Articles

Found 13 Documents
Search

ISOLASI DAN UJI TOKSISITAS SENYAWA AKTIF DARI EKSTRAK METILENA KLORIDA (MTC) LENGKUAS PUTIH (Alpinia galanga (L)Willd)

CHEMISTRY PROGRESS Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.368 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi senyawa hasil isolasi ekstrak metilena klorida lengkuas putih, Alpinia galanga (L) Willd berdasarkan data spektra UV-Vis dan spektra IR, serta menentukan nilai Lethal Concentration (LC)50 senyawa aktif hasil isolasi. Pemisahan ekstrak metilena kloridamenggunakan kromatografi kolom gravitasi (KKG) menghasilkan 220 vial yang digabung menjadi 12 fraksi gabungan (fraksi A-L). Uji Brine Shrimps Lethality Test (BSLT) menunjukkan fraksi I berpotensi sebagai antikanker. Fraksi I dimurnikan lebih lanjut menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) preparatif hingga didapatkan 3 fraksi (I1, I2, dan I3). Fraksi I1 dan I2 diuji kemurniannya dengan KLT tiga sistem eluen dan KLT dua dimensi, menghasilkan senyawa murni, I1 dan I2. Senyawa I1 didapat sebanyak 3,67 mg padatan berwarna kuning dan senyawa I2 didapat sebanyak 6,97 mg padatan berwarna putih. Spektra UV-Vis senyawa I1 menunjukkan adanya cincin aromatik. Spektra IR senyawa I1 menunjukkan adanya gugus –OH, -C=O, -CH alifatik dan –C-O. Senyawa I1 diduga kuat sebagai senyawa flavonoid golongan flavon. Spektra UV-Vis senyawa I2 menunjukkan adanya kromofor -C=C yang tidak terkonjugasi. Spektra IR senyawa I2 menunjukkan adanya gugus –CH alifatik, –C=O, –C=C dan –C–O. Senyawa I2 diduga kuat golongan triterpenoid. Uji toksisitas dilakukan pada senyawa I2 dengan metode Brine Shrimps Lethality Test (BSLT) diperoleh nilai LC50 sebesar 62,4979 ppm. Senyawa I2 berpotensi sebagai antikanker.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi senyawa hasil isolasi ekstrak metilena klorida lengkuas putih, Alpinia galanga (L) Willd berdasarkan data spektra UV-Vis dan spektra IR, serta menentukan nilai Lethal Concentration (LC)50 senyawa aktif hasil isolasi. Pemisahan ekstrak metilena kloridamenggunakan kromatografi kolom gravitasi (KKG) menghasilkan 220 vial yang digabung menjadi 12 fraksi gabungan (fraksi A-L). Uji Brine Shrimps Lethality Test (BSLT) menunjukkan fraksi I berpotensi sebagai antikanker. Fraksi I dimurnikan lebih lanjut menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) preparatif hingga didapatkan 3 fraksi (I1, I2, dan I3). Fraksi I1 dan I2 diuji kemurniannya dengan KLT tiga sistem eluen dan KLT dua dimensi, menghasilkan senyawa murni, I1 dan I2. Senyawa I1 didapat sebanyak 3,67 mg padatan berwarna kuning dan senyawa I2 didapat sebanyak 6,97 mg padatan berwarna putih. Spektra UV-Vis senyawa I1 menunjukkan adanya cincin aromatik. Spektra IR senyawa I1 menunjukkan adanya gugus –OH, -C=O, -CH alifatik dan –C-O. Senyawa I1 diduga kuat sebagai senyawa flavonoid golongan flavon. Spektra UV-Vis senyawa I2 menunjukkan adanya kromofor -C=C yang tidak terkonjugasi. Spektra IR senyawa I2 menunjukkan adanya gugus –CH alifatik, –C=O, –C=C dan –C–O. Senyawa I2 diduga kuat golongan triterpenoid. Uji toksisitas dilakukan pada senyawa I2 dengan metode Brine Shrimps Lethality Test (BSLT) diperoleh nilai LC50 sebesar 62,4979 ppm. Senyawa I2 berpotensi sebagai antikanker.

Isolasi Dan Karakterisasi Senyawa α-Amirin Dari Kulit Batang Binjai (Mangifera Caesia)

VALENSI Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Valensi Volume 2//No.2//Mei 2011
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.161 KB)

Abstract

Telah dilakukan isolasi dan karakterisasi senyawa α-amirin dari kulit batang binjai (Mangiferacaesia). Hasil analisis spektra IR menunjukkan adanya gugus OH, C-H, C=C, dan gem dimetil.Spektra 1H-NMR dan 13C-NMR menunjukkan adanya 30 karbon, delapan diantaranya merupakanunit metil, dan satu ikatan rangkap. Struktur senyawa dikarakterisasi berdasarkan data spektroskopiIR dan NMR serta dibandingkan dengan data spektroskopi dari literatur. Berdasarkan data tersebut,senyawa hasil isolasi adalah α-amirin.

TRIMER RESVERATROL DARI KULIT BATANG SHOREA PARVIFOLIA DYER.

Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shorea atau yang dikenal sebagai meranti merupakan genus utama famili Dipterocarpaceae. Masyarakat banyak menggunakan tumbuhan ini sebagai bahan bangunan. Senyawa oligomer resveratrol banyak ditemukan dalam tumbuhan ini berupa dimer, trimer, dan tetramer resveratrol. Beberapa senyawa oligomer resveratrol yang berhasil diisolasi menunjukkan aktivitas biologi yang penting seperti anti-HIV, sitotoksik, anti-jamur, anti-inflamasi, dan anti-bakteri. Pada penelitian ini telah berhasil diisolasi senyawa trimer resveratrol dari ekstrak aseton kulit batang Shorea parvifolia Dyer. Struktur senyawa tersebut ditetapkan berdasarkan berdasarkan data spektroskopi UV, IR, and 1H-NMR.Kata kunci: trimer resveratrol, Shorea parvifolia Dyer., Dipterocarpaceae.

UJI HAYATI BSLT TERHADAP BATANG KASTURI (Mangifera casturi)

Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasturi merupakan tumbuhan khas daerah Kalimantan Selatan dan tersebar didaerah Banjarbaru, Martapura, Kandangan, dan Tanjung. Kasturi termasuk genusMangifera. Telah dilakukan uji keaktifan senyawa yang terkandung pada batangtumbuhan kasturi dengan menggunakan uji hayati Brine Shrimp Letality Test (BSLT).Sampel serbuk kering batang kasturi diekstraksi dengan metanol. Ekstrak metanolkemudian dipartisi dengan pelarut n-heksana dan MTC (metilen klorida). Masing-masingfraksi diuji keaktifannya dengan menggunakan uji hayati BSLT dan nilai persenkematiannya dihitung. Fraksi n-heksana paling aktif dengan konsentrasi yang mampumenyebabkan 50% kematian kurang dari 1000 ppm, sedangkan fraksi metanol sisa danfraksi MTC tidak aktif karena konsentrasi yang mampu menyebabkan 50% kematian lebihdari 1000 ppm dengan waktu pengamatan kematian selama 24 jam setelah perlakuan.Kata kunci : kasturi, Mangifera casturi, uji hayati

DUA SENYAWA TERPENOID ALKOHOL DARI RIMPANG LENGKUAS MERAH

Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan isolasi senyawa dari fraksi aseton rimpang lengkuas merah. Sebanyak 6Kg rimpang lengkuas segar dihaluskan dan dikeringkan sehingga diperoleh 900 g serbukkasar lengkuas kering, selanjutnya dimaserasi dengan 3 L aseton selama 24 jamsebanyak 3 kali. Ekstrak aseton disaring dan dipekatkan sehingga diperoleh 31,6 gekstrak kering. Ekstrak aseton yang diperoleh difraksinasi dengan kromatografi vakumcair (KVC) sebanyak 2 kali. KVC pertama sebanyak 15,0 g dan KVC kedua sebanyak16,6 g, masing-masing tahap diperoleh 30 fraksi. Fraksi 17A dan 8B masing-masingdikristalisasi dengan pelarut metanol, diperoleh senyawa 1 dan 2, keduanya berupapadatan berwarna putih. Kedua senyawa tersebut diuji kemurniannya dengankromatografi lapis tipis dan dianalisis strukturnya dengan Spektrofotometer Ultra Violet(UV) dan Infra Merah (IR). Dari data KLT dan data spektroskopi UV dan IR diketahuibahwa senyawa 1 dan 2 adalah golongan terpenoid alkohol.Kata kunci : isolasi, lengkuas merah, terpenoid alkohol

ISOLASI SENYAWA FENOLAT BERKHASIAT SITOTOKSIK DARI KULIT BATANG KASTURI (Mangifera casturi)

Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebanyak 2,8 kg serbuk kulit batang kasturi dimaserasi dengan pelarut metilen klorida(MTC) selama 3 hari. Ekstrak MTC dikeringkan dengan alat penguap putar diperoleh 37,0 gekstrak MTC kering. Fraksi MTC diuji daya sitotoksiknya terhadap BSLT dan dihitung dengananalisis probit dan diperoleh nilai LC50= 47,31 ppm. Fraksi MTC sebanyak 25,0 g dipisahkanlebih lanjut melalui berbagai tahapan proses pemisahan yaitu dengan Kromatografi VakumCair (KVC), Kromatografi Kolom Gravitasi (KKG), dan Kromatografi Lapis Tipis Preparatif(KLTP) hingga diperoleh senyawa murni. Senyawa yang diperoleh selanjutnya dianalisisdengan spektroskopi UV-Vis dan IR. Berdasarkan data-data spektroskopi tersebut, senyawafenolat hasil isolasi dari ekstrak MTC mengandung sistem aromatik dengan perpanjangankonyugasi, gugus hidroksil, gugus karbonil, dan sistem alifatik.Kata kunci : kasturi, Mangifera casturi, fenolat

ISOLASI SENYAWA ANTIOKSIDAN DARI KULIT BATANG TUMBUHAN BINJAI (Mangifera caesia)

Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan isolasi senyawa antioksidan dari kulit batang tumbuhan binjai (M. caesia). Aktivitas antioksidan senyawa hasil isolasi memiliki nilai IC50 sebesar 202,0 ppm yang lebih kecil dibandingkan dengan IC50 vitamin C sebesar 3,7 ppm.Kata kunci: binjai, M.caesia, senyawa antioksidan, isolasi

Uji Antioksidan Senyawa Terpenoid Dari Fraksi M-17 Ekstrak Metilena Klorida Kulit Batang Tumbuhan Kasturi (Mangifera casturi)

JURNAL PHARMASCIENCE Vol 3, No 1 (2016): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang isolasi senyawa dari ekstrak metilen klorida telah dilakukan. Hasil analisis diduga senyawa tersebut adalah senyawa (23-E)-27-nor-3β-hidroksisikloart-23-en-25-on. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan terhadap radikal DPPH. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikril hidrazil). Vitamin C digunakan sebagai kontrol positif. Senyawa 1 memiliki nilai IC50 sebesar 6.751 ppm dan IC50 vitamin C sebesar 2,98 ppm, sehingga senyawa ini tidak aktif antioksidan.  Kata kunci: Mangifera  casturi., antioksidan, triterpenoid

PEMANFAATAN CANGKANG BEKICOT (ACHATINA FULICA) SEBAGAI KATALIS UNTUK REAKSI TRANSESTERIFIKASI (Kajian Pengaruh Temperatur Reaksi dan Rasio Mol Metanol: Minyak)

Jurnal Fisika FLUX Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur kalsinasiterhadap kristalinitas dan aktivitas katalis CaO dari limbah cangkang bekicot (Achatinafulica) dalam sintesis biodiesel dari minyak sawit. Preparasi katalis dilakukan denganmengkalsinasi cangkang pada variasi temperatur 700oC, 800oC dan 900oC selama 4jam untuk mendapatkan senyawa CaO dan dianalisis dengan XRD (X-Ray Difraction)untuk mengetahui karakteristik katalis yang diperoleh. Katalis kemudian digunakanuntuk reaksi transesterifikasi untuk mengetahui aktivitas katalitik dari CaO. Hasil yangdidapat menunjukkan bahwa katalis terbaik didapatkan pada temperatur kalsinasi800oC. Kondisi terbaik dicapai pada temperatur reaksi transesterifikasi 60oC denganrasio mol metanol:minyak 12:1.Kata Kunci: Biodiesel, Cangkang Bekicot, Transesterifikasi, CaO.

Antioxidant Activity of Methanol Extract of the Purun Tikus (Eleocharis dulcis) Leaves

JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia) Vol 3, No 3 (2018): JKPK( Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.688 KB)

Abstract

Purun tikus (Eleocharis dulcis) is a kind of swamp plant, can be found in open water areas, both in swamps and rice fields. Purun tikus is an indicator vegetation of acidic sulfate soil. Chemically, plants that able to adapt to special or extreme conditions, usually produce a compound that are unique and have unique bioactivity as well. This paper reports a phytochemical screening of Purun tikus methanol extract and its antioxidant activity. The results showed that the methanol extract of Purun tikus leaves contained phenolic compounds, flavonoids, tannins and terpenoids. By using DPPH method as an antioxidant test, the methanol extract of purun tikus leaves showed a strong activity, with IC50 value was 58.58 ppm while vitamin C had an IC50 value of 4.50 ppm.