Abdul Haris Rosyidi
Universitas Negeri Surabaya

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

KEMAMPUAN PENALARAN SISWA KELAS VIII DALAM MENYELESAIKAN SOAL KESEBANGUNAN NURHAYATI, SUSIANA; Sutinah, Sutinah; Rosyidi, Abdul Haris
MATHEdunesa Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA PADA PEMBELAJARAN PROBLEM POSING BERKELOMPOK ARI WAHYU SUCI, ANA; Rosyidi, Abdul Haris
MATHEdunesa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
TIPE BERPIKIR SISWA SMPN 6 SURABAYA DALAM MEMECAHKAN MASALAH BERBENTUK CERITA PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL YANETA HARSO, YOLA; Rosyidi, Abdul Haris
MATHEdunesa Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
IDENTIFIKASI PENALARAN INDUKTIF SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA FEBRIANI, CHOLIDIA; Rosyidi, Abdul Haris
MATHEdunesa Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
PENEREPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER) DENGAN TUGAS PENGAJUAN SOAL PADA MATERI KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN SEGITIGA ILMAH, MUTSABITATIN; Rosyidi, Abdul Haris
MATHEdunesa Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
Pemberdayaan Guru dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SD Siswono, Tatag Yuli Eko; Rosyidi, Abdul Haris; Astuti, Yuliani Puji; Kurniasari, Ika
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 18, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.129 KB) | DOI: 10.17977/jip.v18i2.3623

Abstract

Abstract: Empowering Mathematics Teachers to Improve Creative Thinking of Elementary-School Students. This experimental study is intended to develop mathematics teachers’ competences in designing teaching and learning strategies that enhance students’ creative thinking. In addition, the study portrays teachers’ creative thinking as well as their competences in planning and implementing problem-solving and problem-posing teaching models. Utilizing a pre-test post-test single group design, this study involved mathematics teachers of the third, fourth, and sixth grades of two elementary schools. The results suggest that the teachers’ creative thinking is of good level; they are creative enough in solving and posing mathematical problems as reflected in their mean score of 92.6. Their competences in planning and implementinglie in good category. Overall, it can be concluded that the teachers are professionally empowered in develo ping students’ creative thinking.Abstrak: Pemberdayaan Guru dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SD. Implementasi pembelajaran matematika di SD untuk mendorong berpikir kreatif masih lemah. Penelitian ini bertujuan memberdayakan guru-guru SD dalam mengembangkan pembelajaran matematika yang memberi bekal kemampuan berpikir kreatif dan memberikan gambaran kemampuan berpikir kreatif guru dan kemampuannya merencanakan serta mengimplementasikan model pembelajaran pengajuan dan pemecahan masalah matematika. Penelitian eksperimen rancangan pretes postes kelompok tunggal sekaligus deskriptif dilakukan terhadap masing-masing dua guru kelas III, IV, dan V SD di kabupaten Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif guru SD berada pada tingkat lebih dari cukup kreatif, dan hasil rata-rata kemampuannya dalam memecahkan dan membuat soal adalah 92,6. Kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran termasuk kategori lebih dari “baik”. Disimpulkan bahwa guru telah berdaya dan mem iliki kemampuan mengembangkan pembelajaran yang mendorong berpikir kreatif siswa.
Profil Pengetahuan Konseptual Siswa SMP di Jenjang Proses Kognitif Menganalisis Pada Materi Segi Empat Berdasarkan Jenis Kelamin Wulansari, Alvita; Rosyidi, Abdul Haris
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v4i2.3158

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil pengetahuan konseptual siswa SMP di jen-jang menganalisis pada materi segi empat berdasarkan perbedaan jenis kelamin. Subjek penelitian, 1 siswa laki-laki dan 1 siswa perempuan berkemampuan matematika sedang, ke-las VIII SMPN 3 Waru Sidoarjo tahun pelajaran 2013/2014. Instrumen penelitian terdiri dari soal tes dan pedoman wawancara. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara berbasis tugas. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui pereduksian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Tidak terdapat perbedaan pengetahuan konseptual subjek laki-laki dan perempuan di jenjang menganalisis. Baik subjek laki-laki maupun perempuan kurang dapat mengidentifikasi sifat-sifat segi empat dengan tepat sehingga tidak dapat mengorganisasikan keterkaitan antarbangun berdasarkan sifat-sifatnya. Kata Kunci: pengetahuan konseptual,  menganalisis, jenis kelamin, segi empat.  AbstractThis study aims to describe conceptual knowledge profile of the Junior High School students’ in evaluating stage of quadrilateral material based on sex difference. The subjects of this study consist of two male and two female seventh grade students of SMP Negeri 3 Waru Sidoarjo academic year 2013/2014 that have average mathematics ability. The researcher employed test and interview guide as the instruments of the study. The instruments of this study are test sheet and interview guide.  Data collection is conducted through by task based interview. Data analysis is done conducted in qualitatively descriptive qualitative-descriptive by reducing the data, presenting the data, and drawing the conclusion reducing, presenting and concluding data. There is no a difference of conceptual knowledge between male and female subjects in analyzing stage. There is no conceptual knowledge difference between male and female subjects in analyzing stage. Both of them less can identify the characteristic of quadrilateral exactly, so cannot organize the relationship among planes based on their characteristic. Both of them are less in identifying the properties of quadrilateral such that all subjects cannot organize the relation among planes based on their properties. Keywords : conceptual knowledge , analyzing stage,  sex difference, quadrilateral.
Profil Pengetahuan Konseptual Siswa SMP di Jenjang Proses Kognitif Menganalisis Pada Materi Segi Empat Berdasarkan Jenis Kelamin Wulansari, Alvita; Rosyidi, Abdul Haris
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v4i2.3158

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil pengetahuan konseptual siswa SMP di jen-jang menganalisis pada materi segi empat berdasarkan perbedaan jenis kelamin. Subjek penelitian, 1 siswa laki-laki dan 1 siswa perempuan berkemampuan matematika sedang, ke-las VIII SMPN 3 Waru Sidoarjo tahun pelajaran 2013/2014. Instrumen penelitian terdiri dari soal tes dan pedoman wawancara. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara berbasis tugas. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui pereduksian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Tidak terdapat perbedaan pengetahuan konseptual subjek laki-laki dan perempuan di jenjang menganalisis. Baik subjek laki-laki maupun perempuan kurang dapat mengidentifikasi sifat-sifat segi empat dengan tepat sehingga tidak dapat mengorganisasikan keterkaitan antarbangun berdasarkan sifat-sifatnya.Kata Kunci: pengetahuan konseptual, menganalisis, jenis kelamin, segi empat.AbstractThis study aims to describe conceptual knowledge profile of the Junior High School students in evaluating stage of quadrilateral material based on sex difference. The subjects of this study consist of two male and two female seventh grade students of SMP Negeri 3 Waru Sidoarjo academic year 2013/2014 that have average mathematics ability. The researcher employed test and interview guide as the instruments of the study. The instruments of this study are test sheet and interview guide. Data collection is conducted through by task based interview. Data analysis is done conducted in qualitatively descriptive qualitative-descriptive by reducing the data, presenting the data, and drawing the conclusion reducing, presenting and concluding data. There is no a difference of conceptual knowledge between male and female subjects in analyzing stage. There is no conceptual knowledge difference between male and female subjects in analyzing stage. Both of them less can identify the characteristic of quadrilateral exactly, so cannot organize the relationship among planes based on their characteristic. Both of them are less in identifying the properties of quadrilateral such that all subjects cannot organize the relation among planes based on their properties.Keywords : conceptual knowledge , analyzing stage, sex difference, quadrilateral.
PERSPEKTIF PHYLOGENESIS DAN ONTOGENESIS DALAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN ASPEK SEJARAH MATEMATIKA Fiangga, Shofan; Rosyidi, Abdul Haris; Siswono, Tatag Yuli Eko
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v6i2.1044

Abstract

History of mathematics discusses a historical aspect of mathematics concepts since its appearance and development through ages. Understanding the background of why a certain concept appears in mathematics, an innovation in teaching and learning material may be developed. The historical aspect of mathematics concept can be used as guided reinvention activities for the children to learn the concept. This idea is in line with what stated in curriculum 2013. However, to implement in curriculum 2013, there is no feasible framework that can be used to work on. One perspective that can be used in this implementation is phylogenensis and ontogenesis perspective. In this paper a discussion on how phylogenesis and ontogenesis may be used to implement the history in teaching mathematics will be presented. In addition, an example on how a history can be used as reference in learning is provided.
Penalaran Siswa dalam Menyelesaikan Soal Level Proses Kognitif Evaluasi pada Submateri Menggambar Grafik Fungsi Anggraini, Novita; Rosyidi, Abdul Haris
MATHEdunesa Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mathedunesa Volume 8 Nomor 3 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penalaran merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills). Proses kognitif yang termasuk dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi salah satunya adalah evaluasi.  Dalam menggambar grafik fungsi diperlukan adanya penalaran agar siswa tidak hanya menghafalkan prosedur menggambar grafik yang diajarkan oleh guru di sekolah. Proses kognitif evaluasi pada penelitian ini fokus pada proses memeriksa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran siswa dalam menyelesaikan soal level proses kognitif evaluasi pada submateri menggambar grafik fungsi. Pengumpulan data menggunakan dua metode yaitu tes dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah 2 siswa yang benar menggambar grafik fungsi dan 2 siswa yang salah menggambar grafik fungsi. Data dianalisis berdasarkan hasil tes soal level evaluasi pada submateri menggambar grafik fungsi dan wawancara.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Siswa yang benar menggambar grafik fungsi, dalam mengumpulkan fakta, siswa menyebutkan informasi yang tertulis dan tidak tertulis pada soal. Dalam membuat dugaan, siswa mengidentifikasi jenis fungsi untuk menduga bentuk grafik fungsi. Selain membuat dugaan, siswa juga memberikan alasan logis mengenai dugaan yang dibuat. Setelah memberikan alasan logis, siswa membuktikan dugaannya dengan menggambar grafik fungsi menggunakan langkah-langkah menggambar grafik dengan mengganti variabel pada fungsi dengan sebarang bilangan Real. Pada saat membuat kesimpulan, siswa memeriksa ketepatan perhitungan dalam menggambar grafik untuk memastikan jika kesimpulan yang akan dihasilkan benar, kemudian membuat kesimpulan dengan mengaitkan antara dugaan dengan bukti yang diperoleh, memvalidasi kesimpulan dengan cara menguji kesimpulan tersebut dengan soal lain yang sejenis. (2) Siswa yang salah menggambar grafik fungsi, dalam mengumpulkan fakta, siswa menyebutkan informasi tertulis, namun tidak menyebutkan informasi tidak tertulis. Dalam membuat dugaan, siswa mengidentifikasi jenis fungsi untuk menduga bentuk grafik fungsi. Selain membuat dugaan, ia juga memberikan alasan logis dari dugaan yang dibuat. Setelah memberikan alasan logis, siswa membuktikan dugaannya dengan menggambar grafik fungsi menggunakan langkah-langkah menggambar grafik dengan mengganti variabel pada fungsi dengan sebarang bilangan Real. Pada saat membuat kesimpulan, siswa memeriksa ketepatan perhitungan dalam menggambar grafik fungsi untuk memastikan kesimpulan yang dihasilkan benar. Pada saat memeriksa, siswa menemukan kesalahan dalam perhitungan dan letak titik pada bidang kartesius. Menurut siswa, kesalahan tersebut tidak berpengaruh pada hasil grafik fungsi. Membuat kesimpulan dengan mengaitkan antara dugaan dengan bukti yang diperoleh, pada saat membuat kesimpulan siswa menganggap benar bukti yang ia peroleh sehingga kesimpulan yang dibuat kurang tepat. Memvalidasi kesimpulan dengan cara menguji kesimpulan dengan soal lain yang sejenis. Kata Kunci: Penalaran,  Kognitif, Evaluasi,  Grafik, Fungsi