Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Riau Biologia

Seleksi Potensi Bakteri Probiotik Indigenus Riau sebagai Agen Biopreservatif Bahan Pangan WULANDARI, NUR ASYIAH; FIBRIARTI, BERNADETA LENI; ROZA, RODESIA MUSTIKA
Jurnal Riau Biologia Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of synthetic preservatives is not safe for consumption and very dangerous for health.Lactic acid bacteria (LAB) is a probiotic bacterium that can produce bacteriocins asbiopreservatives agents. Bacteriocins have been widely applied as a food preservative, but itscommercial availability is still low and very expensive. This study was conducted to test the abilityof 23 isolates of local probiotic bacteria in Riau to produce bacteriocins. LAB total population wascalculated by Total Plate Count (TPC) method. LAB inhibition test against indicator bacteriaStaphylococcus aureus FNCC 0047 was conducted using well diffusion method. Bacteriocinsantimicrobial confirmatory test was performed at 100OC for 15 minutes, 30 minutes, and 60minutes. The result showed that the highest LAB population was PSG4 (22.45 x 106 cfu/ml) andthe lowest was SLK2 (4.75 x 106 cfu/ml). The greatest inhibitory activity against indicator bacteriaS. aureus FNCC 0047 was found in PSG2 (15.1 mm) and the smallest was in SLK2 (10.75 mm)with the activity of bacteriocins 2575 mm2/ml and 792.6 mm2/ml respectively. The bacteriocinsconfirmatory test showed clear zone of isolates JN5, PSG2, and SLK2 with the largest inhibitionzone was during heating for 30 minutes and 60 minutes (19.2 mm, 19.5 mm, and 16.8 mm) whilethe smallest was for 60 minutes and 15 minutes (12.8 mm, 15.6mm, and 14.7 mm).Keywords: Probiotic bacteria, biopreservatives, bacteriocins, Staphylococcus aureus FNCC 0047.
Seleksi Isolat Aktinomisetes Asal Tanah Gambut Desa Rimbo Panjang Kabupaten Kampar Dalam Menghasilkan Hormon IAA (Indole Acetic Acid) MAWARTI, INDAH; FIBRIARTI, BERNADETA LENI; ZUL, DELITA; ROZA, RODESIA MUSTIKA; MARTINA, ATRIA; LINDA, TETTY MARTA
Jurnal Riau Biologia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hormon IAA (Indole Acetic Acid) termasuk fitohormon golongan auksin yang berperan sebagai zat pemacu pertumbuhan tanaman. Selain tumbuhan, mikroba juga diketahui mampu menghasilkan IAA. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi kemampuan koleksi isolat aktinomisetes Laboratorium Mikrobiologi FMIPA UR dalam menghasilkan IAA. Uji produksi IAA oleh aktinomisetes dilakukan dengan penambahan reagen Salkowski menggunakan metode kolorimetri dalam medium SCB (Starch Casein Broth) yang diperkaya dengan triptofan sebagai prekursor dan tanpa triptofan. Hasil penelitan ini diperoleh sebanyak 50 dari 85 isolat aktinomisetes yang memiliki kemampuan dalam menghasilkan hormon IAA. Produksi IAA tertinggi dihasilkan oleh RB5S78 sebesar 35,97 ppm dan konsentrasi terendah dihasilkan oleh RB4S67 sebesar 0,24 ppm dalam medium SCB yang diperkaya triptofan. Pada medium tanpa triptofan hasil tertinggi diperoleh isolat aktinomisetes RB5S78 dengan konsentrasi sebesar 15,28 ppm dan konsentrasi terendah dihasilkan oleh RB4S65 sebesar 0,16 ppm. Isolat aktinomisetes yang menghasilkan IAA dengan kriteria tinggi yang diperoleh termasuk dalam genus Streptomyces dan Rhodococcus.