Articles

Found 35 Documents
Search

Peran Pendidikan Dan Pekerjaan Ibu Dalam Konsumsi Sayur Anak Prasekolah Rosidi, Ali; Sulistyowati, Enik
Jurnal Gizi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Gizi UNIMUS
Publisher : Jurnal Gizi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Less consumption of vegetables can lead to a deficiency of one or more vitamins and minerals. Food habits in children from past experience gained. Food consumption in children dependent on mother or family, especially maternal education and maternal employment. This study aims to determine the relationship between maternal education and maternalemployment with vegetable consumption in preschoolers.Research conducted at TK Budi Mulya Semarang. The design study was crosssectional. The dependent variable was a preschooler vegetable consumption and the independent variable were maternal education and maternal employment. Samples were 63 preschoolers.Most of mothers are high school educated is 54.0% and 65.1% of them had no job. Deficiency of vegetable consumption in children is 85.7% . No relationship between maternal education and maternal employment with vegetable consumption in preschoolers. Need to increase vegetable consumption in preschoolers by choosing a cheaper vegetables.Keywords : vegetable consumption, maternal education, maternal employment.
LAMA KERJA DAN PENDIDIKAN SEBAGAI FAKTOR YANG BERPERAN DALAM PRAKTIK PIJAT BAYI DUKUN BAYI (Studi Kasus di Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan) Cahyani, Wiwid Ika; Rosidi, Ali; Andarsari, Wening
Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2012): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Jurnal Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Latar belakang: Pijat bayi merupakan sentuhan setelah kelahiran yang dapat memberikan jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan sehingga dapat mempertahankan perasaan nyaman dan aman. Dari survey pendahuluan di Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan dari 3 responden dukun bayi, mereka mempunyai pengalaman kerjaselama 8, 10, dan 15 tahun. Dari 3 responden tersebut 2 berpendidikan SD sedangkan 1 berpendidikan tidak lulus SD, dari 3 responden tersebut dalam melakukan praktik kurang baik. Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan lama kerja dukun bayi dan tingkat pendidikan dengan praktik pijat bayi di Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan. Metode :Jenis Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek dari penelitian ini adalah semua dukun bayi tingkat Kecamatan di Karangrayung sebanyak 30 orang. Sampel adalah total populasi. Hasil :Berdasarkan hasil penelitian lama kerja dukun bayi terendah 2 tahun dan tertinggi 17 tahun, pendidikan terendah tidak sekolah dan tertinggi 6 tahun. Praktik yang dilakukan dukun bayi kategori baik 2 responden dan kurang 24 responden. Hubungan antara lama kerja dukun bayi dengan praktik pijat bayi kemudian dilakukan analisa dengan uji Korelasi Rank Spearman ,maka didapatkan nilai r hitung sebesar 0,918 > r tabel (30 responden) sebesar 0,361 dengan p value sebesar 0,001 < 0,05. Dan pendidikan dukun bayi dengan praktik pijat bayi Uji korelasi Rank Spearman, maka didapatkan nilai r hitung sebesar 0,108 < r tabel (30 responden) sebesar 0,361 dengan p value sebesar 0,000 < 0,05. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara lama kerja dan praktik pjat bayi.Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dan praktik pijat bayi di Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan. Saran :Lama kerja praktik pijat bayi lebih ditingkatkan melalui penyuluhan di puskesmas atau pelatihan khusus dari bidan.Kata kunci : Dukun Bayi dan Praktik Pijat Bayi
OPTIMALISASI PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR DAN UKURAN ANTROPOMETRI ANAK BALITA DI POSYANDU “BALITAKU SAYANG” KELURAHAN JANGLI KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Rosidi, Ali; Syamsianah, Agustin
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2012: SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Kualitas seorang anak dapat dinilai dari proses pertumbuhan dan perkembangannya sejak masa bayi,oleh sebab itu masa tersebut perlu perhatian lebih termasuk proses perkembangan fisik maupunpsikologis. Salah satu perkembangan fisik yang perlu diperhatikan yaitu perkembangan motorik, yangterdiri dari perkembangan motorik halus dan motorik kasar. Beberapa hal yang berkaitan denganperkembangan adalah keadaan tubuh baik kualitatif maupun kuantitatif yang berubah secara teratur,progresif dan koheren atau dikenal dengan pertumbuhan Salah satu metode untuk mengukurpertumbuhan adalah penggunaan ukuran antropometri. Beberapa hasil penelitian mengungkapkanbahwa anak yang mengalami hamatan pertumbuhan menjadi tidak aktif, apatis, pasif, dan tidakmampu berkonsentrasi. Kondisi tersebut akan berakibat pada terlambatnya perkembangan motorikkasar. Tujuan penelitian ini untuk melakukan kajian terhadap ukuran antropometri tubuh yangmenjadi pemicu proses pertumbuhan dan perkembangan motorik kasar anak balita. Populasipenelitian adalah seluruh balita di Posyandu “Balitaku Sayang” Kelurahan Jangli KecamatanTembalang Kota Semarang, sebanyak 160 orang. Sampel diambil secara purposiv sebanyak 80 balita .Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran antropometri yang berhubungan dengan perkembanganmotorik kasar adalah tinggi badan dalam bentuk indeks tinggi badan berdasarkan umur (TB/U) danindeks massa tubuh berdasarkan umur (IMT/U).
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN GIZI IBU DENGAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN ANAK TK NURUL BAHRI DESA WUKIR SARI KECAMATAN BATANG KABAUPATEN BATANG Handarsari, Erma .; Rosidi, Ali; Widyaningsih, Juju
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 6, No 2 (2010): The Indonesian Journal of Public Health
Publisher : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Background: Children who excel are the investment of valuable human resources for families, homeland, and nation. To realize the dream of hte children who excel, in addition to required education of good quality, must also consider the need for adequate nutrition. The adequacy of a children daily. In the field of nutritional science and health, children can be grouped into: Children kondergarten (4-6 years). School Children (7-12 years), amd Youth (13-18 years). Objective: analyze the relationship between education and knowledge of women with a low consumption of energy and protein kindergartner Nurul Bahri Wukir Sari Village District Batang Batang. Methods: This research is explanatory research and the study was cross sectional approach. The population in this study are all children enrolled as a pupil TK Nurul Bahri Wukir Sari Village District Batang, Batang, as many as 38 children. The sample is children who are registered as Nurul Bahri kindergarten students who meet the criteria: not being sick which can affect food consumption, Mrs. Available for interview to provide the necessary data. Samples taken from the total population that meets the inclusion of 20 children and the respondent is a mothers (85 %) were SD, the mother has nutritional knowledge was (70 %), average energy consumption of 1282,25 ± 136.05 kcal, the majority of kindergarten children (40%) mild deficit in the category of energy consumption level of a mild deicit, most kindergarten children (45 %) in the category of normal levels of protein consumption. Conclusion: There was no relationship between the educational level of energy and protein consumption kindergartner, ther is a correlation between nutrition knowledge of mothers with children kindergarten level energy consumption, and there is no relationship between nutrition knowledge of mothers with children kindergarten level of protein consumption. Keyword: Education, konwledge, level of energy and protein consumption, kindergarten children.
HUBUNGAN KEBIASAAN CUCI TANGAN DAN SANITASI MAKANAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK SD NEGERI PODO 2 KECAMATAN KEDUNGWUNI KABUPATEN PEKALONGAN Rosidi, Ali; Handarsari, Erma; Mahmudah, Mita
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 6, No 1 (2010): Public Health
Publisher : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Diare adalah suatu keadaan abnormal dari pengeluaran berak dengan frekuensi tiga kali atau lebih dengan melihat konsisten lembek, cair sampai dengan atau tanpa darah dan lendir dalam tinja. Diare berhubungan dengan berbagai macam faktor yang mempengaruhinya yaitu : faktor makan, faktor infeksi, faktor psikis dan faktor lingkungan.Tujuan penelitian : menganalisis hubungan kebiasaan cuci tangan dan sanitasi makanan dengan kejadian diare pada Anak SD Negeri Podo 2 Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini merupakan jenis explanatory research, pendekatan belah lintang ( crossectinal ). Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak yang terdaftar dan masih aktif sebagai siswa-siswi kelas IV, Vdan VI. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling,sebanyak 50 anak diambil sebagai sampel.Hasil: penelitian menunujukkan bahwa kebiasaan cuci tangan yang tergolong terbiasa cuci tangan sebanyak 47 anak ( 94,0% ), dan tidak terbiasa cuci tangan sebanyak 3 anak ( 6,0% ). sanitasi makanan yang tergolong baik sebanyak 21 keluarga ( 42,0%), dan tergolong kurang sebanyak 29 keluarga (58,0% ). Anak SD yang tidak menderita diare dalam satu bulanterakhir sebanyak 48 anak ( 96,0% ), sedangkan anak SD yang menderita diare dalam satu bulan terakhir sebanyak 2 anak (4,0% ).Kesimpulan : Ada hubungan kebiasaan cuci tangan dengan kejadian diare dan tidak ada hubungan sanitasi makanan dengan kejadian diareKata kunci : cuci tangan , sanitasi makanan, kejadian diare, anak SD
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GARAM BERYODIUM DENGAN KETERSEDIAAN GARAM BERYODIUM PADA TINGKAT RUMAH TANGGA DI DESA KRAJAN KECAMATAN TEMBARAK KABUPATEN TEMANGGUNG Rosidi, Ali
FIKkeS Vol 1, No 2 (2008): Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Masih ditemukannya mutu dan konsumsi garam beryodium yang masih rendah dimasyarakat. Hal ini disebabkan distribusi garam beryodium yang belum merata, belum seluruh garam yang beredar di masyarakat mengandung cukup yodium, perbedaan harga garam beryodiumyang cenderung lebih mahal dua sampai tiga kali serta kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingya mengkonsumsi garam beryodium. Kurangnya pengetahuan menyebabkan salah konsep tentang kebutuhan garam beryodium dan mutu garam beryodium. Bertambahnyapengetahuan mengenai garam beryodium, maka seseorang mempunyai kemampuan untuk menerapkan informasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang garam beryodium dengan ketersediaan garam beryodium pada tingkat rumah tangga di Desa Krajan Kecamatan Tembarak Kabupaten TemanggungJenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan disign cross sectional / belah lintang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Systematic random sampling Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu rumah tangga di Desa Krajan KecamatanTembarak Kabupaten Temanggung sebagian besar kategori sedang dan baik. Hasil uji garam ditemukan 62,5 /, kadar yodiumnya kurang dari 30 ppm dan 37,5 % kadar yodiumnya 30 ppm atau lebih. Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang garam beryodium dengan ketersediaan garam beryodium pada rumah tanggaKata kunci :kadar yodium, tingkat pengetahuan, ketersediaan garam beryodium
HUBUNGAN UMUR, PARITAS, DAN BERAT BAYI LAHIR DENGAN KEJADIAN LASERASI PERINEUM DI BIDAN PRAKTEK SWASTA Hj. SRI WAHYUNI, S.SiT SEMARANG TAHUN 2012 Endriani, Siti Dwi; Rosidi, Ali; Andarsari, Wening
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Jurnal Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Laserasi perineum terjadi selama persalinan. Laserasi jalan lahir dapat menyebabkan perdarahan postpartum. Umur, paritas, dan berat lahir yang termasuk faktor penyebab laserasi. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan case control. Subyek dibagi pada dua kelompok, yaitu kelompok kasus (30) dan kelompok kontrol (30). Teknik sampling yang digunakan purposive sampling, memilih subyek berdasarkan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan data sekunder. Rata-rata ibu berusia 27 tahun. Ada 63,3% dari ibu yang memiliki paritas multipara. Rata-rata berat lahir bayi adalah 3077,5 g. Uji chi square menunjukkan p = 0,795 untuk usia, p = 0,001 (OR = 6,538) untuk paritas, dan p = 0,052 untuk berat badan lahir. Tidak ada hubungan antara usia dan laserasi pada perineum. Ada korelasi antara paritas dan laserasi perineum. Tidak ada hubungan antara berat badan lahir bayi dan laserasi perineum. Semua terjadi pada persalinan normal di bidan praktek swasta Hj. Sri Wahyuni​​, S.SiT. Kata kunci: Umur, Paritas, Berat bayi lahir, Laserasi perineum
Perilaku Higiene Pengolah Makanan Berdasarkan Pengetahuan Tentang Higiene Mengolah Makanan Dalam Penyelenggaraan Makanan Di Pusat Pendidikan Dan Latihan Olahraga Pelajar Jawa Tengah Fatmawati, Suci; Rosidi, Ali; Handarsari, Erma
Jurnal Gizi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Gizi UNIMUS
Publisher : Jurnal Gizi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Implementation of food hygiene and healthy food into basic principles of foodservices. Workers especially food processors play an important role in the smooth running of the production process because workers are planners, implementers and managers in an organization of food services. There are four (4) factors that allow the transmission of disease through the food hygienic behavior, a source of infectious diseases, the media (food, drinks) and recipient-recipient. The purpose of this study was to determine hygiene behavior based on knowledge about food hygiene in the operation of food processing food in Sports Training and Education Center Student Central Java.  This type of research is descriptive approach used is cross sectional (cross-sectional), where the cause and effect variables were measured at the same time. The samples were all food processors in Sports Training and Education Center Student Central Java, amounting to 6 people. The results showed that 50% of respondents had a good knowledge and behavior of respondents with categories are as many as 3 people (50%). Food processing knowledge is good enough, but seen from the behavior of food processors still less attention to hygiene of food processing. This shows that there is no relation between hygiene knowledge of food processing food processing hygiene behavior.Key word : knowledge and hygiene behavior of food processor
PERILAKU HIGIENE PENGOLAH MAKANAN BERDASARKAN PENGETAHUAN TENTANG HIGIENE MENGOLAH MAKANAN DALAM PENYELENGGARAAN MAKANAN DI PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN OLAHRAGA PELAJAR JAWA TENGAH Fatmawati, Suci; Rosidi, Ali; Handarsari, Erma
JURNAL PANGAN DAN GIZI Vol 4, No 8 (2013): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : JURNAL PANGAN DAN GIZI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The implementation of food hygiene and healthy food into basic principles of operation of the institution. chef has an important role in the smooth running of the production process because workers are planners, implementers and managers in an organization of food. There are four (4) factors that allow the transmission of disease through the food hygienic behavior, sources of infectious disease, the presence of the media (food, drinks) and recipient-recipient. The purpose of this study was to determine hygiene behavior based on chef knowledge of food processing hygiene in food holding in Center For Education And Training In Sports Student Central Java. Type of study is a descriptive with cross-sectional method, in which the cause and effect variables were measured at the same time. The research sample is whole chef in Sports Education and Training Center Student Central Java that as many as 6 people. The results showed that 50% of respondents had a good knowledge and 50% medium category. Knowledge chef is good enough, but seen from the behavior of chef is still less attention to hygiene. This shows that there is no relationship between knowledge of food hygiene and hygiene behavior chef.
KADAR HEMOGLOBIN PADA SISWI PONDOK PESANTREN PUTRI KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK JAWA TENGAH Astuti, Rahayu; Rosidi, Ali
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Anemia is a nutritional problem in Indonesia. Prevalence of anemia in adolescents still high,whereas in adolescents living in boarding schools showed a higher prevalence. The purpose ofthe study analyzed the differences of levels of hemoglobin (Hb) based on student characteristics,menarche status and body mass index (BMI). This study is an analytic with cross-sectionaldesign. Population were all female students from two boarding schools (pesantren) who was inMranggen the District of Demak. The entire student also attending formal education inMadrasah Tsanawiyah. Sampling with the inclusion and exclusion criteria. The variablesstudied were hemoglobin levels were measured by Cyamethemoglobin, student identity dataincluding age, class, medical history, number of children, father education and menarche status,and body mass index (BMI). Statistical analysis used univariate and bivariate analysis of theMann Whitney test and Kruskal Wallis test. Data normality test used Kolmogorov Smirnov test.The level of significance was 5%. The results showed that of 213 girls studied, who suffer fromanemia 159 people (74,6%). Lowest hemoglobin level of 7,56 g/dL, the highest 14,80 g/dL, anaverage of 11,15 g/dL and standard deviation 1,46 g/dL. There is a significant difference (p =0,000 and p = 0,007) mean Hb level by grade and age. There were no differences in mean Hblevels by categories of children, father education, menarche status, and BMI categories (p>0,05). Keywords: hemoglobin levels, anemia, menarche status, BMI, boarding school