Articles

Found 35 Documents
Search

Faktor Eksternal Sebagai Pendorong Pemanfatan Jurnal Elektronik Proquest Di Perpustakaan Universitas Udayana Haryanti, Ni Putu; Rusmana, Agus; -, Kusnandar
Student e-Journal Vol 1, No 1 (2012): Wisuda Agustus 2012
Publisher : Student e-Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor eksternal sebagai pendorong pemanfataan jurnal Proquest di perpustakaan Universitas Udayana. Adaupun faktor-faktor eksternal tersebut berasal dari perluasan teori Technology Accceptance Model yang terdiri dari norma subyektif, relevansi pekerjaan, kualitas keluaran, kemudahan akses dan kejelasan istilah. Adaupun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa S1 Reguler (Minimal Semester 6), dan Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Udayana, dengan sampelnya berjumlah 100 orang. Sedangkan teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik Purposive Sampling. Untuk teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, studi pustaka, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa sebagian besar mahasiswa menyatakan setuju bahwa faktor eksternal yang terdiri dari norma subyektif, relevansi pekerjaan, kualitas keluaran, kemudahan akses dan kejelasan istilah sebagai pendorong pemanfaatan jurnal Proquest di Universitas Udayana.   Kata kunci: faktor eksternal, pemanfaatan, jurnal proquest, perpustakaan Universitas Udayana
The Politics Of Information On Traditional Medical Practices In Bandung Barat Anwar, Rully Khairul; Rusmana, Agus; Rahman, M. Taufiq
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 34, No. 1, Year 2018 [Accredited Ranking Sinta 2]
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.vol34iss1pp%p

Abstract

This study examines the politics of information within organizations or groups of traditional medical practitioners in West Bandung Regency of West Java Province. The political process of information here includes the activities of how the government implements information policies in relation to traditional medicine. The study also learned how traditional medicine groups respond to public policy on traditional medicine. The method used is qualitative with data collection technique through observation, interview, documentation, and literature study. The results show that there is local politics of information distribution activity in West Bandung society marked by the existence of the managers of traditional medicine, patients, the government with its regulations, and other politics of information distribution activities that led to the maintenance of science and traditional medical services. It is clear that the main reason for the politics of information to exist was economic.
BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARA PENGELOLA PERPUSTAKAAN TERHADAP PELAKSANAAN KEGIATAN PENYIANGAN (WEEDING) BAHAN PUSTAKA Rusmana, Agus; Agustini d, Ninis; Winoto, Yunus
Sosiohumaniora Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001
Publisher : Sosiohumaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan penyiangan (weeding) bahan pustaka yang dilakukan perpustakaan nasional Jawa Barat serta faktor-faktor apa yang mempengaruhi pelaksanaan penyiangan tersebut. Adapun aspek-aspek diteliti meliputi pengetahuan pustakawan tentang penyiangan, pelaksanaan penyiangan bahan pustaka, prosedur atau mekanisme penyiangan, jenis bahan pustaka yang disiangi, tindak lanjut bahan pustaka yang telah disiangi, serta hambatan yang dihadapi pustakawan dalam melakukan kegiatan penyiangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui teknik wawancara pengamatan lapangan, serta studi kepustakaan. Responden dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui teknik wawancara, pengamatan lapangan, serta studi kepustakaan. Responden dalam penelitian ini adalah para kepala bidang pelayanan perpustakaan dan preservasi bahan pustaka, kepala bidang deposit dan pengembangan koleksi bahan pustaka, serta para pustakawan yang ada di bagian layanan dan bagian deposit. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pelaksanaan penyiangan (weeding) bahan pustaka di perpustakaan nasional Jawa Barat telah dilaksanakan kendatipun waktu pelaksanaannya tidak tentu. Adapun mengenai factor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan penyiangan tersebut adalah adanya kerusakan fisik bahan pustaka, terdapatnya koleksi yang dilarang pemerintah, serta terdapatnya koleksi yang eksemplarnya terlalu banyak. Kemudian dari hasil penelitian ini juga dapat diketahui beberapa hasil sebagai berikut: 1. Pengetahuan pustakawan perpustakaan nasional Jawa Barat terhadap masalah penyiangan masih kurang dan penyiangan bahan pustaka lebih diartikan sebagai pengambilan buku yang rusak dari rak. 2. Pelaksanaan penyiangan bahan pustaka telah dilakukan, namun waktu pelaksanaannya tidak tentu serta tidak ada pedoman dan kebijakan tertulis tentang kegiatan tersebut. 3. Mengenai mengenaisme penyiangan bahan pustaka dimulai dengan membentuk panitia, selanjutnya dilakukan survei untuk menginvetarisir bahan pustaka yang akan diweeding. 4. Jenis koleksi yang disiangi meliputi bahan pustaka berupa buku dari berbagai disiplin ilmu, majalah serta koleksi referensi. 5. Bahan pustaka yang telah diweeding selanjutnya disimpan di bagian deposit untuk selanjutnya diperbaiki, disumbangkan atau dimusnahkan, khususnya bagi koleksi yang sangat rusak dan tidak dapat diperbaiki lagi. 6. Hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan penyiangan bahan pustaka di perpustakaan nasional Jawa Barat ini adalah meliputi dari fakor pustakawan maupun dari factor dana, dan tidak adanya kriteria yang jelas dalam penyiangan bahan pustaka. Kata kunci: Penyiangan, koleksi perpustakaan
MODEL MANAJEMEN PENGETAHUAN SEBAGAI BENTUK DISEMINASI INFORMASI TANAMAN OBAT HERBAL DAN TANAMAN OBAT KELUARGA (Studi Kasus di Desa Cisondari Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung) Saepudin, Encang; Rusmana, Agus; Budiono, Agung
Sosiohumaniora Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i2.7297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengelolaan pengetahuan mulai dari proses penciptaan,pengumpulan, penyimpanan, sampai dengan pendistribusian pengetahuan tentang tanaman obat keluarga yangdilakukan oleh tim penggerak PKK Desa Cisondari Kabupaten Bandung. Dengan menggunakan metode kualitatifdan pendekatan studi kasus serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka hasilkajian menunjukkan bahwa proses Manajemen Pengetahuan tentang tanaman obat keluarga yang dilakukan olehtim penggerak PKK Desa Cisondari Kabupaten Bandung belum dilakukan dengan baik. Hal ini terlihat dari Prosespengumpulan, penyimpanan, dan pendistribusian pengetahuan belum dilakukan. Proses itu tidak dilakukan karenadikalangan masyarakat budaya lisan lebih kuat bila dibandingkan dengan budaya tulis sehingga beberapa hasilinovasi yang telah tercipta hanya tersipan secara tacit didalam pemikiran setiap orang. Pada prinsipnya, tujuan utamapengelolaan pengetahuan yaitu mendorong keberlanjutan pengetahuan di dalam suatu organisasi atau kelompoksosial tetentu. Diharapkan dengan adanya pengelolaan pengetahuan (knowledge management) pengetahuan seseorangdi suatu lembaga atau kelompok sosial tertentu tidak akan berhenti di orang yang memiliki pengetahuan tersebut,namun melekat di lembaga. Dengan demikian, pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk mendorong terjadinyareplikasi di dalam tubuh organisasi, menciptakan inovasi, dan melahirkan generasi baru.
Preservation, ancient manuscripts, knowledge management Sukaesih, Sukaesih; Winoto, Yunus; Rusmana, Agus; Kurniasih, Nuning
Record and Library Journal Vol 2, No 2 (2016): Juli-Desember
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/rlj.v2i2.3059

Abstract

Garut is one district in West Java province which has the potential of cultural heritage which is very interesting. One of the cultural heritage in Garut which is be the site of ancient manuscripts (manuscripts). Relating to the existence of ancient manuscripts in Garut regency of the many ancient texts only a small portion that has been recorded and stored in the museum, while most have not been registered again and was saved by members of the public. To keep this heritage alive and useful for future generations hence the need for awareness of all members of society and this is one of the efforts in building knowledge management. The main purpose of knowledge management is to encourage sustainability knowledge within an organization or society, so expected that knowledge will not stop the people who have the knowledge, but can be accessed and studied by others who need them. In this research method used is the method mix (mix method) with pengum-gathering techniques of data in the form of questionnaires, interviews, observation and through the study of literature. The results showed that of most members of the community that holds the codex in preserving ancient manuscripts which are still done simply by storing in a clean and dry at certain times to clean dust and dirt on the manuscript. Regarding the awareness of community members who have an ancient manuscript codex to report ownership to the government in general remains low, This is because of concerns that they have ancient manuscripts must be submitted to the government.
Socio Cultural Literacy of The Buffer Zone Community Towards Preservation of The Gunung Halimun Salak National Park (TNGHS) Rusmana, Agus; Rizal, Edwin; Khadijah, Ute Lies
Record and Library Journal Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : D3 Teknisi Perpustakaan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/rlj.V3-I2.2017.116-126

Abstract

The area of Gunung Halimun Salak National Park as the Halimun Ecosystem Zone is a mountain zone in Jawa Barat which has a high bio diversity. The traditional or local community have managed its natural resources by oriented it toward their interests. The completeness of its area ecosystem is fully depended on the buffer zone community. This research is identifying the socio cultural literacy of buffer zone community towards preservation of the Gunung Halimun Salak National Park. The method used is qualitative approach which used the members of the community as informants. The result of the research show that the buffer zone "Kasepuhan" traditional community had realized their role as a part of social environtment and had known how to fit themselves in each culture involed in their social relationships. It is concluded that the traditional community have high socio cultural literacy which support preservation program of the park.
Kegiatan Eksplorasi dalam Proses Perilaku Pencarian Informasi Seniman Mural di Institut Kesenian Jakarta Amany, Khairunnisa Nastiti; Rusmana, Agus; Anwar, Rully Khairul
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.531 KB)

Abstract

This study describe about one of the activities in information seeking behaviour model proposed by Carol Kuhlthau. This study used a qualitative exploratory with a qualitative approach. In this study, the data accumulation was done by interview, observation and by literature study. In this case, author chose exploration activities therein describes the use of resources and constraints experienced during the seeking information. The result showed that the mural artist use resources from the internet, combining print and the electronic media, as well as using life experience and observation of the environment. The next is, constraints experienced by mural artist. They mention that the constraints of the internet connection, limited information is discovered, and internal factors of the self that become obstacles in search of the information
MAKNA DAN PENGHAYATAN PROFESI PUSTAKAWAN Heriyanto, Heriyanto; Yusup, Pawit M; Rusmana, Agus
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.615 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v1i2.11004

Abstract

This study aims to examine the meaning and appreciation of the librarians in college to his profession as a librarian. This study used a qualitative approach with phenomenological method in the constructivist paradigm-interpretive. The study involved nine librarians from several college libraries as key informants. This study found there were 8 meaning of librarian, which librarians as a helper, a librarian as an educator, a librarian as discussion partners, librarians as consultants, librarians as counselors, librarians as information managers, librarians as facilitators of information, and librarians as a promising profession. While the form of appreciation for the profession of librarians can be expressed in the decision to keep living as a librarian although there are many other offers that offer more in terms of welfare, willingness to give time and attention even if outside of working hours, proud to mention his profession as a librarian, always ready to provide services prime, and always trying to innovate in doing the job.Penelitian ini bertujuan untuk meneliti makna dan penghayatan dari para pustakawan di perguruan tinggi terhadap profesinya sebagai pustakawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis dalam paradigma konstruktivis-interpretif. Penelitian ini melibatkan 9 orang pustakawan dari beberapa perpustakaan perguruan tinggi sebagai key informan. Penelitian ini menemukan ada 8 makna dari profesi pustakawan, yaitu pustakawan sebagai penolong, pustakawan sebagai pendidik, pustakawan sebagai teman diskusi, pustakawan sebagai konsultan, pustakawan sebagai pembimbing, pustakawan sebagai manajer informasi, pustakawan sebagai fasilitator informasi, dan pustakawan sebagai profesi yang menjanjikan. Sedangkan bentuk penghayatan terhadap profesi pustakawan dapat terekspresi dalam keputusan untuk tetap berprofesi sebagai pustakawan walaupun ada banyak tawaran lain yang menawarkan lebih banyak dalam hal kesejahteraan, kesediaan untuk memberikan waktu dan perhatian walaupun di luar jam kerja, bangga menyebutkan profesinya sebagai pustakawan, selalu siap memberikan pelayanan prima, dan selalu berusaha untuk melakukan inovasi dalam melakukan pekerjaan.
KOMUNIKASI DIGITAL BERBENTUK MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI BAGI KEPALA, PUSTAKAWAN, DAN TENAGA PENGELOLA PERPUSTAKAAN SEKOLAH / MADRASAH DI DESA KAYU AMBON, KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Anwar, Rully Khairul; Rusmana, Agus
Dharmakarya Vol 6, No 4 (2017): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.25 KB)

Abstract

Penggunaan media sosial yang sangat luas di hampir semua segi kehidupan manusia memiliki dampak yang besar, baik dampak yang baik dan mendukung kehidupan, maupun dampak buruk, yang walaupun tidak merusak, tetapi cukup mengganggu atau menghambat kehidupan individu maupun kelompok. Media sosial tercatat mampu membuat anak dan remaja mendapatkan kemudahan ketika harus menyelesaikan tugas sekolah, namun di sisi lain, media sosial juga terbukti memberikan dampak buruk kepada mereka dengan tersedianya informasi yang seharusnya belum boleh mereka peroleh, dan terhubungkannya anak-anak dan remaja tersebut dengan individu atau kelompok yang dapat membahayakan kehidupan mereka. Sebagai pengelola perpustakaan perlu mempunyai kompetensi dalam bidang komunikasi digital khususnya media sosial, agar dapat meningkatkan kinerje perpustakaan sekolah menjadi lebih baik. Metode yang digunakan dalam kegiatan PPm ini adlah ceramah dan praktek. Hasil yang dibahas dalam tulisan ini adalah (1) Media sosial dalam masyarakat berjejaring, (2) interaksi dalam media sosial dan (3) literasi komunikasi digital. Kesimpulan dalam kegiatan ini bahwa berdasarkan hasil kegiatan PPM, bahwa para pengelola perpustakaan menjadi dapat menggunakan media sosial secara bijak khususnya demi kepentingan perpustakaan sekolah.
PENDIDIKAN POLA HIDUP SEHAT MELALUI LITERASI KESEHATAN DI KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Rusmana, Agus
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.524 KB)

Abstract

The people of Lembang Sub-district get too much information about health due to the easy access to information sources that cause difficulties in identifying the right source of information. For that reason, there needs to be information literacy training that enables them to recognize needs, improve knowledge and ability to access resources, increase knowledge and ability to acquire, improve knowledge and evaluate ability, how to improve knowledge and ability of society in utilizing health information. The methods used in the training are lectures and training to recognize health characteristics with examples of cases of cataract disease. The result of this training is that participants gain an understanding of the literacy of health information, especially environmental health.