Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Rekayasa

KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI MENYIAPKAN ENTREPRENEUR UNGGUL

Rekayasa Vol 13, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Product or service Wira New Business (WUB) generated the students have the advantage of science and technology. Independent entrepreneurs from universities that produce the products / services can be developed through the science and technology-based business consulting to experts, research and laboratories on campus. Readiness is integrated and holistic childbirth entrepreneurs from universities, superior, has a broader and more adaptative insight. Entrepreneurship lecture testruktur, entrepreneurial practices chance divasilitasi Entrepreneurship Student Creativity Program (PKM-K) through a grant to try to try. Student Entrepreneurial Program (PMW) which provide more opportunities, where students who tried because of limited funds got very soft loan (without interest). Useful for students to practice managing capital / funding from outside to study the production, trade, repay, and so on.

OVEN PANGGANG SEBAGAI SOLUSI PENGOLAHAN IKAN HIGIENIS DAN RAMAH LINGKUNGAN

Rekayasa Vol 12, No 1 (2014): Juli 2014
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fish is a perishable food product, so as to be able to maintain the required quality processing. Processing of roasting fish traditionally done by the fishermen and their families in the region Tambakrejo Village Tanjung Mas Semarang. Roasting fish done by grilled over coconut shell charcoal produces less hygienic products. In addition, the resulting smoke spread into the surrounding environment so that the impact on the health of the toaster and the surrounding community. Traditional way of production capacity of 1.5 Kg of fish once baked, so if grilling fish in large numbers takes a long time. Roasting fish with oven roasted made from galvanized plate is advantageous alternative fish processing and environmentally friendly. Oven roast made in the multilevel system (3 level) where each level can accommodate fish from 2 to 2.5 kg of fish slices.

PENERAPAN IPTEK USAHA PEMBUATAN TAHU DAN TEMPE DI BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG

Rekayasa Vol 12, No 1 (2014): Juli 2014
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this activity is to resolve the problems faced by the industry partner with the business of making tofu and tempeh, which is located in the village of Kenteng, Bandungan subdistrict, Semarang regency. As this activity involves the implementation team of lecturers with expertise appropriate to the needs of the field and assisted students. In the implementation used multiple methods of mutual support, with a practice emphasis directly by partners and mentoring activities. The results of these activities include 1) One unit of soybean grinding machine with an electric motor drive power 1 HP, 2) One unit of soybean crusher drive motor gasoline of 5.5 PK and has a production of capacity of 300 kg / hour, or five times that of soy-solving process manually which is only 60 kg / h, 3) Both the partners I and II have applied with better production management, and a cleaner production equipment, and workers had to use health and safety equipment. Impact activities include economic and non-economic aspects. The economic impact can be measured from the increased productivity and better product quality so as to increase the selling value of products. Non-economic impact can be measured from the comfort of work will also indirectly affect the economic benefits.

PEMBERDAYAAN PERAJIN JAMU TRADISIONAL UNTUK MENDUKUNG PROGRAM DESA WISATA WONOLOPO KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG

Rekayasa Vol 16, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) ini bertujuan untuk memberdayakan perajin jamu tradisional yang berlokasi di Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang yang ditetapkan sebagai Desa Wisata dan Kampung Tematik Jamu oleh pemerintah Kota Semarang. Secara garis besar pelaksanaan KKN-PPM ini melalaui tahapan persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Jumlah mahasiswa peserta  KKNPPM dipilih sebanyak 30 orang, berasal dari berbagai program studi yang sesuai dengan bidang keahlian yang dibutuhkan di lapangan. Demikian pula dosen pembimbing lapangan (DPL) dipilih dari dosen yang sesuai dengan bidang keahlian yang relevan. Waktu pelaksanaan KKN-PPM di lapangan selama tiga bulan, yang dalam teknis pelaksanaannya berkoordinasi dengan Pusat Pengembangan KKN LP2M unnes. Kegiatan KKN-PPM ini diterjunkan dua tahap. Tahap pertama sebanyak 15 mahasiswa telah diterjunkan mulai 3 Agustus  dan sampai tanggal 20 September  2017, dan tahap kedua telah diterjunkan pada tanggal 21 Oktober 2017. Beberapa luaran atau kegiatan  yang telah dilaksanakan adalah: 1) Peningkatan aspek produksi, dengan memberikan bantuan mesin penggiling empon-empon, 2) Pengembangan desain kemasan (ada 9 jenis jamu) sehingga lebih menarik, 3) Peningkatan higienitas dan kesehatan, dengan mendatangkan nara sumber dari Dinas Kesehatan sekaligus untuk mendapatkan PIRT, 4) Perluasan pemasaran produk dengan memperkenalkan ke berbagai kalangan masyarakat, 5) Pendaftaran merek jamu “Sumber Husodo” ke Ditjen KI Kemenkumhan RI, 6) Pembuatan buku Buku Tamu dan Profil Perajin Jamu di Wonolopo, 7) Permintaan lahan kepada Pemkot Semarang  seluas 3.000 m2 untuk wisata edukasi kampong jamu Wonolopo, 8) Melakukan inisiasi kerjasama dan  studi banding ke  industri jamu modern PT. Sido Muncul di Bergas, yang dilaksanakan pada 28 September 2017.

PENGOLAHAN DAN PEMASARAN ANEKA KACANG DI KOTA SEMARANG

Rekayasa Vol 16, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di antara berbagai jenis makanan ringan, olahan kacang merupakan makanan ringan yang sangat populer bagi segala lapisan masyarakat. Mengingat peluang bisnis aneka snack bahan kacang ini, munculah banyak pelaku usaha yang menekuninya. Dalam kegiatan ini dipilih dua Mita IbM yang menghadapi permasalahan terkait aspek produksi dan manajemen usaha. Tim pelaksana kegiatan ini melibatkan dosen, teknisi, dan mahasiswa dengan bidang keahlian yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Dalam pelaksanaan kegiatan diterapkan beberapa metode yang saling mendukung, antara lain dengan ceramah/penyuluhan untuk materi yang bersifat teori dan motivasi, demonstrasi untuk menyampaikan materi praktik/keterampilan, praktik langsung oleh mitra dan pendampingan kegiatan. Berdasarkan hasil dan luaran yang dicapai, program IbM ini telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan target yang telah ditentukan, antara lain: 1) Dapur produksi telah ditata dan dipasang keramik sehingga kelihatan bersih dan tidak becek lagi, 2) Telah dibuatkan dudukan kompor dan wajan sehingga lebih ergonomis, pengoperasian lebih mudah, 3) Telah diberikan bantuan mesin spinner (peniris minyak) sehingga kadar minyak dalam kacang gorengberkurang dan hal ini lebih menyehatkan, 4) Telah dibuatkan rak tempat meletakkan bahan baku maupun hasl produksi, 5) Telah dilakukan pelatihan manajemen usaha dan pemasaran melalui media internet dan media sosial, 6) Telah dilakukan pendampingan promosi dan pemasaran melalui berbagai acara pameran produk UKM (di Java Mall Semarang, dan diJateng Fair), 7) Telah dilakukan uji proksimat untuk mengetahui kadar gizi produk kacang goreng.