p-Index From 2015 - 2020
0.659
P-Index
Dede Rohmat
Staf Pengajar Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS UPI

Published : 9 Documents
Articles

## Title

### Found 9 Documents Search

Persamaan Pola Intensitas Hujan Fungsi dari Durasi dan Probabilitas Hujan untuk Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bagian Hulu (Kasus Das Cimanuk - Jawa Barat) Rohmat, Dede; Soekarno, Indratmo
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 13, Nomor 3, Edisi XXXIII, OKTOBER 2005
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

#### Abstract

The objective of this research is to find a rainfall intensity model in the form simple equation, but can be usage to predict rainfall intensity by both random rainfall duration and probability accurately.  The final equation of rainfall intensity of the modeling result, have the form It,p=f(t,p).  Prediction of rainfall intensity by both random rainfall duration (t; ours) and probability (p; %) can be conduct by an equation is that.  The general equation of rainfall intensity as function both of t and p, formulated by substitution all of quantitative (constant) values by   a1, a2, b1, b2 notations as constants.  At the all group of rainfall durations, the value of rainfall intensity of modeling result (It,p) with empirical (Ie) have a close value.  The correlations value about 0.98 until 0.99.  At the all group of times periods (T) of rainfall event, the value of It,p is valid.  The rainfall intensity of modeling results closely with empirical data and have a pattern as same as others method pattern.  By comparing with others method, correlations values It,p is best at T = 2; 3; 5; 7; and 15 years. At t > 4 ours, there is bigger deviation relatively between It,p than the calculation result of others method.  That is occurring, because at the t mentioned the value of It,p is an extrapolation result. To implement the equation on others region, have need of a similar research in others region.  That must be using the same of both base equation and technical analysis guidance.Keywords: Rainfall Equation, Rainfall Intensity, Rainfall Duration, Rainfall Probability, Upper WatershedPermalink: http://www.ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/view/3921[How to cite: Rohmat, D. dan Soekarno, I., 2005, Persamaan Pola Intensitas Hujan Fungsi dari Durasi dan Probabilitas Hujan untuk Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bagian Hulu (Kasus Das Cimanuk - Jawa Barat), Jurnal Media Komunikasi Teknik Sipil, Volume 13, Nomor 3, pp. 48-66]
Tipikal Kuantitas Infiltrasi Menurut Karakteristik Lahan (Kajian Empirik di DAS Cimanuk Bagian Hulu) Rohmat, Dede
Forum Geografi Vol 23, No 1 (2009): July 2009

#### Abstract

Rate of infiltrate can be conduct as function of permeability, suction head and moisture of soil parameter. The parameters have close relationship with soil physical characteristics. That relation can be formulated by empirical research. This study have aim to get typical infiltrate quantity based on land characteristics. Method of Green-Ampt infiltrate developed and used to study typically of infiltrate capacity on Upstream of Watershed (Case on Upstream Cimanuk Watershed). Research conducted use empirical and analytical approach.Study conducted at Oxisol Soil occupied by five kinds of land use. There are 96 soil samples was gathered, taken away from 16 observation points. About 12 parameters of soil physical properties were analyzed to each soil sample. The study covering, development of typical capacities infiltrate pursuant on empiric data at multifarious land characteristics (forest; agro forestry; second crops (palawija); settlement; and non-arable land). The precipitation intensity has been formulated as function of rainy duration and its probabilities. K formulated as function of volumetric water content; rapid drainage pores, and slow drainage pores (K = f (Î¸, Î·c, Î·l). Parameter of y, formulated as function of soil moisture (Ï = f (Î¸)). Parameter of F (T) dummy, formulated as function of p and t; (F (T) Dummy=F (t,p)). So that pursuant to empirical data, rate of infiltrate f (t)) of Green Ampt developed as f (t = f (Î¸, Î·c, Î·l, Ï, Ï); and infiltrate cumulative can be calculated by F (F = f (t), t). Infiltrate of every kinds of land characteristics have pattern which much the same to, but differ in its quantity.
NILAI-NILAI TATA LINGKUNGAN TERHADAP KELESTARIAN LINGKUNGAN DI KAMPUNG CIKONDANG KABUPATEN BANDUNG DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI Setiawan, Asep Yanyan; Pasya, Gurniwan Kamil; Rohmat, Dede
Jurnal Gea Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Rizki Offset

#### Abstract

Masyarakat Sunda memahami kondisi geografis tempat tinggalnya. yang menjadikan pengolahan sumberdaya alam sebagai penyokong dalam kehidupannya. Dasar inilah yang selanjutnya mengubah pada perilaku, adat-istiadat dan membentuk kebudayaan (sunda) itu sendiri, yang salah-satunya tergambar pada masyarakat Sunda di kampung Cikondang Desa Lamajang Kab. Bandung terhadap ruang dan lingkungan sebagai tempat tinggalnya yang masih memelihara kearifan lokal dalam pengelolaan dan penataan lingkungan yang terkait kelestarian lingkungan. Bentuk kearifan lokal yang berwujud nyata (tangible) dan tak berwujud (intangible) yaitu nilai-nilai yang masih turun temurun masih dilaksanakan diantaranya tercermin dalam tata wilayah, tata wayah dan tata lampah serta dalam bentuk upacara-upacara adat yang masih dilaksanakan oleh Masyarakat Cikondang. Implikasi hasil penelitian adalah memberikan informasi kepada peserta didik mengenai bentuk dan nilai-nilai tata lingkungan yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran Geografi dengan model pembelajaran diantaranya group-investigation melalui metode karyawisata/observasi lapangan yang dapat memberikan informasi dan pengalaman langsung kepada peserta didik.Â Kata kunci : kearifan lokal, lingkungan, pelestarian.
SOLUSI ASPIRATIF PENANGANAN MASALAH SUNGAI MATI (Kasus: Desa Andir Kecamatan Bale Endah Kabupaten Bandung) Rohmat, Dede
Jurnal Gea Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Rizki Offset

#### Abstract

Masalah banjir dan masalah sungai mati merupakan masalah lingkungan. Dua masalah ini bersinergi melahirkan masalah Lingkungan (fisik, sanitasi, sosial, dan kependudukan) yang kompleks dan cukup rumit untuk dipecahkan. Tulisan ini mencoba mengangkat sisi persepsi dan aspirasi masyarakat dalam rangka penanganan masalah lingkungan di sekitar sungai mati. Kajian ini bertujuan mengetahui kondisi lingkungan fisik dan sosial serta menggali solusi penanganan yang berlandaskan aspirasi masyarakat. Kajian mencakup pengumpulan data primer, survei dan pemetaan kondisi sungai mati, kondisi sosial dan wawancara kepada masyarakat sekitar sungai mati; seta penyusunan rekomendasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa (1) beberapa masalah aktual yang berkembang di lokasi Sungai Mati dan sekitarnya antara lain genangan air ketika banjir/musim hujan; sanitasi yang sangat buruk, baik musim hujan maupun musim kemarau; pemanfaatan lahan (badan sungai) mati tanpa izin; dan potensi konflik sosial. Solusi aspiratif yang dapat diformulasikan antara lain bahwa di lokasi sungai mati perlu dilakukan penataan Alur Sungai Mati; penataan Drainase; pengendalian banjir kawasan di Sungai Cisangkuy dan sekitarnya; dan penataan Kawasan Hulu. Kajian yang bersifat teknisâaspiratif, yang memadukan antara pendekatan teknis dan aspirasi masyarakat sangat perlu dilakukan. Relokasi pemukiman, perlu dikaji dari sisi ekonomis, dan sosial-demografi.Â Kata Kunci : Sungai, Sungai Mati, Banjir, Cisangkuy, Citarum, Sudetan, Aspiratif, Lingkungan.
ZONASI FISIOMORFOHIDRO DI JAWA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI SIG Setiawan, Iwan; Rohmat, Dede
Jurnal Gea Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Rizki Offset

#### Abstract

Rainfall data has collected from rain station which is attached by certain institution likeÂ Meteorology Climatology and Geophysics Agency or another institution to fulfill theÂ need of rainfall data at certain location, such as paunch otority, communication andÂ transportasion agency etc. The problem: is the existing rain station distribution hasÂ covers rain parameters such as altitude, morphology, and rain distribution, with theÂ result that every parameters represented for every parameters? Here by the objectivesÂ of this research is to mapping and analiyzing rain station distribution wich is relatedÂ to those parameters. If those three map overlay then produce fisiomorphohydro zone.Â Overlay of three map with GIS Aplication is used to analysis. The result of thisÂ research shows that West Java have 90 zone of fisiomorphohydro. The compositeÂ map shows that West Java hasnât even rain station distribution. Based on overlay ofÂ fisiomorhohydro zonation map and rainfall station distributions of West Java, thenÂ we find out that there are many zonation which hasnât representative rain station.Â Keywords: zonation, fisiomorfohydro, GIS Application, fisiography,topography,rainfal, isohyet, rain intensity, distribution, rain station
Kajian Koefisien Limpasan Hujan Cekungan Kecil Berdasarkan Model Infiltasi Empirik untuk DAS Bagian Hulu (Kasus pada Cekungan Kecil Cikumutuk DAS Cimanuk Hulu) Soekarno, Indratmo; Rohmat, Dede
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2006)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

#### Abstract

Abstrak. Infiltrasi kumulatif dihitung oleh F(f) = f(t).t. Laju infiltrasi (f(t)) merupakan fungsi kelembaban tanah awal (2); kandungan pori drainase cepat dan drainase lambat (0c dan 0l); serta durasi dan probabilitas hujan (t dan p). Nilai F(t) (mm) semakin besar dengan bertambahnya waktu hujan dan semakin kecilnya probabilitas hujan. Nilai ini berkisar antara 1,59 â 20,50 untuk lahan palawija; 1,88 â 21,23 untuk lahan agroforestri; 1,36 â 17,84 untuk lahan tidak digarap; 1,11 â 23,88 untuk lahan kayu campuran; dan 1,28 â 22,59 untuk lahan permukiman. Koefisien limpasan riil cekungan (C); merupakan perbandingan antara limpasan hujan empirik (ROempirik) dengan limpasan hujan model (ROC). Koefisien C model cekungan kecil (CM) diformulasi sebagai fungsi dari t dan p. dengan H = (9,16 + 6,61.t). Pada hujan rendah (&lt; 4 mm), nilai CM adalah kecil (&lt; 0.30). Pada hujan lebih besar (&gt; 6 - 24 mm), nilai CMlebih tinggi (â¥ 0.30 â 0.60). Pada hujan &gt; 24 mm, nilai CM cenderung menuju konstan. Nilai (1âCM) menunjukkan proporsi air dari ROC yang tersimpan pada cekungan kecil dalam bentuk intersepsi oleh tumbuhan; tertahan oleh ledok, tampungan kecil, atau reservoir-reservoir buatan, baik di permukaan maupun di dalam tanah. Simpanan ini, sekitar 40 % dari ROC.Abstract. Cumulative infiltrate calculated by F(t)= f(t).t. Rate of infiltrate (f(t)) is function of initial soil moisture (2), content of rapid and slow drainage pores ( Î·c and Î·l); and duration and probability of rain (t and p). Value of F (t) (mm) ever greater by increasing rain duration and smaller rain probability. This value range from 1,59 - 20,50 for the second crops; 1,88 - 21,23 for the agro forestry; 1,36 - 17,84 for the non arable land; 1,11 - 23,88 for the forest; and 1,28 - 22,59 for the settlement. The real runoff coefficient of small basin (C) is comparison between empirical run off (ROempirik) with the model run off (ROC). The Coefficient C model (CM) had formulated as with H = (9,16 + 6,61.t). At low rainfall (&lt; 4 mm), the CM is small (&lt; 0.30); at bigger rainfall (&gt; 6 - 24 mm) the value of CM is higher (0.30 - 0.60); and at rainfall &gt; 24 mm CM is tend to go constantly. The value of (1-CM) indicate proportion of ROC which storage in the forms interception by plant, micro basin on the land surface, or artificial reservoirs. That is around 40 % of ROC.
PEMANFAATAN FENOMENA PERUBAHAN RUANG SIMPANG AMD BATOH DALAM PROSES PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 5 BANDA ACEH Adista, Deki; Rohmat, Dede; Darsiharjo, Darsiharjo
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

#### Abstract

Pendidik geografi Kota Banda Aceh beranggapan bahwa media pembelajaran selalu berkaitan dengan peralatan elektronik, sebagai pendidik terhadap media dan sumber belajar dilingkungan sekitar untuk mendukung proses pembelajaran geografi seperti fenomena-fenomena yang bersifat kontekstual pada daerah lokal untuk pemahaman konsep peserta didik terkait perubahan ruang Simpang AMD Batoh. Tujuan penelitian menganalisis pemahaman konsep perubahan ruang peserta didik sebelum dan sesudah serta keunggulan dan kelemahan pembelajaran metode insiden dengan media gambar/ foto dan ilustrasi dalam proses pembelajaran geografi. Metode penelitian Quasi Eksperiment. Populasi seluruh peserta didik kelas XI IS SMA Negeri 5 Banda Aceh sebanyak 98 peserta didik, sampel sebanyak 49 peserta didik. Teknik pengumpulan data soal test prestasi, lembar kerja siswa dan lembar observasi dan angket. Teknik analisis data statistik korelasi dan rumus N-Gain. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test pemahaman konsep perubahan ruang serta antara kelas metode insiden dan kelas media gambar/ foto dan ilustrasi dalam proses pembelajaran geografi. Kedua sampel homogen pada taraf kesalahan Î± = 0,05, populasi berdistribusi normal pada taraf kesalahan Î± = 0,05, pengujian hipotesis diterima pada taraf kesalahan Î± = 0,05. Rekomendasi penelitian diharapkan kepada guru mata pelajaran geografi agar lebih mengedepankan fenomena-fenomena bersifat konten lokal untuk pemahaman konsep perubahan ruang peserta didik dalam proses pembelajaran geografi.
HAZARD ANALYSIS OF EARTHQUAKE IN THE MAIN CAMPUS OF UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Wahyuni, Lies; Rohmat, Dede; Setiawan, Iwan
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 27, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

#### Abstract

This study aims at analyzing the hazard level of earthquake in the main campus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) as a means to improve the preparedness in anticipating disasters. The method used was literature study of which data were analyzed using Geographic Information System (GIS). The analysis of the earthquake zones, the potential frequency, and earthquake magnitude, and the distance from the main campus of UPI to the earthquake zone shows that the danger level is high. In terms of zone, the main campus of UPI is located is in the red zone based on the earthquake disaster risk index from the Indonesian National Board for Disaster Management (BNPB) and the earthquake zoning map from the Indonesian Ministry of Public Works. The main campus of Universitas Pendidikan Indonesia which is located in the northern part of Bandung, belongs to the Severe VIII zone meaning that significantly dangerous earthquake resulting in moderate to severe damage possibly occurs. The risk level calculation of the disaster based on its danger, tendency, and capacity is yet to conduct, so that it becomes the suggestion.
Assessment on Geography Field study at Universities in Indonesia Munandar, Aris; Maryani, Enok; Rohmat, Dede; Ruhimat, Mamat
Spatial: Journal of Geographical Studies Vol 19 No 1 (2019): SPATIAL Journal of Geographical Studies
Publisher : Department Geography Education Faculty of Social Science - Universitas Negeri Jakarta

#### Abstract

Dalam Program Studi Geografi, studi lapangan adalah ciri khas pembelajaran luar ruang geografi. Kegiatan serupa dari studi lapangan adalah penelitian lapangan, kunjungan lapangan, tamasya, dan lainnya. Implementasi studi lapangan pada universitas pencetak guru geografi memiliki kesamaan dalam penamaannya, definisi, tujuan, bahan studi, durasi kegiatan, lokasi studi lapangan, dan pemrosesan data. Perbedaan implementasi studi lapangan terletak pada rasio pengawas untuk siswa, pendanaan, produk hasil, dan sistem penilaian. Universitas yang melakukan studi lapangan harus meninjau kurikulum dalam implementasinya sehingga kredit, produk yang dinilai dan prosesnya memiliki kesamaan baik dalam kredit dan pengawas yang menilai.