Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Manuskripta

Penelusuran Naskah dan Penulis Naskah Istana Asserayah al-Hasyimiyah Kerajaan Siak di Propinsi Riau Roza, Ellya
Manuskripta Vol 2 No 1 (2012): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v2i1.28

Abstract

Riau yang notabenenya Melayu diprediksi memiliki banyak naskah, namun jumlah yang pasti belum diketahui secara tepat karena pelacakan naskah terus berlangsung sehingga koleksi naskah terus bertambah. Selain itu penelitian yang dilakukan belum sampai kepada tempat yang diprediksi memiliki naskah misalnya istana Asserayah Al-Hasyimiyah Kerajaan Siak di Riau belum pernah disentuh tangan ahli sampai sekarang. Berdasarkan Daftar Pertelahan Arsib Kerajaan Siak terdapat 290 file naskah. Setiap e berisi banyak naskah. Beberapa naskah berbentuk lembaran dipajang di dalam lemari kaca meskipun lembaran naskahnya sebagian besar rusak dan lapuk bahkan sebagiannya telah dilapisi dengan kertas lain dan disambung-sambung sehingga menjadi naskah yang utuh lagi. File naskah tersebut jauh dari pemeliharan sehingga kemungkinan naskah akan hancur. Naskah yang banyak itu belum diketahui siapa yang menulisnya. Sehubungan dengan itu, maka dicoba melakukan penelusuran terhadap naskah dan penulisnya dan hasilnya menjadi bahan penulisan artikel ini.  
Konsep Kesehatan Raja Haji Daud dalam Naskah Risalah Asal Ilmu Tabib Roza, Ellya
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.118

Abstract

This paper aims to analyze the contents of the text of the Risalah Asal Ilmu Tabib  (RAIT) collection of the Sang Nila Utama Museum in Pekanbaru. This text is a copy of the manuscript of Raja Haji Daud bin Engku Haji Ahmad bin Almarhum Fi Sabilillah. The text is one proof that the people of the past have a high intellectual level. This paper is a preliminary study to uncover the content of the text using the philology method. At the end of the study it was found that this text contained a message to humans to maintain the balance of the four elements in their bodies, namely wind, fire, water and land. The four elements must be balanced because if there is a deficiency or excess one of them, then the disease will come into the human body. There are four characteristics of diseases that attack humans, namely: (1) ash-shafrawi, which is the pain of mirrat, the nature is hot and dry because of its element of fire and its place around bile; (2) as-sudawi, which is ill, it is cool dry because of the element of the soil and its place in the spleen; (3) al-balghomi, a slimy disease, the nature is wet because of the element of water and its place in the lungs; (4) ad-damawi, which is blood pain, the nature is hot and wet because of the element of the wind and its place in the heart.     --   Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis kandungan teks Risalah Asal Ilmu Tabib (RAIT) koleksi Museum Sang Nila Utama Pekanbaru. Naskah ini merupakan salinan dari naskah Raja Haji Daud bin Engku Haji Ahmad bin Almarhum Fi Sabilillah. Naskah tersebut merupakan salah satu bukti bahwa masyarakat masa lalu memiliki tingkat intelektual yang tinggi. Tulisan ini merupakan kajian awal untuk mengungkap kandungan teksnya dengan menggunakan metode filologi. Di akhir kajian ditemukan bahwa naskah ini mengandung pesan kepada manusia untuk menjaga keseimbangan empat unsur yang ada dalam tubuhnya, yakni angin, api, air dan tanah. Keempat unsur tersebut harus seimbang karena jika terjadi kekurangan atau kelebihan salah satunya, maka penyakit akan datang ke dalam tubuh manusia. Ada empat sifat penyakit yang menyerang manusia, yaitu: (1) ash-shafrawi, yakni sakit mirrat, tabiatnya panas dan kering karena unsurnya api dan tempatnya sekitar empedu; (2) as-sudawi, yakni sakit pitam, tabiatnya sejuk kering karena unsurnya tanah dan tempatnya di limpa; (3) al-balghomi, penyakit yang berlendir, tabiatnya basah karena unsurnya air dan tempatnya di paru-paru; (4) ad-damawi, yakni sakit darah, tabiatnya panas dan basah karena unsurnya angin dan tempatnya di hati.