Articles

Solusi Numerik Model Dinamik Perlakuan Immunotherapy pada Infeksi HIV-1

BERKALA FISIKA Vol 13, No 1 (2010): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.537 KB)

Abstract

There are several types of treatment options that can slow the progression of HIV that can be offered if the number of CD4 + cells has been known for certain, one treatment is by immunotherapy with interleukin-2 (IL-2). This type of treatment is to increase the immune system that can help the body fight against the infection itself. Efforts to raise an immune response would be appropriate to reduce the amount of virus. This brings new hope for treatment of HIV infection and the type of treatment is being researched. Interleukin-2 (IL-2) is most of the cytokines which are proteins made by the body. T-helper cells, a type of white blood cells, produce IL-2 when they were stimulated by infection. In this study, a model of HIV disease progression than individuals not treated can be expressed in a mathematical model, and also expressed immunotherapy model to see the dynamics of viral populations and the population of CD4 + T cells from HIV disease based on ordinary differential equation (ODE). This study aims to calculate the numerical solution immunotherapy mathematical model in HIV infection and a mathematical model to predict the outcome of immunotherapy treatment strategies in HIV infection. Keywords: HIV, CD4 + T cells, immunotherapy, mathematical modeling

Keefektifan Pembelajaran Pogil Berbantuan LKPD Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Materi Pokok Peluang

Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) berbantuan LKPD tuntas, apakah rata-rata kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada model POGIL berbentuan LKPD lebih tinggi daripada rata-rata kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada pembelajaran konvensional. Data penelitian diperoleh dengan metode tes dan observasi. Analisis data hasil belajar meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji proporsi, dan uji perbedaan rata-rata. Dari hasil uji ketuntasan belajar diperoleh pembelajaran pada kelas eksperimen tuntas. Dari hasil uji perbedaan dua rata-rata, diperoleh rata-rata kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Simpulan yang diperoleh yaitu pembelajaran dengan model POGIL berbentuan LKPD tuntas, kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada model POGIL berbentuan LKPD lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada pembelajaran konvensional. The purpose of this study was to know whether learning model of Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) can achieve mastery learning, student’s problem-solving ability in learning of POGIL higher than student’s problem-solving ability in conventional learning. The data were obtained by the testing and observation method. The data analysis of learning outcomes included normality test, homogeneity test, proportions test, and mean difference test.  From result of mastery learning, showed that learning in experiment group can achieve mastery learning. From result of the average diffrence test, showed that student’s problem-solving ability in experiment group higher than student’s problem-solving ability in control group. The conclusions obtained were learning of POGIL can achieve mastery learning and student’s problem-solving ability in learning of POGIL higher than student’s problem-solving ability in conventional learning.

PROFIL KINERJA PENGAWAS MADRASAH KEMENTERIAN AGAMA LAMPUNG SELATAN

9 772338317006
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.889 KB)

Abstract

The purpose of this study is to describe and analyze regarding: 1) academic and managerial supervision, 2) guide and train professional teachers, 3) implementation of professional development supervisor, 4) factors supporting and inhibiting factors supervisor performance and, 5) the efforts of the agencies in improving the performance of madrassas supervisors. This type of research is qualitative and phenomenological approach as a case study research design. Results of the study: 1) academic and managerial oversight begins with planning but in the implementation and in reporting the results of supervision is not optimal; 2) guide and train professional teachers through KKG / MGMPs; 3) the implementation of professional development supervisor has not been seen; 4) the performance of the supporting factors were little. (5) the efforts of the regulatory agencies in improving the performance as well as the recruitment of candidates for superintendent is doing well.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai: 1) akademik dan manajerial pengawasan, 2) panduan dan melatih guru-guru profesional, 3) pelaksanaan pengawas pengembangan profesional, 4) faktor pendukung dan penghambat kinerja faktor pengawas dan, 5) upaya lembaga dalam meningkatkan kinerja pengawas madrasah. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan fenomenologis sebagai desain penelitian studi kasus. Hasil penelitian: 1) pengawasan akademik dan manajerial dimulai dengan perencanaan, tetapi dalam pelaksanaannya dan melaporkan hasil pengawasan tidak optimal; 2) panduan dan melatih guru-guru profesional melalui KKG / MGMP; 3) pelaksanaan pengawas pengembangan profesional belum terlihat; 4) kinerja faktor pendukung masih kecil; 5) upaya badan hukum dalam meningkatkan kinerja serta perekrutan calon pengawas berjalan dengan baik.Kata kunci: profil, kinerja, pengawas madrasah, kementerian agama

Upaya Menciptakan Birokrasi yang Ideal dan Peningkatan Kualitas Aparatur Pemerintah

EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2473.137 KB)

Abstract

Pembangunan bangsa memerlukan tatanan birokrasi yang ideal serta tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang profesional. dalam pencapaiannya perlu reevaluasi terhadap keberadaan birokrasi dan SDM yang ada. beberapa hambatan dalam menuju sasaran-sasaran pembangunan, tidak lepas dari faktor elitis, politik, dan patologi birokrasi yang bersumber dari manusia. Oleh karena itu perlu modernisasi birokrasi dan peningkatan mutu, melalui Total Quality Management di dalam proses penyeleggaraan pemerintahan.

Membangun Need of Achievement Sumber Daya Manusia dalam Organisasi

EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 2, Volume III, Agustus 2003
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2177.092 KB)

Abstract

Keberhasilan sebuah organisasi dalam mewujudkan misi menjadi dambaan seluruh level kepemimpinan serta anggotanya. Potensi Sumber Daya Manusia (SDM) perlu dikembangkan agar dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan organisasi. Namun ada sebagian kecil/besar pegawai yang kemungkinan kurang atau tidak mempunyai kebutuhan untuk pengembangan (need of achievement). Oleh karena itu pimpinan perlu untuk menumbuhkan kebutuhan tersebut dengan berbagai pendekatan. Ada beberapa strategi dalam hal ini, antara lain melalui: teori pemberdayaan, menciptakan lingkungan yang kondusif dengan membuat peraturan yang mampu memotivasi pegawai untuk melakukan perubahan atau ada kesadaran akan kebutuhan dalam pengembangan.kata Kunci: need of achievement, sumber daya manusia.

Analisis Sistem Administrasi Sebagai Upaya Peningkatan Efisiensi dalam Organisasi

EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 1, Volume IV, Februari 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2596.099 KB)

Abstract

Usaha kerjasama manusia dalam suatu organisasi tidak bisa dilepaskan dari proses administrasi. Peran administrasi adalah melayani setiap pekerjaan operatif dari seluruh aktivitas manajemen kantor. Dalam memberikan pelayanannya merupakan peran yang substansial, karena pengembangan organisasi sangat ditentukan oleh sistem administrasi yang ada. Oleh karena itu analisis sistem administrasi harus dilakukan seiring dengan perubahan dan perkembangan organisasi. Analisis terhadap sistem administrasi harus melihat pada sumber daya yang dimiliki, terutama sumber daya manusia karena mereka yang akan melakukannya. Analisis tersebut meliputi evaluasi terhadap prosedur, metode, struktur, evaluasi pekerjaan dan akan berimbas pada operasi pekerjaan, yang menyangkut: perencanaan, penyederhanaan, penghematan, penghapusan, penggabungan. Keseluruhan dari analisis sistem administrasi serta operasionalisasinya berdasar pada prinsip efisiensi. Paparan ini akan berbicara mengenali analisa sistem administrasi dalam upaya peningkatan efisiensi.

Persoalan Budaya dalam Organisasi Multinasional

EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 1, Volume V, Februari 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3919.677 KB)

Abstract

Pengaruh kebudayaan dalam organisasi pada era global tidak bisa dihindari lagi keberadaannya. Peningkatan kinerja organisasi perlu memperhatikan sumberdaya yang dimiliki dari berbagai budaya, yang berasal dari berbagai negara. Dalam eksistensinya manajer perusahaan multinasional harus memiliki ketrampilan global yang terkait dengan hukum internasional, pasar internasional, pergerakan saham, berbagai nilai dan budaya yang ada dalam organisasi.Salah satu aspek yang menjadi .pertimbangan organisasi multinasional adalah ketika mau membuat kebijakan terkait dengan perbedaan budaya di antara para anggota. Agar tidak terjadi kecemburuan di antara pegawai maka perusahaan tidak menitik beratkan atau memberi prioritas terhadap budaya dari etnis/negara tertentu melainkan berorientasi pada tujuan dan kesepakatan yang dibuat di antara mereka. Affirmative Action juga menjadi hal yang perlu diperlakukan dalarn organisasi kaitannya dengan persoalan nilai dan budaya.Bagaimana proses peningkatan kinerja organisasi pada perusahaan multi nasional yang memperhatikan perbedaan kebudayaan akan diungkap dalam tulisan berikut.Kata Kunci: organisasi, budaya

Mission Driven Profesionalism sebagai Upaya Akselerasi Pembangunan Daerah

EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 1 Volume VI, Februari 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3863.713 KB)

Abstract

Keberhasilan pembangunan di daerah tidak lepas dari faktor kemampuan Sumber Daya Manusia dalam mengelola sumber daya yang dimiliki oleh daerahnya serta strategi yang dipakai dalam implementasi rencana/program-program kerjanya. Salah satu strategi adalah Mission Driven Profesionalism, yaitu bahwa untuk menggerakkan roda pembangunan secara profesional sebagai motornya adalah mengacu dan berorientasi pada misi.Peraturan dann prosedur tetap diperlukan dalam proses pencapalan tujuan akan tetapi dalam penerapannya secara fleksibel. Pimpinan penting memberikan ruang kepada bawahannya untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menjalankan pombangunan yang tidak lepas dari pelanggaran yang bersifat yuridisKoto Kunci: misi, pembangunan

Etos Kerja: Elemen Penting dalam Keberhasilan Manajemen

EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 2 Volume V, Agustus 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1539.082 KB)

Abstract

Sukses dalam manajemen menjadi harapan bagi manajer serta seluruh pegawai yang ada dalam organisasi. Setiap individu membawa harapan-harapan ketika mereka masuk dalam komunitas organisasi. Semua orang yang tertibat dalam organisasi pada dasarnyamempunyai tujuan yang sama yakni kepuasan kerja. Kepuasan kerja tersebut dapat dalam bentuk: jabatan yang dimiliki, gaji, komunitas diantara mereka, pekerjaan yang ditekuni.Menjadikan manajemen organisasi berhasil apabila teriadl keseimbangan pencapaian kebutuhan baik kebutuhan pengembangan organisasi itu sendiri serta mereka yang memimpin maupun bawahan. Untuk itu semua kepentingan yang ada perlu diakomadasi supaya masing­masing berjalan searah menuju pada orientasi yang sudah tergambarkan pada visi/misi organisasi.Bentuk-bentuk implementasi perilaku manusia akan tergambarkan pada etos kerja dan etika manusia dalam organisasi. Tentu saja untuk sampai pada pencapaian tujuan bersama, ketika terjadi perilaku manusia dalam organisasi menyimpang, maka salah satunya perlu ditelusuri dari motivasi masuk organisasi dan jalinan kerjasama diantara mereka.Kata kunci: organisasi, etos kerja

Urgensi Kesekretariatan dalam Proses Pengembangan Organisasi

EFISIENSI - KAJIAN ILMU ADMINISTRASI Efisiensi No. 2, Volume IV, Agustus 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1634.411 KB)

Abstract

Kesekretariatan merupakan salah satu unit dalam organisasi yang mempunyai fungsi melayani kebutuhan data maupun informasi seluruh unit-unit lain terkait dengan urusan administrasi. Fungsi pelayanan administrasi menjadi sangat dibutuhkan dalam rangka pencapaian tujuan organisasi karena hal tersebut tidak lepas dari kebutuhan terhadap data maupun informasi yang akurat untuk ketepatan pengambilan suatu keputusan.Dalam upaya pengembangan organisasi dibutuhkan diagnosis, yang tidak lepas dengan data untuk mengetahui gejala yang munculsebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah-Iangkah terapinya. Ketersediaan data/analisis data dan informasi, yangkesemuanya diolah secara komputerisasi membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu dalam pengelolaan data, meliputi:menghimpun, rnenqotah, mencatat, memelihara dan menyimpan. Untuk itu pengelolaan terhadap sistem administrasinya, sertapengembangan kemampuan SDM pada unit tersebut perlu mendapat perhatian. Manajemen terhadap SDM tidak saja pada kemampuandalam hal pendataan tetapi juga faktor kemampuan yang terkait dengan etika pelayanan kepada pihak yang membutuhkan sertakemampuan public relation. Dalam hal ini perlu membuat stadard penilaian kinerja (performance appraisal), yang dipengaruhi faktor lingkungan internalleksternal organisasi, yang terdiri dari: societal, legal economic, technical, physical.Kata Kunci: kesekretariatan, pengembangan organisasi