Sulistioso G. S.
Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir (PTBIN) - BATAN Kawasan Puspiptek, Serpong 15314, Tangerang Selatan

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

MODIFICATION OF PHYSICO CHEMICAL ON POLYVINYL ALCOHOL CHITOSAN COMPOSITE MEMBRANE FROM CASTING PROCESS BY GAMMA IRRADIATION TECHNIQUE ., Erizal; Perkasa, Dian Pribadi; Aziz, Zuhelmi; S., Sulistioso G.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 3 (2013): April 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.825 KB)

Abstract

The aim of this research was to synthesize polyvinyl alcohol (PVA)-chitosan composite membranes for Guided Tissue Regeneration (GTR) by casting process and study the effect of gamma irradiation on its physico-chemical properties. The mixture of 10 % polyvinyl alcohol (PVA) and 2 % chitosan solutions with different compositions of 75/25; 50/50; 25/75 (%,v/v) were casting at room temperature, then irradiated by gamma rays from Co-60 with the doses 20, 30, 40 and 50 kGy. The chemical changes of membranes were characterized using Fourier Transform Infra Red (FT-IR). Water absorption and biodegradation test were determined gravimetrically. Tensile strength and elongation at breaks were measured by using universal testing machine.It was found that with the increase irradiation dose from 10 kGy up to 50 kGy, the water absorption and degradation ofmembranes increase. In contrast, the tensile strength and elongation at breaks were decreased with increasing irradiation dose. Gamma irradiation can be considered as a tool for modification of polymers.Keywords: Polyvinyl alcohol, Chitosan, Gamma irradiation, Composite.
ANALISIS STRUKTURMIKRO, POROSITAS DAN KEKERASAN DARI PADUAN AlSi HASIL COR PERAH S., Sulistioso G.; Dani, M.; Wagiyo, Wagiyo; P., Elman; Sunardi, Sunardi; Firdaus, Firdaus
Jurnal Sains Materi Indonesia VOL 4, NO 1: OKTOBER 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.465 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.4.1.4890

Abstract

ANALISIS STRUKTURMIKRO, POROSITAS DAN KEKERASAN DARI PADUAN AlSi HASIL COR PERAH. Telah dilakukan penelitian dan analisis sifat fisis dan mekanik dari paduanAlSi yang dibuat dengan metoda cor perah. Kegagalan dari produk yang sekarang digunakan yang dibuat dengan cetakan pasir, adalah keausan (wear) yang terjadi di bagian lubang tempat penyangga poros baling-baling, di ujung dari flens. Untuk mendapatkan karakteristik yang sesuai dengan bentuk aslinya, maka dibuat spesimen yang bentuknya menyerupai ujung dari flens tersebut dengan cara cor perah. Spesimen dibuat dengan parameter sebagai berikut suhu die 450oC, 500oC, 550oC, dengan tekanan 70 MPa, 100 MPa dan 130 MPa untuk masing-masing suhu die. Karakterisasi yang dilakukan meliputi uji komposisi, uji keras , analisis strukturmikro dan densitas. Kekerasan sampel uji yang merupakan produk cetakan pasir (CP) = 76,51 Kg/mm2, dan kekerasan spesimen produk cor cara perah (SQ) = 88,270. Porositas CP = 6,53 %, porositas SQ = 0,79%. Dari hasil foto strukturmikro didapat bahwa sampel produk cor perah mempunyai denrit yang lebih halus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah cara cor perah dapat menaikkan kekerasan, menurunkan porositas, dan memperbaiki strukturmikro.
SINTESIS PADUAN INTERMETALIK γ-TiAl DENGAN TEKNIK CASTING S., Sulistioso G.; Latief, Abdul; Raharsetyadi, Dedi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.339 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.2.4866

Abstract

SINTESIS PADUAN INTERMETALIK γ-TiAl DENGAN TEKNIK CASTING. Telah dibuat paduan intermetalik TiAl dengan fasa tunggal γ (gamma) pada komposisi Ti -36%wt Al. Paduan intermetalik tersebut dicor dengan alat arc melting furnace. Untuk mereduksi terjadinya ketidak meratanya komposisi (segregasi) pada sampel, sebelum dicor serbuk Ti dan Al murni dicampur dan diaduk dengan ball mill selama 48 jam dengan frekuensi putar 900 rpm. Pada saat pengecoran, dilakukan pengulangan pengecoran sehingga didapat hasil yang optimal. Hasil analisis fasa dengan XRD, menunjukkan bahwa sampel terbaik telah terbentuk dengan dominasi fasa γ-TiAl yaitu setelah terjadi pengulangan 5 kali pengecoran.
ANALISIS FASA DAN KOROSI PADA SUHU TINGGI PADUAN TiAl HASIL METALURGI SERBUK. S., Sulistioso G.; H., Wagiyo; Handayani, Ari
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 3: JUNI 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.792 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.3.4705

Abstract

ANALISIS FASA DAN KOROSI PADA SUHU TINGGI PADUAN TiAl HASIL METALURGI SERBUK. Telah dibuat paduan TiAl dengan metode metalurgi serbuk, dengan 2 komposisi persen berat TiAl yang berbeda, yaitu komposisi A (Al 40 %), komposisi B (Al 38 %). Sampel sebelum dikompaksi dilakukan milling selama 5 menit, kemudian di sintering pada suhu 1.200 γC selama 2 jam dengan atmosfir gas argon. Sampel hasil sintering dikarakterisasi strukturmikro dengan Mikroskop Optik (MO), fasa menunjukkan strukturmikro paduan fasa γ-TiAl yang sudah terbentuk tampak terang, sedang unsur Al, Ti dan pori berwarna gelap. Hasil uji korosi menggunakan alat Magnetic Suspension Balance (MSB) paduan γ-TiAl dengan komposisi A dan B tidak menunjukkan perbedaan yang berarti. Hasil analisis fasa menggunakan XRD pada sampel yang telah teroksidasi menunjukkan fasa terbanyak adalah TiO. Analisis komposisi dengan EDS menghasilkan persentase Ti (54,52 - 56,23) % berat untuk sampel A dan Ti (55,51 - 56,07) % berat untuk sampel B. Hasil uji korosi dengan Magnetic Suspension Balance menunjukkan paduan γ-TiAl dengan komposisi yang berbeda seperti disebut di atas, sifat ketahanan korosinya pada suhu tinggi, tidak menunjukkan perbedaan yang berarti. Hasil Analisis fasa sampel setelah uji korosi dengan XRD, menunjukkan bahwa fasa yang dominan adalah TiO, sehingga dapat dikatakan bahwa permukaan paduan γ-TiAl, terlapisi oleh fasa TiO.
ANALISIS KOROSI DARI SS 440C PADAMEDIAAIR TAWAR DAN AIR LAUT S., Sulistioso G.; Ihsan, M.; Komarudin, Komarudin
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 1: OKTOBER 2004
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.992 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4914

Abstract

ANALISIS KOROSI DARI SS 440C PADAMEDIAAIR TAWAR DAN AIR LAUT. Telah dilakukan analisis korosi dari fasa martensite dan fasa campuran martensite - austenite. pada SS 440 C , metode pengujian korosi yang digunakan adalah tahanan polarisasi dan potensiodinamik dalam media air tawar dan air laut. Laju korosi untuk fasa martensite lebih besar dibandingkan dengan laju korosi dari fasa campuran martensite dan austenite, hasil ini diperkuat dengan pengamatan menggunakan potensiodinamik. Laju korosi untuk fasa martensite dalam media air tawar dan air laut sebesar 0,0262 mpy dan 0,2028 mpy, sedangkan laju korosi untuk fasa campuran martensite -austenite sebesar 0,0022 mpy dan 0,0796 mpy. Hal ini menunjukkan bahwa sampel SS 440 C dengan fasa martensite lebih rentan terhadap korosi dibandingkan dengan fasa campuran martensite dan Austenite. Sampel dengan fasa martensite dalam media air tawar (pH = 7,13) mengalami pasifasi pada potensial sebesar 1500 mV sedangkan sampel campuran austenite dan martensite pasifasinya pada potensial sebesar 600 mV. Pada media air laut (pH = 7,22), sampel martensite mengalami pasifasi pada potensial 100 m V dan transpasifpada potensial sebesar 300 mY. Sedangkan sampel campuran terpasitkan secara sempurnaakibat adanya lapisan pelindung pada potensial sebesar 300 mV dan setelah itu arusnya tetap mantap sampai 1400mV.
SINTESIS LAPISAN TIPIS TiO2 DAN ANALISIS SIFAT FOTOKATALISNYA S., Tuti Setiawati; S., Amalia I.; S., Sulistioso G.; A., Wisnu A.
Jurnal Sains Materi Indonesia Edisi Khusus, Oktober 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.963 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5075

Abstract

SINTESIS LAPISAN TIPIS TiO2 DAN ANALISIS SIFAT FOTOKATALISNYA. Telah dilakukan pembuatan lapisan tipis TiO2 dengan cara sol-gel dengan fasa anatase, dipermukaan plat baja sebagai substrat. Tujuan pembentukan TiO2 dengan fasa anatase, karena fasa anatase mempunyai luas serapan cahaya, yang lebih besar dari fasa TiO2 yang lain. Lapisan tipis TiO2 tersebut dianalisis sifat fotokatalisnya, untuk mereduksi Cr(VI), pada pH 7 dan pH 2. Hasil karakterisasi fasa TiO2 yang terbentuk dengan XRD, menunjukkan bahwa fasa yang terjadi adalah fasa anatase. Sifat katalis TiO2 diukur dengan fotospektrometer, didapat hasil sebagai berikut, untuk uji katalis TiO2 tanpa UV, pada pH 7 dapat mereduksi Cr(VI) sebesar 5,07% dan pada pH 2, mereduksi Cr(VI) sebesar 26,75%, sedangkan dengan disinari UV dapat mereduksi Cr(VI) sebesar 18,41% pada pH7 dan 53,39% pada pH 2.
PENGARUH PROSES NITRIDISASI TERHADAP SIFAT MEKANIS PERMUKAAN BAJA PADUAN RENDAH AISI 4340 S., Anthonius; S., Sulistioso G.; Sumaryo, Sumaryo
Jurnal Sains Materi Indonesia Edisi Khusus, Oktober 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.533 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.4941

Abstract

PENGARUH PROSES NITRIDISASI TERHADAP SIFAT MEKANIS PERMUKAAN BAJA PADUAN RENDAH AISI 4340. Baja paduan rendah AISI 4340 banyak digunakan sebagai bahan komponen mesin dan bahan komponen pengatur katup aliran gas pada pembangkit listrik yang pada pemakaiannya banyak mengalami gesekan atau aus. Untuk meningkatkan sifat mekanis bahan khususnya ketahanan aus, pada penelitian ini dilakukan proses pengerasan permukaan baja AISI 4340 dengan metode nitridisasi. Proses nitridisasi dilakukan dengan menggunakan tungku pemanas yang dialiri gas amonia (NH3) murni pada suhu 525 oC dan 550 oC selama 6 jam. Pengujian yang dilakukan adalah uji ketahanan aus, uji kekerasan, pengamatan strukturmikro dan penentuan fasa. Pada kedua suhu, sampel yang telah dinitridisasi mengalami peningkatan ketahanan aus sebesar dua kali sama seperti peningkatan kekerasan dua kali lebih besar dari kekerasan substrat. Strukturmikro sampel setelah di nitridisasi, pada permukaannya terjadi lapisan putih dengan ketebalan 10 µm dan dibawahnya lapisan difusi setebal 40 µm dan 50 µm masing-masing untuk suhu 525 oC dan 550 oC. Dari analisis X-Ray difraksi, fasa-fasa yang terbentuk pada permukaan sampel adalah fasa nitrida Fe3N, CrN dan terdapat juga oksida besi Fe2O3.