Bambang Rusdiarso
Departemen Kimia, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Published : 21 Documents
Articles

Found 21 Documents
Search

Reduksi Senyawa 6-Amino-5-Nitroso Urasil Menjadi 5,6-Diaminourasil (Studi Pendahuluan) Suhartana, Suhartana; Rusdiarso, Bambang; Narsito, Narsito
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 3, No 1 (2000): Volume 3 Issue 1 Year 2000
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6948.297 KB)

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan reduksi senyawa 6-amino-5-nitroso urasil (6-A-5-NU) menjadi 5,6 diaminourasil (DAU). Analisis kualitatif dilakukan dengan penentuan titik leleh dan spektra IR. Senyawa 5,6- Diaminourasil (DAU) disintesis dari urea dan etilsianoasetat dalam suasana enolat. Reaksi diawali dengan melalui pembentukan senyawa hasil antara senyawa 6-aminourasil, dan 6-Amino-5-Nitroso Urasil (keduanya madya yang stabil), sebelum diperoleh senyawa hasil akhir DAU. Hasil DAU yang diperoleh mempunyai titik leleh 249-254°C (literatur 257-258°C) dan rendemen yang diperoleh adalah 80,86%, kondisi optimum diperoleh dengan memakai reduktor amonium sulfida, dan suhu 40°C.
Efek Deasetilasi Kitin Secara Bertahap Terhadap Derajat Deasetilasi Dan Berat Molekul Kitosan Junaidi, Ahmad Budi; Kartini, Indriana; Rusdiarso, Bambang
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan kajian tentang preparasi kitosan yang dibuat dari kitin melalui proses deasetilasi bertahap menggunakan NaOH. Kitin diisolasi dari kulit udang putih Lampung (Litophenaeus vannamei). Derajat deasetilasi ditentukan dengan menggunakan metode spektroskopi FTIR dan berat molekul ditentukan dengan menggunakan metode viskometri. Efek deasetilasi kitin secara bertahap terhadap derajat deasetilasi dan berat molekul dipelajari dengan cara membandingkannya dengan deasetilasi secara kontinyu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deasetilasi kitin secara bertahap dapat meningkatkan derajat deasetilasi kitosan yang diperoleh secara signifikan dan tidak ada perbedaan berat molekul yang signifikan antara kitosan hasil deasetilasi bertahap dengan kitosan hasil deasetilasi kontinyu. Hal ini mengindikasikan bahwa konsentrasi NaOH sangat berpengaruh terhadap proses deasetilasi, tapi tidak signifikan berpengaruh terhadap proses depolimerisasi.Kata kunci : kitin, kitosan, deasetilasi bertahap, derajat deasetilasi, berat molekul.
FOTODEGRADASI SURFAKTAN ANIONIK NATRIUM DODESILBENZENASULFONAT TERKATALISIS TiO2 Ceristrisani, Normah; Rusdiarso, Bambang; Tri Wahyuni, Endang
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 2, No 1 (2012): SEMINAR NASIONAL FMIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenghilangan surfaktan anionik berupa natrium dodesilbenzenasulfonat (DBS) yang termasuk dalam golongan Linear Alkilbenzena Sulfonat (LAS), telah dilakukan melalui metode fotodegradasi terkatalisis TiO2. Dalam penelitian tersebut telah dipelajari pengaruh konsentrasi DBS dan waktu penyinaran terhadap efektivitas fotodegradasi DBS yang terkatalisis TiO2.Proses fotodegradasi surfaktan DBS dilakukan dengan cara menyinari campuran yang terdiri dari larutan DBS dan serbuk fotokatalis TiO2 dalam reaktor tertutup yang dilengkapi dengan lampu UV dan disertai pengadukan. Kondisi penelitian fotodegradasi adalah 50 mL larutan DBS dengan konsentrasi awal dan waktu penyinaran yang bervariasi. Hasil fotodegradasi ditentukan berdasarkan selisih konsentrasi DBS awal dengan konsentrasi DBS sisa dalam larutan setelah proses fotodegradasi menggunakan metilen biru melalui metode Spektrofotometri UV-Visibel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan TiO2 dapat meningkatkan efektivitas fotodegradasi surfaktan DBS dari 15,27 % menjadi 98,55 % dari konsentrasi DBS awal 10 ppm. Fotodegradasi DBS terkatalisis TiO2 juga mengalami peningkatan dengan semakin besarnya konsentrasi DBS awal hingga optimum tercapai yaitu pada konsentrsi DBS awal 40 ppm, sebanyak 99,35 % DBS terdegradasi. Waktu penyinaran yang semakin lama dapat meningkatkan efektivitas fotodegradasi surfaktan DBS terkatalisis TiO2 sampai 24 jam dengan hasil degradasi sebesar 98,55 % dan untuk waktu yang lebih lama dapat menyebabkan penurunan efektivitas fotodegradasi.
KINETIKA ADSORPSI ION EMAS(III) OLEH HIBRIDA MERKAPTO SILIKA Hamdiani, Saprini; Nuryono, Nuryono; Rusdiarso, Bambang
Jurnal PIJAR Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan kajian kinetika adsorpsi ion emas(III) oleh adsorben hibrida merkapto silika (HMS). HMS disintesis melalui proses sol-gel dengan prekursor natrium silikat (Na2SiO3) dari abu sekam padi. HMS dibuat dengan menambahkan asam klorida pada campuran senyawa 3-(trimetoksilil)-1-propantiol (TMSP) dan larutan Na2SiO3. Kinetika adsorpsi ditentukan dengan melakukan adsorpsi sistem statik (batch) dengan variasi waktu. Jumlah ion emas yang teradsorpsi dihitung secara kuantitatif berdasarkan selisih konsentrasi logam sebelum dan setelah adsorpsi yang dianalisis dengan spektroskopi serapan atom (SSA). Data menunjukkan interaksi HMS dengan ion emas cenderung mengikuti pola kinetika reaksi pseudo orde-2 dengan nilai konstanta laju reaksi (k) = 1x10-2 g mg-1min-1. Berdasarkan nilai perubahan energi bebas Gibbs adsorpsi standar (-ΔG°= 34,63-37,99 kJ/mol) menunjukkan bahwa adsorpsi berlangsung secara kimia (kemisorpsi).
STUDI EKSTRAKSI PELARUT EMAS (III) DALAM LARUTAN KONSENTRAT TEMBAGA PT FREEPORT DENGAN 8-METYLXANTIN Rusdiarso, Bambang
Berkala Ilmiah MIPA Vol 17, No 2 (2007)
Publisher : FMIPA UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Solvent extraction of Au (III) in Cu-concentrate solution at PT Freeport Indonesia by using 8-Methylxanthine had been carried out. Three steps of research consisted of Synthesis of 8-Methylxanthine as an extractant, Selectivity and Ability Test of gold extraction, and its application for the sample of Cu-concentrate. The result of synthesis showed that the extractant 8-Methylxanthine was a yellowish white crystal with m.p. 366 – 368 0C. The selectivity of Au (III) extraction on to Cu as well as Fe metal ions was very high. The extractant 8-Methylxanthine was able to isolate Au(III) in the Cu-concentrate and the structure of compound obtained was predicted to be two nuclei complex compound.Keywords : extraction, gold, Cu-Concentrate, methylxanthine
Ekstraksi Adsorben Ramah Lingkungan dari Matriks Biologi: Asam Humat Tinja Kuda (AH-TK) Basuki, Rahmat; Santosa, Sri Juari; Rusdiarso, Bambang
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 2 No 1 (2017): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah berhasil dilakukan ekstraksi asam humat dari serbuk tinja kuda kering dan serbuk tinja kuda yang direndam terlebih dahulu dengan disinfektan. Metode ekstraksi dilakukan berdasarkan prosedur Stevenson (1994) di bawah atmosfer udara. Pemurnian dilakukan dengan larutan 0,1 M HCl/0,3 M HF (1:1). Hasil ekstraksi adalah 4 jenis asam humat dari tinja kuda yaitu, asam humat tinja kuda kotor (AHTK), asam humat tinja kuda murni (AHTK-Mur), asam humat tinja kuda desinfektan kotor (AHTK-Dis), dan asam humat tinja kuda desinfektan murni (AHTK-Dis-Mur). Karakterisasi keempat asam humat dari tinja kuda menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan FT-IR menunjukkan pola serapan dan puncak-puncak serapan yang mirip dengan asam humat pembanding dari tanah gambut, yaitu asam asam humat tanah gambut (AHTG) dan asam humat tanah gambut murni (AHTG-Mur) yang merupakan pola/serapan karakteristik asam humat berdasarkan Stevenson (1994). Kadar abu AHTG, AHTG-Mur, AHTK, AHTK-Mur, AHTK-Dis, AHTK-Dis-Mur masing-masing sebesar 7,31; 1,20; 15,66; 0,99; 18,02; dan 1,82 % (b/b). Keasaman total AHTK, AHTK-Mur, AHTK-Dis, AHTK-Dis-Mur berturut-turut adalah 400,6; 415,3; 282,5; dan 333,1 cmol/kg. Hasil tersebut menunjukkan AHTK-Mur memiliki keasaman dan kadar abu paling baik.
Evaluation of Lagergren Kinetics Equation by Using Novel Kinetics Expression of Sorption of Zn2+ onto Horse Dung Humic Acid (HD-HA) Rusdiarso, Bambang; Basuki, Rahmat; Santosa, Sri Juari
Indonesian Journal of Chemistry Vol 16, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Extraction and purification of humic acid from dry horse dung powder (HD-HA) was performed successfully and the purified HD-HA was then applied as sorbent to adsorb Zn2+. Extraction and purification were performed based on procedure of Stevenson (1994) under atmospheric air. Parameters investigated in this work consist of effect of medium sorption acidity, sorption rate (ka) and desorption rate constant (kd), Langmuir (monolayer) and Freundlich (multilayer) sorption capacities, and energy (E) of sorption. The ka and kd were determined according to the kinetic model of second order sorption reaching equilibrium, monolayer sorption capacity (b) and energy (E) were determined according to Langmuir isotherm model, and multilayer sorption capacity (B) was determined based on Freundlich isotherm model. Sorption of Zn2+ on purified HD-HA was maximum at pH 5.0. The novel kinetic expression resulted from proposed kinetic model has been shown to be more applicable than the commonly known Lagergren equation obtained from the pseudo-first order sorption model. The application of the equation revealed that the intercept of Lagergren equation, ln qe was more complex function of initial concentration of Zn2+ (a), Langmuir sorption capacity (b), and sorbed Zn2+ at equilibrium (xe).
SYNERGISTIC EXTRACTION OF COBALT(II) WITH MIXTURE OF ACYL-PYRAZOLON AND CROWN-ETHER IN STRONSIUM(II) ENVIRONMENT Rusdiarso, Bambang
Indonesian Journal of Chemistry Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Synergistic extraction of cobalt(II) with mixture of acyl-pyrazolon (HL) and crown-ether (E) in the Sr(NO3)2 environment has been studied. In this research, HPMBP (phenyl-1-methyl-3-benzoil-4-pyrazolon-5) was used, with three different kinds of  crown-ether, i.e. (benzo-15-crown-5), DB18C6 (dibenzo-18-crown-6) and DB24C8 (dibenzo-24-crown-8), in chloroform. In the bulk environment  of stronsium,  a cobalt coextraction and stronsium occured with species ESrNO3+,Co(PMBP)3-, and E = B15C5,    while Co(PMBP)2E and ESr,Co(PMBP3)2, with E = DB18C6. There was no  coextraction when using crown-ether DB24C8, with the extracted species Co(PMBP)2E. Values of extraction constant presented in log Kex were -6.08 (B15C5), - 4.51,  -12.55 (DB18C6), and - 4.57 (DB24C8), respectively.   Keywords: synergistic, cobalt (II), strontium (II), coextraction.
CHITOSAN PREPARATION WITH MULTISTAGE DEACETYLATION OF CHITIN AND INVESTIGATION OF ITS PHYSICOCHEMICAL PROPERTIES Junaidi, Ahmad Budi; Kartini, Indriana; Rusdiarso, Bambang
Indonesian Journal of Chemistry Vol 9, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Study of chitosan prepared with chitin deacetylation by multistage alkali treatments has been done. Chitin was extracted from Lampung white shrimps (Litophenaeus vannamei) shell. The FTIR spectroscopy was used to determine deacetylation degree of chitin/chitosan. Viscometry was used to determine molecular weight of chitosan. Effect of chitin deacetylation by multistage alkali treatments toward deacetylation degree and molecular weight was studied by comparingit with continuous alkali treatment. The results showed that chitosan prepared by multistage alkali treatment had higher deacetylation degree than those of obtained by continuous alkali treatment. Multistage alkali treatment does not influence the chitosans molecular weight. Despite its significant effect on the deacetylation process, concentration of alkali does not significantly effect the process of depolimerization.   Keywords: chitin, chitosan, multistage treatments, deacetylation degree, molecular weight
CHARACTERIZATION OF SORBENT PRODUCED THROUGH IMMOBILIZATION OF HUMIC ACID ON CHITOSAN USING GLUTARALDEHYDE AS CROSS-LINKING AGENT AND Pb(II) ION AS ACTIVE SITE PROTECTOR Santoso, Uripto Trisno; Santosa, Sri Juari; Siswanta, Dwi; Rusdiarso, Bambang; Shimazu, Shogo
Indonesian Journal of Chemistry Vol 10, No 3 (2010)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sorbent produced through immobilization of humic acid (HA) on chitosan using glutaraldehyde as cross-linking agent and Pb(II) ions as active site protector has been characterized. Active sorption site of HA was protected by reacting HA with Pb(II) ion, and the protected-HA was then activated by glutaraldehyde, crosslinked onto chitosan, and deprotected by 0.1 M disodium ethylenediamine tetra-acetic acid (Na2EDTA). The protected-crosslinking method enhanced the content of immobilized-HA and its chemical stability. Based on the FTIR spectra, crosslinking of HA on chitosan probably occurred through a chemical reaction. The sorption capacity of sorbent still remains unchanged after the second regeneration, but some of HA start to be soluble. The latter shows that cross-linking reaction between HA and chitosan is through formation an unstable product. The effectiveness of sorbent regeneration can also be identified by the XRD pattern.