Articles

Found 25 Documents
Search

Pembuatan ADC (Analog to Digital Converter) Untuk Rancang Bangun Instrumentasi Temperatur Tinggi Menggunakan Prinsip Defleksi Laser He-Ne Sebagai Bagian Dari Sistem Kendali Operasi Di Bidang Industri Kadarisman, Nur; Sumarna, Sumarna; Rosana, Dadan
BERKALA FISIKA Vol 13, No 2 (2010): Berkala Fisika, Edisi Khusus
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.075 KB)

Abstract

Monitoring and control all process variables such as power, temperature, and pressure is an absolute necessity in the field of industry. Instrumentation is a tool that can be used to monitor and control the process variables. From the monitoring results it can be seen whether the system is running in accordance with the desired or not. If deviation occurs, then the control action is needed so that the process can run as expected (the operating control system). One of the instrumentation equipment that need to be investigated is the use of laser deflection, because the laser beam that has a coherent nature, so that this instrumentation can be a very useful tool in the industry. At that stage the second year of this research study focused on the process input and data analysis with the aid of a microcontroller as a stage before applied in the modeling industry. The study was conducted in two stages, namely the manufacture of the ADC program that can send data voltage to the computer via RS 232 serial cable and making the ADC data acquisition software in the computer so the computer can act as a collection station, storage, and display data. This software use Borland Delphi 7. The results showed that the graph can be known voltage variations can indicate changes in certain deflection. The value of this deflection will determine the temperature of which is shown by the graph. Changes in the analog signal from the source of the potentiometer into a digital signal using ADC is inversely proportional, which is indicated by a linear graph with a correlation R = 0.99079 Graph showing the relationship between deflection with temperature according to the graph of the results of previous years of research that is done manually. Thus, further stay pending the outcome of the development of an acceptable deflection pattern detector equipped with a data acquisition system, as the final stage before implemented in the industry. Data acquisition system consists of two parts: signal conditioning systems and interfaces. If the detector is subjected by a laser beam, the optical signal is converted into electrical signals. This causes an electrical current. Because the electric current generated by the detector is very small, it needs to be strengthened and transformed into voltage by a signal conditioning system.Temperatures are measured in a particular room will cause the laser beam deflection at a certain distance so it can be used for high temperature control system.   Keywords: ADC, Instrumentation, He-Ne Laser, Borland Delphi
MODEL PEMBELAJARAN LIMA DOMAIN SAINS DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENGEMBANGKAN PEMBELAJARAN BERMAKNA Rosana, Dadan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 13, No 2 (2009)
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.002 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Model Pembelajaran Lima Domain Sains (MP5DS) dengan pendekatan kontekstual berlandaskan teori konstruktivisme untuk menghasilkan pembelajaran bermakna, melalui tahapan; (1) pengembangan perangkat pembelajaran dan sumber belajar (2) pengujian hubungan antar variabel, serta MP5DS dengan variabel yang mempengaruhinya. Metode penelitian mengggunakan penelitian dan pengembangan model spiral. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur dan model persamaan struktural menggunakan AMOS 6.0. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) prototipe perangkat pembelajaran dan prosedur implementasi MP5DS untuk pembelajaran sains, (2) terdapat pengaruh langsung yang positif dan signifikan maupun tidak langsung antar variabel kognitif, afektif, proses, aplikasi dan kreativitas, (3) pencapaian nilai tes kognitif pada kategori tinggi (73,11%), nilai sikap cukup baik (58%), nilai proses tinggi (63,31%), nilai aplikasi tinggi (61,93%) dan nilai kreativitas masih rendah (39,41%), serta (4) MP5DS dipengaruhi oleh lingkungan psikososial pembelajaran sains dan kompetensi guru. Variabel lingkungan psikososial pembelajaran sains memiliki pengaruh langsung positif dan signifikan (faktor bobot = 0,60, cr=11,490, dan p<0,000|),  tetapi variabel kompetensi guru pengaruhnya tidak signifikan (faktor bobot = 0,34, cr=11,490, dan p<0,000|). Kata kunci:      MP5DS, kontekstual, pembelajaran bermakna
FIVE STRATEGIES OF ENTREPREUNEURSHIP LEARNING UNTUK MENGHASILKAN REAL ENTREPEUNEUR (MODEL PENDIDIKAN ENTREPREUNEURSHIP DI PERGURUAN TINGGI) Rosana, Dadan; ., Suwarna; A. Tiarani, Vinta
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 1 (2012): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Februari 2012, Th. XXXI, No. 1
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.228 KB)

Abstract

Abstrak. Five Strategies of Entrepreuneurship Learning untuk Menghasilkan Real Entrepeuneur (Model Pendidikan Entrepreuneurship di Perguruan Tinggi). Tujuan penelitian ini menghasilkan suatu model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan entrepreuneur secara nyata pada mahasiswa melalui implementasi lima Strategies of Entreprueneurship Learing dalam kuliah kewirausahaan melalui pembentukan mid-set, attitude, skills, dan knowledge. Metode penelitian menggunakan Research and Development lewat lima Fase Perancangan Pengajaran Model Spiral diadaptasi dari ?Five phases of instructional design? dari Cennamo dan Kalk. Pengembangan dimulai dari fase definisi, desain, peragaan, pengembangan, dan penyajian yang pihak-pihak calon pengguna, ahli bidang yang dikembangkan, anggota tim dan instruktur, dan pembelajar. Hasil penelitian berupa model pembelajaran kewirausahaan yang terdiri atas lima strategi pembelajaran yang dilaksanakan secara terpadu, yaitu creative critical constructive imagination, entrepreneurial real life experience, educative disequilibrium conditioning, coaching and mentoring with collaboration and competition, dan community and market impact and involvement. Ujicoba terbatas menunjukkan adanya peningkatan proses dan hasil belajar dari aspek kognitif, afektif, dan keterampilan berwirausaha. Model hipotetik yang digunakan menunjukkan indikasi tercapainya hasil yang sesuai dengan rancangan awal, yaitu wirausaha baru berbasis ilmu pengetahuan. Bentuk usaha dikaitkan dengan kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan di antaranya bakso krokot (obat asam urat), minuman kesehatan adas manis (Miss Anis) yang sudah dilengkapi izin Depkes dan Deperindag, tas biji asam, dan keripik biji mahoni (minuman kesehatan). Kata Kunci: entrepreuneurship learning, real entrepeuneur, research and development
RANCANG BANGUN TEKNOLOGI MULTIFUNCTION EQUIPMENT BAGI PENYANDANG TUNA NETRA DAN TUNA RUNGU DALAM PRAKTIKUM SAINS REALISTIK Pujianto, Pujianto; Astono, Juli; Rosana, Dadan; Purwanta, Setia Adi
Jurnal Kependidikan (Penerbit : Lembaga Penelitian UNY) Vol 42, No 2: November 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.086 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebermanfaatan kit praktikum multifunction equipment dalam eksperimen sains realistik; kegunaan modul eksperimen dan LKS bahasa Braille; jenis aktivitas siswa yang muncul   melalui penerapan model eksperimen sains dengan pendekatan konstruktivis; hasil evaluasi pembelajaran sains menggunakan model evaluasi yang telah dikembangkan; dan respon siswa terhadap implementasi perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan dalam mengoptimalkan aktivitas langsung bagi siswa penyandang tuna netra dan tuna rungu. Metode penelitian menggunakan desain penelitian pengembangan menurut Cennamo dan Kalk. Hasil yang telah dicapai adalah: 1) Kit praktikum menggunakan teknologi multifunction equipment telah dapat digunakan; 2) Modul eksperimen dan LKS bahasa Braille dapat mengakomodasi kebutuhan belajar; 3) Jenis aktivitas siswa yang muncul melalui penerapan model eksperimen sains dengan pendekatan konstruktivis meliputi menduga, mengukur, mencatat hasil, membuat daftar, menuliskan hasil dan melaporkan hasil; 4) Hasil evaluasi pembelajaran sains menggunakan model evaluasi yang telah dikembangkan menunjukkan nilai rerata 7,3; dan 5) Respon siswa terhadap implementasi perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan dalam mengoptimalkan aktivitas langsung bagi siswa penyandang tuna netra dan tuna rungu sangat baik. Hal ini terlihat dari peran aktif siswa dalam merespon implementasi perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan
PENGUATAN KURIKULUM DENGAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN PEMBELAJARAN AKTIF UNTUK PENGEMBANGANKARAKTER BANGSA Rosana, Dadan
Jurnal Pendidikan Karakter No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Karakter Edisi Juni 2014, TH. IV No. 2
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.797 KB)

Abstract

Abstrak: Penataan ulang kurikulum adalah sebuah kegiatan yang mendesak untuk segera dilaksanakan. Secara eksplisit, landasan yuridis penataan ulang kurikulum diungkapkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010. Pasal 67 Ayat (3) PP 17/2010 merumuskan tujuan pendidikan dasar sebagai membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang; (1) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur; (2) berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif; (3) sehat, mandiri, dan percaya diri;dan (4) toleran, peka sosial, demokratis, dan bertanggung jawab. Ketetapan yang dirumuskan pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 ini jelas menunjukkan perlu ada penyempurnaan dan penguatan kurikulum. Penguatan kurikulum dengan pendidikan kewirausahaan tertuang secara jelas dalam Peraturan Pemerintanh No. 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. Pembelajaran aktif menjadi penting dikembangkan karena tertuang dalam Intruksi Presiden Republik Indonesia No. 1 Tahun 2010 tentang percepatan pelaksanaan prioritas pembangunan nasional. Kata Kunci: penguatan kurikulum, pendidikan kewirausahaan, pembelajaran aktif, karakter bangsa STRENGTHENING THE CURRICULUM USING ENTREPRENEURSHIP EDUCATION AND ACTIVE TEACHING AND LEARNING TO DEVELOP THE NATION’S CHARACTER Abstract: Restructuring the curriculum is an activity that urgently needs execution. Legal basis for restructuring the curriculum is explicitly revealed in Act No. 20 of 2003 and Government Regulation No. 17 of 2010. Article 67 Verse (3) of the Government Regulation formulates the goal of basic education to build the foundation for developing the learners’ potentials so that they can become humans beings who are (1) faithful and devoted to the One and Only God, having noble morality and respectable personality; (2) knowledgeable, intelligent, critical, creative, and innovative; (3) healthy, autonomous, and self-confident; and (4) tolerant, socially sensitive, democratic, and responsible. The decree formulated in the Government Regulation No. 17 of 2010 clearly shows the need for improving and strengthening the curriculum. Strengthening the curriculum by entrepreneurship education is explicitly mentioned in the Government Regulation No. 5 of 2010 on the Middle-Term National Development Plan of 2010-2014. Meanwhile, active teaching and learning needs to be developed as it is written in the Indonesian Presidential Instruction No. 5 of 2010 on the enhancement of the implementation of the national development priorities. Keywords: strengthening the curriculum, entrepreneurship education, active teaching and learning, the nation’s character
PENGEMBANGAN ALAT PRAKTIKUM SAINS (FISIKA) UNTUK ANAK PENYANDANG KETUNAAN SERTA APLIKASINYA PADA PENDIDIKAN INKLUSIF Rosana, Dadan
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mengembangkan alat-alat praktikum yang dirancang khusus untuk kelas inklusif maka perlu diperhatikan karakteristik terpenting dari sekolah inklusi sebagai satu komunitas yang kohesif (menyatu dengan siswa noremal lainnya), menerima dan responsive terhadap kebutuhan individual siswa. Permasalahan yang seringkali muncul dalam pembelajaran anak berkebutuhan khusus adalah pada saat mereka harus praktikum. Kondisi ini juga sangat terasa pada saat pembelajaran Fisika yang karakteristik ilmunya memang berlandaskan pada kemampuan eksperimen.Pengalaman belajar yang realistik (seperti praktikum yang melibatkan kegiatan eksperimen dan demonstrasi) sangat diperlukan dalam pembelajaran Fisika. Padahal keterbatasan fisik karena tuna netra dan tuna rungu sangat menggangu bagi siswa penyandang tuna netra dan tuna rungu baik disekolah umum (pendidikan inklusif) maupun di sekolah khusus penyandang cacat. Namun kesiapan sistem pembelajaran yang dapat diakomodasi oleh penyandang cacat ternyata belum memadai. Hal ini terutama ketika siswa penyandang cacat akan mengikuti pengelaman belajar yang bersifat realistik, eksperimen Fisika misalnya. Belum ada model eksperimen Fisika yang dirancang khusus untuk melayani kebutuhan belajar anak penyandang tuna netra dan tuna rungu. Berdasarkan kenyataan itulah telah dikembangkan alat praktikum sains yang bersifat manual menggunakan indra peraba dan Voice Equipment (MFE) yang berbasis perubahan tegangan (potensial listrik) menjadi suara yang digunakan dalam praktikumfisika untuk anak penyandang tuna netra dan tuna rungu. Kata kunci : Alat praktikum sains (fisika), kelas inklusif, penyandang ketunaan.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM PENGOLAHAN LIMBAH UNTUK INDUSTRI TAHl.! TEMPE Rosana, Dadan; Astono, Juli
INOTEK Vol 3, No 1 (2001): Januari 2001
Publisher : LPM UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan  dari  kegiatan  pengabdian   pada  masyarakat  yang dilaksanakan   oleh  tim   dosen Juresan  Pendidikan  Fisika  FPMIPA IKIP Yogyakarta  ini adaJah: pertama,   membantu  industri kecil tempe  benguk  dalam  merancang  dan membuat  sistem  pengolahan  Iimbah, kedua , untuk membuat  sarana  kegiatan   praktikum  dan penelitian  untuk mahasiswa  yang mengambil  mata kuliah    Fisika   Lingkungan    dan   Manajemen    Lingkungan,    melakukan    pengujian    secara kuantitatif    (uji   kualitas   Iimbah)   dan   kualitatif    (angket   untuk   mengetahui    kemanfaatan instalasi  Iimbah bagi lingkungan  sekitarnya).Metode  kegiatan  yang  dilaksanakan   dalam  kegiatan  pengabdian   ini  meliputi  metode: pertama,    untuk   mengetahui   pendapat   masyarakat   mengenai   adanya   instalasi   pengolahan limbah  melalui  wawaneara  dan angket  di lapangan.  Kedua,  untuk memberikan   keterampilan perancangan   dan  pembuatan   sistem  pengolahan   limbah dilakukan praktik  langsung  dengan menghadirkan  beberapa  pemilik industri  sejenis.Indikator   keberhasilan    program   ini  adalah   dengan   semakin   meningkatnya    kualitas lingkungan  di sekitar  industri  tempe  benguk  dengan  adanya  sistem  pengolahan  limbah.   Hasil Jain yang  didapat  adalah  telah  diraneang   dan  dibuat  sistem  pengolahan   limbah  yang  dapat dimanfaatkan    oleh   industri   kecil.   Kesimpulan    yang  didapat   ternyata   sisitem   pengolahan limbah  yang  dibuat  efektif  untuk  rnereduksi   tingkat  berbahayanya   limbah  bagi  lingkungan (dibuktikan   dengan  pengujian   dan  analisis   fisis  Iimbah).  Dari  hasil  wawaneara   dan  angket ditunjukkan   bahwa  masyarakat   serempat   merasakan   manfaat   keberadaan   instalasi  tersebut, limbah  yang asalnya  tergenang  menjadi  sumber  penyakit  dan bau dapat  teratasi  dengan  baik. Banvak   pengusaha   industri   yang  menyadari   pentingnya   instalasi   pengolahan   Iimbah  tapi sulitnya   finansial,   sehingga   perlu  lebih  dikembangkan    pola  pengabdian   untuk  pernbuatan sistern pengolahan  1imbah di industri  keeil. Kata  Kunci:  Limbah   Industri,
PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DENGAN METODE BERMAIN DALAM MENGAJARKAN SAINS DI TAMAN KANAK-KANAK ROSANA, DADAN
Jurnal Kependidikan (Penerbit: LPPM UNY bekerjasama dengan MPPI) Vol 30, No 1: Edisi Dies 2000
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DENGAN METODE BERMAIN DALAM MENGAJARKAN SAINS DI TAMAN KANAK-KANAK
THE DEVELOPMENT OF SCIENCE LEARNING DEVICE BASED ON SCIENCE EDUTAINMENT TO IMPROVE STUDENTS LEARNING MOTIVATION AND COGNITIVE LEARNING ACHIEVEMENT Anggarniastiti, Tiffani; Rosana, Dadan; Setianingsih, Wita
Journal of Science Education Research Vol 1, No 1 (2017): JSER
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research are 1) to produce science learning device based on Science Series which is feasible according to the validators, 2) to know the students response to Science Edutainment learning, 3) to know the improvement of students learning motivation after using learning device which developed, 4) to know the improvement of students cognitive learning achievement after using learning device which was developed. This research is categorized as R&D research with 4 d model (Define, Design, Develop, and Disseminate). Instruments which were used in this research are validation forms of learning device, students questionnaire response to Science Education learning, students questionnaire of learning motivation, pretest and posttest, and learning task observation form. The data analysis techniques used in this research are qualitative and quantitative. The results of this research are: 1) it has been produced science learning device based on Science Series which is feasible with excellent category (A) according to the validators, 2) science learning which used learning devices based on Science Edutainment get students response with good category (B), 3) science learning device can improve students learning motivation with percentage 10.74%, 4) science learning device can improve students cognitive learning achievement with result of gain score is 0.73 and categorized as high category.
PERANAN RESEARCHAND DEVELOPMENT (R&D) DAN STRUCTURAL EQUATIONMODEL (SEM) DALAM PENELITIAN PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Rosana, Dadan
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 2, No 2 (2008): Cakrawala Pendidikan, Juni 2008, Th. XXVII, No. 2
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A curriculum consistsof a number of interrelated complex components. Theschool-based curriculum has several components: curriculumand learningoutcomes, class-based evaluation, teaching-learning activities,and school-basedcurriculum organization. These are completedwith the establishment ofcurriculum networking, the development of curriculum supplements (e.g.syllabuses), professional trainings for educational practitioners,and thedevelopmentof curriculum information system. The school-based curriculumimplementationand development strategies should include all of them. Therefore,it is necessary to continuously conduct researchon the school-based curriculum,especiallywhen the curriculum starts to be implemented. There are two importantpoints in the school-based curriculum development research. The first includesdevelopingand validating all the instructional kits used in the school to ensure that- the kits are ready to use and effective, and the second involves the comprehensiveanalysisof all the variables influencing the success of education. For the first point,the.researchand development (R&D) approach is appropriate in the developmentand validation of curriculum supplements. For the second point, regarding causalcorrelations among variables in education, the structural equation modeling isappropriate. There are anumber of educational variables that cannot be directlymeasured; latent variablesmust be formulated through other measurable variables.If the variables cannot be directly measured,we have to form the variables bymeans of variable indicators that can be directly measured by using measurementmodeling. Analyzing causal correlations among latent variables,we can use thestructural equation modeling involvingpath analysis and measurement modeling