Articles

Found 20 Documents
Search

SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF ZINC OXIDE NANOPARTICLES-BASED DENTAL CEMENT

Jurnal Sains Materi Indonesia 2012: Desember 2012 - Edisi Khusus
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dental cement-based mixture of zinc oxide and eugenol is one of the commonly used dental cement. One of the major shortcomings that limit its application is dental cement zinc oxide and eugenol has detrimental mechanical properties. This study aims to carry out the synthesis and characterization of nano-based dental cement of zinc oxide mixed with eugenol with the hypothesis that zinc oxide nanoparticles will provide better mechanical properties. Physical and mechanical properties of cement-based dental cement oxide nanoparticles will be compared with dental cement zinc oxide microparticles.Mixing eugenol and ZnO nanoparticles were made by the composition of the powder 0.4 g, 0.45 g, 0.5 g, 0.55 g, 0.6 g and 0.2 mL of fluid. ZnO nanoparticles as a powder slowly mixed with liquid, so as to produce pasta. Methods of analysis include compressive strength, hardness and microstructure observation. From a series of studies and analysis, the surface morphology of the samples obtained by the nanoparticles-based dental cement is smoother and has a little fracture compared with microparticles-based dental cement. Likewise, the mechanical analysis of dental cement, ZnO nanoparticles can increase the compressive strength and hardness of thematerial. The conclusions are that the addition of nanoparticles can enhance physical and mechanical characteristics.Keywords: Dental cement, Zinc oxide eugenol, Physical and mechanical properties.

THE EFFECT OF ZnO PARTICLE ON ZINC PHOSPHATE CEMENT MICROSTRUCTURE

Jurnal Sains Materi Indonesia 2012: Desember 2012 - Edisi Khusus
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dental cement based on zinc phosphate (Zinc Phosphate Cement) is the oldest dental cement that is still widely used today. One disadvantage of zinc phosphate-based dental cement is its low mechanical properties. In this study, ZnO nanoparticles are added to the zinc phosphate dental cement with the hypothesis that there will be the strengthening of the mechanical properties of dental cement. The fraction of ZnO nanoparticles were variedly added from 0.1 g, 0.5 g, 1 g and 1.5 g to the zinc phosphate dental cement which is then compared to the dental cement without the addition of ZnO nanoparticles. The materials were manually mixed and mold to form dental cement pellets (4 mm thick and 4 mm in diameter). Characterization of pellet hardness and strength result in a linear value to the addition of ZnO nanoparticles in which the value of hardness and strength increases as increasing of ZnO nanoparticles fractions. XRD analysis results indicate the appearance of peaks Zn3(PO4)2.4H2O and ZnO compounds supported by the analysis of surface structure using SEM. The resulting dental cements have an increased value of hardness and compressive strength due to the improvement of its micro structure having a small amount of crack and a homogeneous distribution of nano ZnO. Through this phenomenon, it can be concluded that the addition of nano-ZnO can be applied to increase the value of hardness and strength in dental cement.Keywords: Nano Zn, Dental cement (Zinc Phosphate Cement).

PELUANG DAN STRATEGI PENGEMBANGAN NANOTEKNOLOGI DI INDONESIA

Jurnal Riset Industri Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Riset Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.469 KB)

Abstract

Para pakar percaya bahwa nanoteknoligi akan membawa impian manusia menjadi kenyataan.di prediksi bahwa revolusi nanotegnologi akan berdampak sebanding dengan emoat revolusi industriyang telah di alami selama dua abat namun hanya di tempuh dalam kurun waktu beberapa tahun.Indonesia, negara dengan kekayaan alamanya yang cukup tersedia dan memiliki populasi ke-empat terbesar di dunia, harus kita berperan dalam pengembangan nanotegnologi. oleh kaerna itu, dalam kajian ini, pertama akan di bahas paradigma nanoteknologisecara singkat, kemudian akan di dalami peluang beserta damapak sosial nanoteknologi yang melatarblakangi mengapa banyak negara di dunia inimem prioritaskan dan mengalokasikan dana sebesar-besarnya untuk menguatkan daya saing bangsanya. Selanjutnya akan di sajikanstrategi pengembangan nanoteknologi yang di lakukan berbagai organisasi dan institusi juga akan di uraikan.

SINTESIS PIGMEN BESI OKSIDA BERBAHAN BAKU LIMBAH INDUSTRI BAJA (MILL SCALE)

Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah industri baja (mill scale) digunakan sebagai alternatif bahan baku pigmen besi oksida. Kajian ilmiah ini menjelaskan proses pembuatan pigmen besi oksida melalui metode presipitasi dengan media air. Pigmen besi oksida yang menjadi target yaitu pigmen kuning goethit ( -FeOOH) dan merah hematit ( -Fe2O3). Goethit diperoleh dengan presipitasi menggunakan amonia dari proses awal terbentuknya ferricssulfat hasil reaksi asam sulfat (H2SO4) dengan limbah mill scale, sedangkan hematit diperoleh dengan proses pemanasan goethit pada temperatur 5000C dan 9000C. Analisa XRD digunakan untuk mengetahui senyawa pigmen yang terkandung dan penggunaan DTA untuk mengetahui pola perubahan fasa akibat proses pemanasan fasa goethit. Analisa warna pigmen menggunakan collorimetri L*a*b System. Warna pigmen yang diperoleh mempunyai tinting strength yang masih kurang dibandingkan dengan pigmen impor.

The Effect of Roasting Temperature at 400C and Sulphuric Acid Concentration on TiO2 Extraction Process from Zircon Sand Ilmenite

Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 3 (2014)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.985 KB)

Abstract

In this research, roasting temperature at 400C and sulphuric acid concentration variations was conducted to obtain titanium dioxide from zircon sand. The research was done through extraction metallurgy method which involved physical, chemical, and mechanical treatments. Zircon was magnetically separated, mixed with NaOH, and roasted with temperature of 400C. Characterization with XRD of the sample before and aftermagnetic separation was conducted. Peaks obtained from NaFeO2, NaTiO2, Na0.75Fe0.75Ti0.25O2, and TiO2 compounds were observed. In this study, the leaching process lasted in two stages. For the first leaching samples of combustion products are leached using distilled water to remove water-soluble impurities. For the second stage, the deposition obtained from stage one is leached using 8, 10, and 12 M concentrated sulphuric acid at high temperature to dissolve iron. XRD was used to characterize TiO2. The result showed that the sample at temperature of 400C and concentrated sulphuric acid of 12Mis whiter in colour compared to other samples. Furthermore, at temperature 400C and concentrated sulphuric acid of 12 M, the titanium dioxide produced is 32.3% and 11.5% for rutile and anatase, respectively.

Pengaruh Silika Halus terhadap Ketahanan Mortar

Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 2 (2007)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.525 KB)

Abstract

Penggunaan bahan bangunan beton dengan penambahan (aditif) mikrosilika atau silika telah diketahui merupakan salah satu alternatif untuk mendapatkan beton dengan kinerja yang tinggi, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aditif silika pada mortar pada berbagai komposisi silika terhadap berat semen. Setelah itu kemudian diuji pengaruh penggunaan aditif silika pada mortar terhadap seranganH2SO4 dan CH3COOH. Aditif silika yang digunakan yaitu mikrosilika impor dan bubuk silika hasil mechanical milling mineral alam. Sampel yang digunakan berdiameter 0,5 in dan tinggi 5 cm. Sampel mortar ini kemudian diuji kuat patah, kuat tekan, densitas dan porositasnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa komposisi 10% bubuk silika terhadap berat semen merupakan komposisi silika yang optimal untuk memperkuat mortar. Hasil pengujian yang dilakukan juga menunjukkan bahwa bubuk silika memiliki peran yang sama dengan mikrosilika yaitu dapat meningkatkan ketahanan mortar terhadap serangan H2SO4 dan CH3COOH mencapai hampir sekitar 50% dari mortar tanpa penggunaan aditif silika, sehingga bubuk silika ini memiliki peluang untuk menggantikan mikrosilika yang merupakan produk impor.

Studi Dasar Posibilitas Pemanfaatan Bubuk Silika dari Batuan Alam Lokal LAPINDO sebagai Bahan Tambahan Semen

Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 2 (2007)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.836 KB)

Abstract

Bubuk silika telah diketahui banyak digunakan sebagai bahan penguat beton. Sementara itu, Indonesia kaya akan batuan alam yang mengandung silika. Dewasa ini, Lumpur Lapindo jumlahnya melimpah sekitar 480 hektar yang kandungannya kaya silika. Oleh karena itu, dilakukan studi dasar posibilitas pemanfaatan bubuksilika dari batuan lokal dan Lumpur Lapindo sebagai bahan tambahan semen. Batuan silika dihancurkan selama satu jam dan Lumpur Lapindo dikeringkan juga terlebih dahulu kemudian dihancurkan dengan milling selama satu jam. Bubuk hasil dicampur dengan Semen Gresik dan Semen Tiga Roda dengan substitusi 10% dan 20% terhadap semen, selanjutnya dijadikan adonan semen dengan rasio air 1/3 terhadap total campuran dandicetak dengan bentuk silinder berdiameter 2 cm dan tinggi rata-rata 5 cm. Hasilnya diuji tekan dengan UTM (Universal Test Machine) terhadap usia semen. Hasil uji tekan pada usia 91 hari menunjukkan bahwa semen dengan bubuk silika baik dari campuran sillika Kalimantan Putih dengan komposisi 20% bubuk silika dan 80% semen Gresik dengan penguatan 50%  dibandingkan dengan standar. Sedangkan untuk Lumpur Lapindo dengan penambahan 10% pada Semen Gresik memberikan hasil yang hampir sama dengan standar dan pencampuran Lumpur Lapindo dengan Semen Tiga Roda tidak memberikan hasil yang signikan. Dengan demikian, Lumpur Lapindo dan Batu silika Kalimantan Putih memiliki posibilitas sebagai bahan tambahan Semen Gresik.

Perolehan Kembali Seng Dari Limbah Industri Galvanis Sebagai Seng Asetat

Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 36 No. 1 April 2014
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.13 KB)

Abstract

Seng dross merupakan hasil samping dari industri pelapisan logam (galvanis) dengan proses hot-dip dan mempunyai kandungan seng yang cukup tinggi. Hasil samping ini dapat digunakan sebagai bahan baku seng asetat. Seng asetat digunakan sebagai bahan tambahan makanan, suplemen, obat-obatan, precursor, dan pelega tenggorokan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kembali seng dari seng dross untuk menghasilkan seng asetat. Seng asetat tersebut akan digunakan sebagai precursor. Proses ekstraksi seng dross dilakukan dengan asam asetat glasial pada kondisi proses, yaitu waktu ekstraksi 1 jam, 2 jam, dan 3 jam, suhu ekstraksi 130 oC, 150 oC, dan 170 oC, serta konsentrasi asam asetat glasial 20%, 40%, dan 60%. Hasil ekstraksi berupa seng asetat dianalisis untuk mengetahui kadar seng dan karakteristik kristal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi proses ekstraksi yang terbaik diperoleh pada suhu 130 oC, konsentrasi asam asetat glasial sebesar 60%, dan waktu proses ekstraksi selama 1 jam. Seng asetat yang diperoleh mengandung 75,39% seng dan kristal seng asetat mempunyai intensitas 5800 counts. 

Ekstraksi Dan Karakterisasi Serbuk Nano Pigmen Dari Daun Tanaman Jati (Tectona Grandis Linn. F)

Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 36 No. 1 April 2014
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.466 KB)

Abstract

Tanaman Jati (Tectona grandis linn. F) umumnya hanya dimanfaatkan bagian kayunya untuk industri meubel, namun bagian lain seperti daun kurang dimanfaatkan. Daun jati terutama bagian pucuk daun muda dapat menghasilkan pigmen. Produksi serbuk nano pigmen dari daun jati dan karakterisasi serbuk nano pigmen tersebut belum dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan nano pigmen dari pucuk daun jati muda dalam bentuk serbuk dengan menggunakan persentase filler yang berbeda dan melakukan karakterisasi serbuk nano pigmen jati tersebut. Pucuk daun jati muda diberi perlakuan mekanik dengan penggerusan kemudian disaring, larutan yang diperoleh diukur partikelnya dengan Particle Size Analyzer (PSA), dan dikeringkan dengan penambahan filler maltodekstrin 5% dan 10%. Serbuk yang diperoleh dihitung rendemen, ukuran partikel, dan kelarutan dalam air. Warna merah yang dihasilkan dari filtrat pucuk daun jati muda berasal dari zat warna antosianin yang terkandung dalam daun jati muda. Ekstrak dari pucuk daun jati muda memiliki ukuran dengan kisaran 87,8- 318,1 nm dengan ukuran rata-rata 109,2 nm. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak tersebut merupakan produk nano di alam. Penambahan filler dengan konsentrasi berbeda berpengaruh terhadap warna, rendemen, ukuran partikel serbuk, dan kelarutan pigmen serbuk dalam air. 

PENGARUH NANOPARTIKEL ZnO TERHADAP STRUKTURMIKRO SEMEN GIGI SENG FOSFAT

Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.576 KB)

Abstract

PENGARUH NANOPARTIKEL ZnO TERHADAP STRUKTURMIKRO SEMEN GIGI SENG FOSFAT. Semen gigi berbasis seng fosfat (Zinc Phosphate Cement) merupakan bahan semen gigi tertua yang masih banyak digunakan hingga kini. Salah satu kelemahan semen gigi berbasis seng fosfat adalah sifat mekanisnya yang cenderung rendah. Pada penelitian ini, nanopartikel ZnO ditambahkan ke semen gigi berbasis seng fosfat dengan hipotesis bahwa akan terjadi penguatan sifat mekanis semen gigi. Penambahan dilakukan dengan variasi fraksi nanopartikel ZnO sebesar 0,1 g, 0,5 g, 1 g dan 1,5 g terhadap semen gigi seng fosfat yang kemudian dilakukan pembanding terhadap semen gigi tanpa penambahan nanopartikel ZnO. Metode yang digunakan berupa pembuatan pellet semen gigi (tebal 4mm dan diameter 4mm)melalui proses pencampuran bahan secara manual dan diakhiri dengan proses pencetakan. Hasil uji karakterisasi kekerasan dan kekuatan sampel pelet menghasilkan nilai yang linier terhadap penambahan nanopartikel ZnO, dimana nilai kekerasan dan kekuatan mengalami kenaikan seiring penambahan fraksi nanopartikel ZnO. Hasil analisis X-Ray Diffractometer (XRD) menunjukan senyawa Zn3(PO4)24H2O dan Senyawa ZnO serta didukung dengan penampakannnya dalam analisis struktur permukaanmenggunakan Scanning ElectronMicroscope (SEM). Semen gigi yangmempunyai nilai kekerasan dan kuat tekan yang tinggi didukung oleh strukturmikro yang mempunyai jumlah crack yang sedikit dan persebaran nano ZnO yang homogen. Penambahan nanopartikel ZnO dapat diaplikasikan untuk meningkatkan nilai kekerasan dan kekuatan dalamsemen gigi.