Articles

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Keals II SD Kecil Poraegoa Indah Paranggi Kecamatan Ampibabo Pada Mata Pelajaran PKn Dengan Metode Pemberian Tugas Individu

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 3, No 3 (2015): Junal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.078 KB)

Abstract

Permasalahan mendasar pada penelitian ini adalah apakah penggunaan metode pemberian tugas secara individual dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDK Paraegoe Indah Paranggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan metode pemberian tugas individual dalam meningkatkan  hasil belajar siswa kelas II SDK Paraegoe Indah Paranggi pada mata pelajaran PKn. Jenis data yang diambil adalah data kuantitatif dan Teknik pengumpulan adalah observasi dan tes proses dan hasil pembelajaran. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 18 orang siswa kelas II SDK Paraegoa Indah Paranggi. Proses penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan 2 siklus dengan prosedur tindakan 1 perencanaan, 2 pelaksanaan, 3 observasi, 4 refleksi. Hasil penelitian pada siklus pertama dalam pembelajaran menunjukkan bahwa hasil tes siklus satu pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas individual, terjadi peningkatan hasil pembelajaran dimana terdapat sebanyak 12 (66,66%) orang siswa dengan kriteria tuntas dan masih 6 orang siswa yang belum tuntas atau rata-rata persentase 34,34%. Memperhatikan hasil tersebut di atas dapat di simpulkan untuk sementara bahwa daya serap individu sudah memperlihatkan trend kenaikan secara bertahap, begitu pula dengan ketercapaian ketuntasan klasikal yang juga memperhatikan kenaikan nilai presentase. Kemudian pada siklus kedua dari Jumlah siswa yang tuntas adalah 16 dari 18 siswa keseluruhan dengan ketuntasan belajar klasikal adalah 88,88% dan daya serap klasikal adalah 70,55%, maka dinyatakan tuntas. Kata Kunci: Peningkatan, Belajar, Metode Pemberian Tugas Individu

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Metode Inkuiri Terbimbing di Kelas IV SD Inpres 3 Terpencil Baina’a

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 6 (2016): Junal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui metode inkuiri. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilaksanakan 2 siklus yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data yang diambil adalah data kualitatif yaitu data hasil observasi diperoleh dari hasil pengamatan situasi pembelajaran. Serta data kuantitatif yaitu data hasil belajar diperoleh dari hasil tes. Hasil penelitian I diperoleh tuntas individu 7 orang dan tidak tuntas individu 4 orang dengan persentase daya serap klasikal 73,19% dan ketuntasan belajar klasikal 63,64%. Hasil belajar siklus II satu siswa dinyatakan semua tuntas individu, diperoleh persentase yaitu 100% dengan persentase daya serap klasikal 86,59%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA siswa kelas IV SD Inpres 3 Terpencil Baina’a. Kata Kunci: Hasil Belajar, IPA, Inkuiri Terbimbing,

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Pokok Bahasa Energi Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Siswa Kelas IV SDN 1 Siwalempu

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 5, No 7 (2017): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Terdiri beberapa aspek perlakuan dan pengamatan utama yaitu  peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD. Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa  kelas IV SDN 1 Siwalempu? Penelitian dilaksanakan di SDN 1 Siwalempu, melibatkan 32 orang siswa yang terdaftar pada tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada tindakan siklus I diperoleh KBK 62,5% dan DSK 64,37%. Pada tindakan siklus II diperoleh KBK 90,62% dan DSK 79,06 %. Hal ini berarti pembelajaran pada siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan dengan nilai daya serap klasikal minimal 65% dan ketuntasan belajar klasikal minimal 80%. Berdasarkan nilai rata-rata daya serap klasikal dan ketuntasan belajar klasikal pada kegiatan pembelajaran siklus II, maka dapat disimpulkan bahwa perbaikan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada konsep energi di SDN 1 Siwalempu. Kata Kunci: hasil belajar siswa dan Model Kooperatif tipe STAD

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI WISATAWAN DALAM MELAKUKAN WISATA HERITAGE DI KAWASAN BRAGA KOTA BANDUNG

Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Indonesia Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Manajemen Resort & Leisure
Publisher : Manajemen Resort dan Leisure

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.035 KB)

Abstract

Motivasi wisatawan dipengaruhi oleh faktor pendorong (push factor) dan faktor penarik (pull factor). Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri wisatawan itu sendiri. Sedangkan, faktor penarik adalah faktor-faktor yang berasal dari luar diri wisatawan, biasanya berupa keadaan dari destinasi yang akan dikunjungi. Setiap wisatawan memiliki faktor yang mempengaruhi motivasi yang berbeda dalam melakukan kegiatan wisata. Perbedaan jenis wisata yang dilakukan membuat berbeda pula faktor yang mempengaruhi motivasinya. Salah satunya, wisata heritage. Kota Bandung memliki daerah-daerah tujuan wisata heritage yang potensial, salah satu diantaranya adalah kawasan Braga. Bangunan-bangunan peninggalan masa pemerintahan Belanda masih kokoh berdiri di sepanjang jalan Braga ini.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis faktor. Hasil kuisioner yang didapat kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis faktor. Hasil analisis tersebut kemudian dideskriptifkan untuk mendapatkan gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi wisatawan dalam melakukan wisata heritage.

PENGARUH SERVICESCAPE TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG DI FLOATING MARKET LEMBANG

Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Indonesia Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Manajemen Resort & Leisure
Publisher : Manajemen Resort dan Leisure

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.996 KB)

Abstract

Floating Market Lembang pada awalnya suatu danau yang dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi objek wisata. Daya tarik yang ditawarkan oleh Floating Market Lembang adalah suasana danau yang dimanfaatkan untuk berkegiatan dan dipergunakan untuk aktifitas wisata. Berbagai produk serta aktifitas dan atraksi yang ditawarkan di Floating Market Lembang tentunya bertujuan untuk memberikan kepuasan kepada para pengunjungnya. Kepuasan pengunjung tersebut dapat diciptakan, salah satunya dengan memperhatikan servicescape  yang merupakan bagian dari strategi pemasaran. Penelitian ini bertujuan unutk menganalisis pengaruh servicescape terhadap kepuasan pengunjung di Floating Market Lembang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif dan verifikatif. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa servicescape memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan pengunjung. Adapun nilai pengaruh dari servicescape terhadap kepuasan pengunjung sebesar 33,8% dan sisanya sebesar 66,2% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Namun, meskipun ada pengaruh dari servicescape terhadap kepuasan pengunjung, masih terdapat kekurangan yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan kepuasan pengunjung. Sehingga dalam penelitian ini terdapat saran yang direkomendasikan untuk pihak pengelola yaitu perlunya peningkatan kualitas pelayanan dengan memberikan pelatihan kepada pelayan/sumber daya manusia (SDM).

PENGARUH FASILITAS WISATA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG DI TAMAN MARGASATWA RAGUNAN JAKARTA

Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Indonesia Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Manajemen Resort dan Leisure
Publisher : Manajemen Resort dan Leisure

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.426 KB)

Abstract

Taman Margasatwa Ragunan (TMR) merupakan salah satu destinasi wisata yang diminati di Jakarta. Pada saat akhir pekan dan hari libur nasional TMR selalu dipenuhi oleh pengunjung. Namun ternyata masih terdapat masalah mengenai kepuasan pengunjung di TMR, untuk itu TMR melakukan peningkatan terhadap fasilitas wisata dan kualitas pelayanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi fasilitas wisata, kualitas pelayanan,  kepuasan pengunjung dan menganalisis bagaimana pengaruh antara fasilitas wisata dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pengunjung guna untuk mengetahui hasil dari implementasi peningkatan fasilitas wisata dan kualitas pelayanan yang sedang dilakukan oleh TMR. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif verikatif  berdasarkan data kuantitatif yang datanya diolah secara statistik. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi liniear berganda untuk menganalisis pengaruh fasilitas wisata dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pengunjung, dengan hasil persamaan yaitu Y = -4,107 + 0,058X1 + 0,104X2. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa keadaaan fasilitas wisata, kualitas pelayanan dan kepuasan pengunjung di TMR dinilai baik oleh responden. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa fasilitas wisata dan kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap kepuasan pengunjung di TMR dengan perolehan skor sebesar 43,7%. Hal ini mengindikasi bahwa pengaruh fasilitas wisata dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pengunjung berada dalam kategori sedang. Semakin baik fasilitas wisata  dan kualitas pelayanan yang ada di TMR maka semakin tinggi pula kepuasan pengunjung di TMR. Sebagai upaya peningkatan kepuasan pengunjung di TMR, hal yang dapat dilakukan adalah peningkatan jumlah dan kebersihan toilet serta peningkatan kehandalan karyawan dalam memberikan pelayanan.Kata kunci: Fasilitas Wisata, Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pengunjung

HUBUNGAN KOMPETENSI DAN PELAKSANAAN WEWENANG BIDAN PRAKTIK MANDIRI DI KOTA BOGOR TAHUN 2013

Jurnal Ekologi Kesehatan Vol 14, No 2 Jun (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The reduction of maternal mortality rate is one of the MDGs targets that require efforts to achieve the target of 102 per 100,000 live births in 2015. The high maternal mortality rate in Indonesia can be caused by less adequate health care workforce, especially midwives. A midwive who provide care by herself, not as a part of a health care provider is called as a private midwives (BPM). Private midwives should have proper competencies while conducting her clinical practice. This analysis aimed to determine the effect of BPM competencies on the implementation of their authorities in Bogor city. This research involved 35 BPMs along with their superiors and colleagues for triangulation. The study was conducted by in-depth interviews and self administered questionnaires to assess the competencies and authorities of BPM. Samples were taken by snow ball sampling to find the eligible BPM which educated based on 2002 curricula. The relationship between competencies and authorities of BPM were analyzed by Pearson correlation test. The results showed that there was a significant relationship between the competencies of BPM and the implementation of their authorities (0.046 > α), with a Pearson correlation coefficient of 0.339. It showed that the higher the competencies of BPM , the higher the implemention of their authorities.

ANALISIS IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN KABUPATEN/KOTA

Jurnal Ekologi Kesehatan Vol 14, No 4 Des (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ministry of Health has set a Health Minimum Service Standards (HMSS) for District/City by Minister of Health Decree No. 741/Menkes/Per/VII/2008, which consist of 18 indicators. After three years of implementation, an analysis of the HMSS implementation has conducted. Using a cross-sectional study design, site selection is done purposively to represent Eastern, Central, and Western part of Indonesia. There were nine districts/cities of 9 provinces selected. The analysis showed that problems in the implementation of HMSS are: some indicators do not meet the SMART criteria, inconsistency between the title of indicators, operational definitions and formulas, wide gap in the coverage both within the district at different times and among districts/cities. Differences also occur at the operational level, including dissemination of HMSS, advocacy, monitoring and evaluation. It is recommended that the Ministry of Health should provide sufficient training, proper socialization of HMSS, set up a special unit to monitor and facilitate the implementation of HMSS. The existing MSS should be revised, no longer focusing on the achievement of the program but rather based on a form of health care provided. In addition, revision is necessary to gain consistency between definitions, operational definitions and formulas of HMSS indicators.

PENGEMBANGAN POTENSI AGROWISATA (STUDI KASUS DI KPBS PANGALENGAN, BANDUNG, INDONESIA)

Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Indonesia Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Manajemen Resort dan Leisure
Publisher : Manajemen Resort dan Leisure

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.927 KB)

Abstract

Pangalengan adalah sebuah wilayah yang terletak di Kabupaten Bandung yang terkenalsebagai pusat peternakan sapi perah. Mulai dari abad ke-20, ketika sejumlah pelarian BoerWar dari Afrika Selatan datang ke Bandung pada era kolonial Belanda, mereka mendirikanberbagai bisnis, termasuk membuka peternakan sapi perah di Pangalengan yang sekarangdisebut KPBS Pangalengan. Namun, sejarah dan pengalaman yang lama tidak membuatpengembangan KPBS Pangalengan menjadi signifikan, meskipun memiliki potensi lebih darisekedar peternakan sapi perah. Tempat ini memiliki potensi untuk pendidikan dan jugapariwisata. Berdasarkan fenomena ini, peneliti bermaksud untuk meneliti potensi yang ada diKPBS Pangalengan untuk melihatnya sebagai tempat untuk agrowisata. Penelitian inimenggunakan metode deskriptif kualitatif, dan data-data penelitian dikumpulkan melaluiobservasi dan wawancara. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk menjelaskan potensi diKPBS Pangalengan yang dapat dikembangkan untuk agrowisata, 2) menjelaskan fasilitaspendukung yang tersedia, 3) menjelaskan cara untuk mengembangkan agrowisata sesuaidengan potensi.Kata kunci: agrowisata, peternakan sapi perah, potensi, KPBS Pengalengan

PENGEMBANGAN RUMAH BERSEJARAH INGGIT GARNASIH SEBAGAI ATRAKSI WISATA BUDAYA DI KOTA BANDUNG

Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Indonesia Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Manajemen Resort dan Leisure
Publisher : Manajemen Resort dan Leisure

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.606 KB)

Abstract

Rumah Bersejarah Inggit Garnasih  merupakan cagar budaya yang kurang dikenal oleh masyarakat sehingga masyarakat tidak tahu siapa Ibu Inggit Garnasih dan apa dedikasinya terhadap kemerdekaan Indonesia. Belum lagi dengan kurangnya pengembangan pada atraksi wisata budaya di dalamnya menjadikan rumah ini kurang menarik untuk dikunjungi. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan aspek-aspek yang terdapat di Rumah Bersejarah Inggit Garnasih agar menjadi sebuah atraksi wisata budaya yang terdapat di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dimana peneliti menjabarkan kondisi objek yang diteliti sesuai dengan fakta yang ada. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam proses penulisan ini melalui observasi secara langsung. Selain itu peneliti juga melakukan wawancara untuk memperoleh informasi yang terkait dengan data yang dibutuhkan, serta dalam penelitian ini juga dilengkapi dengan pengumpulan data studi kepustakaan. Hasil temuan menunjukan bahwa Rumah Bersejarah Inggit Garnasih memiliki banyak atraksi wisata yang dapat dikembangkan secara maksimal. Atraksi wisata tersebut terdapat pada bangunan rumah itu sendiri, peninggalan bersejarah Ibu Inggit Garnasih dan Ir. Sukarno serta dari sejarahnya itu sendiri. Ketiga aspek tersebut harus dikemas dengan baik sehingga dapat menjadi suatu atraksi wisata budaya yang diminati oleh masyarakat. Pengelola, komunitas maupun masyarakat harus saling membantu untuk dapat mengembangkan Rumah Bersejarah Inggit Garnasih sebagai suatu atraksi wisata budaya di Kota Bandung. Pengelola harus dapat melengkapi koleksi dan kebutuhan rumah tersebut sehingga rumah tersebut menjadi menarik. Komunitas dan masyarakat harus dapat membantu mengelola dan melestarikan rumah tersebut sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan pembelajaran oleh generasi muda saat ini dan di masa mendatang.Kata Kunci : Pengembangan, Atraksi Wisata Budaya