Anna Roosdiana
Chemistry Department, Brawijaya University Jalan Veteran, Malang

Published : 37 Documents
Articles

Found 37 Documents
Search

OPTIMASI AMOBILISASI PEKTINASE DARI Bacillus subtilis MENGGUNAKAN KITOSAN-NATRIUM TRIPOLIFOSFAT Tantowidjojo, Vanessa Rachmani; Roosdiana, Anna; Prasetyawan, Sasangka
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.991 KB)

Abstract

Pektinase adalah enzim yang sangat potensial dalam industri pangan, sehingga perlu diamobilisasi agar dapat digunakan berulang dan mudah untuk dipisahkan dari produknya. Pektinase yang telah diisolasi dari Bacillus subtilis dimurnikan dengan menggunakan amonium sulfat dengan tingkat kejenuhan 20–60%. Pektinase diamobilisasi dengan metode penjebakan menggunakan matriks kitosan-natrium tripolifosfat. Pada penelitian ini ditentukan konsentrasi kitosan dan konsentrasi enzim optimum amobilisasi pektinase. Konsentrasi kitosan yang digunakan adalah 1; 1,5; 2; 2,5; dan 3% (w/v) dan konsentrasi enzim sebesar 0,943; 1,887; 2,830; 3,774; dan 4,717 mg/mL. Kadar protein enzim ditentukan dengan metode Biuret dan aktivitas enzim ditentukan dengan menghitung asam galakturonat yang dihasilkan dari hidrolisis pektin oleh sejumlah enzim per menit. Kadar protein pektinase bebas diperoleh sebesar 4,717 mg/mL dengan aktivitas sebesar 109,8 unit. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi kitosan optimum berada pada konsentrasi 2,5% sedangkan konsentrasi enzim optimum pada 1,887 mg/mL dengan aktivitas tertinggi sebesar 145,6 unit. Kata kunci : aktivitas, amobilisasi, Bacillus subtilis, kitosan-natrium tripolifosfat, pektinase
AMOBILISASI PEKTINASE DARI Bacillus subtilis MENGGUNAKAN MATRIKS PASIR LAUT YANG DIAKTIVASI NaOH Mufida, Fadillah; Roosdiana, Anna; Prasetyawan, Sasangka
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.779 KB)

Abstract

Pektinase hasil isolasi dari Bacillus subtilis mempunyai sifat termofilik. Pektinase perlu diamobilisasi agar dapat digunakan secara berulang. Amobilisasi pektinase dilakukan dengan metode adsorpsi fisik pada matriks pasir laut yang diaktivasi NaOH 0,0720 M. Pada penelitian ini ditentukan lama pengocokan dan konsentrasi pektinase optimum  amobilisasi pektinase. Lama pengocokan yang digunakan berkisar antara 1, 2, 3, 4 dan 5 jam dan konsentrasi enzim sebesar 0,943; 1,887; 2,830; 3,774 dan 4,717 mg/mL. Kadar protein diuji dengan metode Biuret dan aktivitas enzim ditentukan dari banyaknya asam galakturonat yang dihasilkan dari hidrolisis pektin oleh pektinase per menit. Kadar protein pektinase bebas diperoleh sebesar 4,717 mg/mL dengan aktivitas 109,8 unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum pektinase amobil pada pasir dicapai pada lama pengocokan 3 jam dan konsentrasi pektinase 3,774 mg/mL dengan aktivitas 1007,7 unit dan jumlah enzim teradsorpsi pada pasir sebesar 111,6 mg/g pasir.Kata kunci: aktivitas, amobilisasi, Bacillus subtilis, pasir laut, pektinase.
OPTIMASI AMOBILISASI PEKTINASE DARI Bacillus subtilis MENGGUNAKAN Ca-ALGINAT-KITOSAN Siswanti, Chandra Ayu; Roosdiana, Anna; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.804 KB)

Abstract

Pektinase bebas tidak dapat digunakan lebih dari satu kali pemakaian, sehingga perlu dilakukan teknik amobilisasi agar dapat digunakan secara berulang. Penelitian ini mempelajari tentang kondisi optimum proses amobilisasi pektinase pada matriks Ca-alginat-kitosan. Pektinase diisolasi dari Bacillus subtilis, dimurnikan dengan metode pemurnian bertingkat menggunakan amonium sulfat fraksi 20–60% dan dilanjutkan dengan dialisis. Mikroenkapsulasi Ca-alginat-kitosan dibuat dengan mencampurkan pektinase pada variasi 0,943; 1,886; 2,83; 3,774; 4,717 mg/mL dengan Na-alginat pada variasi 1,5; 2; 2,5; 3; 3,5% (w/v) dan meneteskannya pada larutan CaCl2 0,15 M. Manik Ca-alginat selanjutnya disuspensikan pada kitosan 1,5% dan diteteskan pada larutan Na5P3O10 3%, sehingga terbentuk hibrid mikrokapsul Ca-alginat-kitosan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi optimum Na-alginat 3% (w/v) dan konsentrasi pektinase optimum 2,83 mg/mL dapat menjebak pektinase sebanyak 2,83 mg/gram Ca-alginat-kitosan dengan aktivitas sebesar 193,3 unit. Kata kunci: aktivitas, Bacillus subtilis, Ca-alginat-kitosan, pektinase
OPTIMASI AMOBILISASI PEKTINASE DARI Bacillus subtilis MENGGUNAKAN BENTONIT Rosmanansari, Novia Sintesa Dara; Roosdiana, Anna; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.094 KB)

Abstract

Pektinase merupakan salah satu jenis enzim yang mampu memecah senyawa pektin menjadi asam galakturonat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kondisi optimum amobilisasi pektinase dari Bacillus subtilis dengan menggunakan matriks bentonit. Penentuan kondisi optimum amobilisasi dilakukan pada variasi lama pengocokan 1–5 jam dan konsentrasi enzim pada variasi 943,4–4717 ppm menggunakan 0,1 g bentonit pada temperatur ruang, kemudian ditentukan protein yang teradsorpsi dan aktivitas pektinase amobil. Kadar protein sisa ditentukan dengan metode Biuret dan asam galakturonat yang dihasilkan ditentukan menggunakan reagen DNS (asam dinitrosalisilat). Aktivitas pektinase dihitung berdasarkan banyaknya galakturonat yang dihasilkan oleh kerja sejumlah enzim per menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum amobilisasi pektinase menggunakan matriks bentonit yang telah diaktivasi dengan HCl dicapai pada lama pengocokan 4 jam dengan konsentrasi awal pektinase 2830 ppm menghasilkan pektinase teradsorpsi sebesar 21,61 mg/g bentonit dan aktivitas 642,7 µg.g-1.menit-1. Kata kunci:aktivitas, amobilisasi, Bacillus subtilis, bentonit teraktivasi HCl, pektinase
AMOBILISASI PEKTINASE DARI Bacillus subtilis MENGGUNAKAN MATRIKS PASIR LAUT TERAKTIVASI HCl Widyanti, Marta; Roosdiana, Anna; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.97 KB)

Abstract

ABSTRAK Amobilisasi pektinase dengan metode adsorpsi fisik pada matriks pasir laut teraktivasi HCl, digunakan untuk mendegradasi senyawa pektin. Pektinase perlu diamobilkan untuk meningkatkan efisiensi pemakaian enzim sehingga dapat dipakai berulang kali. Pektinase diisolasi dari Bacillus subtilis dan dimurnikan dengan menggunakan amonium sulfat dengan tingkat kejenuhan 20-60%. Penelitian ini bertujuan mengetahui waktu pengocokan dan konsentrasi pektinase optimum. Pada penelitian ini dilakukan variasi waktu pengocokan 1, 2, 3, 4, 5 jam dan variasi konsentrasi pektinase 0,943; 1,887; 2,830; 3,774; 4,717 mg/mL pada 0,1 g pasir pada temperatur ruang. Penentuan kadar protein dilakukan dengan menggunakan reagen Biuret, sedangkan kadar asam galakturonat menggunakan reagen DNS. Pektinase bebas mempunyai kadar protein 4,717 mg/mL dengan aktivitas 109,8 unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum amobilisasi pektinase dicapai pada waktu pengocokan 4 jam dan konsentrasi pektinase 3,774 mg/mL dengan jumlah pektinase teradsorpsi 140,7 mg/g pasir dan aktivitas 1049,9 unit. Kata kunci:aktivitas, Bacillus subtilis, pasir laut teraktivasi HCl, pektinase.
STUDI PEMBERIAN EKSTRAK RUMPUT LAUT COKLAT (Sargassum prismaticum) TERHADAP KADAR MDA DAN HISTOLOGI JARINGAN PANKREAS PADA TIKUS Rattus norvegicus DIABETES MELITUS TIPE 1 HASIL INDUKSI MLD-STZ (MULTIPLE LOW DOSE - STREPTOZOTOCIN) Dewi, Devis Resita; Roosdiana, Anna
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.245 KB)

Abstract

The aim of this research was to investigate the effect of brown seaweed (Sargassum prismaticum) extract to decreased MDA levels and improvement of pancreatic tissue histology on rats Rattus norvegicus type 1 diabetes mellitus (DM). Type 1 diabetic rats induced by intraperitonial (i.p) injection of Multiple Low Dose-Streptozotocin (MLD-STZ) with 20 mg/kg (bw) dose for 5 consecutive days. MDA was measured by UV-Vis spectrophotometry method at a wavelength of 540 nm using TBA (Thiobarbituric acid) reagent. Histology of pancreatic tissue performed using Hematoxylen-Eosin staining method. In this research, rats were grouped into 6 treatment groups: the group of control rats, type 1 diabetic rats exposed to MLD-STZ, and type 1 diabetic rats exposed to MLD-STZ than treated by brown seaweed extract orally with 0.8 g/tail dose by 2 mL per day for 1, 3, 5, and 7 days. The results of this research obtained average MDA levels of each group of consecutive treatments were 2.507; 6.770; 5.543; 4.444; 3.734 and 2.980 mg/mL. Therapy with Sargassum prismaticum extract for 7 days can reduce MDA levels of type 1 diabetic rats by 55.98% indicating level of (6.770 ± 0.027) mg/dL to be (2.980 ± 0.017) mg/dL and able to improved pancreatic tissue histology type 1 diabetic rats. Key words: diabetes mellitus, histology, MDA, pancreas, Sargassum prismaticum
OPTIMASI AMOBILISASI UREASE DARI Schizzosaccharomyces pombe MENGGUNAKAN MATRIK KITOSAN-NATRIUM TRIPOLIFOSFAT Fatmawati, Ivone; Prasetyawan, Sasangka; Roosdiana, Anna
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.902 KB)

Abstract

Determination of optimum condition of immobilized urease using chitosan-sodium tripolyphosphate has been done. Urease was isolated from Schizzosaccharomyces pombe and was purified through fractional purification method using ammonium sulphate saturation of 30– 45%. Urease is an enzyme that has the ability to hydrolyze of urea into carbon dioxide and ammonia. The activity of urease was defined as the amount of micromol ammonia per mL enzyme per minute and resulted ammonia was analyzed by spectrofotometric method using Nessler reagen. The optimum condition of immobilized urease was observed by determining the highest activity in various chitosan concentration (1.5; 2.0; 2.5; 3.0; 3.5) % w/v and urease concentration (0.840; 1.680; 2.520; 3.360; 4.200) mg/mL. The result of this experiment showed that the optimum chitosan concentration was 2.5% w/v while the optimum urease concentration was 2.520 mg/mL with the highest activity of  0.57 Units. Key words: activity, chitosan-sodium tripolyphosphate, Schizzosaccharomyces pombe, urease.  
Penentuan Waktu Fermentasi Optimum Produksi Xilanase dari Trichoderma viride Menggunakan Substrat Kulit Kedelai dan Kulit Kacang Hijau Melalui Fermentasi Semi Padat Windari, Hema Aprilia Setyo; Sutrisno, Sutrisno; Roosdiana, Anna
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.065 KB)

Abstract

Xilanase merupakan enzim ekstraseluler yang dapat menghidrolisis xilan menjadi xilosa dan xilo-oligosakarida. Xilanase dapat dihasilkan oleh mikroba berupa kapang atau bakteri melalui proses fermentasi. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui waktu fermentasi dan pengaruh dua jenis substrat (substrat kulit kedelai dan kulit kacang hijau) pada produksi xilanase dari Trichoderma viride dengan metode fermentasi semi padat. Ekstrak kasar yang diperoleh dari variasi waktu fermentasi (0, 12, 24, 36, 48, 60, 72, 84, 96) jam diukur kadar protein dan aktivitas secara spektrofotometri dengan reagen Biuret dan gula pereduksi dengan reagen DNS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi optimum diperoleh pada 60 jam dengan nilai aktivitas enzim menggunakan substrat kulit Kedelai sebesar 18,71 U dan substrat kulit kacang hijau sebesar 15,57 U. Kadar protein enzim pada substrat kulit kedelai sebesar 15,08 mg/mL dan substrat kulit kacang hijau sebesar 12,81 mg/mL.
PENGARUH HERBAL SPRAY BERBASIS BIOAKTIF Spirulina sp. TERHADAP KADAR MDA PADA LUKA SAYATAN TIKUS (Rattus norvegicus) DM T1 Kurniasari, Balqis; Aulanni’am, Aulanni’am; Roosdiana, Anna
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.295 KB)

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolit yang ditandai dengan timbulnya hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin atau peningkatan resistensi insulin seluler terhadap insulin. Terapi herbal spray Spirulina sp. merupakan salah satu pengobatan alternatif penyakit DM. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh terapi herbal spray dari Spirulina sp. terhadap kadar Malondialdehid (MDA) pada luka sayatan tikus  hasil induksi Multiple Low Dose-Streptozotocin (MLD-STZ) dosis 20 mg/kg BB selama 5 hari berturut-turut. Kadar glukosa darah diukur menggunakan glukometer digital dan dinyatakan DM apabila kadar glukosa darah  > 200 mg/dL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian herbal spray Spirulina sp. 3x sehari selama 2 minggu pada tikus hasil induksi MLD-STZ menunjukkan penurunan kadar glukosa darah (148,8 ± 34,30) mg/dL, dan penurunan kadar MDA rata-rata (0,55 ± 0,024) μg/mL, serta dapat mempercepat penutupan luka sayatan dari 4,28 cm menjadi 0,5 cm. Kata kunci: insisi, MLD-STZ, kadar MDA, Spirulina sp.
PENGARUH ION LOGAM Fe3+ TERHADAP AKTIVITAS XYLANASE HASIL DARI ISOLASI Trichoderma viride DENGAN METODA FERMENTASI SEMI PADAT Salamah, Alfi; Roosdiana, Anna; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.06 KB)

Abstract

Xilanase merupakan enzim ekstraseluler yang berfungsi untuk menghidrolisis xilan mejadi xilosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ion Fe3+ terhadap aktivitas xilanase hasil isolasi dari Trichoderma viride dengan media yang mengandung serbuk kulit pisang sebagai induser pada fermentasi semi padat. Ekstrak kasar xilanase dimurnikan melalui pengendapan dengan tingkat kejenuhan 40-80 % dan dilanjutkan dengan dialisis. Pengaruh penambahan ion Fe3+terhadap aktivitas xilanase dengan variasi konsentrasi (25; 30; 35; 40; 45 dan 50 mM). Aktivitas xilanase ditentukan dengan mengukur gula pereduksi (xilosa) secara spektrofotometri dengan reagen dinitrosalisilat (DNS), sedangkan kadar protein dengan reagen Biuret. Hasil dari penelitian ini menunjukkan aktivitas xilanase kasar 1,229 µg.mL-1.menit-1 dan setelah pengendapan sebesar 1,600 µg.mL-1.menit-1. Penambahan ion Fe3+ dapat menurunkan aktivitas xilanase dan ion Fe3+ berperan sebagai inhibitor un-competitive. Parameter kinetika dari xilanase diperoleh nilai Vm 1,072 µg.mL-1.menit-1, KM 1,23 % dan KI 119,05 mM. Kata kunci: Aktivitas xilanase, ion logam Fe3+ , Trichoderma viride