Articles

Found 2 Documents
Search

OZONISASI DAN KUALITAS AIR SUSU

Bionatura Vol 4, No 2 (2002): Bionatura Juli 2002
Publisher : Bionatura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses ozonisasi berpengaruhterhadap kualitas Air Susu. Penelitian dilakukan secara eksperimental denganmenggunakan “Split Plot Design” pola faktorial 3x3 (suhu awal dan lama kontak)dengan tiga kali ulangan. Peubah yang diukur adalah prosentase kematian totalmikroorganisme, bakteri patogen, kadar protein, lemak dan uji inderawi. Hasilpenelitian menunjuk kan bahwa dengan perlakuan ozonisasi, prosentasekematian total mikroorganisme mencapai 94,50%, kematian bakteri patogenE.coli mencapai 97,19%, Staph.aureus mencapai 95,97%,. Suhu awal dan lamakontak yang efektif adalah 1oC selama 10 menit. Proses ozonisasi tidakberpengaruh terhadap, warna, rasa dan konsistensi air susu kecuali terhadapbau. Selain itu ozonisasi meningkatkan kadar protein dan lemak. secaraproposional. Daya simpan air susu produk ozonisasi pada temperatur kamartahan sampai 19 jam.Kata kunci : Ozonisasi, kualitas, jumlah kematian

Free Radical Scavenging and α-Glucosidase Inhibitor Activity of Ethanolic Extract of Mucuna pruriens L.

JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji kacang “koro benguk” atau velvet bean sudah sangat dikenal tetapi dasar ilmiah penggunaannya sebagai obat tradisional terutama sebagai antioksidan dan antidiabetik masih belum diketahui. Oleh sebab itu dalam penelitian ini dilakukan percobaan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dan antidiabetik dari ekstrak biji koro benguk, serta fraksi heksana, etil asetat, butanol dan air menggunakan uji in vitro menggunakan DPPH (1,1-difenil-2-pikril-hidrazil) dengan pembanding positif kuersetin dan BHA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IC50 DPPH untuk ekstrak biji koro benguk, fraksi heksana, etil asetat, butanol dan air berturut-turut sebesar 22,17; 152,60; 113,03; 4,93; dan 9,14 μg/mL, sedangkan untuk kuersetin dan BHA masing masing sebesar  4,28 dan 22,587 μg/mL. Aktivitas antidiabetik ditentukan menggunakan metode penghambatan α-glukosidase dengan glucobay sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IC50 antidiabetik untuk ekstrak biji koro benguk, fraksi heksana, etil asetat, butanol, air, dan glucobay berturut-turut sebesar 24,44; 19,55; 8,40; 80,98; 48.97; dan 16,23 μg/mL. ABSTRACT Velvet bean seeds are ubiquitous but the scientific basis for its medicinal use especially as antioxidant and antidiabetic remains unknown. Therefore, a study was designed to evaluate  antioxidant and antidiabetic activities of the  extract, hexane, ethyl acetate, butanol and water fractions of velvet bean seeds. In order to evaluate antioxidant activity of extract and fractions  using  quercetin,  butylated hydroxyanisole (BHA) as positive control and 1,1-diphenyl-2-picryl-hydrazyl (DPPH) free radical scavenging activity was determined. The results showed that IC50 of DPPH were 22.17; 152.60; 113.03; 4.93; 9.14 μg/mL respectevily;  quercetin 4.28 and BHA 22.587 μg/mL.  Antidiabetic activity was determined by using  of α-glucosidase inhibition assay of  extract, four fractions and glucobay as positive control. The results showed that antidiabetic IC50 were24.44; 19.55; 8.40; 80.98; 48.97μg/mL respectively and glucobay as positive control  16.23 μg/mL.