Articles

Found 6 Documents
Search

ESTIMASI BATIMETRI DARI DATA SPOT 7 STUDI KASUS PERAIRAN GILI MATRA NUSA TENGGARA BARAT Setiawan, Kuncoro Teguh; Manessa, Masita Dwi Mandini; Winarso, Gathot; Anggraini, Nanin; Girrastowo, Gigih; Astriningrum, Wikanti; Herianto, Herianto; Rosid, Syamsu; Supardjo, A. Harsono
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 15 No. 2 Desember 2018
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2018.v15.a3008

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan ribuan pulau besar dan kecil yang memliki perairan laut dangkal. Salah satu informasi yang dibutuhkan dari pulau-pulau tersebut adalah peta batimetri khususnya diperairan laut dangkal. Informasi tersebut masih sangat terbatas pada skala yang besar untuk skala yang lebih detil masih sangat terbatas. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dibutuhkan teknogi penginderaan jauh. Salah satu pemanfaatan teknologi penginderaan jauh adalah untuk menghasilkan informasi batimetri. Banyak metode yang dapat digunakan untuk menghasilkan informasi batimetri dengan teknologi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linier berganda (MLR) yang dikembangkan oleh Lyzenga, 2006. Data yang akan di gunakan adalah citra satelit SPOT 7 di Perairan Laut Dangkal Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode penentuan batimetri tersebut dilakukan pada data kedalaman insitu dengan melakukan dua modifikasi yaitu yang pertama dengan tidak memperhatikan jenis objek habitat dasar dan yang kedua memperhatikan objek habitat dasar karang, lamun, makroalga dan substrat.Hasil dari penelitian ini memberikan korelasi R2 yang meningkat dari 0,721 menjadi 0,786 serta penuruanan nilai kesalahan RMSE dari 3,3 meter menjadi 2,9 meter.
ESTIMASI ALIRAN AIR LINDI TPA BANTAR GEBANG BEKASI MENGGUNAKAN METODA SP Rosid, Syamsu; N, Romadoni; Koesnodo, Koesnodo; Nuridianto, Prabowo
Jurnal Fisika Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v1i2.1640

Abstract

Air lindi merupakan limbah sampah organik yang biasanya diproduksi dari sampah rumah tangga. Pencemaran air tanah (groundwater) oleh air lindi menjadi ancaman yang serius bagi masyarakat. Penduduk Bantar Gebang, Bekasi merasa terancam kehidupannya dengan adanya tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang dikirim dari DKI Jakarta. Beberapa penduduk di sekitar TPA mengeluhkan bahwa air sumurnya agak bau dan tidak lagi terasa segar. Untuk mengetahui seperti apa polusi air lindi yang terjadi, ke arah mana dan sudah sejauh mana sebarannya, dan memetakan daerah resiko tinggi terkena polusi maka telah dilakukan pengukuran geolistrik metoda self potential (SP) di sebelah Tenggara dan Selatan daerah TPA Bantar Gebang, Bekasi. Dari data SP diketahui bahwa aliran air tanah bawah permukaan di daerah tersebut berarah Selatan ke Utara. Meskipun lokasi TPA berada di Utara daerah penelitian, limbah air lindi diduga telah mencemari air tanah bawah permukaan hingga radius ratusan meter dari lokasi TPA. Penyebaran air limbah ini  diperkirakan melalui proses osmosis, mekanisme kapilaritas dan proses elektrokinetik.   Kata kunci: air lindi, metoda SP, TPA Bantar Gebang.
ESTIMASI ALIRAN AIR LINDI TPA BANTAR GEBANG BEKASI MENGGUNAKAN METODA SP Rosid, Syamsu; N, Romadoni; Koesnodo, Koesnodo; Nuridianto, Prabowo
Jurnal Fisika Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air lindi merupakan limbah sampah organik yang biasanya diproduksi dari sampah rumah tangga. Pencemaran air tanah (groundwater) oleh air lindi menjadi ancaman yang serius bagi masyarakat. Penduduk Bantar Gebang, Bekasi merasa terancam kehidupannya dengan adanya tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang dikirim dari DKI Jakarta. Beberapa penduduk di sekitar TPA mengeluhkan bahwa air sumurnya agak bau dan tidak lagi terasa segar. Untuk mengetahui seperti apa polusi air lindi yang terjadi, ke arah mana dan sudah sejauh mana sebarannya, dan memetakan daerah resiko tinggi terkena polusi maka telah dilakukan pengukuran geolistrik metoda self potential (SP) di sebelah Tenggara dan Selatan daerah TPA Bantar Gebang, Bekasi. Dari data SP diketahui bahwa aliran air tanah bawah permukaan di daerah tersebut berarah Selatan ke Utara. Meskipun lokasi TPA berada di Utara daerah penelitian, limbah air lindi diduga telah mencemari air tanah bawah permukaan hingga radius ratusan meter dari lokasi TPA. Penyebaran air limbah ini  diperkirakan melalui proses osmosis, mekanisme kapilaritas dan proses elektrokinetik.   Kata kunci: air lindi, metoda SP, TPA Bantar Gebang.
KARAKTERISASI RESERVOAR BATUPASIR PAD MENGGUNAKAN INVERSI ACOUSTIC IMPED ELASTIC IMPEDANCE (EI) Akbar, Fajri; Rosid, Syamsu
Jurnal Spektra Vol 15, No 2 (2014): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian di lapangan “SG” pada Formasi Talang Akar Sub-Cekungan Jambidengan studi inversi Acoustic Impedance(AI) dan Elastic Impedance(EI) untuk mengkarakterisasi reservoar. Metode AI yang melibatkan kecepatan gelombang P (VP) dan densitas menjadi kurang sensitif untuk kehadiran fluida. Untuk itu dilakukan metode EI dengan melibatkan kecepatan gelombang P (VP), kecepatan gelombang S (VS), dan densitas sehingga lebih sensitif terhadap kehadiran fluida. Metode AI di lakukan pada data seismikpost stackyang diinversi menghasilkan Volume AI untuk mengetahui lithology sedangkan metode EI dilakukan pada data seismik pre-stack dalam bentuk gather yang di mulai dengan super gather, kemudian merubah domain offset menjadi sudut (angle gather) dan menghasilkan data seismik near angle stack dan far angle stackyang selanjutnya diinversi menghasilkan volumeEI near dan far untuk mengetahui sebaran fluida gas dengan pemilihan zona gas berdasarkan cross plot hasil inversi EI near dan far. Di dapatkan hasil pada penampang AI, zona sand berada pada nilai 20.500 ft/s*g/cc sampai dengan 29.000 ft/s*g/cc dan hasil crossplot inversi EI near dan far pada zona sand yang berpotensi mengandung gas didapatkan ketika nilai EI far lebih kecil dibandingkan nilai EI near. Sebaran reservoar yang berpotensi mengandung gas berada di sebelah barat daya sampai ke utara daerah penelitian ini.Keywords: Acoustic Impedance, Elastic Impedance, S-wave.  
KARAKTERISASI RESERVOAR BATUPASIR PADA LAPANGAN “SG” MENGGUNAKAN INVERSI ACOUSTIC IMPEDANCE (AI) DAN ELASTIC IMPEDANCE (EI) Akbar, Fajri; Rosid, Syamsu
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 15 No 2 (2014): SPEKTRA, Volume 15 Nomor 2, Desember 2014
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian di lapangan “SG” pada Formasi Talang Akar Sub-Cekungan Jambidengan studi inversi Acoustic Impedance(AI) dan Elastic Impedance(EI) untuk mengkarakterisasi reservoar. Metode AI yang melibatkan kecepatan gelombang P (VP) dan densitas menjadi kurang sensitif untuk kehadiran fluida. Untuk itu dilakukan metode EI dengan melibatkan kecepatan gelombang P (VP), kecepatan gelombang S (VS), dan densitas sehingga lebih sensitif terhadap kehadiran fluida. Metode AI di lakukan pada data seismikpost stackyang diinversi menghasilkan Volume AI untuk mengetahui lithology sedangkan metode EI dilakukan pada data seismik pre-stack dalam bentuk gather yang di mulai dengan super gather, kemudian merubah domain offset menjadi sudut (angle gather) dan menghasilkan data seismik near angle stack dan far angle stackyang selanjutnya diinversi menghasilkan volumeEI near dan far untuk mengetahui sebaran fluida gas dengan pemilihan zona gas berdasarkancrossplot hasil inversi EI near dan far. Di dapatkan hasil pada penampang AI, zona sand berada pada nilai 20.500 ft/s*g/cc sampai dengan 29.000 ft/s*g/cc dan hasil crossplot inversi EI near dan far pada zona sand yang berpotensi mengandung gas didapatkan ketika nilai EI far lebih kecil dibandingkan nilai EI near. Sebaran reservoar yang berpotensi mengandung gas berada di sebelah barat daya sampai ke utara daerah penelitian ini. Abstract Acoustic Impedance (AI) and Elastic Impedance (EI) inversion study had been done on “SG” field on Talang Akar Formation, Sub-Basin Jambi for reservoir characterization. AI method which involve P-wave velocity and density is insensitive to fluid. Thus, EI method which involve P-wave velocity, density and S-wave velocity implemented to made more sensitive to fluid presence. AI method had been done on seismic post stack data which inverted to AI volume to understand lithology of the field while EI method had been done on pre-stack seismic data gather which starts with super gather, then transform offset domain to angle domain and generate seismic near angle stack and far angle stack herein after inverted to generate EI volume near and far to perceive gas fluid distribution by gas zone selection based on crossplot inversion result of EI near and far. The result on AI section, sand zone is on 20,500 ft/s*g/cc up to 29,000 ft/s*g/cc and result of crossplot inversion EI near and far on sand zone, which potentially contain gas, obtained when EI far smaller than EI near. Reservoir distribution and potentially contain gas is on SouthWest to North of this area. Keywords: Acoustic Impedance, Elastic Impedance, S-wave.
BATHYMETRY EXTRACTION FROM SPOT 7 SATELLITE IMAGERY USING RANDOM FOREST METHODS Setiawan, Kuncoro Teguh; Suwargana, Nana; Br. Ginting, Devica Natalia; Manessa, Masita Dwi Mandini; Anggraini, Nanin; Adawiah, Syifa Wismayati; Julzarika, Atriyon; Surahman, Surahman; Rosid, Syamsu; Supardjo, Agustinus Harsono
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space of Indonesia (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.ijreses.2019.v16.a3085

Abstract

The scope of this research is the application of the random forest method to SPOT 7 data to produce bathymetry information for shallow waters in Indonesia. The study aimed to analyze the effect of base objects in shallow marine habitats on estimating bathymetry from SPOT 7 satellite imagery. SPOT 7 satellite imagery of the shallow sea waters of Gili Matra, West Nusa Tenggara Province was used in this research. The estimation of bathymetry was carried out using two in-situ depth-data modifications, in the form of a random forest algorithm used both without and with benthic habitats (coral reefs, seagrass, macroalgae, and substrates). For bathymetry estimation from SPOT 7 data, the first modification (without benthic habitats) resulted in a 90.2% coefficient of determination (R2) and 1.57 RMSE, while the second modification (with benthic habitats) resulted in an 85.3% coefficient of determination (R2) and 2.48 RMSE. This research showed that the first modification achieved slightly better results than the second modification; thus, the benthic habitat did not significantly influence bathymetry estimation from SPOT 7 imagery.