Silvia Rostianingsih
Program Studi Teknik Informatika

Published : 75 Documents
Articles

ADAPTIVE BACKGROUND DENGAN METODE GAUSSIAN MIXTURE MODELS UNTUK REAL-TIME TRACKING

Jurnal Informatika Vol 9, No 1 (2008): MAY 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.962 KB)

Abstract

Nowadays, motion tracking application is widely used for many purposes, such as detecting traffic jam and counting how many people enter a supermarket or a mall. A method to separate background and the tracked object is required for motion tracking. It will not be hard to develop the application if the tracking is performed on a static background, but it will be difficult if the tracked object is at a place with a non-static background, because the changing part of the background can be recognized as a tracking area. In order to handle the problem an application can be made to separate background where that separation can adapt to change that occur. This application is made to produce adaptive background using Gaussian Mixture Models (GMM) as its method. GMM method clustered the input pixel data with pixel color value as it’s basic. After the cluster formed, dominant distributions are choosen as background distributions. This application is made by using Microsoft Visual C 6.0. The result of this research shows that GMM algorithm could made adaptive background satisfactory. This proofed by the result of the tests that succeed at all condition given. This application can be developed so the tracking process integrated in adaptive background maker process. Abstract in Bahasa Indonesia : Saat ini, aplikasi motion tracking digunakan secara luas untuk banyak tujuan, seperti mendeteksi kemacetan dan menghitung berapa banyak orang yang masuk ke sebuah supermarket atau sebuah mall. Sebuah metode untuk memisahkan antara background dan obyek yang di-track dibutuhkan untuk melakukan motion tracking. Membuat aplikasi tracking pada background yang statis bukanlah hal yang sulit, namun apabila tracking dilakukan pada background yang tidak statis akan lebih sulit, dikarenakan perubahan background dapat dikenali sebagai area tracking. Untuk mengatasi masalah tersebut, dapat dibuat suatu aplikasi untuk memisahkan background dimana aplikasi tersebut dapat beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi. Aplikasi ini dibuat untuk memisahkan background dengan menggunakan metode Gaussian Mixture Models (GMM). Metode GMM melakukan cluster data piksel dengan menggunakan warna background tiap piksel sebagai dasarnya. Setelah cluster dibentuk, dilakukan pencocokan input sebagai distribusi, dimana distribusi yang dominan dijadikan sebagai background. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan Microsoft Visual C 6.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa algoritma GMM dapat beradaptasi terhadap background. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian yang sukses terhadap semua kondisi yang diberikan. Aplikasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut supaya proses tracking dapat terintegrasi dengan background yang adaptive. Kata Kunci : adaptive, background , Gaussian Mixture Models (GMM)

PEMODELAN PETA TOPOGRAFI KE OBJEK TIGA DIMENSI

Jurnal Informatika Vol 5, No 1 (2004): MAY 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A topography map is a map which have an information about surface of the land height at a place from the surface of the sea, that drawn with topographys lines. Topography information in topography map can be used to create three dimensions model of this maps surface. With this three dimension model, an object at the map can be seen more live as in the real world, and because of that to analyze a topography map could be done easier. Abstract in Bahasa Indonesia : Peta topografi adalah peta yang memiliki informasi tentang ketinggian permukaan tanah pada suatu tempat terhadap permukaan laut, yang digambarkan dengan garis-garis kontur. Informasi topografi yang terdapat pada peta topografi dapat digunakan untuk membuat model tiga dimensi dari permukaan tanah pada peta tersebut. Dengan model tiga dimensi maka objek pada peta dilihat lebih hidup seperti pada keadaan sesungguhnya di alam, sehingga untuk menganalisa suatu peta topografi dapat lebih mudah dilakukan. Kata kunci: Peta, Topografi, Geografi, Tiga Dimensi.

PEMBUATAN DATA WAREHOUSE PENGUKURAN KINERJA PROSES BELAJAR MENGAJAR DI JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS KRISTEN PETRA

Jurnal Informatika Vol 5, No 1 (2004): MAY 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The analysis of an academic process from a university is one of tools to help decision making for the next academic process and to solve problems from the academic process. Data warehouse can help to provide the data which is needed to show the performance measurement of academic process. The information from the data warehouse is about lecturer and students performance, students pass grade subjects, and summary from each point of it. Abstract in Bahasa Indonesia : Analisis proses belajar mengajar dalam suatu universitas merupakan salah satu alat bantu yang digunakan untuk mengambil keputusan dalam proses belajar mengajar berikutnya maupun untuk permasalahan-permasalahan yang terjadi pada proses belajar mengajar tersebut. Data warehouse dapat membantu penyediaan data yang dibutuhkan dalam pengukuran kinerja proses belajar mengajar tersebut. Informasi yang dihasilkan pada data warehouse tersebut adalah kinerja dosen, kinerja mahasiswa, tingkat kelulusan mata kuliah dan summary dari nilai tiap mata kuliah. Kata kunci: data warehouse, pengukuran kinerja proses belajar mengajar

PENENTUAN RUTE ANTAR KOTA YANG EFISIEN DENGAN MENGGUNAKAN ANALISA DATA GEOGRAFIK

Jurnal Informatika Vol 2, No 2 (2001): NOVEMBER 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Finding a path between cities is look like a simple thing but its also seems complicated because there are many costs which is influence the path finding. In Geographic Information System, an object from a map have information which is use to analysis many things. One of them is spatial data analysis, which is a modelling proses, manipulating and interpretation information about a feature geographic. This spatial data analysis is using grid, which is data model raster with two dimension which is group of pixels, where each cell containing a value, called weighted cell. Using euclidean algorithm which include weight of grid, without notice the direction of the path, can make the best effisien path with leact cost path analysis. Abstract in Bahasa Indonesia : Menentukan rute dari suatu kota ke kota lain, merupakan hal yang terlihat sederhana namun sering terasa rumit karena banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan rute. Dalam Sistem Informasi Geografik, suatu obyek pada peta mempunyai informasi yang dapat digunakan untuk melakukan banyak analisa. Salah satunya adalah analisa data spatial, yaitu proses pemodelan, pengolahan dan interpretasi informasi tentang suatu fitur geografik. Analisa data spatial tersebut dilakukan dengan menggunakan grid, yaitu model data raster dengan dua dimensi ruang yang terdiri dari kumpulan piksel, dimana tiap sel menyimpan sebuah nilai. Pemberian nilai tiap piksel untuk analisa disebut bobot untuk tiap sel. Dengan menggunakan algoritma euclidean yang memperhatikan bobot tiap grid, tanpa memperhatikan arah rute, dapat dihasilkan satu rute efisien yang terbaik dengan mencari rute yang mempunyai bobot akumulatif terkecil. Kata kunci: rute, sistem informasi geografik, analisa data spatial, algoritma euclidean.

KOMUNIKASI MODEM SERIAL DENGAN MENGGUNAKAN POINT TO POINT PROTOCOL PADA SISTEM OPERASI LINUX

Jurnal Informatika Vol 3, No 1 (2002): MAY 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Linux Operating System which growing rapidly this day start to attract many people, especially academic and proffesionals in computers world. Many things which make Linux more attractive is the open sources characterictic, which mean its application is freely available to everyone. In fact, we can get the source code easily, and the stabilize as an operating system getting admission by many society. Linux also can make a connection between modem, even internet. Linux also support the client-server system. Therefore, Local Area Network system can use only one modem as the connection for many computers to go through the internet. Point to point protocol is one of the protocols which used to do the connection to the internet or LAN, because of a lot of things its provided easily, especially the installation and the used of it. Abstract in Bahasa Indonesia : Sistem operasi Linux yang berkembang dengan pesat akhir-akhir ini mulai menarik minat sebagian orang, terutama kalangan akademisi dan profesional yang berkecimpung di dunia komputer. Beberapa hal yang membuat Linux semakin diminati adalah sifat Linux yang open source, artinya banyak aplikasi bersifat gratis, tidak diharuskan untuk membayar. Bahkan source codenya bisa didapatkan dengan mudah, serta kestabilan Linux sebagai sistem operasi mulai diakui oleh banyak kalangan. Sistem operasi Linux juga dapat melakukan hubungan antar modem, bahkan dapat melakukan koneksi ke Internet. Sistem operasi Linux juga mendukung sistem client-server. Jadi di dalam suatu sistem Local Area Network dapat menggunakan hanya dengan satu modem saja untuk dapat koneksi ke Internet dengan menggunakan banyak komputer. Point to Point Protocol merupakan salah satu protocol yang banyak sekali dipakai untuk melakukan koneksi ke Internet maupun ke LAN, karena beberapa kemudahan yang dimiliki, terutama proses instalasi dan penggunaannya. Kata kunci: point to point protocol, linuc, client-server.

PENGARUH DESAIN TERHADAP PENERAPAN EFEKTIFITAS DATABASE MELALUI BEBERAPA CONTOH KASUS

Jurnal Informatika Vol 6, No 1 (2005): MAY 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main foundation of information system is database and programming. Inefficient database and unstructured programming can influence information system performance. Database design is very important, including the data design, data domain and relationship. Unstable design can cause data lost, inconsistent data, redundancy data, slow data updating and many more. A some presented in this paper study cases here show how important the step of design before the step of making database, which is called the design of logical data model. From these study cases here, we can see that design will influence the database. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam suatu sistem informasi, landasan yang utama adalah database dan implementasi prgoram. Database yang tidak efektif dan implementasi program yang tidak terstruktur dapat mempengaruhi performansi sistem informasi tersebut. Pengaruh desain terhadap database sangatlah besar, termasuk desain data, tipe data maupun relasinya. Pembuatan desain yang tidak dibangun dengan cermat dapat menyebabkan hilangnya data yang dibutuhkan, data yang tidak konsisten, redundansi data, proses update yang lambat dan banyak hal lain. Untuk menghindari hal tersebut, dibuatlah beberapa contoh kasus yang dapat menunjukkan betapa pentingnya desain sebelum pembuatan database yaitu pembuatan logical data model. Dari contoh kasus yang diberikan, dapat dilihat bahwa desain mempengaruhi database yang akan dibentuk. Kata kunci: database, logical data model.

ARSITEKTURAL DAN PEMROSESAN JARINGAN MENGGUNAKAN AGEN CERDAS MOBILE

Jurnal Informatika Vol 6, No 1 (2005): MAY 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to learn architecture and process-networking system in distributed computational using mobile intelligent agent. This technology attract people in order to develop system potential on distributed system, intelligent agent, intelligent distributed and e-commerce. In network processing, this method is used to reduce the network resource needed, asynchronous execution and effectively automatic system. This network protocol is one of network resources, which determines the structure of mobile agent hierarchy in migration agent process, as transmission data need. In wireless technology based the agent is used to control mobility in communication line. Mobile intelligent agent used to solve the data communication problem such as in system boundary limitedness and the speed of processing data. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengkajian arsitektural dan sistem pemrosesan jaringan dalam sistem komputasional terdistribusi menggunakan agen cerdas mobile. Teknologi ini menarik perhatian dari berbagai kalangan karena potensial dalam pengembangan system pada mesin terdistribusi, mesin cerdas cerdas terdistribusi dan e - commerce. Pada pemrosesan dalam jaringan, metode ini dapat mereduksi penggunaan sumberdaya jaringan, eksekusi secara asinkron dan automatisasi system secara efektif. Protokol jaringan merupakan salah satu sumberdaya jaringan yang menentukan struktur hierarki agen mobile khususnya dalam proses migrasi agen sesuai kebutuhan transmisi data. Pada jaringan berbasis wireless teknologi agen digunakan untuk pengendalian mobilitas pengguna dalam dinamika jalur komunikasi. Sistem agen cerdas mobile dapat menyelesaikan permasalahan yang menjadi kendala dalam komunikasi data seperti keterbatasan jangkauan sistem dan kecepatan pemrosesan data sistem. Kata kunci: agen cerdas mobile, sistem pemrosesan jaringan.

PENGGUNAAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK PEMILIHAN PORTFOLIO SAHAM DALAM MODEL MARKOWITZ

Jurnal Informatika Vol 6, No 2 (2005): NOVEMBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modern portfolio theory is based on asumption that investor can choose his proportion asset in portfolio, so they can minimize the risk and maximize the return. This paper presents the use of genetic algorithm (GA) to optimize the choice of share portfolio in markowitz model by representing the efficient set portfolio. GA represent the efficient set using undirect representation to avoid infeasible solution and penalty function. From the implementation, it can be concluded that GA is one of methods which is able to obtain optimum point from portfolio. Abstract in Bahasa Indonesia : Teori portofolio modern mendasarkan teorinya pada asumsi bahwa investor bertindak secara rasional dengan memilih proporsi asetnya dalam sebuah portofolio sedemikian rupa sehingga dapat meminimalkan resiko dan memaksimalkan return. Dalam paper ini penulis mencoba menyajikan penggunaan algoritma genetika (Genetic Algorithm/GA) untuk optimasi pemilihan portofolio saham dalam model markowitz dengan cara merepresentasikannya sebagai kumpulan portofolio yang efisien (the efficient set portofolio). GA merepresentasikan kumpulan yang effisien ini dengan menggunakan representasi tidak langsung untuk menghindari solusi yang tidak feasible dan fungsi penalti. Dari hasil yang telah diimplementasikan dapat disimpulkan bahwa GA dapat digunakan sebagai salah satu metode yang cukup berhasil dalam menemukan titik optimum dari sebuah portofolio. Kata kunci: markowitz, teori portofolio, algoritma genetika.

PEMBUATAN KOMPONEN UNTUK MELAKUKAN MAINTAIN PADA PENJADWALAN PROSES PRODUKSI Studi Kasus: Perusahaan Perakitan Emas

Jurnal Informatika Vol 7, No 1 (2006): MAY 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Production planning process often changed in schedule, process, or material quantity. Therefore, Production Planning Control (PPC) needs interactive application to help arrange the production scheduling to manage it easier and see the changed schedule immediately. The material requirement, process and schedule are calculated from customers order. After that, the production scheduling is transform into Gantt chart which can manage it interactively. The schedule managing done by doing changing the process sequence, erasing the process, move the process, and break down the process. With this interactive scheduling, PPC can manage the production scheduling as the existing system changing. Abstract in Bahasa Indonesia : Penjadwalan proses produksi sering kali mengalami perubahan baik jadwal, proses, maupun jumlah bahan baku. Oleh karena itu, diperlukan pembuatan aplikasi yang interaktif sehingga bagian Production Planning Control (PPC) dapat mengatur jadwal produksi dengan mudah dan dapat langsung melihat perubahan jadwal yang dilakukan. Pesanan dari pelanggan akan dihitung kebutuhan bahan baku dan ditentukan proses serta penjadwalannya. Kemudian dibuat jadwal produksi dalam bentuk Gantt chart yang dapat diatur secara interaktif. Pengaturan jadwal dapat dilakukan dengan melakukan perubahan terhadap urutan proses, menghapus salah satu proses, menggeser proses, dan memecah proses. Dengan adanya penjadwalan yang interaktif ini, PPC dapat mengubah jadwal produksi sesuai dengan perubahan yang terjadi pada sistem yang sedang berjalan. Kata kunci: interaktif, penjadwalan, proses produksi.

VISUALISASI GAMBAR BIOMEDIS TIGA DIMENSI DISERTAI APLIKASI SISTEM INFORMASI YANG INTERAKTIF

Jurnal Informatika Vol 8, No 2 (2007): NOVEMBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The medical imaging technologies for diagnostic purposes have increased significantly in the last three decades. This has been marked by the development of CT (Computed Tomography) and MRI (Magnetic Resonance Imaging) that can produce high resolution and high dimensionality images. Those images are presented as a set of two dimensional image sequences. In order to equip medical staff to better analyse the images, a visualization system is needed. In this research, a software that can transform the medical datasets into a three dimensional visualization has been developed. This software is also integrated with system information that can provide information regarding the images and also the patients. Abstract in Bahasa Indonesia : Kemajuan dunia penggambaran medikal untuk keperluan diagnosa telah mampu menghasilkan gambar beresolusi tinggi seperti CT (Computed Tomography) maupun MRI (Magnetic Resonance Imaging). Gambar-gambar tersebut memberikan informasi data tiga dimensi dari pasien yang disajikan dalam bentuk suatu set irisan gambar dua dimensi. Karena itu diperlukan aplikasi yang dapat menyajikan tumpukan gambar dua dimensi tersebut dalam suatu visualisasi tiga dimensi sehingga dapat membantu staf medis untuk memberikan diagnosa yang lebih akurat. Dalam penelitian ini telah dikembangkan suatu perangkat lunak yang dapat mentransformasikan kumpulan gambar medikal dua dimensi ke dalam suatu visualisasi tiga dimensi. Perangkat lunak tersebut juga diintegrasikan dengan suatu sistem informasi yang dapat memberikan detil gambar maupun informasi-informasi lain yang berkaitan dengan pasien. Kata kunci: computed tomography, magnetic resonance imaging, visualisasi tiga dimensi.

Co-Authors Adi Wibowo Adiel Wila Kitu, Adiel Wila Agustinus Noertjahyana Albert Kristian Dupa Alexander Christofer Liem Alexander Setiawan Alexandro Yamin Suwito Alvin Ferdinandus, Alvin Andi Soei Andreanus Agung Andreas Handojo Andryanto Hartono Andy Setiabudi Anita Nathania Purbowo Arif Wiratama P. Bill Roger Abel, Bill Roger Billy Syah Putra Kardiono Budhi Wijaya Christian - christian christian Chu Fa The Dandy Dhammatha Budi Rungkat Daniel Surya Tangel Danny - David Tanujaya, David Davin Ardian Tansil, Davin Ardian Djoni Haryadi Setiabudi Elvino Shangdarma Wijaya Eric Jonathan Riyanto Erwan, Lie Verry Febry Suryanto Fenycia Noviani Tjhandra, Fenycia Noviani Fernanto, Glenn Ferio Frederick Alexander Tedjokumolo Fredy Setiawan Wibisono Ginno Samuel Tangkas Soetedjo Gregorius Satia Budhi Hadiprasetyo, Darmawan Hendy Thomas Herman, Hendy Thomas Henry Novianus Palit Ian Michel Kabinani Ibnu Gunawan Irawan Hady, Irawan Ivan Handoyo Jennifer Giovanni Sumargo, Jennifer Giovanni Justinus Andjarwirawan Justius Andjarwirawan Karla Usmana Kartika Gunadi Kharisma, Faren Areita Kurniawan Santoso Lady Joanne Tjahyana Leo Willyanto Santoso Liliana - Liliana -- Liliana Liliana Lily Puspa Dewi Lois Christian, Lois Lucky Kurniawan, Lucky Machael Cahyadi, Machael Marshel Sanoto Maximillian Jodjana, Maximillian Michael Chang, Michael Nikolas Wijaya Karundeng Odwin Viator Hartedja, Odwin Viator Oktaviano, Aaron Dwi Caesar Patricia Tanjaya, Patricia Paula Ayu Astelia, Paula Ayu Prayudi Suseno Rolly Intan Rudy Adipranata Saarce Elsye Hatane Sanjaya, Cenius Santoso, Alvin Nathaniel Sendy Andrian Sugianto Setiono, Audrey Sri Yulianto J.P.M. Stefanus Ericko, Stefanus Suteja, Steven Tanuseputero, Timotius Alvin Timotius Jayadi Pranoto Tintus Wijaya Tjan Billy Vincent Tjindrata Budianto Tjio Roy Abrianto Suciono, Tjio Roy Abrianto Triyono, Dedy Vennytha Lengkong Vincent Chiptodjojo Wawan Taufiq N. Widodo, Timotius Reinaldo William Onnyxiforus Purnomo, William Onnyxiforus William Surya Wijaya Yosep - Yulia - Yulia Yulia Yustinus Christian Adinata Yvonne Nathania, Yvonne