Muswardi Rosra
Universitas Lampung

Published : 33 Documents
Articles

Found 33 Documents
Search

STUDI KASUS SISWA UNDERACHIEVER DI SMP NEGERI I KOTABUMI LAMPUNG UTARA Arfalah, Shufiyanti; Rosra, Muswardi; Giyono, Giyono
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.868 KB)

Abstract

This research was aimed to describe the students characteristic in terms of underachiever and its causal factors. Qualitative by case study model was used in this research as research method. Semi structure interview, observation, and documentation were used in this research to collect the data. A student who gets underachiever was the researchs subject. Miles and Huberman technique were used to analyze the data. The result showed that underachiever HT had the characteristics such as low self-esteem and low academic self-esteem, avoided schools tasks. Casual factors of underachiever HT were learning strategy, psychology factor, including emotion factor. Moreover, low motivation, psychosocial factor in terms of family, less attention from the parents, fathers punishment for HT, and parents critics were the factors for underachiever. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah memperoleh gambaran mengenai karakteristik siswa yang mengalami underachieverdan faktor-faktor penyebabnya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan model penelitian studi kasus.Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara semiterstruktur, observasi dan dokumentasi.Subjek penelitian satu orang siswa yang mengalami underachiever. Analisis data menggunakan teknik model Miles dan Huberman. Kesimpulannya yaitu HT mengalami underachiever dengan karakteristik rendahnya self-esteemdan rendahnya konsep diri akademik.Faktor-faktor yang menyebabkan HT mengalami underachiever strategi dalam belajar, faktor kondisi psikologis, faktor emosi.Faktor motivasi yang rendah, faktor kondisi psikososial yaitu kondisi keluarga, orangtua kurang memberikan perhatian, seringnya ayah memberi hukuman kepada HT dan orangtua yang sering mengkritik menjadi faktor penyebab underachiever.Kata kunci: bimbingan dan konseling, faktor penyebab, underachiever
KENDALA PELAKSANAAN KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING Noprita, Noprita; Rosra, Muswardi; Mayasari, Shinta
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.33 KB)

Abstract

The purpose of this research was to determine the constraints in the implementation of guidance and counseling in SMAN 1 Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat. Problem in this research was an obstancle in the implementation. The method used in this research was descriptive method. The data collection technique was using interview, questionnaire and documentation. The population in this study was 5 guidance and counseling teachers at SMAN 1 Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat year of 2013/2014. These results indicated that (1) lack of control of services by teacher guidance and counseling (2) lack tools and equipment and the limited budget available (3) cooperation beetween school and guidance and counseling teacher were not yet fully effective and also the school cant provide effective scheduling for the implementation of BK in the school. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui kendala-kendala dalam pelaksanaan Kegiaatan bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat. Masalah dalam penelitian ini adalah kendala pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, angket/koesioner dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan kepada 5 orang guru bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat sekaligus menjadi populasi dan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Minimnya penguasaan layanan yang ada oleh tenaga guru bimbingan dan konseling (2) Kurangnya alat perlengkapan dan terbatasnya anggaran dana (3) Kerjasama antara pihak sekolah dengan guru bimbingan dan konseling yang belum sepenuhnya berjalan efektif dan juga pihak sekolah belum bisa memberikan penjadwalan yang efektif untuk pelaksanan BK di sekolah.Kata kunci: bimbingan dan konseling, kendala, kegiatan bimbingan dan konseling
PENGGUNAAN TEKNIK MODELING DALAM KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEBIASAAN BELAJAR PADA SISWA Sylviana, Natalia Devi; Rosra, Muswardi; Zulkifli, Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.595 KB)

Abstract

The purpose of this study is to determine the use of modeling techniques in group counseling which can improve study habits. The problem in this research is the students who have low learning habits. This study is a quasi-experimental design with types One-group pretest-posttest design. Research subjects were 11 students who have poor study habits. Data collection technique used scale study habits. The results showed that 36.81% increase learning habits that Zcount < Ztable (-2,938< 11), then Ha received means then use of modeling techniques in group counseling can improve study habits with a significance level of 5%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan teknik modeling dalam konseling kelompok dapat meningkatkan kebiasaan belajar. Masalah dalam penelitian ini adalah siswa yang memiliki kebiasaan belajar yang rendah. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental design dengan jenis One-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 11 siswa yang memiliki kebiasaan belajar yang rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kebiasaan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan belajar meningkat 36,81% bahwa Zhitung < Ztabel (-2,938<11) maka Ha diterima artinya penggunaan teknik modeling dalam konseling kelompok dapat meningkatkan kebiasaan belajar yang baik dengan taraf signifikansi 5%.Kata kunci: kebiasaan belajar, konseling kelompok, teknik modeling
PENINGKATAN SELF ESTEEM SISWA KELAS X MENGGUNAKAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK Ayuevita, Tri Oktha; Rosra, Muswardi; Mayasari, Shinta
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.021 KB)

Abstract

This research aim was to determine the increase in self esteem by using group counseling service. Research problem was the students who have low self esteem. Research method was a quasi experimental method with nonequivalent control design. Research subjects were 19 students who have low self esteem, 10 students were experimental group and 9 students were control group. Data collection technique was using self esteem scale. Results of the study by wilcoxon test showed that the students self esteem increased 39.9 % and figures probability < 0,05 (0,005 < 0,05) so Ha was received , it means that students self esteem can be improved using group counseling services.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan self esteem menggunakan layanan konseling kelompok. Masalah penelitian ini adalah siswa memiliki self esteem yang rendah. Metode penelitian ini adalah metode quasi eksperimental dengan desain nonequivalent control. Subjek penelitian sebanyak 19 siswa yang memiliki self esteem rendah, 10 siswa kelompok eksperimen dan 9 siswa kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan skala self esteem. Hasil penelitian dengan uji wilcoxon menunjukkan bahwa self esteem siswa meningkat 39,9% dan angka probabilitas < 0,05 (0,005 < 0,05) maka Ha diterima, artinya bahwa self esteem siswa dapat ditingkatkan menggunakan layanan konseling kelompok.Kata kunci : bimbingan dan konseling, konseling kelompok, self esteem.
DUKUNGAN SISTEM PENYELENGGARAAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH KECAMATAN SEKAMPUNG Febritus, Wita; Dahlan, Syarifuddin; Rosra, Muswardi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.878 KB)

Abstract

The purpose of this research was to describe aspects of the guidance and counseling support system. This research is using survey method, with interviews and observations as data collection techniques. The sources are 24 counselor. Data analysis technique use percentage descriptive. The results are the guidance and counseling support system is a collaboration counselor with teacher for the study in the handling of students who have trouble learning (87,5%), collaboration counselor with the parents of students in order to data collection of students learning activities at home (87,5%), collaboration counselor with psychologist to the psychological tests (0%), counselor activeness teacher in ABKIN (41,7%), the special room of guidance and counseling (11.1%), an instrument of AUM (41,7%), complete counseling program documents (50%), technical supporting that is computer (62,5%), the allocation of funds for home visit (54,2%), and scheduled time allocation is 1 hours/sunday/classes for guidance class. (16,7%).Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aspek-aspek dukungan sistem penyelenggaraan bimbingan dan konseling. Menggunakan metode survey, dengan wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan datanya. Informannya 24 orang guru BK. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase.Hasilnya, aspek-aspek dukungan sistem adalah kolaborasi guru BK dengan wali kelas/guru bidang studi dalam penanganan siswa yang memilikiprestasi belajar rendah (87,5%), kolaborasi guru BK dengan orang tua siswa dalam rangka pengumpulan data kegiatan belajar siswa di rumah (87,5%), kolaborasi guru BK dengan psikolog untuk pengadaan tes psikologi (0%), keaktifan guru BK dalam ABKIN (41,7%), adanya ruang khusus BK (11,1%), instrumen pengumpul data AUM (41,7%),dokumen program BK lengkap (50%), penunjang teknis komputer (62,5%), alokasi dana untuk home visit (54,2%) dan alokasi waktu terjadwal 1 jam pelajaran/minggu/kelas untuk bimbingan klasikal (16,7%).Kata kunci: bimbingan dan konseling, dukungan sistem, penyelenggaraan
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK Nurhakim, Ikhwan; Rosra, Muswardi; Latif, Syaifuddin
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 4 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.495 KB)

Abstract

The purpose of this research was to know the increasing of student’s study motivaton using group guidance service. The research problem was students who have low study motivation. The research method was pre-experimental by using one group pretest and posttest design. The research subjects were 8 students who have low learning motivation. The data collection technique was using learning motivation scale. The data analysis was using wilcoxon test. It showed that student’s study motivation increased 60,06% and Zoutput&lt;Ztable (-2,524&lt;1,645) so Ha was received, it means that student’s learning motivation can be increased by using group guidance services. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa menggunakan layanan bimbingan kelompok. Masalah penelitian ini adalah siswa memiliki motivasi belajar yang rendah. Metode penelitian ini adalah metode pre- eksperimental dengan menggunakan one group pretest and postest design. Subjek penelitian sebanyak 8 siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala motivasi belajar. Analisis data dengan menggunakan uji wilcoxon menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 60,06% dan Z output &lt; Z tabel (-2,524&lt;1,645), maka Ha diterima, artinya bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan menggunakan layanan bimbingan kelompok. Kata kunci : bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, motivasi belajar.
PENGGUNAAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI PADA SISWA KELAS XI SMK Roza, Emilia; Rosra, Muswardi; Zulkifli, Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 4 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.399 KB)

Abstract

The objective of this research was to determine the use of group counseling to improve self concept in students. This study was pre-experimental research, with one-group pretest-posttest design. The subject in this research were 9 students. Data collection technique used scale. The data analysis using the Wilcoxon test, from pretest and posttest it was obtained that zratio = -2.666 &lt; ztable = 1.645 then Ho is rejected and Ha accepted, which means that the student’s self concept could be increased through group counseling service. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan konseling kelompok untuk meningkatkan konsep diri pada siswa. Penelitian ini bersifat pre eksperimental dengan jenis one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 9 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon, dari hasil pretest dan posttest diperoleh zhitung = –2,666&lt; ztabel = 1,645 maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya konsep diri dapat ditingkatkan melalui layanan konseling kelompok pada siswa. Kata kunci : bimbingan konseling, konseling kelompok, konsep diri 
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN PENDAPAT MENGGUNAKAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING SISWA KELAS XII SMA Wahyuning, Desti; Rosra, Muswardi; Mayasari, Shinta
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.172 KB)

Abstract

The purpose of this research was to increase the capability to express the opinion with using assertive training techniques. This study used quasi experimental methods research, with one-group pretest-posttest design. The research subject were 10 students. Data collection technique used observation. The result of data analysis by using the Wilcoxon test showed that zratio = -2.805 < ztable = 1.645 then Ho is rejected and Ha is accepted, it meant that the capability to express the opinion of student can be improved by using assertive training techniques.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan mengungkapkan pendapat dengan menggunakan teknik assertive training. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan jenis one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 10 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil analisis data dengan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa zhitung = 2,805< ztabel = 1,645 maka Ho ditolak dan Ha diterima, itu berarti kemampuan mengungkapan pendapat siswa dapat ditingkatkan menggunakan teknik assertive training.Kata kunci : bimbingan konseling, assertive training, mengungkapkan pendapat
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN PENDAPAT MENGGUNAKAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING SISWA KELAS XII SMA Wahyuning, Desti; Rosra, Muswardi; Mayasari, Shinta
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 1 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.005 KB)

Abstract

The purpose of this research was to increase the capability express the opinion with using assertive training techniques. This study to quasi experimental methods research, with one-group pretest-posttest design. The research subject were 10 students. Data collection technique used observation. The result of data analysis by using the Wilcoxon test showed that zratio = -2.805 < ztable = 1.645 then Ho is rejected and Ha accepted, it meant that the capability to express the opinion of student can be improved using assertive training techniques.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan mengungkapkan pendapat dengan menggunakan teknik assertive training. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan jenis one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 10 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil analisis data dengan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa zhitung = 2,805< ztabel = 1,645 maka Ho ditolak dan Ha diterima, itu berarti kemampuan mengungkapan pendapat siswa dapat ditingkatkan menggunakan teknik assertive training.Kata kunci : bimbingan konseling, assertive training, mengungkapkan pendapat
HUBUNGAN KONSEP DIRI POSITIF DENGAN PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA FKIP UNILA LUAR LAMPUNG Astuti, Aslama Puji; Rosra, Muswardi; Zulkifli, Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 4 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.416 KB)

Abstract

This study aimed to determine the correlation between positive self-concept with self-adjustment in college students of Teacher Training and Education Faculty, University of Lampung in 2014 academic year whose coming from outside of Lampung province. The population were 59 college students of FKIP University of Lampung in 2014 academic year whose coming from outside of Lampung province. The instrument used was the scale of positive self-concept and self-adjustment. So all data obtained was analyzed using statistic Correlation Product Moment Pearson. The result of this study showed that there is positive correlation between variables, which means the higher positive self-concept, the higher self-adjustment on a college students, with the rxy = 0.669 and r2 = 44.76%.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan konsep diri positif dengan penyesuaian diri pada mahasiswa FKIP Universitas Lampung angkatan 2014 dari luar Propinsi Lampung. Populasi penelitian yaitu 59 mahasiswa FKIP Universitas Lampung angkatan 2014 dari luar Propinsi Lampung. Instrumen penelitian menggunakan skala konsep diri positif dan penyesuaian diri. Teknik analisis data menggunakan statistik korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri positif dan penyesuaian diri memiliki korelasi yang kuat, artinya terdapat hubungan positif antar kedua variabel, sehingga semakin tinggi konsep diri positif maka semakin tinggi penyesuaian diri pada mahasiswa baru, dengan nilai rxy = 0,669  dan r2 = 44,76%.Kata kunci :  bimbingan dan konseling, jenis kelamin, konsep diri positif, penyesuaian diri