Ainur Rofieq
Prodi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

MODEL PENGURANGAN KADAR ALERGEN INHALAN DEBU RUMAH BERBASIS PENGELOLAAN DAN KARAKTERISTIK LINGKUNGAN INTERNAL RUMAH PADA PENDUDUK PERKOTAAN Rofieq, Ainur
Prosiding Seminar Biologi Vol 11, No 1 (2014): Seminar Nasional XI Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.277 KB)

Abstract

This studyis aimed at designing a model to reduce allergen inhalant level onhouse dust based on domestic environment management and characteristics in urban community. In this descriptive analytic study, houses whose occupants were infected by atopic respiratory diseases in Malang Regency were treated as the population. Using cluster random sampling, 40 houses from six urban districts were taken as the sample. Two types of variables were covered in this study; they were latent variables and latent sub-variables. The former consisted of eight domestic environment variables: education-economy, house dust management skill, house infrastructure, occupant characteristics, physical environment, chemical dust environment, biotic environment, and house dust allergen inhalant sources. Meanwhile, the latter covered all the variables treated as indicators in every latent variable.  This model of allergen inhalant reduction level is a structural model designed through multidimensional relationships among eight latent variables that have been theoretically and empirically developed. The relationship model between every latent variable and its indicator(s) was reflectively arranged. The structural model was analyzed using SmartPLS, a varian-based Structural Equational Modeling (SEM) approach. The procedures of the analysis were adapted from Wiyono’s (2011) and Jogiyanto’s (2009). The findings revealed that a significant structural model was achieved when the multidimensional relationships among the eight latent variables were directly and indirectly arranged. This significant structural model of allergen inhalant reduction level illustrated three hierarchical relationship levels. At the first level, the house dust allergen inhalant sources variable was only directly influencedby the biotic environment. The second level was maintained when the biotic environment variable was directly influenced by the physical and chemical environments, while the other four latent variables were indirectly influenced. At the third level, the house dust chemical variable was directly influenced by the house infrastructure and occupant characteristics, while the house dust management skill and education-economy variables were indirectly influenced. Keywords: house dust, allergen inhalant, urban community
BASOFI SOEDIRMAN, MUSIK DANGDUT DAN REFLEKSI POLITIK "HANYA KAU YANG KUPILIH" Rofieq, Ainur
Jurnal Bestari No 23 (1997)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1739.977 KB)

Abstract

Sudah barang tentu sebuah syair dilagukan bukan hanya sekedar berbahasa indah untuk tujujna komersial, sehinnga kita yang mendengar hanya mendapat bunyi dan nikmat. Sebuah lagu kalu dilihat dari aspek jiwa penciptaannya, pasti memiliki pesan nilai-nilai. Boleh dikatan umum, pencipta lagu selalu melibatkan aspek emosi, cita-cita, harapan, kondisi dan tidak mustahil pesanan.
The use of chitosan of Pomacea canaliculata shell as natural preservation to maintain fruit quality during storage process: Used as audio visual media of biotechnology learning Trisnaningrum, Yurike Fransischa; Wahyuni, Sri; Rofieq, Ainur
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 2, No 3 (2016): NOVEMBER
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1331.456 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v2i3.3871

Abstract

Chitosan merupakan turunan kitin yang terbentuk dari proses deasetilasi yang bisa digunakan sebagai bahan pengawet alami yang efektif dan memiliki aktivitas antimikroba.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kandungan vitamin C, pH dan berat dalam buah jeruk, strowberi, dan pisang yang diawetkan dengan chitosan cangkang keong mas selama proses penyimpanan danuntuk mengetahui berapakah konsentrasi chitosan cangkang keong mas yang paling efektif sebagai bahan pengawet buah. Penelitian merupakan True Experimental Research yang dilaksanakan di Laboratorium KimiaUniversitas Muhammadiyah Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan pada jeruk, strowberi dan pisang yaitu konsentrasi chitosan 1,5%, 2%, 2,5%, 3% dan 3,5%. Analisis data menggunakan analisis Blok Acak dan uji beda jarak nyata Duncan pada taraf signifikansi 0,05.Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh terhadap buah. Perubahan kandungan vitamin C dan berat paling kecil terjadi pada perlakuan 2,5% dan paling besar pada perlakuan kontrol. Pemberian konsentrasi chitosan cangkang keong mas2,5% yang paling efektif mempengaruhi kandungan vitamin C dan berat buah jeruk, strowberi dan pisang. Hasil penelitian diaplikasikan sebagai media audio visual dalam pembelajaran Bioteknologi
Research Methodology through Writing Research Proposal Retrospectively by Combining Classroom Discussion and Collaborative Working Group in Lesson Study Rofieq, Ainur; Husamah, Husamah; Wahyuni, Sri; Hindun, Iin; Purwanti, Ely
Proceeding of International Conference on Teacher Training and Education Vol 1, No 1 (2016): Proceeding of International Conference on Teacher Training and Education
Publisher : Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.385 KB)

Abstract

Lesson Study (LS) was conducted aiming at: (1) describing the ideal steps in combining classroom discussion and collaborative working group in effort to improve students’ comprehension on writing biology research proposal that is arranged retrospectively; (2) analyzing the improvement of students’ comprehension on writing biology research proposal retrospectively by combining classroom discussion and collaborative working group (further noted as collaborative classroom discussion).The location of LS was in Class VB and VC, incorporating fifth semester students in Biology Education Department University of Muhammadiyah Malang (UMM) Indonesia. This LS was conducted within four cycles with its main focus on concept comprehension covering three cognitive levels, namely: simple concept comprehension, concept analysis, and concept synthesis.The findings of this current LS concluded that there were 8 activity stages in ideal syntax of collaborative classroom discussion, to name: (1) pre-condition: students were to complete collaborative working group-based assignments; (2) the lecturer explained the rules and assessment system of the discussion; (3) reorganizing seating arrangement and dividing group discussions, one presenting group and the other discussion groups; (4) positioning the students from high group in each discussion group; (5) the lecturer acted as a facilitator and was accompanied by a student-recruited note-taker; (6) conducting classroom discussion led by the facilitator; (7) the lecturer administered the assessment process; and (8) the lecturer along with students conducted reflection.The implementation of ideal syntax of collaborative classroom discussion was proven to improve students’ comprehension on biology research methodology through writing research proposal retrospectively. Collaborative classroom discussion could improve students’ comprehension on biology research methodology course as the implementation of which improved cognitive processes, initiated from simple concept comprehension, concept analysis, to concept synthesis and evaluation.
PRAKTIK KOLABORATIF PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI MATERI REPRODUKSI BERBASIS LESSON STUDY DI SMA 1 NEGERI SUMBERPUCUNG Purwatiningsih, Purwatiningsih; Eko Susetyarini, Roro; Rofieq, Ainur; Latifa, Roimil
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol 3, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Lecturer at the Faculty of Education, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v3i2.5005

Abstract

ABSTRAKPembelajaran praktik kolaboratif berbasis Lesson study di SMA untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang memperhatikan hak belajar setiap peserta didik. Tujuan penelitian untuk mendekrispsikan kegiatan lesson study dengan praktik kolaboratif di SMAN I Sumberpucung kabupaten  Malang. Penelitian ini untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pembelajaran yang berbasis Lesson study produk biologi berupa media pembelajaran dengan praktik kolaboratif. Metode penelitian yang digunakan deskriptif.Responden yang digunakan guru dan siswa SMAN I Sumberpucung. Langkah yang dilakukan, yaitu: workshop LS,perencanaan perangkat pembelajaran berbasis LS dilakukan 4 siklus, pelaksanaan pembelajaran berbasis LS dilakukan 4 siklus, refleksi pelaksanaan pembelajaran berbasis LS dilakukan 4 siklus, respon siswa tentang kolaboratif, komunikatif, kreatif dan berpikir kritis setelah pembelajaran berbasis LS dengan praktik kolaboratif.  Hasil dari praktik kolaboratif berbasis Lesson study materi Reproduksi di SMAN I Sumberpucung 100% terbentuk Chapterdesign I, II, III,dan IV;Lesson design I, II, III dan IV, Ada perbedaan lesson design antara siklus I dengan siklus II, III dan IV. Pada siklus I metode yang digunakan problem base learning, siklus II, III, dan IV menggunakan metode project base learning. Pada pelaksanaan pembelajaran siswa berkolaborasi, berkreasi, berkomunikasi dan berpikir kritis dalam pembuatan media.Data respon siswa praktik kolaboratif tentang materi reproduksi 99% siswa sangat suka dengan pembelajaran  berbasis LS. Kata Kunci: Kolaboratif, Reproduksi, Lesson study ABSTRACTLesson study collaborative lessons learned in high school to improve the quality of learning that takes into account the learning rights of each learner. The purpose of research to decrypt the lesson study activities with collaborative practices in SMAN I Sumberpucung Malang. This research is to solve the problems related to learning based on Lesson study of biological products in the form of learning media with collaborative practice. The research method used is descriptive. Respondents used by teachers and students of SMAN I Sumberpucung. The steps taken were: LS workshop, LS-based learning tool planning 4 cycles, LS-based learning implementation 4 cycles, reflection of LS-based learning implementation 4 cycles, student responses about collaborative, communicative, creative and critical thinking after LS-based learning with collaborative practice. The results of collaborative practice based on Lesson study of Reproduction materials at SMAN I Sumberpucung 100% formed Chapter design I, II, III, and IV; Lesson design I, II, III and IV, There is a difference of lesson design between cycle I with cycle II, III and IV. In the first cycle method used problem base learning, cycle II, III, and IV using the method of project base learning. In the implementation of student learning collaborate, be creative, communicate and think critically in making media. Student response data collaborative practice on reproduction materials 99% of students are particularly fond of LS-based learning. Keyword: Colaboratif, Reproduction, Lesson study
Peningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Pokok Bahasan Ekosistem di SMA Negeri I Sumberpucung Susetyarini, Roro Eko; Rofieq, Ainur; Latifa, Roimil; Wahyuni, Sri
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol 3, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Lecturer at the Faculty of Education, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v3i1.3967

Abstract

Pembelajaran biologi belum memperhatikan bagaimana peserta didik berpikir kritis. Tujuan implementasi Lesson study ini, yaitu mendekripsikan kemampuan berpikir kritis pada matapelajaran Biologi dengan pokok bahasan ekosisitem kelas X di SMAN I Sumberpucung. Metode yang dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif, untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pembelajaran yang berbasis Lesson study Pelaksanaan pembelajaran berbasis LS dilakukan 3 siklus, (tahpan LS: plan, do, see), plan merupakan perancangan perencanaan pembelajaran, do merupakan pelaksanaan pembelajaran, see merupakan refleksi pelaksanaan pembelajaran berbasis LS. Kemampuan berpikir kritis yang diamati dengan parameter menentukan komponen abiotik dan biotic, membuat rantai makanan, membuat jarring-jaring makanan, membuat piramida makanan. Data kemmapuan berpikir kritis dianalisis secara desktiptif kuantitatif. Hasil menunjukkan pada saat do dilakukan pengamatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah pembelajaran berbasis LS dengan data rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa pada matapelajaran biologi pada siklus I 72,5; siklus II 77,13 dan siklus III 78,5. Peningkatan dari siklus I ke siklus II 4,63; siklus II  ke siklus III 1,37.
PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI BAHAN TAMBAHAN (SINGKONG, PEPAYA, NASI AKING) DALAM BERBAGAI PERBANDINGAN TERHADAP KUALITAS TEMPE CAMPURAN SEBAGAI MEDIA LEAFLET MATERI BIOTEKNOLOGI SMA KELAS XII Bisyria, Fatih; Zaenab, Siti; Rofieq, Ainur
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 1, No 2 (2015): JULY
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.551 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v1i2.3325

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan tambahan (singkong, pepaya, nasi aking) dan perbandingannya yang paling optimal terhadap kadar protein, kadar air, dan organoleptik pada tempe campuran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian True Experiment Design dan Studi Pengembangan. Design yang digunakan adalah Faktorial Contras Ortogonal Design. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, dengan faktor pertama jenis bahan (kedelai-singkong, kedelai-pepaya, kedelai-nasi aking) dan faktor kedua perbandingan kedelai: bahan tambahan (50%:50%, 60%:40%, 70%:30%). Data berupa kadar protein, kadar air, dan organoleptik pada tempe. Teknik Analisis data yang digunakan adalah Analisis Varian Dua Faktor dan Uji Beda Jarak Nyata Duncan (BJND) 5%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan dan perbandingan tidak berpengaruh terhadap kadar protein, kadar air, dan organoleptik pada tempe campuran. Kadar protein pada keseluruhan tempe campuran masih berada di atas standar SNI yaitu minimal 16,00 %. Tempe kontrol (kedelai murni) memiliki kandungan protein paling tinggi dengan nilai 19,37%. Pada tempe campuran yang memiliki kadar protein paling tinggi yaitu tempe campuran nasi aking dengan kadar protein 18,42 %. Kadar air pada keseluruhan tempe campuran masih berada di bawah standar SNI yaitu maksimal 65,00 %. Tempe kontrol (kedelai murni) memiliki kadar air paling rendah dengan nilai 46,63%. Pada tempe campuran yang memiliki kadar air paling rendah yaitu tempe campuran nasi aking dengan kadar air 47,73 %. Bahan tambahan nasi aking berpengaruh paling baik terhadap sifat organoleptik tempe campuran yaitu dengan rerata nilai 4,93 (sangat suka). Kata Kunci: Tempe Campuran, Bahan Tambahan, Kadar Protein, Kadar Air, Organoleptik
PENGGUNAAN JURNAL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN CLASS WIDE PEER TUTORING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Munawaroh, Lailatul; Pantiwati, Yuni; Rofieq, Ainur
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 1, No 3 (2015): NOVEMBER
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.474 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v1i3.2659

Abstract

Standar asesmen pembelajaran sains  hendaknya ditekankan pada penilaian kemampuan siswa dalam real life situation. Diperlukan adanya sistem penilaian untuk mengatasi masalah tersebut. Penggunaan jurnal belajar sebagai refleksi setelah proses pembelajaran menjadi alternatif untuk melatih cara berpikir siswa yang dipadukan dengan pembelajaran Class Wide Peer Tutoring agar siswa lebih aktif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penggunaan jurnal belajar dalam pembelajaran Class Wide Peer Tutoring untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, mendeskripsikan penerapan jurnal belajar dalam pembelajaran Class Wide Peer Tutoring mempengaruhi peningkatan kemampuan berpikir kritis, dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis setelah perlakuan penggunaan jurnal belajar dalam pembelajaran Class Wide Peer Tutoring. Penelitian dilaksanakan di SMP Muhammadiyah di Kabupaten Malang kelas VIII. Jenis penelitian ini adalah Quasy Eksperimen dengan teknik pengambilan Cluster Random Sampling. Penelitian dilaksanakan di SMP Muhammadiyah di Kabupaten Malang. Data kemampuan berpikir kritis diperoleh dengan test soal esay. Analisis data yang digunakan yaitu uji Independent t-tes. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan jurnal belajar dalam pembelajaran Class Wide Peer Tutoring memiliki pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis materi fotosintesis pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah di Kabupaten Malang. Penerapan penggunaan jurnal belajar dilakukan setelah proses pembelajaran. Peningkatan kemampuan berpikir kritis lebih efektif terjadi pada kelompok eksperimen daripada kontrol.
MIKROBA DALAM PERSPEKTIF LINGKUNGAN HIDUP Rofieq, Ainur
Jurnal Bestari No 8 (1991)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2470.58 KB)

Abstract

For periods, microbs was conceived as the great enemy of mankind. Since, its dangerous behaviour to human health. The role of microba is now the vice versa when the scientists found the positive aspects of its behaviour. One of its positive roles is the effective solution to destroy ecoterorism. To make the behaviour of microba usefull for human environment, is only up to mankind
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI PENYESUAIAN MAKHLUK HIDUP DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE THINK-PAIR-SHARE DIPADU DENGAN METODE PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS V-A SD MUHAMMADIYAH 8 DAU MALANG Marina, Citra; Rofieq, Ainur; Wahyuni, Sri
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 1, No 1 (2015): MARCH
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1287.132 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v1i1.2304

Abstract

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI PENYESUAIAN MAKHLUK HIDUP DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE THINK-PAIR-SHARE DIPADU DENGAN METODE PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS V-A SD MUHAMMADIYAH 8 DAU MALANG  Citra Marina1, Ainur Rofieq1, Sri Wahyuni1, 1Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang email: biologi.umm@gmail.com   ABSTRACTFrom interviews result, we can say 45% of the number of students has a low learning outcomes. The research purposes are: To determine the increase in the learning material adjustment Beings through cooperative learning combined the TPS method with P & P method at the VA graders SD Muhammadiyah 8 Dau Malang. Implementation of TPS learning combined with P & P already performing optimally. Based on the results of correcting data analysis sheet formative test on cycle-3 students who scored> SKM as many as 27 people (90%),whereas the received value <SKM value of 3 people (10%) of 30 students.   Keywords: Think-Pair-Share (TPS), Picture and Picture (P&P), Cooperative