Sugito s
Laboratorium Klinik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

RESPONS HSP-70 DAN KADAR KORTISOL AKIBAT PEMBERIAN KOMBINASI EKSTRAK JALOH DAN KROMIUM PADA AYAM BROILER YANG MENGALAMI CEKAMAN PANAS

Jurnal Kedokteran Hewan Vol 6, No 2 (2012): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.518 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian kombinasi ekstrak jaloh dan kromium terhadap pembentukan heat shock protein-70 (HSP-70) dan kadar kortisol ayam yang mengalami cekaman panas. Dalam penelitian ini digunakan ayam broiler sebanyak 12 ekor yang dibagi atas empat perlakuan: Perlakuan I (EC), cekaman panas + dan kombinasi 1.000 mg ekstrak jaloh dengan 1.000 μg kromium per liter air minum, perlakuan II (E), cekaman panas + 1.000 mg ekstrak jaloh per liter air minum, perlakuan III (KD), cekaman panas + 0,0 mg ekstrak jaloh dan 0,0 μg kromium, dan Perlakuan IV (KL), tanpa cekaman panas dan 0,0 mg ekstrak jaloh dan 0,0 μg kromium. Masing-masing perlakuan terdiri atas tiga ulangan. Metode pemberian cekaman panas dilakukan dengan meningkatkan suhu dalam kandang pada 33±1° C selama lima jam per hari dalam waktu lima belas hari. Pemberian kombinasi ekstrak jaloh dan kromium dilakukan dengan cara melarutkannya dalam air minum dan diberikan selama dua jam (pemberian pukul 10.00) sebelum suhu di dalam kandang mencapai 33±1° C. Pengambilan sampel serum dan jaringan paru dilakukan pada hari ke-15 pelaksanaan penelitian (ayam umur 36 hari). Pengambilan sampel darah dilakukan sebelum ayam dipotong dan jaringan organ paru diambil setelah ayam dipotong. Pada sampel serum dilakukan pemeriksaan kortisol dengan enzymelinkedimmunosorbantassay (ELISA) dan deteksi HSP-70 di dalam jaringan paru dilakukan menggunakan metode imunohistokimia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian cekaman panas pada suhu 33±1° C selama lima jam per hari dapat meningkatkan pembentukan HSP-70 dalam paru dan kadar kortisol dalam serum. Pemberian ekstrak jaloh secara tunggal lebih efektif menurunkan jumlah HSP-70 pada jaringan paru dibandingkan jika dikombinasi dengan kromium.

DIFERENSIAL LEUKOSIT DAN KETAHANAN HIDUP PADA UJI TANTANG Aeromonas hydrophila IKAN NILA YANG DIBERI STRES PANAS DAN SUPLEMENTASI TEPUNG DAUN JALOH DALAM PAKAN

Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 2 (2014): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.501 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek suplementasi tepung daun jaloh (Salix tetrasperma Roxb) (TDJ) dalam pakan terhadap nilai diferensial leukosit dan ketahanan hidup setelah uji tantang dengan Aeromonas hydrophila pada ikan nila (Oreochromis niloticus) yang dipelihara pada akuarium diberi peningkatan suhu lingkungan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 2x4. Faktor pertama adalah penambahan jumlah tepung daun jaloh dalam pakan yaitu: 0% (P1), 5% (P2), 10% (P3), dan 15% (P4) dari berat pakan dan faktor kedua adalah suhu air dalam akuarium yaitu 29±1 C (S1) dan 35±1 C (S2), sehingga didapat 8 kombinasi perlakuan yaitu: P1S1, P2S1, P3S1, P4S1, P1S2, P2S2, P3S2, dan P4S2 dengan ulangan 10 ekor ikan per perlakuan. Sebanyak 80 ekor ikan nila dengan bobot badan 40-50 g secara acak dibagi ke dalam 8 perlakuan. Perlakuan dilakukan selama 30 hari. Pada hari ke 31 dilakukan pengambilan sampel darah dan uji tantang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suplementasi pakan dengan TDJ pada konsentrasi 5-15% tidak berpengaruh terhadap nilai diferensial leukosit ikan nila yang dipelihara pada suhu lingkungan yang berbeda. Suplementasi TDJ dalam pakan sebanyak 5-10% dapat mengurangi kematian ikan akibat infeksi Aeromonas hydrophila terutama pada suhu 35±1 C. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ikan nila yang dipelihara pada akuarium dengan suhu air 35±1 C dan diberi pakan yang disuplementasi TDJ 5-10% dapat meningkatkan daya tahan tubuh ikan nila.

25. Effect of Maintenance Temperature and Shelf Life of Tilapia (Oreochromis niloticus) Fillet Stored in Temperature -20 C on Total Count Bacteria

Jurnal Medika Veterinaria Vol 10, No 2 (2016): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.367 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of storage time on the total number of bacteria in nile tilapia (Oreochromis niloticus) flesh stored at a temperature of 20 C and at different retention time. This study used split plot completely randomized design (CRD) with 2 treatment maintenance temperature of 29 C and 35 C. Experimental animals used were 30 nile tilapia fish grouped into five storage group namely 0 (P0), 7 (P1), 14 (P2), 21 (P3), and 28 (P4) days. The results showed that total number of bacteria found in fish flesh was higher than normal standard based on ISO 7388:2009 which was 5x105 cfu/g. The average of total numbers of bacteria in flesh of nile tilapia fish reared in 29 C on P0, PI, PII, PIII, and PIV were 6.55±0.19, 6.99±0.07, 6.96±0.08, 6.96±0.28, and 7.18±0.15, respectively. While the average of total numbers of bacteria in flesh of nile tilapia fish maintained in temperature of 35 C were 6.68 ± 0.10, 7.00±0.05, 7.19±0.12, 7.24±0.12, and 7.35±0.09, respectively. Total number of bacteria in nile tilapia flesh was affect significantly (P<0.05) by temperature and storage temperature maintenance. In conclusion, storage time and different tempera ure maintenance of nile tilapia can increase total amount of bacteria on fish flesh.

PEMBERIAN EKSTRAK EPIDIDIMIS BERPOTENSI MENINGKATKAN KUALITAS SPERMATOZOA KAMBING JANTAN LOKAL

Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 2 (2015): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.3 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak epididimis (EE) terhadap peningkatan kualitas spermatozoa kambing jantan  lokal. Dalam penelitian ini digunakan 12 ekor kambing jantan lokal, berumur 1,5 tahun dengan bobot badan 10-15 kg dan dibagi atas empat kelompok (K0, KP1, KP2, dan KP3). Kelompok K0, hanya diinjeksi dengan NaCl fisiologis sedangkan kelompok KP1, KP2, dan KP3 diinjeksi EE masing-masing 1, 2, dan 3 ml/ekor selama 13 hari berturut-turut. Pada hari ke-14, dilakukan pengambilan semen kambing dengan elektroejakulator dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan kualitas spermatozoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian EE dengan dosis 1 dan 3 ml/ekor EE selama 13 hari berturut-turut menyebabkan peningkatan kualitas spermatozoa dibanding kelompok kontrol. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa EE berpotensi meningkatkan kualitas spermatozoa pada kambing jantan lokal.

Effect of Heat Stress on Body Weight Gain, Heterophile-Lymphocite Ratio and Body Temperature in Broiler

Jurnal Kedokteran Hewan Vol 3, No 1 (2009): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.248 KB)

Abstract

Increasing in ambient temperature inside the cage could lead to heat stress in broilers. This research was conducted to find out effects of heat stress on body weight gain, heterophile-lymphocite ratio and body temperature in chicken broiler. Twenty broilers aged 20 days (strain Cobb) were randomly divided into 2 groups. The first group was treated with no heat stress, the second one was caged in 33±1 0C temperature for 4 hours per day for 14 days. The results indicated that heat stress reduced body weight gain, increased body temperature, and changed behavior, but no effect on feed conversion ratio (FCR) and heterophile-lymphocyte ratio. It suggested that the heat stress caused detrimental effects on broiler chicken.