Articles

Found 12 Documents
Search

MEMBRANE BIOREACTOR FOR TREATMENT OF RECALCITRANT WASTEWATERS Suprihatin, Suprihatin; Romli, Muhammad
REAKTOR Volume 13, Nomor 1, Juni 2010
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.235 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.13.1.1-9

Abstract

The low biodegradable wastewaters remain a challenge in wastewater treatment technology. The performance of membrane bioreactor systems with submerged hollow fiber micro- and ultrafiltration membrane modules were examined for purifying recalcitrant wastewaters of leachate of a municipal solid waste open dumping site and effluent of pulp and paper mill. The use of MF and UF membrane bioreactor systems showed an efficient treatment for both types wastewaters with COD reduction of 80-90%. The membrane process achieved the desirable effects of maintaining reasonably high biomass concentration and long sludge retention time, while producing a colloid or particle free effluent. For pulp and paper mill effluent a specific sludge production of 0.11 kg MLSS/kg COD removed was achieved. A permeate flux of about 5 L/m²h could be achieved with the submerged microfiltration membrane. Experiments using ultrafiltration membrane produced relatively low permeate fluxes of 2 L/m²h. By applying periodical backwash, the flux could be improved significantly. It was indicated that the particle or colloid deposition on membrane surface was suppressed by backwash, but reformation of deposit was not effectively be prevented by shear-rate effect of aeration. Particle and colloid started to accumulate soon after backwash. Construction of membrane module and operation mode played a critical role in achieving the effectiveness of aeration in minimizing deposit formation on the membrane surface.
KAJIAN MANFAAT EKONOMIS PENERAPAN KONSEP PRODUKSI BERSIH PADA INDUSTRI KARET REMAH BERBASIS KARET RAKYAT Utomo, Tanto Pratondo; Fauzi, Anas Miftah; Irawadi, Tun Tedja; Romli, Muhammad; Aman, Amril; Honggokusumo, Suharto
Majalah Ilmiah Ekonomi Komputer 2007: Majalah Ilmiah Ekonomi Komputer Edisi Agustus
Publisher : Majalah Ilmiah Ekonomi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1076.352 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis manfaat ekonomis penerapan konsep produksi bersihberdasarkan altematif terpilih untuk perbalkan proses pada industri karet remah yang dapal meningkatkanefisiensi dan mengurangi resiko pencemaran dan dapat diterapkan pada penyedia bahan baku (petani karet,KUD, dan pedagang pengumpul) dan pengolahan bokar menjadi karet remah (pabrik karet remah). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep produksi bersih pada industri karet remah berbasis karetrakyat yang diterapkan pada tahap penyediaan bahan baku dan pada tahap pengolahan bokar menjadi karetremah menghasilkan keuntungan ekonomis dengan (1) penghematan air sebanyak 18,5 m3110n karet kering;(2) penghematan energi senilai Rp. 7.91011on karet kering; (3) tidak diperlukan investasi untuk peralatanpenghilangan bau (malodour); (4) dihindari terjadinya kerugian akibat proses penggantungan selama 14 harisenilai Rp. 70/kg bokar; dan (5) tahapan proses pengolahan bokar menjadi karet remah lebih singkat dengantidak digunakannya mesin hammer-mills. Dampak ekonomis yang bersifat menambah biaya adalah (1)diperlukan investasi tambahan untuk resirkulasi air; (2) investasi fasilitas penggilingan bokar; dan (3) investasibiaya pengolahan Iimbah berupa serum hasil pengpresan bokar pada tingkat petani karet.Kata kunci: produksi bersih, bokar, karet remah, manfaat ekonomis
STRATEGI MEMBANGUN METAKOGNISI SISWA SMA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Romli, Muhammad
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 2/Septembe (2010): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.703 KB) | DOI: 10.26877/aks.v1i2/Septembe.56

Abstract

Saat ini guru dalam mengevaluasi pencapaian hasil belajar hanya memberikan penekanan pada tujuan kognitif tanpa memperhatikan dimensi proses kognitif, khususnya pengetahuan metakognitif dan keterampilan metakognitif. Akibatnya upaya-upaya untuk memperkenalkan metakognisi dalam menyelesaikan masalah matematika kepada siswa sangat kurang atau bahkan cenderung diabaikan.Oleh karena itu, salah satu aspek dimensi pengetahuan dan keterampilan yang menarik untuk dikaji lebih mendalam, khususnya dalam pembelajaran matematika adalah aspek metakognisi. Metakognisi merupakan kesadaran tentang apa yang diketahui dan apa yang tidak diketahui. Sedang strategi metakognisi merujuk kepada cara untuk meningkatkan kesadaran mengenai proses berpikir dan pembelajaran yang berlaku sehingga bila kesadaran ini terwujud, maka seseorang dapat mengawal pikirannya dengan merancang, memantau dan menilai apa yang dipelajarinya. Metakognisi memiliki peranan penting dalam mengatur dan mengontrol proses-proses kognitif seseorang dalam belajar dan berpikir, sehingga belajar dan berpikir yang dilakukan oleh seseorang menjadi lebih efektif dan efisien. dengan mengembangkan kesadaran metakognisinya, siswa terlatih untuk selalu merancang strategi terbaik dalam memilih, mengingat, mengenali kembali, mengorganisasi informasi yang dihadapinya, serta dalam menyelesaikan masalah. Melalui pengembangan kesadaran metakognisi, siswa diharapkan akan terbiasa untuk selalu memonitor, mengontrol dan mengevaluasi apa yang telah dilakukannya Guru dapat membangun kesadaran metakognisi siswa, sehingga siswa mengetahui dan menyadari kekurangan maupun kelebihan dan dapat merencanakan,?é?á mengontrol dan mengevaluasi apa yang akan dan telah dikerjakan. Kata kunci : metakognisi
Synthesis of Trimethylolpropane Esters of Calophyllum Methyl Esters : Effect of Temperature and Molar Ratio Widyawati, Yeti; Suryani, Ani; Romli, Muhammad; Sukardi, Sukardi
International Journal of Renewable Energy Development Vol 3, No 3 (2014): October 2014
Publisher : Center of Biomass & Renewable Energy, Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.796 KB) | DOI: 10.14710/ijred.3.3.188-192

Abstract

Trimethylolpropane esters were synthesized by transesterification of calophyllum methyl esters and trimethylolpropane using a calcium oxide as the catalyst. The results showed that the optimal reaction conditions (temperature: 130 0C, reaction time: 5 h, reactant molar ratio: 3.9:1, catalyst amount 3%w/w, and formed  trimethylolpropane ester of 79.0% were obtained. The basic physicochemical properties of the trimethylolpropane esters were the following : kinematic viscosities of 56.40 cSt and 8.8 cSt at 40 0C and 100 0C,  viscosity index 193, flash point 218 0C and pour point -3 0C. So Methyl esters of fatty acids of would callophylum  methyl ester is good raw material for the synthesis of lubricating oils.
DAMPAK PERUBAHAN EFISIENSI DI STASIUN STERILISASI PABRIK KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN MODEL INPUT-OUTPUT LEONTIEF Kramanandita, Ridzky; Bantacut, Tajuddin; Romli, Muhammad; Makmoen, Mustofa
Jurnal Riset Industri Vol 8, No 2 (2014): Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk Industri Hijau
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.133 KB)

Abstract

Limbah yang dihasilkan dari pabrik kelapa sawit (PKS) yang merupakan rincian aliran massa pada setiap proses dari input bahan baku berupa tandan buah segar dan kebutuhan air, sampai ke output dan hasil samping dari pabrik kelapa sawit, dapat diketahui dari perhitungan neraca massa. Kuantitas limbah dan Crude Palm Oil (CPO) yang dihasilkan bergantung dari teknologi yang digunakan di PKS. Perubahan teknologi pada satu stasiun akan mempengaruhi stasiun lain di PKS. Stasiun yang paling terpengaruh adalah stasiun sterilisasi. Berdasarkan persamaan konsep dari kesetimbangan neraca massa, penelitian ini menggunakan Model Input-Output Leontief untuk menghitung dampak perubahan efisiensi pada stasiun sterilisasi pabrik kelapa sawit. Perubahan koefisien teknologi di stasiun sterilisasi dari konvensional (76%) dengan teknologi baru (96%) adalah meningkatnya jumlah output CPO sebesar 23,1% dari 6.236 menjadi 7.677 kg dan output kernel juga meningkat 16,4% dari 2.025 menjadi 2.357 kg. Perubahan teknologi tersebut mengakibatkan pula turunnya jumlah limbah cair sebesar 18,1% dari 20.800 menjadi 17.044 kg, dan meningkatnya jumlah limbah padat sebesar 16,4% dari 12.109 menjadi 14.093 kg. Kata Kunci: pabrik kelapa sawit, neraca massa, koefisien teknologi 
Karakteristik Morfologi, Termal, Fisik-Mekanik, dan Barrier Plastik Biodegradabel Berbahan Baku Komposit Pati Termoplastik-LLDPE/HDPE Waryat, Waryat; Romli, Muhammad; Suryani, Ani; Yuliasih, Indah; Johan, Syah
Agritech Vol 33, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.9800

Abstract

Plastics have been used widely for packaging material. However, plastic wastes can pollute environment because of its persistency to be biodegraded by microorganism. Efforts have been conducted to develop environmental friendly plastic from renewable resources. Problems encountered in the manufacture of biodegradable plastic are poor physical-mechanical properties and incompatibility between hydrophilic/polar and hydrophobic/non-polar materials. The modification of raw materials and use of compatibilizer were applied to improve the compatibility between two material blends. The purpose of this study was to design a process of making biodegradable plastic by modifing the raw material and the use of compatibilizer. This study consisted of three steps, namely preparation of thermoplastic starch, preparation of compatibilizer MA-g-LLDPE/HDPE and manufacturing process of biodegradable plastic. The plastic properties observed included morphological structure, melt flow rate, density, thermal, mechanical, and barrier properties. The results showed that increasing thermoplastic starch content decreased melt flow rate, mechanical, oxygen transmition rate properties and increased water vapor transmition rate. The presence of MA-g-LLDPE/HDPE compatibilizer resulted in better physical and mechanical properties of biodegradable plastic.ABSTRAKPlastik sebagai kemasan suatu produk sudah banyak dipakai dan digunakan dalam kurun waktu lama. Namun, limbah plastik tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dikarenakan plastik sulit untuk terdegradasi oleh mikroorganisme. Usaha untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik salah satunya adalah penggunaan plastik ramah lingkungan dari bahan baku yang dapat diperbaruhi dengan metode pencampuran/blending. Permasalahan yang dihadapi dalam pembuatan plastik biodegradabel berbahan baku campuran antara bahan alami dan sintetis adalah tidak kompatibel antara kedua bahan tersebut karena bahan alami bersifat hidrofilik/polar dan bahan sintetis bersifat hidrofobik/non polar. Untuk meningkatkan kompatibilitas antara kedua campuran itu perlu ditambahkan bahan seperti compatibilizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfologi permukaan plastik, kecepatan alir, densitas, suhu leleh, sifat mekanik, dan barrier pastik biodegradabel berbahan baku campuran pati termoplastik-LLDPE/HDPE. Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu pembuatan pati termoplastik, pembuatan compatibilizer LLDPE/HDPE-g-MA dan pembuatan plastik biodegradabel. Karakteristik sifat aliran, kekuatan tarik, perpanjangan putus, dan permeabilitas oksigen plastik biodegradabel berbahan baku pati termoplastik-LLDPE/HDPE cenderung menurun, sedangkan karakteristik permeabilitas terhadap uap air cenderung meningkat dengan semakin meningkatnya kandungan pati termoplastik. Adanya compatibilizer LLDPE/HDPE-g-MA menghasilkan sifat mekanik lebih baik pada plastik biodegradabel.
STRATEGI MEMBANGUN METAKOGNISI SISWA SMA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Romli, Muhammad
AKSIOMA Vol 1, No 2/September (2010): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini guru dalam mengevaluasi pencapaian hasil belajar hanya memberikan penekanan pada tujuan kognitif tanpa memperhatikan dimensi proses kognitif, khususnya pengetahuan metakognitif dan keterampilan metakognitif. Akibatnya upaya-upaya untuk memperkenalkan metakognisi dalam menyelesaikan masalah matematika kepada siswa sangat kurang atau bahkan cenderung diabaikan.Oleh karena itu, salah satu aspek dimensi pengetahuan dan keterampilan yang menarik untuk dikaji lebih mendalam, khususnya dalam pembelajaran matematika adalah aspek metakognisi. Metakognisi merupakan kesadaran tentang apa yang diketahui dan apa yang tidak diketahui. Sedang strategi metakognisi merujuk kepada cara untuk meningkatkan kesadaran mengenai proses berpikir dan pembelajaran yang berlaku sehingga bila kesadaran ini terwujud, maka seseorang dapat mengawal pikirannya dengan merancang, memantau dan menilai apa yang dipelajarinya. Metakognisi memiliki peranan penting dalam mengatur dan mengontrol proses-proses kognitif seseorang dalam belajar dan berpikir, sehingga belajar dan berpikir yang dilakukan oleh seseorang menjadi lebih efektif dan efisien. dengan mengembangkan kesadaran metakognisinya, siswa terlatih untuk selalu merancang strategi terbaik dalam memilih, mengingat, mengenali kembali, mengorganisasi informasi yang dihadapinya, serta dalam menyelesaikan masalah. Melalui pengembangan kesadaran metakognisi, siswa diharapkan akan terbiasa untuk selalu memonitor, mengontrol dan mengevaluasi apa yang telah dilakukannya Guru dapat membangun kesadaran metakognisi siswa, sehingga siswa mengetahui dan menyadari kekurangan maupun kelebihan dan dapat merencanakan,  mengontrol dan mengevaluasi apa yang akan dan telah dikerjakan. Kata kunci : metakognisi
Profil Koneksi Matematis Siswa Perempuan SMA dengan Kemampuan Matematika Tinggi dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Romli, Muhammad
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 1, No 2 (2016): DECEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.933 KB) | DOI: 10.30651/must.v1i2.234

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil koneksi matematis siswa perempuan SMA dalam menyelesaian masalah matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif yang mengungkap makna dibalik gejala-gejala yang terjadi pada subjek penelitian. Subjek penelitian ini adalah seorang siswa perempuan SMA kelas XI berkemampuan tinggi. Metode pengumpulan data penelitian adalah wawancara mendalam dan analisis tugas yang didasarkan pada tugas penyelesaian masalah matematika. Semua data direkam dengan menggunakan video recorder. Untuk memperoleh data yang kredibel melalui pengamatan terus menerus/konsisten dan pantang menyerah (meningkatkan ketekunan), triangulasi waktu dan member check. Data dianalisis menggunakan model alir meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil koneksi matematis siswa ditinjau berdasarkan langkah penyelesaian masalah Polya yaitu memahami masalah, membuat rencana penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksa kembali jawaban. Pertama, profil koneksi matematis siswa dalam memahami masalah adalah pemahaman masalah dengan menyajikan informasi (fakta) pada masalah dalam bentuk diagram matematika dengan benar. Mengidentifikasi bagian-bagian (fakta) pada sketsa gambar yang dibuat secara aljabar dengan mengaitkan prinsip dan fakta matematika pada masalah. Mengidentifikasi konsep dan prinsip matematika pada masalah yang akan diselesaikan dari apa yang diketahui dan ditanyakan pada masalah nyata yang akan diselesaikan. Menuliskan sebagian apa yang diketahui pada masalah dalam bentuk simbol matematika, tidak menuliskan kembali apa yang ditanyakan pada masalah. Kedua, profil koneksi matematis siswa dalam membuat rencana penyelesaian masalah adalah mengemukakan langkah-langkah penyelesaian berdasarkan pertanyaan pada masalah menggunakan prosedur penyelesaian masalah yang telah dipahami, menemukan keterkaitan hal yang ditanyakan pada masalah dengan prinsip dan prosedur matematika yang telah dipahami. Ketiga, profil koneksi matematis siswa dalam melaksanakan rencana penyelesaian adalah menggunakan hubungan beberapa fakta, konsep, prinsip matematika yang sudah dipelajari sebelumnya dengan prinsip matematika yang ada pada masalah, menggunakan beberapa prinsip matematika untuk memperoleh prinsip matematika yang lain, menggunakan konsep dan prosedur matematika untuk memperoleh penyelesaian dari permasalahan. Keempat, profil koneksi matematis siswa dalam memeriksa kembali jawabannya dengan memeriksa kembali rumus-rumus yang digunakan, langkah-langkah yang sudah dikerjakan, hasil operasi hitung aljabar yang diperoleh serta jawaban akhir yang diperoleh, meyakini jawaban akhir sudah benar dengan alasan semua rumus yang digunakan sudah benar, langkah yang digunakan sudah benar, hasil akhir cocok dengan hasil pengerjaan ulang yang dilakukan
EFISIENSI PEMISAHAN MIKROALGA DARI MEDIA TUMBUH LIMBAH CAIR AGROINDUSTRI DENGAN MENGGUNAKAN KOAGULASI/FLOKULASI Romli, Muhammad
Purifikasi Vol 12 No 1 (2011): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v12.i1.65

Abstract

Pemanenan mikroalga merupakan faktor penting dalam produksi alga karena menentukan biaya produksi. Penelitian ini mengevaluasi efisiensi pemisahan mikroalga dari air limbah agroindustri oleh koagulasi kimia/flokulasi. Efisiensi penggunaan alumuniumtrisulphate (tawas) dan polyaluminiumchloride (PAC) untuk koagulasi/flokulasi proses dievaluasi dalam serangkaian jartest untuk pemisahan mikroalga tumbuh di rumah buatan dan air limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroalga dapat dipisahkan dari air limbah secara efisien dengan metode flokulasi/koagulasi. Efisiensi pemisahan bergantung pada jenis dan dosis koagulan dan karakteristik media di mana mikroalga ditumbuhkan. Sekitar 400 g/L tawas atau 200 mg/L PAC dapat menghasilkan pemisahan optimum mikroalga yang tumbuh di rumah jagal pada air limbah. Sedangkan untuk pemisahan mikroalga tumbuh dalam air limbah buatan diperlukan dosis tawas relatif lebih tinggi dari dosis 600 mg / L atau PAC dari 400 mg / L. Nilai-nilai kekeruhan, warna, dan total padatan tersuspensi dalam efluen sangat rendah. Hal ini menyebabkan kemungkinan daur ulang limbah untuk digunakan kembali.
BEBAN PENCEMARAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DAN ANALISIS ALTERNATIF STRATEGI PENGELOLAANNYA Romli, Muhammad; Suprihatin, Suprihatin
Purifikasi Vol 10 No 2 (2009): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v10.i2.174

Abstract

This research work is aimed to evaluate the process performance profile of tofu industry and its associated pollution load as well as analysing its management strategy. The work was carried out through industrial survey and measurement in various technological states of tofu processing in the regions of Tegal, Klaten, Solo, Jakarta, and Bogor. An experimental work was also conducted to optimise the level of process water usage in tofu processing. The research work showed that every 1 kg soybean processed results in 3.3±0.7 kg tofu curd, 2.0-2.2 kg pressed cake, and 17±3 L effluent in average.  This wastewater exhibits the main source of environmental pollution, having the characteristics of BOD5, total COD, soluble COD, TSS, and TKN of 50±8, 110±20, 80±20, 9±3, and 4±2 g/kg soybean processed, respectively.  The experimental work indicated that varying the amount of process water in the range of 16-25 L/kg soybean did not result in a significant improvement of the product yield as well as pressed cake. Based on the measurement results, the laboratory analysis, and theoretical information, this paper demonstrates quantitatively some potential benefits derived from utilising the organic content of tofu processing effluent by treating it anaerobically to generate biogas.