Articles

Found 5 Documents
Search

Hospital Fire Risk Analysis with Hazard, Vulnerability, Capacity, Risk Assessment Model Phuspa, Sisca Mayang; Rosanti, Eka; Kamal, Mustafal
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.755 KB)

Abstract

The purpose of this research is to analyze fire risk level on the hospital in Ponorogo. Hospital is a community health service instantion should be kept away from fire disaster since many of the patients are vulnerable to become the victim. This research is descriptive – analytic with semi-quantitative approach. The scope involves 27 service units on Ponorogo Regional Hospital. Fire risk is analyzed by proportioning and scoring method of hazard, vulnerability and capacity identification result. The research results indicate 18.5% service unit of Ponorogo Regional Hospital has high fire risk. 59.3% medium risk, and 22.2% low risk. The existance of service unit with high fire risk is caused by hazard potential that does not well managed and fire protection systems that do not comply with the standard. The research result is expected to be used as reference in fire protection system improvement on Ponorogo Regional Hospital so that the fire risk can be minimalized.
Kajian Efektivitas Tanaman Sansevieria Trifasciata dalam Mereduksi Konsentrasi Gas Carbon Monoxide (CO) di Jalan Raya Kabupaten Ponorogo Rosanti, Eka; Akbar Rahma, Ratih Andhika
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 9, No 2 (2017): VOLUME 9 NO 2 TAHUN 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Ponorogo dapat menyebabkan pe-nurunan kualitas udara akibat emisi polutan dari hasil pembakaran bahan bakar, yaitu gas carbon monoxide (CO). Sebagai upaya menjaga kualitas udara maka perlu dilakukan pengen-dalian, salah satunya adalah dengan melakukan penanaman Sansevieria Trifasciata yang me-ngandung pregnane glycoside yang mampu menyerap 107 jenis unsur berbahaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas tanaman Sansevieria Trifasciata dalam me-reduksi konsentrasi gas CO di Jalan raya di Kabupaten Ponorogo. Jenis penelitian yang di-lakukan adalah analitik dengan menggunakan desain studi eksperimen. Lokasi penelitian ada-lah di Jalan Sultan Agung, Jalan K. H. Ahmad Dahlan, Jala Urip Sumoharjo Timur, Jalan Urip Sumoharjo Barat dan Jalan Diponegoro. Penanaman dilakukan pada jarak setiap dua meter dan treatment dilakukan dalam waktu dua minggu. Pada penelitian ini juga dilakukan pengukur-an terhadap beberapa faktor lingkungan, yaitu suhu, kelembaban dan kecepatan angin untuk mengetahui homogenitas data. Uji statistik yang digunakan adalah paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan konsentrasi gas CO antara pra treatment dan pasca treatment. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan konsentrasi gas CO yang bermakna antara sebe-lum dan sesudah penanaman tanaman Sansevieria Trifasciata (p=0,009).
PROGRAM PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN POS UPAYA KESEHATAN KERJA (UKK) PADA PETANI DI DESA DEMANGAN PONOROGO Rosanti, Eka; Andarini, Yulia Dwi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2017): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.801 KB)

Abstract

Penduduk Desa Demangan sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Selain memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan, sektor pertanian juga memberikan dampak negatif yaitu terjadinya Penyakit Akibat Kerja (PAK). Oleh karena itu perlu adanya Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat yaitu dengan pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) yang bertujuan untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakat petani. Pembentukan Pos UKK diawali berkoordinasi dengan Kepala Desa Demangan dan Puskesmas Siman, setelah itu melakukan sosialisasi terhadap masyarakat petani tentang bahaya penggunaan pestisida dan pentingnya personal hygiene. Setelah mendapatkan sosialisasi, masyarakat petani dimintai kesepakatan untuk pembentukan Pos UKK. Kegiatan selanjutnya adalah membentuk struktur organisasi, rencana kerja, mekanisme pelayanan kesehatan kerja, pelatihan kader Pos UKK oleh Puskesmas, dan pembinaan. Keberlanjutan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat petani dapat menjalin kerjasama dengan puskesmas terkait pelayanan kesehatan kerja dasar dan rujukan pasien. Desa Demangan akan menjadi contoh desa siaga terkait kesehatan pekerja bagi desa lain.
THE CORRELATION OF CHEMICAL EXPOSURE AND PERSONAL HYGIENE WITH IRRITANT CONTACT DERMATITIS AMONG WORKERS IN THE PRODUCTION WORKER Rosanti, Eka; Rudyarti, Edwina; Diwa, Mochammad Azel Putra Sunda
Journal Of Vocational Health Studies Vol 2, No 1 (2018): July 2018
Publisher : Faculty of Vocational Education, Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.648 KB)

Abstract

Background: The production process at PT. X using oxalic acid as a mixture of Gum Rosin and Turpentine. Oxalic acid is corrosive and toxic and readily oxidized by water and oxygen that can cause irritation, rashes, burns, and damage to the skin and can cause irritant contact dermatitis. Irritant contact dermatitis cases reached 85% in the workplace. This is caused by direct exposure to chemicals, lack of attention to hygiene, sanitation and the lack of use of personal protective equipment. Purpose: This study aimed to study the correlation of chemicals exposure and personal hygiene with the incidence of irritant contact dermatitis on production workers of PT. X. Methods: This was a quantitative research with cross-sectional approach. The population was 35 workes of PT. X. The sampling technique used total sampling, while data analysis by using  Pearson Correlation test. Results: The test results showed that there was a significant correlation between the exposure of the chemical with the occurrence of irritant contact dermatitis with p value = 0.047, whereas the correlation between personal hygiene with the incidence of irritant contact dermatitis with p value = 0.202 (insignificant). Conclusion: the exposure of chemicals significantly correlate with the occurence of contact dermatitis among the workers, while the personal hygiene had no correlation with the occurrence of irritant contact dermatitis of workers.
PENYULUHAN MENGENAI PENGGUNAAN PESTISIDA YANG BAIK DAN BENAR DI DESA JURUG KECAMATAN SOOKO KABUPATEN PONOROGO Phuspa, Sisca Mayang; Rosanti, Eka
International Journal of Community Service Learning Vol 1, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.467 KB)

Abstract

Desa Jurug Kecamatan Sookomerupakan daerah dengan85% penduduknya bermata pencaharian sebagai petani.Pestisida merupakan salah satu unsur yang sulit dipisahkan dengan kegiatan pertanian.Berdasarkan hasil pengamatan dan kuesioner, petani di Desa Jurug belum mengetahui bagaimana bahaya pestisda untuk kesehatan. Berdasarkan referensi, pestisida yang terkandung dalam darah dapat menyebabkan efek toksik dalam menghambat enzim kolinesterase yang dapat mengganggu sistem saraf. Masyarakat petani Desa Sooko belum pernah mendapatkan penyuluhan dari Puskesmas terdekat tentang kesehatan kerja khususnya pada petani yang terkait dengan penggunaan pestisida. Selain itu kesadaran petani akan kesehatan juga masih rendah, terlihat dari hasil kuesioner pretest belum diperhatikannya cara menggunakan pestisida yang baik dan benar serta pemakaian APD sebagai upaya preventif terhadap terjadinya penyakit akibat kerja dari penggunaan pestisida belum maksimal. Berdasarkan hasil penyuluhan, terdapat peningkatan skor kuesioner (post-test) sebesar 50%. Hal ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam pemakaian pestisida dan bahaya pestisida.Hal ini baik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya petani untuk menggunakan pestisida yang aman bagi kesehatan.Peningkatan kesehatan petani diharapkan menjadi awal dari peningkatan produktifitas di bidang pertanian.