. Rusli
Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 4G – LTE dan WiMAX DI INDONESIA Suyuti, Saidah; Rusli, .; Syarif, Syafruddin
ELEKTRIKAL ENJINIRING Vol 9, No 2 (2011): ELEKTRIKAL ENJINIRING Edisi Vol-9 No. 2 Mei-Agust 2011
Publisher : Jurusan Elektro UNHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.987 KB)

Abstract

Teknologi Long Term Evolution (LTE) merupakan standar terbaru teknologi jaringan bergerak, sebagai perkembangan dari GSM (Global System for Mobile Communication)/ EDGE (Enhanced Data Rate for GSM Evolution) dan UMTS (Universal Mobile Telephone Standard)/HSDPA (High Speed Downlink Packet Access). dimana WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah forum industri yang mensertifikasi dan menstandarisasi produk-produk yang mengimplementasikan standar IEEE 802.16 WirelessMAN. Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran perkembangan teknologi 4G-LTE dan Wimax di Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa, LTE mampu memberikan kecepatan downlink hingga 100 Mbps dan uplink hingga 50 Mbps,. Sedangkan WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang dapat mengatasi berbagai aplikasi dengan cakupan MAN (Metropolitan Area Network), diantaranya untuk koneksi backhaul, dapat mengatasi permasalahan pada koneksi backhaul WiFi, untuk meng-upgrade jaringan Speedy maupun Flexi.
Fiksasi Internal secara Terbuka Fraktur Bilateral Pelvis pada Anjing Erwin, Erwin; Amiruddin, .; Rusli, .; Etriwati, .; Sabri, Mustafa; Adam, Mulyadi; Ramadhana, Cut Erika; Kusuma, Afif Yuda
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol 7, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.07 KB)

Abstract

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang umumnya disebabkan oleh trauma. Anjing ras Yorkshire berumur 2,8 tahun dengan bobot badan 2,6 kg menunjukkan gejala klinis tidak bisa berdiri, kedua ekstremitas posterior mengalami diplegic lameness dan anjing hanya bertumpu dengan ekstremitas anterior. Anamnesis dengan pemilik hewan mengatakan anjingnya mengalami trauma akibat tertimpa tangga. Hasil pemeriksaan radiografi dengan posisi hewan right lateral dan ventro dorsal menunjukkan fraktur bilateral pelvis berbentuk oblique pada tulang ilium. Penanganan yang dilakukan adalah dengan metode open reduction internal fixation menggunakan bone plate 2.0 veterinary cuttable plate (VCP) dengan screw 2.0 mm cortical non-self-tapping pada kedua sisi tulang ilium. Hari ke-3 setelah tindakan bedah, pasien mulai dibantu untuk berjalan sebagai upaya melatih pergerakan ekstremitas posterior. Satu minggu setelah bedah, pasien sudah bisa berjalan dan menunjukkan perkembangan yang baik. Penanganan bilateral fraktur pelvis berbentuk oblique pada bagian ilium dapat ditangani dengan bone plate dan screw.