Articles

Found 21 Documents
Search

Clonal Propagation of Two Clones Eucalyptus Pellita F. Muell By Mini-Cutting Dwi Sulichantini, Ellok; Sutisna, Maman; Sukartiningsih, Sukartiningsih; Rusdiansyah, Rusdiansyah
International Journal of Science and Engineering Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Chemical Engineering Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1406.06 KB)

Abstract

Eucalypt is known as the fastest growing tree species in the world. Some advantages such as fast growing, hight yielding, short rotation, less desease, lots of purposes and good economic benefit have made Eucalypt as the most important forest tree product for industrial raw material in Indonesia. However, those advantages of Eucalypt including fast growing, high yielding, short rotation and less desease can only be achieved through selecting a good clone. Cutting propagation is considered as one of the main methode to produce good seedling. Sprouts of two clones of Eucalyptus pellita F. Muell (E. 13 and E. 77) were collected from mini hedge. Total of 1080 of each clone was planted in greenhouse. The result showned that Clone E. 77 was better than E. 13 in term of growth of rooting, the increment of height, stem diameter and number of leaves at 60 and 75 days after planting
A Study of Local Rice Cultivars from Krayan Grown in Tidal Swam Area Rusdiansyah, Rusdiansyah; Subiono, Tjatjuk
International Journal of Science and Engineering Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Chemical Engineering Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.581 KB)

Abstract

The research was conducted in tidal swamp area of Tuak river, Paser Regency. The objective of the research was to obtain rice cultivar with high adaptability and yield grown in tidal swamp area. The study used four local rice cultivars of Krayan i.e. Nanung, Kelabit, Black Adan and White Adan. As a comparison, Yellow Serai was used. The rice was seeded in 5 x 7 m plot with a planting distance of 30 x 30 cm and 1 seed per planting hole. The treatment was replicated three times in a randomized block design. The result showed that all the four cultivars of Krayan had higher height than Yellow Serai. Nanung was found to be the most tolerant cultivar to salinity and the most adaptable in tidal swamp area. Nanung also produced the highest number of rough rice, the highest yield of weight per 1000 grains, the highest yield of weight of milled rice/ha and the least percentage of empty rough rice/panicle i.e. 182 grains, 29.35 g, 4.20 t/ha, and 15%, respectively.
Asumsi Sistem Cerucuk Sebagai Alternatif Solusi Dalam Penanganan Kelongsoran Lereng Jalan Diatas Tanah Lunak Rusdiansyah, Rusdiansyah
INFO-TEKNIK 2016: Prosiding Semnas Teknik Sipil 2016
Publisher : Engineering Department, Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya dukung tanah yang rendah merupakan  akibat yang ditimbulkan  oleh tanah yang memiliki tahanan geser yang rendah. Hal ini karena tahanan geser merupakan unsur utama daya dukung tanah. Tahanan geser  yang  rendah  selalu  dimiliki  oleh  kondisi  tanah  dengan  konsistensi  sangat  lunak  sampai  lunak.  Upaya untuk  meningkatkan  tahanan  geser  tanah  lunak  yang  rendah  dapat  dilakukan  antara  lain  melalui  metode perkuatan  tanah.  Metode  perkuatan  tanah  bertujuan  untuk  menambah  kekuatan  tanah  agar  lebih  mampu mendukung  beban yang bekerja padanya. Saat ini tersedia beragam metode perkuatan tanah dengan teknologi yang memadai  dan metode  tersebut  telah berkembang  dengan  baik. Namun  perlu dijadikan  perhatian  bahwa suatu  metode  perkuatan  tanah  tertentu  belum  tentu  cocok  untuk  jenis  tanah  yang  lain,  apalagi  bila  ada permasalahan  spesifik  yang  ditimbulkan  oleh tanah  tersebut.Salah  satu metode  perkuatan  tanah  yang  efektif untuk  mengatasi  kelongsoran  jalan  dan  stabilitas  lereng  adalah  dengan  menggunakan  perkuatan  tiang-tiang vertikal yang berperilaku seperti sistem cerucuk. Cerucuk memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan turap dalam mengatasi  overall stability. Alasannya  berdasarkan  pada kemampuan  cerucuk yang dapat menghambat pergeseran tanah pada bidang longsornya. Cerucuk dapat dipancang sampai melewati asumsi bidang keruntuhan sirkuler yang terdalam. Pada perencanaan turap, bidang keruntuhan sirkuler yang terdalam tersebut tidak diperlukan.Untuk  menunjang  perhitungan  konstruksi  cerucuk  yang  mendekati  kondisi  yang  ada  di lapangan sangat dibutuhkan teori yang relevan mengenai cerucuk. Berdasarkan hasil kajian menunjukkan  bahwa apabila overall  stability   lebih  menentukan   dalam  perhitungan   stabilitas   turap  dan  penjangkarnya,   maka  asumsi perhitungan  yang lebih mendekati  kondisi sebenarnya  di lapangan  adalah asumsi konstruksi  cerucuk. Asumsi cerucuk  didasarkan  pada  kemampuan  turap  atau  tiang  berfungsi  serupa  cerucuk,  yang  dapat  memberikan perlawanan   tambahan   terhadap   geser  pada  saat  akan  terjadinya   pergeseran   keruntuhan   menurut   asumsi kelongsoran berbentuk lingkaran (circular sliding plane). Hal ini apabila panjang turap melebihi asumsi bidang kelongsorannya.Hasil  kajian juga menunjukkan bahwa tahanan geser tanah pada stabilitas lereng yang diperkuat dengan  cerucuk  selain  dipengaruhi  oleh parameter  momen  maksimum  yang  bekerja  pada cerucuk  (Mmaks), koefisien momen (Fm), dan faktor kekakuan cerucuk (T), juga dipengaruhi oleh : a) panjang tancap cerucuk, b) jarak atau spasi antar cerucuk,  c) jumlah  cerucuk  dan faktor  efisiensi,  d) diameter  cerucuk,  e) posisi  tancap cerucuk,  f)  pola  pemasangan  cerucuk,  dan  g)  jenis  tanah.Selain  itu  hasil  kajian  juga  menunjukkan  bahwa panjang tancap cerucuk mempengaruhi  peningkatan kuat geser tanah, dimana semakin panjang batang cerucuk yang ditancap  dibawah  bidang kelongsoran  maka semakin  meningkat  pula kuat geser tanah yang dihasilkan. Pada spasi cerucuk sebesar 3D dan 5D yang digunakan,  kuat geser tanah menjadi meningkat.  Tahanan  geser tanah mengalami  penurunan  disaat spasi cerucuk yang digunakan  semakin besar, dalam hal ini spasi cerucuk yang digunakan lebih dari 5D (spasi 8D). Pada spasi cerucuk yang digunakan sebesar 5D dapat menghasilkan kuat geser tanah yang lebih besar. Faktor efisiensi juga dapat mempengaruhi tahanan geser tanah yang diperkuat kelompok  cerucuk yang menerima  gaya geser horisontal  (longsoran).  Dimana kemampuan  kelompok  cerucuk dalam menahan geseran tidak akan sama dengan kemampuan masing-masing  cerucuk dikalikan dengan jumlah cerucuk  dalam  kelompok   yang  bersangkutan.   Faktor  efisiensi  mempengaruhi   tahanan  geser  tanah  yang diperkuat  kelompok  cerucuk  yang  menerima  gaya  geser  horisontal  (longsoran).  Posisi  tancap  tiang  cerucuk terhadap tahanan geser tanah mempunyai pengaruh yang signifikan. Posisi tiang cerucuk yang tepat memotong garis  lengkung  bidang  longsor  tanah  yang  membentuk  sudut  30o  dan  450  terhadap  horisontal  menghasilkan tahanan geser yang lebih besar daripada yang dihasilkan pada sudut 0o.
Respon Dua Kultivar Padi (Oryza sativa L.) Mayas Akibat Perlakuan Jarak Tanam Rohaeni, Nani; Rusdiansyah, Rusdiansyah
Jurnal Pertanian Terpadu Jurnal Pertanian Terpadu Jilid I nomor 1 Mei 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.211 KB)

Abstract

Respon Dua Kultivar Padi (Oryza sativa L.) Mayas Akibat Perlakuan Jarak Tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon kultivar padi Mayas akibat perlakuan jarak tanam dan mendapatkan jarak tanam yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil kultivar padi Mayas. Penelitian dilaksanakan bulan Mei sampai November 2006 di Desa Karang Tunggal Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara. Percobaan ini merupakan percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah kultivar yaitu Mayas Pancing dan Mayas Putih. Sedangkan faktor kedua adalah jarak tanam yaitu  20 x 20, 20 x 25, 25 x 25, 25 x 30, dan 30 x 30 cm. Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukan adanya interaksi yang nyata antara perlakuan kultivar dan jarak tanam. Perlakuan kultivar berpengaruh nyata terhadap berat 1000 butir, sedangkan pada perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan total per rumpun, jumlah anakan produktif per rumpun dan berat 1000 butir. Kultivar Mayas Pancing memberikan hasil terbaik pada perlakuan jarak tanam 25 x 30 cm, sedangkan kultivar Mayas Putih pada jarak tanam 25 x 25 cm.
Analisis Strategi Aplikasi Penagihan dengan Metode SWOT Rusdiansyah, Rusdiansyah
Bina Insani ICT Journal Vol 3 No 1 (2016): Bina Insani ICT Journal
Publisher : Bina Insani ICT Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.808 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi internal dan eksternal yang dihadapi oleh sebuah perusahaan sebagai dasar untuk menetukan alternative strategi yang tepat untuk perusahaan. Kondisi internal termasuk kekuatan dan kelemahaan perusahaan. Sementara kondisi eksternal meliputi peluang dan ancaman perusahaan. Informasi diperoleh dengan menggunkan matriks IFE, matriks EFE, Matriks IE, dan Matriks SWOT. Dari hasil penelitian EFE dan IFE, Matriks EFE perusahaan memiliki total skor 0,3985 sementara Matriks IFE perusahaan memiliki total skor 0,4891. Posisi di IE Kuadran matriks ditentukan dari skor total Matriks IFE sebagai sumbu x dan total skor Matriks EFE sebagai sumbu y. Dari hasil penelitian ini adalah perusahaan berada pada kuadran 1, posisi ini menunjukkan perusahaan dalam posisi yang sangat menguntungkan. Perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy). Kata kunci: analisis SWOT, implementasi strategi, perumusan strategi Abstract: This study aims to determine the internal and external conditions faced by Perusahaan , as the basis for determining the appropriate alternative strategy for the company. Internal conditions, including the strengths and weaknesses of the company. While external conditions including opportunities and threats of the company. Information obtained by using IFE matrix, EFE matrix, IE matrix, and SWOT Matrix. From the research EFE and IFE, EFE Matrix Perusahaan has a total score of 0.3985 while the IFE Matrix Perusahaan has a total score of 0.4891. IE quadrant position in the matrix is determined from the total score matrix IFE as the x-axis and the total score of Matrix EFE as the y-axis. From the results of this study are Perusahaan is in quadrant 1, shows the position of Perusahaan in a very advantageous position. The company has the opportunity and the power that can take advantage of existing opportunities. The strategy should be applied in these circumstances is to support aggressive growth policy (growth-oriented strategy). Keywords: strategy formulation, strategy implementation, SWOT analysis
SISTEM PAKAR MENDETEKSI KERUSAKAN MESIN VVT-I BERBASIS WEB PADA KENDARAAN TOYOTA VIOS Rusdiansyah, Rusdiansyah
Jurnal Pilar Nusa Mandiri Vol 13 No 2 (2017): PILAR Periode September 2017
Publisher : PPPM Nusa Mandiri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1079.178 KB)

Abstract

Tingginya tingkat permintaan para pengguna kendaraan agar memiliki mobil dengan mesin yang bertenaga namun tetap irit bahan bakar dan ramah lingkungan telah menjadi pemicu timbulnya teknologi baru yang ideal dengan nama Variabel Valve Timing-Intelligent atau lebih dikenal dengan sebutan VVT-i. Teknologi VVT-i merupakan teknologi yang mengatur sistem kerja katup pemasukan bahan bakar (intake) secara elektronik baik dalam hal waktu maupun ukuran buka tutup katup sesuai dengan besar putaran mesin sehingga menghasilkan tenaga yang optimal, hemat bahan bakar dan ramah mesin   adalah metoda rangkaian maju (Forward Chaining).Penelusuran dimulai lingkungan. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui gejala kerusakan pada mobil Toyota Vios berteknologi VVT-i dengan Sistem pakar.  Teknik yang  digunakan dalama sistem pakar dengan mencari informasi-informasi, terutama dari Para pakar di bidang mesin VVT-i, kemudian barulah untuk menyimpulkan atau mencari hipotesa berdasarkan informasi yang ada. Sistem pakar ini dapat  memberikan informasi kepada pengguna kendaraan atau seseorang yang akan memperbaiki kendaraannya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat  membantu para pengguna yang masih awam terhadap kerusakan pada mesin Toyota Vios dan memberikan solusi bagi seseorang untuk mengetahui informasi tentang kerusakan pada mesin Toyota  Vios dengan singkat, jelas dan mudah dimengerti.
Penggunaan PVD dan Preloading untuk Mempercepat Waktu Konsolidasi Di Lahan Penumpukan Peti Kemas Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Rusdiansyah, Rusdiansyah
INFO-TEKNIK Vol 9, No 2 (2008): INFOTEKNIK VOL. 9 NO. 2 2008
Publisher : Engineering Department, Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development of extension of heaping container area of The Port Of Trisakti Banjarmasin ( Phase I) for the width of 50 x m 200 m started at year-end 2006, this meant as supporter medium for the increase of service to port user specially container. Of theoretical calculation and aktual in field happened difference of result because usage of data in taken away from theoretical calculation of data investigation of land; ground in the year 2000 while execution of work in the year 2007. During range of time (± 7 year) conducive by elementary land; ground experience of resulted from degradation land weight itself effect and land; ground of existence of influence of work of development of dock in container farm location (heavy equipment traffic and dock material heap). Result of analysis and perception of field as a whole express that natural land; ground of degradation of primary which isnt it however admiting of to experience of small degradation (sekunder degradation). 
TINJAUAN TINGKAT KERUSAKAN BANGUNAN AKIBAT PENGARUH GETARAN PEMANCANGAN PONDASI TIANG PADA HOTEL MENTARI BANJARMASIN Rusdiansyah, Rusdiansyah
INFO-TEKNIK Vol 10, No 1 (2009): INFOTEKNIK VOL. 10 NO. 1 2009
Publisher : Engineering Department, Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kajian ini membahas tentang tinjauan tingkat kerusakan bangunan akibat pengaruh getaran pemancangan pondasi tiang pada proyek pengembangan Hotel Mentari Banjarmasin. Metode yang menggunakan data kalendering pemancangan pondasi tiang untuk mendapatkan nilai frekuensi dan amplitudo yang dihasilkan dari proses  pemancangan tersebut.Setelah diketahui tingkat kerusakan secara teoritis, kemudian dibandingkan dengan kerusakan bangunan hasil pengamatan langsung di lapangan. Tingkat kerusakan pada bangunan SD Kartika VI bagian I dan II ditinjau dari analisa perhitungan dan pengamatan langsung di lapangan menunjukkan kesesuaian, namun lain halnya untuk bangunan Hotel Mentari lama yang menunjukkan ketidaksesuaian. Setelah dilakukan pengamatan lebih lanjut ditemui beberapa variabel penyebab ketidaksesuaian tersebut. Variabel-variabel tersebut adalah jarak sumber getaran terhadap bangunan dan karakteristik bangunan itu sendiri yang meliputi umur bangunan, dimensi bangunan, dan jenis pondasi yang digunakan.Untuk mengantisipasi kerusakan yang parah atau terjadinya keruntuhan, maka diberikan suatu solusi alternatif berupa isolasi getaran pasif, yaitu galian terbuka dan pipa berongga. Setelah melalui proses perhitungan dan pertimbangan kemungkinan pelaksanaan pekerjaan di lapangan untuk pemberian isolasi getaran, ternyata pipa berongga dengan selimut beton merupakan jenis isolasi getaran yang paling memungkinkan untuk diberikan dalam upaya melindungi bangunan sekitar dari pengaruh getaran pemancangan pondasi tiang.
Pengaruh Kedalaman Tancap, Spasi, dan Jumlah Cerucuk dalam Peningkatan Tahanan Geser Tanah Lunak Berdasarkan Permodelan di Laboratorium Rusdiansyah, Rusdiansyah; Mochtar, Indrasurya B.; Mochtar, Noor Endah
INFO-TEKNIK 2015: Prosiding Semnas Teknik Sipil 2015
Publisher : Engineering Department, Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belakangan ini pemakaian cerucuk cukup efektif sebagai metode alternatif perkuatan stabilitas lereng maupun perkuatan embankment jalan. Pada embankment jalan, cerucuk  digunakan sebagai bahan yang kaku berfungsi untuk menaikkan stabilitas tanah. Sebagai perkuatan lereng, cerucuk sangat efektif berfungsi sebagai pasak/tulangan yang dapat memotong bidang kelongsoran lereng. Sehingga cerucuk dapat memberikan tambahan gaya geser pada lereng yang mampu melawan gaya geser longsoran yang terjadi. Tambahan gaya geser yang dihasilkan oleh cerucuk tersebut dapat meningkatkan angka keamanan (safety factor) stabilitas lereng.Akhir-akhir ini pengembangan teori tentang konstruksi perkuatancerucuk padastabilitas lereng tanah lunak guna menambah kekuatan gesernya(yang mendekati kondisi di lapangan) masih sedikit dan belum memadai.Hanya saja untuk pengembangannya tersebut sangat diperlukan informasi yang rinci dan jelas tentang interaksi antara tanah lunak dengancerucuk. Informasi tersebut dapat diperoleh salah satunya dari penelitian skala laboratorium yang dibuat mendekati kondisi lapangan.                Tujuan penelitian ini untuk menjawab bagaimana pengaruh panjang tancapan (rasio tancap) dan pengaruh jarak (spasi) antar cerucuk terhadap penambahan tahanan geser dari stabilitas lereng tanah lunak. Penelitian ini dilaksanakan melalui salah satu cara pendekatan model skala laboratorium, namun perilakunya dibuat mendekati perilaku sebenarnya di lapangan. Bidang kelongsoran lereng yang terjadi di lapangan didekati dengan bidang geser yang sengaja dibuat di laboratorium dengan menggeser contoh tanah (Plab) yang terdapat dalam kotak geser hasil modifikasi yang berukuran relatif besar pada alat geser langsung. Cerucuk yang akan digunakan berupa cerucuk kayu mini dan ditanamkan pada contoh tanah tadi.Variasi rasio tancap (L/D) yang diterapkan sebesar 5, 10, 15, dan 20.Sedangkaan variasi spasi cerucuk yang digunakan sebesar 3D, 5D, dan 8D.Sedangkan untuk variasi jumlah cerucuk yang dipasang yaitu 1 batang, 2 batang, 4 batang, dan 6 batang.Diharapkan dari perilaku skala kecil tersebut dihasilkan tambahan teori mengenai perkuatan lereng dengan cerucuk yang mendekati kondisi sebenarnya di lapangan.Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa semakin besar rasio tancap yang digunakan cerucuk maka semakin meningkatkan tahanan geser tanah lunak.Selain itu tahanan geser tanah lunak juga meningkat apabila spasi antar cerucuk yang digunakan sebesar 3D sampai 5D.Akan tetapi penurunan tahanan geser tanah lunak terjadi apabila spasi antar cerucuk yang digunakan adalah lebih besar dari 5D.Selain itu bahwa tahanan geser tanah menjadi meningkat seiring dengan adanya penambahan jumlah cerucuk. Kelompok cerucuk yang menerima gaya geser horisontal pada arah sejajar terhadap baris kelompoknya (PolaPemasangan  1) menghasilkan tahanan geser tanah yang relatif lebih besar daripada arah tegak lurus terhadap baris kelompoknya (Pola Pemasangan 2). Selain itu bahwa kemampuan kelompok cerucuk dalam menahan geseran horisontal juga dipengaruhi oleh faktor efisiensi. Dimana kemampuan kelompok cerucuk dalam menahan geseran horisontal tidak akan sama dengan kemampuan masing-masing cerucuk dikalikan dengan jumlah cerucuk dalam kelompok yang bersangkutan.
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA KERUSAKAN MESIN SEPEDA MOTOR MATIC DENGAN METODE FORWARD CHAINING Rusdiansyah, Rusdiansyah; Rantau, Ferry
Jurnal Pilar Nusa Mandiri Vol 14 No 1 (2018): PILAR Periode Maret 2018
Publisher : PPPM Nusa Mandiri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.701 KB)

Abstract

Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain adalah sistem pakar. Dengan sistem pakar ini, orang awam pun dapat menyelesaikan masalahnya atau hanya mencari informasi berkualitas yang sebenarnya hanya dapat diperoleh dengan bantuan para ahli di bidangnya. Aplikasi ini dibangun untuk mendiagnosa kerusakan yang terjadi pada mesin sepeda motor matic dengan hanya memperhatikan gejala-gejala yang dialami. Aplikasi ini dibuat menggunakan metode forward chaining, dengan metode ini akan didapatkan nilai kepastian kerusakan yang dihadapi oleh para pengguna motor matic. Dan juga aplikasi ini dirancang untuk memudahkan para pengguna motor matic untuk mengetahui mengenai kerusakan kendaraannya tanpa harus bertemu dengan pakar secara langsung.