Articles

Found 11 Documents
Search

EFEKTIVITAS WEBSITE KPU SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN POLITIK BAGI PEMILIH PEMULA

Jurnal Kultur Demokrasi Vol 2, No 7 (2014): Volume 2, No. 7 Jurnal Kultur Demokrasi
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.25 KB)

Abstract

This research is aimed at analyzing the effectiveness of the existance of KPU website as a media of political education for the beginner voter in SMA N 1 Pringsewu year 2014. This research used descriptive qualitatif method. The subject in this research were students in class XI SMA N 1 Pringsewu who had been registered as the beginner voter. The data was collected using questionnaire and was analyzed using percentage. The result of this research showed that the effectiveness of KPU website in giving the information for the beginner voter based on the calculation was in the quite effective category (41%). And the effectiveness of KPU website as the media of political education was in effective category (48%). This data showed that the existance of KPU website was not optimum in giving the information, but it gave  positive effect as a media of political education for the beginner voter. It is hoped that KPU website can be designed as interesting, complete, and easy as possible.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas keberadaan website KPU sebagai media pendidiakan politik bagi pemilih pemula di SMA N 1 Pringsewu tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, subjek yang diteliti merupakan peserta didik kelas XI SMA N 1 Pringsewu yang telah tercatat sebagai pemilih pemula. Pengumpulan data menggunakan angket dan analisis data menggunakan presentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektivitas website KPU dalam memberikan informasi kepada pemilih pemula berdasarkan perhitungan berada pada kategori cukup efektif (41%). Dan efektivitas website KPU sebagai media pendidikan politik pada kategori efektif (48%). Hal ini menunjukan bahwa keberadaan website KPU belum optimal  dalam memberikan informasi namun  memberikan dampak yang positif sebagai pendidikan politik bagi pemilih Pemula. Diharapkan web KPU dapat dirancang semenarik, selengkap, dan semudah mungkin Kata kunci: media, pemilih pemula, pendidikan politik, website

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS III SD NEGERI 183 PEKANBARU

Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 3, No 1 (2016): Wisuda Februari 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims to improve student learning outcomes in social studies in the subject matter of buying and selling activities within the home and school, with the application of role playing learning model in the third-grade students of SDN 183 Pekanbaru. The low learning outcomes third grade students of SDN 183 Pekanbaru in learning social studies is caused the teacher not applying the appropriate learning model in presenting the material. Making it difficult for students to understand the material presented teachers. The subjects were students of class III student with a numbers are all 38 people consisting of 14 men and 24 women. Parameters measured were the activities of teachers, student activities and student learning outcomes. The data were analyzed descriptively. Results of data analysis obtained by the percentage of the activity of teachers at the first meeting of the first cycle of 75% with the good category, the second meeting of the first cycle of 77.8% with the good category and at the first meeting of the second cycle percentage teacher activity 86.1% with a very good category, the second meeting of the cycle II percentage teacher activity which was 88.9% with very good category. At the first meeting of the percentage of student activity 61.1% with the good category, the second meeting of the first cycle is 77.8% with the good category and at the first meeting of the second cycle the percentage of student activity 80.6% with a very good category, the second meeting of the second cycle, namely 86.1% with very good category. And the score of students in the classical completeness basis is 39.5% (not complete), the first daily test classical completeness of students was 81.6% (completed), and the second daily test classical completeness students was 92.1% (completed). Based on this study concluded that the application of role playing learning model can increase student IPS learning outcomes.Keywords: Role Playing Learning Model, IPS Learning Outcomes

IMPLIKASI DIKELUARKANNYA PERMENDAG NO 56 TAHUN 2008 TENTANG KETENTUAN PRODUK IMPOR TERTENTU TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PERBATASAN

MASALAH-MASALAH HUKUM Vol 43, No 4 (2014): MASALAH-MASALAH HUKUM
Publisher : MASALAH-MASALAH HUKUM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Regulation of cross-border trade that exists today, one of which is the Minister of Trade Regulation No. 56 of 2008 on the Import of Certain Products. Regulation was extended by the Minister of Trade Regulation No. 57 of 2010 which was amended by the Minister of Trade Regulation No. 83 In 2012, the border has not created a public welfare as expected, due to the closure of making the most of the people lost their jobs and income. That the model of regulation of cross-border trade for the right of access to justice and the welfare of society is both theoretically regulation meets the elements of the formal and material, and which is capable of regulation also incorporates elements of public interest. Keyword : Regulation, Trade, Cross-Border, Justice, Welfare Regulasi perdagangan lintas batas yang ada saat ini, salah satunya adalah Peraturan Menteri Perdagangan No. 56 Tahun 2008 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu. Kemudian dirubah dengan Peraturan Menteri Perdagangan No. 57 Tahun 2010 yang kemudian diperbaharui dengan Peraturan Menteri Perdagangan No. 83 Tahun 2012,belum menciptakan kesejahteraan masyarakat perbatasan sebagaimana yang diharapkan, karena penutupan tersebut membuat sebagian besar masyarakat kehilangan pendapatan dan pekerjaan mereka. Bahwa model regulasi perdagangan lintas batas yang tepat bagi akses keadilan dan kesejahteraan masyarakat adalah regulasi yang baik secara teori memenuhi unsur-unsur formil dan materiil, dan regulasi yang mampu pula memasukkan unsur kepentingan masyarakat. Kata Kunci : Regulasi, Perdagangan, Lintas Batas, Keadilan dan Kesejahteraan

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ikterus pada Neonatus

Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2017): June
Publisher : STIKes Aisyah Pringsewu Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.934 KB)

Abstract

Berdasarkan data SDKI tahun 2012 Kejadian ikterus  pada bayi baru lahir berkisar 50% pada bayi cukup bulan dan 75% pada bayi kurang bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ikterus pada Neonatus. Jenis penelitian kuantitatif melalui rancangan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh neonatus lahir hidup 0-28 hari sebanyak 1041 neonatus, besar sampel 196 neonatus. Teknik sampel systematic random sampling. Analisa data menggunakan univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil uji chi square di dapat hasil ada hubungan berat badan lahir (p-value 0,000 < 0,05), OR= 3,084, ada hubungan masa gestasi ((p-value 0,000 < 0,05), OR= 4,721, ada hubungan infeksi (p-value 0,005 < 0,05), OR= 2,444, ada hubungan asfiksia(p-value 0,015 < 0,05), OR= 2,181 tidak ada hubungan jenis persalinan (p-value 0,607 > 0,05), OR= 0,821 dengan kejadian ikterus. Hasil uji regresi logistik berganda didapat variabel masa gestasi yang paling dominan berhubungan dengan kejadian ikterus pada neonatus (p-value 0,000), OR= 4,698. PUS diharapkan dapat memeriksakan kehamilannya minimal 4 kali kunjungan, kepada ibu hamil dapat menjaga kebersihan personal hygiene terutama vulva hygiene untuk mencegah terjadinya infeksi.Kata kunci: Asfiksia, Berat badan lahir, ikterus, infeksi, masa gestasiBased on the data of SDKI in 2012 The incidence of jaundice in newborns ranges from 50% in term infants and 75% in underweight infants. This study aims to determine the factors associated with the incidence of Ikterus in Neonates. This type of quantitative research through the design of analytical research with cross sectional approach. Population of this study all neonates born 0-28 days life as 1041 neonates, large sample 196 neonatus, sample technique used systematic random sampling. Data analysis using univariate, bivariate, and multivariate. The result of chi square test showed a correlation between neonatal jaundice with birth weight (p-value 0,000 <0,05), OR = 3.084, gestation period (p-value 0,000 <0.05), OR = 4,721, infection (p-value 0.005 <0.05), OR = 2.444, asphyxia (p-value 0.015 <0.05), OR = 2.181 there is no relation type of labor (p-value 0.607> 0.05), OR = 0.821 with the occurrence of jaundice. the results of multiple logistic regression test obtained variable gestation most dominant related to the incidence of jaundice in neonates (p-value 0.000), OR = 4.698, PUS is expected to checkups at least 4 visits, to pregnant women can maintain her personal hygiene especially vulva hygiene to prevent the occurrence of infectionKeywords: asphyxia, birth weight, jaundice, infection, gestation

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persalinan Preterm

Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2017): June
Publisher : STIKes Aisyah Pringsewu Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.444 KB)

Abstract

Abstrak: Di Indonesia kematian bayi sekitar 56%  terjadi pada periode sangat dini yaitu di masa neonatal atau bayi baru lahir. Sebagian besar kematian neonatal terjadi pada usia 0-6 hari (78,5%) dan prematuritas merupakan penyebab utama kematian neonatal. Tujuan penelitian adalah untuk untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan preterm. Berdasarkan hasil rekam medis di Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Dr. H. Abdul Moeloek pada tahun 2016 menunjukkan adanya 77 persalinan preterm dari 391 persalinan. Penelitian menggunakan metode Case Control. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara persalinan preterm dengan usia ibu (p-value = 0,017) dan paritas (p-value = 0,049). Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa usia ibu menjadi faktor yang paling dominan terhadap terjadinya persalinan preterm. Penyuluhan dan konseling oleh tenaga kesehatan kepada ibu hamil dengan melakukan kunjungan antenatal care sesuai program pemerintah agar kelainan ataupun komplikasi dalam kehamilan dapat terdeteksi lebih awal.Kata kunci : Persalinan preterm, komplikasi kehamilan, paritas Abstract: In Indonesia, 56% of infant deaths occur in very early periods, ie in the neonatal or newborn period. Most neonatal deaths occur at 0-6 days (78.5%) and prematurity is the leading cause of neonatal death. The aim of this research is to know the factors that influence preterm labor. Based on the results of medical records at the Dr. H. Abdul Moeloek General Hospital (RSUD) in 2016 showed 77 preterm labor from 391 deliveries. The method of this study was case control. The result of bivariate analysis showed that there was a significant correlation between preterm labor and maternal age (p-value = 0,017) and parity (p-value = 0,049). The results of the research analysis indicated that maternal age was the most dominant factor in the occurrence of preterm labor. Socialization and counseling by health practitioners is important for women with risky age, primipara parity or multipara grande, preterm history, pregnant complication, and low education background. Antenatal care must be taught to them in order to have early detection of preterm risk.Keyword: Preterm Labor, Pregnant Complication, Parity

PERANAN KEBIJAKAN PENJUALAN KREDIT UNTUK MENJAGA LIKUIDITAS DAN MENINGKATKAN PROFITABILITAS PADA PT MITRA ABADI KARYA

JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Vol 5, No 2 (2013): Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSeiring dengan perkembangan jasa infrastruktur dan konstruksi selama beberapa tahun ini, usaha PT Mitra Abadi Karya Utama menunjukan peningkatan penjualan yang signifikan. Salah satu strategi untuk meningkatkan penjualan tersebut adalah dengan memberikan kredit kepada pelanggannya, sehingga mengakibatkan tertanamnya dana bentuk piutang. Permasalahan yang penulis temui adalah terjadi peningkatan perolehan laba bersih namun tidak diikuti dengan peningkatan penagihan/penerimaan kas dari pelunasan piutang. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kebijakan penjualan kredit pada PT Mitra Abadi Karya Utama; (2) untuk mengetahui likuiditas dan profitabilitas pada PT Mitra Abadi Karya Utama; dan (3) untuk mengetahui apakah kebijakan penjualan kredit yang diterapkan berperan untuk menjaga likuiditas dan meningkatkan profitabilitas pada PT Mitra Abadi Karya Utama. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan metode penelitian studi kasus dan teknik penelitian kualitatif dan kuantitatif (non statistik). Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) kebijakan penjualan kredit pada PT Mitra Abadi Karya Utama masih kurang tepat karena analisis kredit yang diterapkan dengan menggunakan metode 4C (character, capacity, capital, dan collateral) masih belum optimal; (2) likuiditas PT Mitra Abadi Karya Utama belum tercapai sesuai dengan periode kredit yang telah diberikan karena receivable turnover pada tahun 2009-2012 mengalami penurunan dan average collection period pada tahun 2009-2012 mengalami peningkatan; (3) kebijakan penjualan kredit yang diterapkan pada PT Mitra Abadi Karya Utama belum dapat berperan untuk menjaga likuiditas namun sangat berperan dalam meningkatkan profitabilitas karena kebijakan yang diterapkan belum tepat dan merupakan kebijakan yang longgar dimana penjualan kredit yang digalakkan sehingga mengakibatkan tingkat piutang yang tinggi.Kata Kunci : Kebijakan Penjualan Kredit, Likuiditas, Profitabilitas, Deskriptif, Eksploratif, 4C, Receivable Turnover, Average Collection Period.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SDN 16 KUALA PENASO

Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 3, No 1 (2016): Wisuda Februari 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : The problem this research is the student achievement of social studies fifth graderes SDN 16 Kuala Penaso still low with an average value of 55,25 and minimum completenness criteria (KKM) social studies is 65. Between students, amounting to 30 people only 10 students who achieve classical KKM with 33,33%. This research is Classroom action Research (CAR), wich aims to improve the learning process in the classroom. Formulation of the problem : is the implementation of cooperative learning model type kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) can improve students achievment of social studies at SDN 16 Kuala Penaso. The research was conducted on march 11, 2015 to march 20, 2015by 2 cyclees. Subjects were students of SDN 16 Kuala Penaso, totalling 30 people who use the data source. The data collection instruments in this research is a teacher and students activities sheets and students achievement. Based on the conduct of research with the implementation of learning models obtained results koopertif STAD type of activity the teacher in the lerning process in cycle I frist meeting was 66,66% and at the second meeting of teacher activity increased by 12,5% to 79,16%. cycle II firs meeting and the second meeting of activity increased by 4,17% to 83,33% and the second meeting of activity increased by 7,83% to 91,16%. Result of data analysis of students activities in the first meeting cycle with the first meeting of an avarage of 62,5% and at second meeting of activity increased 12,5% to 75% and a second meeting of activity increased 16,7% improve to 87,5%. At the firs meeting of the second meeting of activity increased 7,5% to 95%. This research presents the results obtained each before the implementation an improve in base score sycle with the average being, 58. In the first cycle improve an average of 73,33 with increase as 27,29% and an impove in the second with an average of 86,66 with increase as 40,22%. Result in the research that the implementation of cooperative learning model of Student Team Achievement Division (STAD) can improve students achievement of social Studies at fifth graderes SDN 16 Kuala Penaso.Key Words : Model Learning Student Team Achievement Division (STAD), Fave graderes students Achievement

Penelitian pengaruh naphthenic oil dan carbon black terhadap sifat kekerasan lis kaca mobil

Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.479 KB)

Abstract

 This research have a purpose to know influence naphthenic oil and car bon black about properties hardness weather st rip for auto mobile. Compound wea ther strip for auto mobile make for Natural Rubber (RSS) and sintetic rubber (SBR 1502) with in creasing ingrediens such plasticizer, activator, filler, anti oxidant, accelerator and vulkanizing agent. Compount formula making variation naphthenic oil 3,5 and 7 part along with carbon black 45,50 and 55 part result hardness test with value 67 shore A for compount with naphthenic oil 7 part and carbon black 50 part and after perform make in to fill requrements SNI 1490 – 89 A  weather strip auto mobile.  INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh naphthenic oil dan carbon black terhadap sifat kekerasan lis black mobil. Kompon lis kaca mobil dibuat dari karet alam (RSS) dan karet sintetik (SBR 1502) dengan ditambahkan bahan-bahan pembantu (ingredient) seperti bahan pelunak, pengaktif pengisi, anti oksidan, pencepat dan zat pemvulkanisasi, formula kompon dibuat dengan memvariasikan naphthenic oil 3,5 dan 7 bagian serta carbon black 45,50 dan 55 bagian diperoleh hasil uji kekerasan dengan nilai 67 share A  dari kompon dengan naphthenic oil 7 bagian dan carbon black 50 bagian dan setelah dilakukan pembuatan di industri menengah atau batas dan industri kecil, hasil uji kekerasannya memenuhi persyaratan SNI-1490-89A. Lis karet kaca kendaraan bermotor. 

Penelitian pengaruh naphthenic oil dan carbon black terhadap sifat kekerasan lis kaca mobil

Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.479 KB)

Abstract

 This research have a purpose to know influence naphthenic oil and car bon black about properties hardness weather st rip for auto mobile. Compound wea ther strip for auto mobile make for Natural Rubber (RSS) and sintetic rubber (SBR 1502) with in creasing ingrediens such plasticizer, activator, filler, anti oxidant, accelerator and vulkanizing agent. Compount formula making variation naphthenic oil 3,5 and 7 part along with carbon black 45,50 and 55 part result hardness test with value 67 shore A for compount with naphthenic oil 7 part and carbon black 50 part and after perform make in to fill requrements SNI 1490 – 89 A  weather strip auto mobile.  INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh naphthenic oil dan carbon black terhadap sifat kekerasan lis black mobil. Kompon lis kaca mobil dibuat dari karet alam (RSS) dan karet sintetik (SBR 1502) dengan ditambahkan bahan-bahan pembantu (ingredient) seperti bahan pelunak, pengaktif pengisi, anti oksidan, pencepat dan zat pemvulkanisasi, formula kompon dibuat dengan memvariasikan naphthenic oil 3,5 dan 7 bagian serta carbon black 45,50 dan 55 bagian diperoleh hasil uji kekerasan dengan nilai 67 share A  dari kompon dengan naphthenic oil 7 bagian dan carbon black 50 bagian dan setelah dilakukan pembuatan di industri menengah atau batas dan industri kecil, hasil uji kekerasannya memenuhi persyaratan SNI-1490-89A. Lis karet kaca kendaraan bermotor. 

PERANAN KEBIJAKAN PENJUALAN KREDIT UNTUK MENJAGA LIKUIDITAS DAN MENINGKATKAN PROFITABILITAS PADA PT MITRA ABADI KARYA UTAMA

JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi) Vol 5, No 2 (2013): Volume 5 No. 2 Tahun 2013
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSeiring dengan perkembangan jasa infrastruktur dan konstruksi selama beberapa tahunini, usaha PT Mitra Abadi Karya Utama menunjukan peningkatan penjualan yang signifikan.Salah satu strategi untuk meningkatkan penjualan tersebut adalah dengan memberikan kreditkepada pelanggannya, sehingga mengakibatkan tertanamnya dana bentuk piutang.Permasalahan yang penulis temui adalah terjadi peningkatan perolehan laba bersih namuntidak diikuti dengan peningkatan penagihan/penerimaan kas dari pelunasan piutang. Tujuanpenelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kebijakan penjualan kredit pada PT Mitra AbadiKarya Utama; (2) untuk mengetahui likuiditas dan profitabilitas pada PT Mitra Abadi KaryaUtama; dan (3) untuk mengetahui apakah kebijakan penjualan kredit yang diterapkanberperan untuk menjaga likuiditas dan meningkatkan profitabilitas pada PT Mitra AbadiKarya Utama.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan metode penelitianstudi kasus dan teknik penelitian kualitatif dan kuantitatif (non statistik). Hasil penelitianmenunjukan bahwa (1) kebijakan penjualan kredit pada PT Mitra Abadi Karya Utama masihkurang tepat karena analisis kredit yang diterapkan dengan menggunakan metode 4C(character, capacity, capital, dan collateral) masih belum optimal; (2) likuiditas PT MitraAbadi Karya Utama belum tercapai sesuai dengan periode kredit yang telah diberikan karenareceivable turnover pada tahun 2009-2012 mengalami penurunan dan average collectionperiod pada tahun 2009-2012 mengalami peningkatan; (3) kebijakan penjualan kredit yangditerapkan pada PT Mitra Abadi Karya Utama belum dapat berperan untuk menjaga likuiditasnamun sangat berperan dalam meningkatkan profitabilitas karena kebijakan yang diterapkanbelum tepat dan merupakan kebijakan yang longgar dimana penjualan kredit yang digalakkansehingga mengakibatkan tingkat piutang yang tinggi.Kata Kunci : Kebijakan Penjualan Kredit, Likuiditas, Profitabilitas, Deskriptif, Eksploratif,4C, Receivable Turnover, Average Collection Period.