Ani Rusilowati
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Published : 61 Documents
Articles

Penerapan Pendekatan Modified Free Inquiry Sebagai Upaya Meningkatkan Kreativitas Mahasiswa Calon Guru Dalam Mengembangkan Jenis Eksperimen Dan Pemahaman Terhadap Materi Fisika Khanafiyah, Siti; Rusilowati, Ani
BERKALA FISIKA Vol 13, No 2 (2010): Berkala Fisika, Edisi Khusus
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.149 KB)

Abstract

This study aimed to enhance students creativity in developing the kinds of experiments and understanding of materials physics, especially wave, with application of the modified approach to free inquiry in the department of Physics, State UNNES. The instrument used a questionnaire to measure creativity, observation sheet to measure the ability psikhomotorik and sheets test to measure the understanding of matter waves. Results were analyzed using a Likert scale questionnaire. Normalized gain formula is used to test the effectiveness of modified free inquiry approach in enhancing students creativity and understanding of the matter wave. The results showed that the application of modified free inquiry approach that gives freedom to the students to develop creativity, to (1) improve the ability psikhomotorik students, (2) type of experiment, developed into more varied, (3) enhance student creativity, and (4) increase cognitive abilities of students. Keywords: modified free inquiry, creativity
PSIKOLOGI KOGNITIF SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN TES KEMAMPUAN DASAR MEMBACA BIDANG SAINS Rusilowati, Ani
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 13, No 2 (2009)
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguji psikologi kognitif sebagai dasar pengembangan tes kemampuan dasar (TKD) membaca sains; (2) menentukan karakteristik TKD membaca sains yang dikembangkan; (3) menentukan kriteria penilaian dan cara menginterpretasikan hasil TKD. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Populasi penelitian adalah siswa SD kelas 5 di kota Ungaran, kabupaten Semarang. Sampel ditentukan secara clustering random sampling, dengan ukuran 549 siswa. Instrumen berupa tes kemampuan dasar membaca, bertema Sains, berbentuk tes objektif 3 pilihan, sebanyak tiga buku tes. Analisis dilakukan dengan bantuan software microCat ITEMAN, BILOG, dan LISREL. Hasil penelitian berupa: (1) tiga buku tes TKD-membaca yang telah diketahui karakteristik soalnya dan (2) TKD-meter sebagai alat interpretasi hasil tes kemampuan dasar membaca. Karakteristik soal TKD-membaca meliputi indeks tingkat kesukaran (berada pada kategori mudah sampai sukar) dan indeks daya beda (berada pada kategori baik). TKD-meter yang dihasilkan terdiri atas empat level. Level I merupakan level terendah, dan level IV merupakan level tertinggi. Siswa berada pada level I, setara dengan kemampuan siswa kelas 3 SD. Siswa berada pada level II, setara dengan kemampuan siswa kelas 4 SD. Kata kunci: tes kemampuan dasar membaca, sains,  psikologi kognitif
PROFIL KESULITAN BELAJAR FISIKA POKOK BAHASAN KELISTRIKAN SISWA SMA DI KOTA SEMARANG Rusilowati, Ani
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 4, No 2 (2006)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan profil kesulitan belajar Fisika, khususnya pokok bahasan Kelistrikan yang dialami oleh siswa SMA di kota Semarang. Sampel penelitian adalah siswa SMA kelas X di kota Semarang, diambil secara cluster, dari SMA negeri dan swasta peringkat I, II, dan III, sebanyak 214 siswa. Kesulitan belajar didiagnosis dengan lima pendekatan, yaitu tujuan pembelajaran, pengetahuan prasyarat, profil materi, miskonsepsi, dan pengetahuan terstruktur. Kesulitan belajar Kelistrikan antara lain disebabkan oleh rendahnya penguasaan konsep, lemahnya kemampuan matematis, dan kekurangmampuan mengkonversi satuan. Penyebab kesulitan belajar dalam pengetahuan terstruktur adalah rendahnya kemampuan: verbal, menggunakan skema, membuat strategi pemecahan masalah, dan membuat algoritma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar Kelistrikan rata-rata terjadi pada sub pokok bahasan: Kuat Arus Listrik, Hukum Ohm, Hambatan Penghantar, Hukum Kirchof II, Energi & Daya Listrik, dan Transformator. Sebagian siswa masih mengalami miskonsepsi terhadap konsep Hukum Ohm dan Hambatan Penghantar. Bagi siswa  sekolah peringkat III mengalami kesulitan belajar di semua aspek dan materi Kelistrikan Kata kunci : profil, kesulitan belajar, kelistrikan
PENGEMBANGAN CONCEPT-MAPPING ASSESSMENT UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN MAHASISWA MENGKONSTRUK KONSEP ELEKTRONIKA Rusilowati, Ani; Sopyan, Ahmad
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model concept-mapping assessment (CMA) untuk mengukur kemampuan mahasiswadalam mengkonstruk konsep elektronika, beserta fitur pendukungnya. Penelitian pengembangan ini dilaksanakan dalam tigatahap, yaitu: (1) eksplorasi secara teoretis dan reviu pakar terhadap fitur model CMA. (2) Uji empiris, untuk memvalidasi secaraempiris fitur model CMA. (3) Tahap implementasi, untuk mengetahui efektifitas model dan memperoleh model alat evaluasi yangtelah teruji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur-fitur yang dikembangkan telah memenuhi validitas dan reliabilitas sebagaiinstrumen penilaian. Hasil implementasi menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam mengkonstruk konsep berada padaLevel III. Hal ini berarti mahasiswa telah mampu: (1) membuat banyak konsep yang berhubungan dengan tema, (2) memahamipengaturan konsep dengan menunjukkan keterkaitan antarkonsep, (3) menggunakan struktur hirarkis untuk memindahkan idepokok ke subpokok, (4) menggunakan banyak garis dan kata penghubung atau label, (5) menggunakan kata penghubung yangbervariasi, dan (6) membuat cross link yang menunjukkan keterkaitan antarkonsep secara langsung. Rerata skor yang diperolehmahasiswa dalam menyelesaikan CMA model C sedikit lebih tinggi dari model S. The purpose of this research is to develop concept-mapping assessment (CMA) model to measure students ability in constructingelectronics concepts and their support feature. The research was performed in three stages: (1) theoretical exploration and expertreview of CMA model feature. (2) Empirical test to validate CMA model feature empirically. (3) Implementation stage to examinemodel effectiveness and find tested evaluation tool model. The result shows that the developed features have satisfied assessmentinstrument validity and reliability. Result of implementation shows that students ability in constructing electronics concepts locatedin the third level, which means that the student is able to (1) make many concepts related to theme, (2) understand concept structureby showing interrelation concept, (3) use hierarchical structure to move main idea to sub-main idea, (4) use many lines andconnection words or label, (5) use various connection words, and (6) make cross link showing interconnection between conceptsdirectly. Average score gathered by the student in finishing C CMA model is little bit higher than S model.Keywords: concept-mapping assessment; electronics concept; evaluation
PENERAPAN PHYSICS COMMUNICATION GAMES DENGAN PENDEKATAN SETS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KEBENCANAAN DAN MINAT BELAJAR SAINS FISIKA SISWA SMP Amaliya, Siti; Rusilowati, Ani
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman kebencanaan perlu diberikan kepada masyarakat mengingat semakin banyaknya bencana alam yang terjadi akibatulah manusia. Di sisi lain, minat belajar sains fisika siswa SMP menjadi menurun dikarenakan pembelajaran didominasi oleh gurudengan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa peningkatan pemahaman kebencanaan, pemahamanmateri sains fisika dan minat belajar sains fisika siswa yang diajar menggunakan Physics Communication Games denganpendekatan SETS lebih tinggi dari siswa yang diajar menggunakan metode ceramah. Penelitian ini merupakan penelitianeksperimen dengan desain penelitian berupa Pretest-Posttest Control Group Design. Hasil uji gain ternormalisasi data hasilpenelitian menunjukkan besarnya faktor gain peningkatan pemahaman kebencanaan adalah 0,4 untuk kelas eksperimen dan 0,27untuk kelas kontrol. Adapun besarnya faktor gain peningkatan pemahaman materi sains fisika adalah 0,42 untuk kelas ekperimendan 0,20 untuk kelas kontrol. Lain halnya dengan faktor gain peningkatan minat belajar sains fisika, faktor gain untuk kelaseksperimen sebesar 0,64 dan 0,02 untuk kelas kontrol. The knowledge of disaster is needed to be given to public society as there are many disasters happen caused by human error. Inother thing, physics learning interest of JHS student decreases due to teacher dominated learning using lecturing method. Thisresearch has purpose of examining that the aspects of disaster and physics understanding and learning interest of student taughtusing Physics Communication Games with SETS approach is higher than those taught by using lecturing method. The result showsthat the increase of all the above aspects of the experiment group is higher than those of the control group.Keywords: Physics Communication Games; SETS approach; disaster understanding.
PENGEMBANGAN INDIKATOR EVALUASI PROSES PERKULIAHAN DI PERGURUAN TINGGI Rusilowati, Ani
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 37, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The lecturing process is the ones of the education aspects to be evaluate, behind input and output aspects, at the university. The lecturing process must be planning, implementing, and evaluating. Evaluator of the lecturing process usually to be done by lectures. Evaluation subject are university students. Lectures rarely to evaluate their performs and competencies. In order to increase the university quality, the perform and competencies lectures, activity, interest, and motivation students were evaluated. Evaluation of the perform and competencies lectures by students is a university policy. Kata kunci: indikator, evaluasi, proses perkuliahan
ANALISIS PROFIL KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA SMP/MTs DI KABUPATEN PATI Hidayah, Nurul; Rusilowati, Ani; Masturi, M
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1836.006 KB) | DOI: 10.21580/phen.2019.9.1.3601

Abstract

The aims of this study to describe the science literacy profile of junior high school students in science learning. The research sample is the students of class IX junior high school in Pati. The research using this descriptive method, data were collected by using science literacy test questions, questionnaires, and interview formats. The results showed that the average achievement of student science literacy as a whole was 28,31%. Ability to explain scientific phenomena of 28.64%, students 'ability in evaluating and designing scientific investigation of 24.48% and students' ability in interpreting data and scientific evidence of 31.81%. This shows that the mean percentage of science literacy on three science literacy capacities measured shows <50%. The low one of the literacy skills of science will affect the ability of other science literacy. Based on the questionnaire analysis used in the research reveals factors that affect the ability of science literacy students include interest in science, learning motivation, teacher strategy in learning, and school facilities.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPS MODEL COOPERATIVE TIPE TGT BERBASIS ATONG BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Muslim, Aji Heru; Supartono, Supartono; Rusilowati, Ani
Dinamika Dinamika Volume VII, Nomor 1, Maret 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This study tried to develop learning material and its implementation using the Cooperative model of  TGT type with ATONG -based. The purpose of this study produce a valid learning device characteristics, practical and effective. These types of devices are developed syllabus, lesson plans, worksheets and learning media. Practicality test done in class V SD Negeri 1 Kendaga, test the effectiveness done in class V SD Negeri 1 Banjarmangu and SD Negeri 2 Kendaga. Data were obtained from: validation, observations, questionnaires and learning achievement test. The data were processed with descriptive analysis. Test validity and practicality mixed with analysis, testing the effectiveness of currently treated with t-test, z test, regression, and test the appeal. The results showed that the learning tools developed declared valid by the validator, with an average score of 94 for the syllabus, 95 for RPP, 100 for LKS, and 92.85 for instructional media. The results of observations obtained 89.57% of teacher activity, student questionnaire results obtained by 93%, this means a device developed practical. Average yield of 84.3 students mastery learning. Student learning activities affect the learning achievement of 85%. The results of experimental class learning achievement better than the control class. This means a device developed effective.Key words: Developing, Learning Material, Social Education, Cooperative of TGT, ATONGAbstrak. Penelitian ini merupakan pengembangan perangkat pembelajaran dengan model Cooperative tipe TGT berbasis ATONG. Tujuan penelitian ini menghasilkan karakteristik perangkat pembelajaran yang valid, praktis dan efektif. Penelitian menggunakan model pengembangan 4-D Thiagarajan. Jenis perangkat yang dikembangkan Silabus, RPP, LKSdanMedia Pembelajaran.Uji kepraktisan dilakukan dikelas V SD Negeri 1 Kendaga, uji keefektifan dilakukan dikelas V SD Negeri 1 Banjarmangu dan SD Negeri 2 Kendaga. Kelas V SD Negeri 1 Banjarmangu sebagai kelas eksperimen dan Kelas V SD Negeri 2 Kendaga sebagai kelas kontrol.Data penelitian diperoleh dari: validasi, pengamatan,angket dan tes prestasi belajar. Data diolah dengan analisis deskriptif. Uji validitas dan uji kepraktisan diolah dengan analisis, sedang uji keefektifan diolah dengan uji t, uji z, regresi, dan uji banding. Hasil penelitian menunjukkanperangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid oleh validator, dengan skor rata-rata 94 untuk silabus, 95 untuk RPP, 100 untuk LKS, dan 92,85 untuk  media pembelajaran. Hasil observasi aktivitas guru diperoleh 89,57%, hasil angket siswa diperoleh 93%,hal ini berarti perangkat yang dikembangkan praktis.Hasil rata-rata ketuntasan belajar siswa84,3.Aktivitas belajar siswa berpengaruh terhadap prestasi belajar sebesar 85%.Hasil prestasi belajar kelas eksperimenlebih baik daripada prestasi belajar kelas kontrol. Hal ini berarti perangkat yang dikembangkan efektif. Kata Kunci: Pengembangan Perangkat Pembelajaran, IPS, Cooperative tipe TGT, ATONG.
PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK SEBAGAI ALAT EVALUASI KESULITAN BELAJAR FISIKA Rusilowati, Ani
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran efektif merupakan dambaan bagi setiap guru. Pembelajaran efektif adalah pembelajaran yang dapat mengkondisikan siswa mencapai kemajuan secara maksimal, sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Namun kenyataannya, pembalajaran tidak selalu efektif. Tidak semua siswa dapat mencapai kemajuan secara maksimal dalam proses belajarnya. Siswa kadang mengalami kesulitan atau masalah dan membutuhkan bantuan untuk mengatasi kesulitan tersebut. Agar dapat membantu siswa secara tepat perlu diketahui terlebih dahulu kesulitan atau masalah yang dialami oleh siswa, baru kemudian dianalisis dan dirumuskan pemecahannya. Permasalahannya, bagaimanakah mengembangkan tes untuk mendiagnosis kesulitan belajar siswa.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BETTER TEACHING AND LEARNING BERKARAKTER UNTUK MEMBEKALI KOMPETENSI PEDAGOGI MAHASISWA CALON GURU Rusilowati, Ani; Hartono, Hartono; Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 29, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v29i2.5649

Abstract

Aim of research is: (1) developing model study of Better Teaching And Learning with character (BTL-K) able to grow character, improving enthusiasm, activity, and result learn student, determining is valid, effectiveness and is practical of model study of developed BTL-K. This research represent research of development (R&D). Research executed in three phase, that is: (1) eksplorasi by teoretis and expert reviu to model of BTL-K. (2) empirical Test, for memvalidasi empirically model of BTL-K. (3) Phase implementation, to know effectiveness and is practical of model of BTL-K. Result of research indicate that model study of BTL-K the developed is to integrate character items into items of IPA (Physics), and presented at step of connection at network do ICARE step. This Model is expressed valid by validator and supported with result of validasi by empirik through field ujicoba. This model have also been tested by its effectiveness in grow character and improve enthusiasm, activity, and result learn cognately of student. Practical of applying of model of BTL-K this have also been tested to through observation to ability of teacher in learning in class, response learn to amenity of teacher in using model, and response keberterimaan of student to study model applied by teacher. End result indicate that model study of BTL-K the developed have fulfilled valid criterion, effectiveness, and is practical.
Co-Authors Adi, Alik Sus Agus Wahyudin Ahmad Sopyan Aji Heru Muslim, Aji Heru Al Asy ari, Hasan Azimi Azimi, Azimi Bambang Subali Basam, Fajri Bil Amri, Mohamad Yafuz Budi Astuti Budi Naini Mindyarto, Budi Naini Cristian Damayanti, Cristian Desi Novita Anggun Sari, Desi Novita Anggun Duwi Nuvitalia Dwi Astuti Dian Kurniasari, Dwi Astuti Dian Dwi Yulianti Edi, Sukiswo Supenie Ernawati Saptaningrum Febriana, Magfira Hadi Susanto Hartono Hartono Hasan, Efvysien Nur Hidayah, Husnul Hidayani, Fajar Ian Yulianti, Ian Jumaeri Jumaeri Kartono Kartono Khafifi, Ahmad Sukron Khumaedi Khumaedi, Khumaedi Komalasary, Deasy Lasiani, Lasiani Lubis, Syafrina Yani Lutfiana Khairoh, Lutfiana Mahardika Prasetya Aji, Mahardika Prasetya Mardhiyyah, Lulu’ Aina’ul Maria, Ulfa Masturi Masturi Murbangun Nuswowati Nathan Hindarto Negoro, Ridho A. Niken Subekti Nisa’, Eria Nova Choirun Noviani, Yusida Nugroho, Sunyoto Eko Nugroho Eko Nur Kholifah, Ika Yunita NURUL HIDAYAH Putra, Febrianto Putra, Ngurah Made Darma Putri, Cintia Agtasia Rohana, Ilma Nor Saiful Ridlo Salamah, Peny Nur Saputra, Perdana Wira Sari, Dyah Lukito Sarwi Sarwi, Sarwi Sigit Saptono, Sigit Sitepu, Riskana Br Siti Amaliya Siti Khanafiyah Siti Patonah Sri Nurhayati Sri Sulistyorini, Sri Sri Wahyuningsih SRI WARDANI Sugiyanto Sugiyanto Sugiyono, Tri Suharto Linuwih Sujarwanto Sujarwanto, Sujarwanto Sukiswo Sukiswo Sulhadi Sulhadi, Sulhadi Sumaryatun Sumaryatun Sungkowo Edy Mulyono Supartono Supartono Supriyadi Supriyadi Suryani, Ela Suryani Susanti, Meili Taulany, Himmah Titi Prihatin Ummah, Maslahatul Upik Nurbaiti Wahyu Hardyanto Wardono Wardono Winastiti, Rizki Nur Wiyanto ., Wiyanto Wiyanto Wiyanto Yudistria Iqbal Mantik, Yudistria Iqbal Yuliani, Fitria Evi