiar bersama” dengan membangun budaya literasi&nbsp; untuk menyiapkan generasi melek informasi, generasi melek literasi, yang akan menjadi komponen penting bagi optimalisasi potensi dan prestasi peserta didik yang sebesar besarnya harus didasarkan pada tujuan mulia dalam menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah (GLS).
Karakaterisasi dan Uji Aktivitas Antioksidan serta Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Etanol Kulit Batang Kapuk Randu (Ceiba petandra L. Gaertn) Yamin, Yamin; Hamsidi, Rini; Sabarudin, Sabarudin; Nasria, Nasria
Pharmauho Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.378 KB)

Abstract

AbstrakAntioksidan merupakan senyawa penting dalam menjaga kesehatan tubuh karena berfungsi sebagai penangkap radikal bebas dalam tubuh. Radikal   bebas    dapat    menginduksi    penyakit kanker, aterosklerosis, dan penuaan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi ekstrak, serta menguji potensi antioksidan dan menentukan kadar fenolik total ekstrak etanol kulit batang kapuk randu (Ceiba petandra L Graetn). Aktivitas antioksida ditentukan dengan uji penangkal radikal bebas DPPH (2,2-diphenyl-1-pikrilhidrazil). Kandungan fenolik total ditentukan dengan metode Folin-Ciocalteau menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit batang Ceiba petandra L Graetn mengandung metabolit sekunder yang terdiri dari alkaloid, flavonoid, fenol tannin dan saponin, memiliki potensi antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 sebesar 26,06 µg/mL, serta memiliki kadar fenolik total sebesar 43,063 µg/mLKata Kunci : Antioksidan, kulit batang Kapuk Randu, DPPH (2,2-diphenyl-1-pikrilhidrazil)
ANALISIS EFEKTIVITAS PEMBERIAN BOOKLET TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS PUUWATU KOTA KENDARI Sabarudin, Sabarudin; Kasmawati, Henny; Sarmita, Sarmita
Preventif Journal Vol 3, No 2 (2019): Preventif Journal
Publisher : Preventif Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.492 KB)

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronik yang terjadi bila ada peningkatan kadar glukosa dalamdarah karena tubuh tidak dapat menghasilkan hormon insulin yang cukup atau menggunakannya secara efektif.Ketidakpatuhan terhadap terapi pengobatan pada pasien DM tipe 2 menyebabkan glukosa darah tidak terkontrolsehingga meningkatkan resiko komplikasi. Edukasi adalah salah satu cara untuk meningkatkan kepatuhan yaitudengan pemberian booklet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien DM tipe 2sebelum dan sesudah pemberian booklet serta mengetahui hubungan antara kadar glukosa darah sewaktu danskor MMAS-8. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimental yang dilakukan di PuskesmasPuuwatu Kota Kendari. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling yang memenuhikriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa glukometer, booklet kuesioner MMAS-8. Sampel terdiri dari 68pasien DM tipe 2 yang terdiri dari 34 pasien kelompok intervensi yang diberikan booklet pengobatan DM dan 34pasien kelompok kontrol yang tidak diberikan booklet pengobatan DM. Kadar GDS dan skor MMAS-8 diukur sebelum dan 4 minggu sesudah pemberian intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna tingkat kepatuhan minum obat pasien DM tipe 2 sebelum dan sesudah pemberian bookletberdasarkan kadar GDS yaitu 327 mg/dL menjadi 181 mg/dL dengan nilai p=0,000 pada uji Mc Nemar, danberdasarkan skor MMAS-8 dari 3,3 menjadi 1,5 setelah pemberian booklet dengan nilai p=0,000 pada ujiWilcoxon, sehingga pemberian edukasi melalui booklet efektif dapat membantu meningkatkan kepatuhanpengobatan pasien DM tipe 2. Hasil analisis dengan menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan tingkathubungan sedang (r=0,526) antara GDS dan Skor MMAS-8 dengan nilai p=0,001 sehingga pasien yang memilikiskor MMAS rendah dikaitkan memiliki kadar glukosa darah sewaktu yang juga rendah.Kata kunci : Diabetes Melitus Tipe 2 ,GDS , MMAS-8, Booklet, Kepatuhan.