Agus Rubiyanto
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

Desain Closed Photobioreaktor Chlorella Vulgaris Sebagai Mitigasi Emisi CO2 Daniyati, Rizqa; Yudoyono, Gatut; Rubiyanto, Agus
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Jurnal Sains dan Seni ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan desain closed photobioreaktor yang sesuai dengan perkembangan mikroalga Chlorella Vulgaris pada closed fotobioreaktor. Penelitian ini menggunakan  jenis flat-plate berdimensi 14x15x20 cm dengan efektivitas media kultur 2500 ml dan sumber cahaya lampu Tungsten Halogen 20 Watt 220 Volt  sebanyak dua buah yang diletakkan pada sisi kanan dan kiri reaktor dengan intensitas cahaya 1000 lux. Penelitian ini menggunakan dua buah fotobioreaktor yaitu jenis I tidak disuplay dengan CO2 dan jenis II disuplai dengan CO2 sebanyak 15 % dengan kepadatan sel awal kultur Chlorella Vulgaris 14,6857 x 105 sel/ml kemudian pengamatan selanjutnya dilakukan setiap hari menggunakan Haemocytometer. Pengambilan data konsentrasi O2 dilakukan setiap hari sebanyak 3 kali pada lama penyinaran 1, 4, dan 7 jam  dengan menggunakan sensor gas O2 KE-50. Nilai ∆ konsentrasi optimum O2 pada fotobioreaktor I terjadi pada hari ke-2 yaitu 0,68% dan pada fotobioreaktor II 0,54%.
Desain Sensor Konsentrasi Larutan NaCl Menggunakan Serat Optik Moda Jamak dengan Model W-System Wibowo, Rudi; Rubiyanto, Agus
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Jurnal Sains dan Seni ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah didesain sensor konsentrasi larutan NaCl berbasis serat optik mode jamak dengan model W-System. Dalam pengkarakterisasiannya digunakan detektor BF5R-D1-N yang terdapat  ligh emiting diode (LED) sebagai sumber cahaya dengan panjang gelombang 660 nm dan phototransistor sebagai detektor penerima cahaya tersebut. Dengan menganalisa nilai absorbsi pada panjang gelombang ultra violet dan cahaya tampak, Indek bias larutan NaCl,  dan rugi daya yang dialami sensor ini akibat microbending, bending, dan scattering. Didapatkan besarnya rugi daya yang dialami sensor sebanding dengan besarnya kosentrasi NaCl yang diberikan. Pemberian jarak antar kaki memberikan perbedaan sensitifitas pada pengukuran dan nilai sensitifitas maksimum pada jarak 2,5 cm. Sistem kerja sensor juga ini mampu menghitung konsentrasi larutan NaCl dengan jangkauan 0,0 – 5,0 Molar dan akurasi hingga 0,025 Molar.
RANCANG BANGUN SISTEM PENJERNIHAN DAN DEKONTAMINASI AIR SUNGAI BERBASIS BIOSAND FILTER DAN LAMPU ULTRAVIOLET Endarko, Endarko; Putro, Triswantoro; Nuzula, Nike Iza; Armawati, Nuning; Wardana, Adi; Rubiyanto, Agus; Muntini, Melania S
BERKALA FISIKA Vol 16, No 3 (2013): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.56 KB)

Abstract

Design and fabrication of appropriate technology (biosand filter) that is directly can beapplied for community has successfully been carried out for providing clean water. Thetechnology is adopted from slow sand filter method. Biosand filter that has been fabricated which is technology that is able to filter river water become clean water through filtration process from sand, gravel and an active carbon. For getting drinkable water from river water, biosand filter hasbeen combined with reverse osmosis system and ultraviolet disinfection. System of reverse osmosisand ultraviolet disinfection are used to reduce any bacteria, virus and total dissolved solids (TDS)from treated water which is resulted from biosand filter process. The results from Balai BesarLaboratorium Kesehatan Surabaya (BBLKS) has been declared that treated water from biosandfilter is met the test standards chemical and physical according to the regulation. Meanwhile theprocessed water from process through biosand filter, reverse osmosis and ultraviolet disinfectionis got predicate as drinkable water with met the test standards microbiological, chemical andphysical.Keywords: biosand filter, reverse osmosis, ultraviolet, drinking water
Rancang Bangun Sistem Sensor Serat Optik untuk mengukur Ketinggian Cairan secara Kontinyu Mukmin, Achul; Rubiyanto, Agus
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.763 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v7i2.904

Abstract

Telah dilakukan eksperimen rancang bangun sistem sensor serat optik untuk mengukur ketinggian (Level) cairan secara kontinyu, memanfaatkan perubahan intensitas cahaya akibat perubahan indeks bias air dan udara yang terdeteksi pada ujung serat optik. Eksperimen menggunakan metode sederhana terdiri dari rangkaian pemancar berupa LED infra merah (880 nm). Serat optik moda jamak step indek dari bahan PPMA (Polymethyl Metacrylate), rangkaian penerima berupa fotodioda (OPT 101), multimeter digital dan PC. Jaket serat optik dikupas sepanjang 180 cm dan dibersihkan menggunakan larutan aseton, selanjutnya digunakan sebagai probe sensor berbentuk U dengan diameter lengkungan 28 cm. Data hasil eksperimen berupa grafik dan database dalam excel, menunjukkan performansi sensor mampu mendeteksi perubahan ketinggian dengan jangkauan 800 mm, daerah kerja sensor 80-490 mm, sensitivitas 1,5 μV/mm dan resolusi perubahan ketinggian setiap kenaikan 6 mm.
Analisis Pola Spekel Akusto-Optik untuk Pendeteksian Vibrasi Akustik pada Dental Plaque Biofilm Harmadi, Harmadi; Yudoyono, Gatut; Rubiyanto, Agus; Zainuddin, Muhamad; Suhariningsih, Suhariningsih
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.191 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v8i1.857

Abstract

Penelitian pendeteksian vibrasi akustik dari pola spekel pada sampel dental plaque biofilm yang merupakan studi in-vitro dental plaque biofilm telah dilakukan. Penelitian ini dengan menggunakan metode pencitraan akusto-optik, yaitu gabungan sistem akustik khususnya ultrasonik dengan sistem optik dalam satu perangkat, sehingga diperoleh pencitraan spekel. Pola spekel dianalisis menggunakan software imageJ akan diperolehkarakterisasi histogram distribusi intensitas gray level, dan didapatkan perubahan kontras spekel pada setiap pendeteksian vibrasi akustik oleh pengaruh frekuensi akustik dan pengamatan perubahan pembentukan sampel dental plaque biofilm. Untuk pengukuran ketebalan sampel, sebagai pembanding pengamatan kontras spekel digunakan CLSM yang dilengkapi AOTF. Diperoleh hasil pada sampel 2 jam dengan ketebalan 6 μm memiliki kontras spekel tinggi sebesar 0.592707 a.u, pada sampel 4 jam dengan ketebalan 7 μm memiliki kontras spekel sebesar 0.571257 a.u, dan pada sampel 6 jam dengan ketebalan 9 μm memiliki kontras spekel rendah sebesar 0.550700 a.u. Terjadi perubahan pada sampel dental plaque yang diperoleh dari rongga mulut, mulai dari tahap pemasangan awal plaque biofilm, sampai dengan pembentukan plaque biofilm dewasa.
Formulasi Analitis Tetapan Propagasi Efektif Modus TE untuk Directional Coupler Linier Diturunkan dengan Metode Matrik Karakteristik Lapis Jamak Rohedi, Ali Yunus; Yudoyono, Gatut; Suryadi, Suryadi; Rubiyanto, Agus
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 1, No 2 (2005)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.605 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v1i2.1005

Abstract

Parameter terpenting untuk menentukan panjang kopling dan formula propagasi medan directional coupler adalah nilai tetapan propagasi efektif medan moda simetri dan moda asimetri. Pada makalah ini dilaporkan formulasi tetapan propagasi efektif dimaksud untuk cahaya modus TE (transverse electric) yang terpandu dalam directional coupler linier dalam bentuk analitis. Formulasi analitis diturunkan dengan menggunakan metode matrik karakteristik pandu gelombang berlapis jamak, dan berlaku untuk kedua moda simetri dan asimetri, baik untuk struktur directional coupler simetri maupun asimetri.
Analisis Directional Coupler Sebagai Pembagi Daya untuk Mode TE Rubiyanto, Agus; Waluyo, Agus; Prajitno, Gontjang; Rohedi, Ali Yunus
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 2, No 1 (2006)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.166 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v2i1.983

Abstract

Directional coupler merupakan piranti optik yang tersusun atas dua pandu gelombang sejajar dengan salah satu fungsinya sebagai pembagi daya. Parameter utama pembagian daya ini adalah panjang kopling (Lc), yang diselesaikan menggunakan persamaan matrik karakteristik lapis jamak. Jenis film yang digunakan adalah planar graded index berprofil sech2 dengan peningkatan indeks bias 0,07, untuk panjang gelombang 1,33 μm. Pembagian daya optik antar kanal bisa terjadi dengan memvariasi panjang kopling. Untuk jarak gab 1,5 μm pada Z=232 μm semua daya dipindah ke kanal kedua, sedangkan pada Z=174 μm, perbandingan daya antara kanal satu dan kanal dua adalah 25 berbanding 75. Untuk pembagi daya dengan keluaran yang sama antar kanal, dibutuhkan panjang interaksi sebesar 116 μm. Pada panjang interaksi sebesar 58 μm, daya pada kanal pertama tiga perempat dari daya masukan, seperempat sisa dayanya ditransmisikan ke kanal kedua.
Optically Switched Frequency for Reconfigurable Dipole Antenna Using Photodiode Switches Kusumawati, Erna Risfaula; Pramono, Yono Hadi; Rubiyanto, Agus
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 14, No 4: December 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.221 KB) | DOI: 10.12928/telkomnika.v14i4.4164

Abstract

The design, fabrication, and measurement of reconfigurable antenna using photodiode switches has been investigated. The antenna had dimension 104 mm x 41 mm x 1.6 mm and FR4 substrate with relative permittivity4.8. It structure was Coplanar Stripline (CPS) dipole. Two photodiodeshad assembled on gap in both dipole arms, which was activated by 600 nm red laser. The unilluminated state, antennahad resonant frequency 800 MHz with RL -32 dB, 2225 MHz with RL -12.5 dB, 3320 with RL -14.1 dB. Meanwhile for the illuminated state, antennahad resonant frequency and return loss shifting to 800 MHz with RL -32 dB, 2225 MHz with RL -12.5 dB, 3320 MHz with RL -14.1 dB.This condition caused low impedance and longer dipole arm. If dimension size increases, resonant frequency will decrease. So, there was shifting frequency and return loss at under illuminated by laser.
The Influence of Multi-frequency Current Injection in Image Reconstruction for Two-Dimensional High-Speed Electrical Impedance Tomography (EIT) Widodo, Aris; Rubiyanto, Agus; Endarko, Endarko
IPTEK The Journal of Engineering Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/joe.v5i1.5019

Abstract

The image reconstruction for two-dimensional high-speed Electrical Impedance Tomography (EIT) has been successfully studied with multi-frequency current injection. The aim of this study is to get the best image reconstruction under the influence of multi-frequency current injection of this EIT system. In this method, we used current injection at 1 mA with varies of frequency in the range 10 to 50 kHz injected at the practical phantoms with 16 electrodes. Polyvinyl chloride (PVC) cylinder was put in the practical phantom as the anomaly. Then, The boundary voltage of the practical phantom was measured by the voltage measurement circuit. After that, it processed in the computer with Gauss-Newton Algorithm to got image reconstruction. The result showed that the best image reconstruction was achieved at 10 kHz of frequency current injection. The best image reconstruction had more accuracy of shape, position and electrical properties of an anomaly in boundary phantom than another image reconstruction result.