Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : EFISIENSI

Upaya Menciptakan Birokrasi yang Ideal dan Peningkatan Kualitas Aparatur Pemerintah

EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2473.137 KB)

Abstract

Pembangunan bangsa memerlukan tatanan birokrasi yang ideal serta tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang profesional. dalam pencapaiannya perlu reevaluasi terhadap keberadaan birokrasi dan SDM yang ada. beberapa hambatan dalam menuju sasaran-sasaran pembangunan, tidak lepas dari faktor elitis, politik, dan patologi birokrasi yang bersumber dari manusia. Oleh karena itu perlu modernisasi birokrasi dan peningkatan mutu, melalui Total Quality Management di dalam proses penyeleggaraan pemerintahan.

Membangun Need of Achievement Sumber Daya Manusia dalam Organisasi

EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 2, Volume III, Agustus 2003
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2177.092 KB)

Abstract

Keberhasilan sebuah organisasi dalam mewujudkan misi menjadi dambaan seluruh level kepemimpinan serta anggotanya. Potensi Sumber Daya Manusia (SDM) perlu dikembangkan agar dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan organisasi. Namun ada sebagian kecil/besar pegawai yang kemungkinan kurang atau tidak mempunyai kebutuhan untuk pengembangan (need of achievement). Oleh karena itu pimpinan perlu untuk menumbuhkan kebutuhan tersebut dengan berbagai pendekatan. Ada beberapa strategi dalam hal ini, antara lain melalui: teori pemberdayaan, menciptakan lingkungan yang kondusif dengan membuat peraturan yang mampu memotivasi pegawai untuk melakukan perubahan atau ada kesadaran akan kebutuhan dalam pengembangan.kata Kunci: need of achievement, sumber daya manusia.

Analisis Sistem Administrasi Sebagai Upaya Peningkatan Efisiensi dalam Organisasi

EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 1, Volume IV, Februari 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2596.099 KB)

Abstract

Usaha kerjasama manusia dalam suatu organisasi tidak bisa dilepaskan dari proses administrasi. Peran administrasi adalah melayani setiap pekerjaan operatif dari seluruh aktivitas manajemen kantor. Dalam memberikan pelayanannya merupakan peran yang substansial, karena pengembangan organisasi sangat ditentukan oleh sistem administrasi yang ada. Oleh karena itu analisis sistem administrasi harus dilakukan seiring dengan perubahan dan perkembangan organisasi. Analisis terhadap sistem administrasi harus melihat pada sumber daya yang dimiliki, terutama sumber daya manusia karena mereka yang akan melakukannya. Analisis tersebut meliputi evaluasi terhadap prosedur, metode, struktur, evaluasi pekerjaan dan akan berimbas pada operasi pekerjaan, yang menyangkut: perencanaan, penyederhanaan, penghematan, penghapusan, penggabungan. Keseluruhan dari analisis sistem administrasi serta operasionalisasinya berdasar pada prinsip efisiensi. Paparan ini akan berbicara mengenali analisa sistem administrasi dalam upaya peningkatan efisiensi.

Persoalan Budaya dalam Organisasi Multinasional

EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 1, Volume V, Februari 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3919.677 KB)

Abstract

Pengaruh kebudayaan dalam organisasi pada era global tidak bisa dihindari lagi keberadaannya. Peningkatan kinerja organisasi perlu memperhatikan sumberdaya yang dimiliki dari berbagai budaya, yang berasal dari berbagai negara. Dalam eksistensinya manajer perusahaan multinasional harus memiliki ketrampilan global yang terkait dengan hukum internasional, pasar internasional, pergerakan saham, berbagai nilai dan budaya yang ada dalam organisasi.Salah satu aspek yang menjadi .pertimbangan organisasi multinasional adalah ketika mau membuat kebijakan terkait dengan perbedaan budaya di antara para anggota. Agar tidak terjadi kecemburuan di antara pegawai maka perusahaan tidak menitik beratkan atau memberi prioritas terhadap budaya dari etnis/negara tertentu melainkan berorientasi pada tujuan dan kesepakatan yang dibuat di antara mereka. Affirmative Action juga menjadi hal yang perlu diperlakukan dalarn organisasi kaitannya dengan persoalan nilai dan budaya.Bagaimana proses peningkatan kinerja organisasi pada perusahaan multi nasional yang memperhatikan perbedaan kebudayaan akan diungkap dalam tulisan berikut.Kata Kunci: organisasi, budaya

Mission Driven Profesionalism sebagai Upaya Akselerasi Pembangunan Daerah

EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 1 Volume VI, Februari 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3863.713 KB)

Abstract

Keberhasilan pembangunan di daerah tidak lepas dari faktor kemampuan Sumber Daya Manusia dalam mengelola sumber daya yang dimiliki oleh daerahnya serta strategi yang dipakai dalam implementasi rencana/program-program kerjanya. Salah satu strategi adalah Mission Driven Profesionalism, yaitu bahwa untuk menggerakkan roda pembangunan secara profesional sebagai motornya adalah mengacu dan berorientasi pada misi.Peraturan dann prosedur tetap diperlukan dalam proses pencapalan tujuan akan tetapi dalam penerapannya secara fleksibel. Pimpinan penting memberikan ruang kepada bawahannya untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menjalankan pombangunan yang tidak lepas dari pelanggaran yang bersifat yuridisKoto Kunci: misi, pembangunan

Etos Kerja: Elemen Penting dalam Keberhasilan Manajemen

EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 2 Volume V, Agustus 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1539.082 KB)

Abstract

Sukses dalam manajemen menjadi harapan bagi manajer serta seluruh pegawai yang ada dalam organisasi. Setiap individu membawa harapan-harapan ketika mereka masuk dalam komunitas organisasi. Semua orang yang tertibat dalam organisasi pada dasarnyamempunyai tujuan yang sama yakni kepuasan kerja. Kepuasan kerja tersebut dapat dalam bentuk: jabatan yang dimiliki, gaji, komunitas diantara mereka, pekerjaan yang ditekuni.Menjadikan manajemen organisasi berhasil apabila teriadl keseimbangan pencapaian kebutuhan baik kebutuhan pengembangan organisasi itu sendiri serta mereka yang memimpin maupun bawahan. Untuk itu semua kepentingan yang ada perlu diakomadasi supaya masing­masing berjalan searah menuju pada orientasi yang sudah tergambarkan pada visi/misi organisasi.Bentuk-bentuk implementasi perilaku manusia akan tergambarkan pada etos kerja dan etika manusia dalam organisasi. Tentu saja untuk sampai pada pencapaian tujuan bersama, ketika terjadi perilaku manusia dalam organisasi menyimpang, maka salah satunya perlu ditelusuri dari motivasi masuk organisasi dan jalinan kerjasama diantara mereka.Kata kunci: organisasi, etos kerja

Urgensi Kesekretariatan dalam Proses Pengembangan Organisasi

EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 2, Volume IV, Agustus 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1634.411 KB)

Abstract

Kesekretariatan merupakan salah satu unit dalam organisasi yang mempunyai fungsi melayani kebutuhan data maupun informasi seluruh unit-unit lain terkait dengan urusan administrasi. Fungsi pelayanan administrasi menjadi sangat dibutuhkan dalam rangka pencapaian tujuan organisasi karena hal tersebut tidak lepas dari kebutuhan terhadap data maupun informasi yang akurat untuk ketepatan pengambilan suatu keputusan.Dalam upaya pengembangan organisasi dibutuhkan diagnosis, yang tidak lepas dengan data untuk mengetahui gejala yang munculsebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah-Iangkah terapinya. Ketersediaan data/analisis data dan informasi, yangkesemuanya diolah secara komputerisasi membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu dalam pengelolaan data, meliputi:menghimpun, rnenqotah, mencatat, memelihara dan menyimpan. Untuk itu pengelolaan terhadap sistem administrasinya, sertapengembangan kemampuan SDM pada unit tersebut perlu mendapat perhatian. Manajemen terhadap SDM tidak saja pada kemampuandalam hal pendataan tetapi juga faktor kemampuan yang terkait dengan etika pelayanan kepada pihak yang membutuhkan sertakemampuan public relation. Dalam hal ini perlu membuat stadard penilaian kinerja (performance appraisal), yang dipengaruhi faktor lingkungan internalleksternal organisasi, yang terdiri dari: societal, legal economic, technical, physical.Kata Kunci: kesekretariatan, pengembangan organisasi

Aksesibilitas Pimpinan dalam Mewujudkan Kinerja Organisasi Publik

EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 3 Volume VI, September 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5803.734 KB)

Abstract

Organisasi publik sudah saatnya menjadi perhatian para pemimpin untuk diberdayakan dalam rangka meningkatkan pelayanan publik. Dalam mewujudkan kinerja organisasi publik maka peran pemimpin sangat substansial untuk menentukan segala kebijakan dan implementasinya serta dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Berbagai terobosan perlu dilakukannya, mulai dari perubahan struktural, aspek ketrampilan dalam pemahaman kerjasama internal dengan para bawahanya maupun ekstemal yakni dengan pihak lembaga swasta, para stakeholder. Di samping itu perlu memahami dan melakukan integrative culture dan berbagai transformasi nilai yang harus dilakukan untuk pengembangan organisasi serta mengantisipasi lingkungan yang berkembang. Yang tidak kalah penting adalah pemahaman adanya akuntabifitas moral/mental yang melekat pada diri seorang pimpinan.Kata Kunci : aksesibilitas kepemimpinan, kinerja organisasi

Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan dalam Organisasi

EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 1 Volume VII, Februari 2007
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7236.668 KB)

Abstract

Seiring dengan pengembangan teknologi dan informasi, persoalan organisasi semakin bertambah banyak baik dari segi kuantitas maupun tuntutan kualitas para pengguna jasa. Macam kualitas sebagaimana tuntutan masyarakat atau pengguna jasa kantor semakin kompleks. Ini semua memaksa manajemen lembaga untuk melihat kembali sejauh mana kualitas yang dapat diberikan kepada pelanggannya. Perhatian lembaga akan kualitas pelanggan meliputi borbagai aspek, yakni dilihat dari bagaimana membangun budaya penlngkatan kualitas, artinya memberikan kesadaran kepada sumber daya manusia yang ada di dalamnya akan pentingnya kualitas pelayanan. Di samping itu juga perlu perhatian terhadap aspek manajemen tersebut yang butuh diaplikasikan dalam proses penyelenggaraan organisasi. Tidak kalah pentingnya bahwa penentuan stadard kualitas pelayanan sebagai pedoman dalam penuaian kinerja juga harus menjadi perhatian. Tulisan berikut akan membahas secara detail langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan.Kata kunci: kualitas pelayanan, manajemen kantor

Membangun Kinerja Profesional dalam Organisasi Publik

EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 2 Volume VII, Agustus 2007
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4895.639 KB)

Abstract

Dalam membangun kinerja profesional dalam organisasi publik salah satunya adalah meningkatkan produktivitas kerja yang berkualitas pada aparatur pemerintah. Upaya tersebut mengandung konsekuensi bahwa pemerintah perlu membuat aturan yang mampu memicu dan mendorong aparatur berperilaku mengarah pada kualitas yang diharapkan. Beberapa hal terkait dengan itu, maka jajaran kepemimpinan perlu kiranya mensosialisasikan dan menerapkan dalan kinerja sehari-hari Keputusan Menteri PAN No.25/Kep/M.Pan/4/2002 tentang Pedoman Pengembangan Budaya Kerja Aparatur Negara, yang sarat dengan nilai-nilai moral, yang harus ditegakkan, antara lain adanya: komitmen dan konsistensi, integritas dan profesional, kebersamaan dan dinamika kelornpok kerja, disiplin dan keteraturan kerja, keikhlasan dan kejujuran. Di samping itu kiranya perlu mengevaluasi kembali Daftar Penilaian Prestasi Pegawai (DP3), yang selama ini terkesan formalitas serta pedoman Pemberian Penghargaan kepada aparatur yang mampu memberikan pendorong untuk meningkatkan prestasi kerja.Kata kunci: prestasi kerja, organisasi publik