Emma Rochima
Program Studi Perikanan, Kelautan Universitas Padjadjaran Kampus Jatinangor, UBR 40600

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Fermentasi Garam terhadap Karakteristik Jambal Roti Rochima, Emma
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 8, No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.912 KB)

Abstract

Jambal roti merupakan salah satu jenis ikan asin yang cukup dikenal di Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi garam dan lama fermentasi yang terbaik pada pembuatan jambal roti dari ikan manyung (Arius thalassinus). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan acak kelompok yang terdiri dari dua faktor. Pengamatan dilakukan terhadap karakteristik jambal roti yang diolah menurut kombinasi perlakuan konsentrasi garam 25 %, 30 %, 35 % dengan lama fermentasi garam 24, 36, 48, 60, dan 72 jam. Karakteristik produk diuji secara organoleptik dengan skala hedonik. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata dari konsentrasi garam dan lama fermentasi terhadap karakteristik organoleptik jambal roti. Karakteristik terbaik jambal roti diperoleh dengan fermentasi pada konsentrasi garam 30% selama 24 jam.Kata kunci: fermentasi, ikan manyung, jambal roti, organoleptik
Karakterisasi Kitin dan Kitosan Asal Limbah Rajungan Cirebon Jawa Barat Rochima, Emma
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 10, No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.244 KB)

Abstract

The aim of the research was to characterize chitin and chitosan from byproduct of meat crab’s Cirebon canning industry. The preliminary research included chitin flour production. Later on, production and characterization of chitin and chitosan. Characteristics of chitin and chitosan included solubility, degree of deacetylation, intrinsic viscosity and molecular weight. Degree of deacetylation was analyzed by First Derivative Ultra Violet Spektrofotometry, intrinsic viscosity by Ubbelohde viskometry, and molecular weight by Mark-Houwink equation. The result showed that characteristics of chitin and chitosan that included solubility, degree of deacetylation, intrinsic viscosity and molecular weight were 28 %, 39.02 %, 8.57 ml/g, 11 x 103 and 79.39 %, 70.70 %, 6.93 ml/g and 8.75 x 103 respectively. Characteristic of chitosan was suitable for food field application.
Kajian Pemanfaatan Limbah Rajungan dan Aplikasinya untuk Bahan Minuman Kesehatan Berbasis Kitosan Rochima, Emma
Jurnal Akuatika Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.129 KB)

Abstract

Kitin adalah biopolimer yang tersusun atas unit N-asetil-D-glukosamin dengan ikatan  Beta-(1,4) yang paling banyak dijumpai di alam setelah selulosa. Di Indonesia limbah kitin  yang belum dimanfaatkan sebesar 56.200 metrik ton per tahun. Limbah ini belum termanfaatkan secara baik dan berdaya guna, bahkan sebagian besar merupakan buangan yang juga turut mencemari lingkungan.Di pihak lain, buangan tersebut ternyata sangat potensil untuk  dimanfaatkan sebagai kitosan. Tujuan penulisan kajian ini adalah untuk menggambarkan pemanfaatan limbah rajungan menjadi kitosan lalu mengaplikasikan kitosan tersebut sebagai bahan minuman kesehatan.Hasil kajian kitosan dijarapkan akan dapat diterapkan sebagai bahan baku industri berbasis biota laut. 
Karakterisasi Kimiawi Dan Organoleptik Pempek Dengan Penambahan Tepung Tulang Ikan Mas Asal Waduk Cirata Rochima, Emma; Pratama, Rusky Intan; Djunaedi, Otong Suhara
Jurnal Akuatika Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akuatika Vol. VI. No. 1/Maret 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.818 KB)

Abstract

Penelitian mengenai karakterisasi kimiawi dan organoleptik pempek dengan penambahan tepung tulang ikan mas bertujuan untuk mengetahui jumlah tepung tulang ikan pada produk pempek yang paling disukai panelis.  Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran pada bulan Agustus sampai Nopember 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan lima perlakuan yaitu penambahan tepung tulang ikan mas sebanyak 0, 5, 10, 15 dan 20% pada pempek. Parameter yang diamati adalah rendemen, karakteristik kimiawi (kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar abu) tepung tulang ikan, dan karakteristik organoleptik (kenampakan, aroma, tekstur dan rasa) pempek berdasarkan tingkat kesukaan menggunakan skala hedonik serta kadar kalsium pempek dari perlakuan paling disukai. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tepung tulang ikan mas menghasilkan rendemen 30%,  karakteristik kimiawinya meliputi kadar air 10,56% kadar protein 12, 11%; kadar lemak 4, 07%  dan kadar abu 2,5%. Karakteristik organoleptik terhadap kenampakan, aroma, tekstur dan rasa pempek pada dengan penambahan tepung tulang ikan mas hinga 15% masih disukai panelis. Kriteria rasa memiliki nilai terbesar dibandingkan kenampakan, aroma dan tekstur berdasarkan uji Bayes. Kadar kalsium pada pempek dengan penambahan 10% tepung tulang ikan mas adalah  0, 65 % jika dibandingkan dengan kontrol sebesar 0,18%. Kata kunci: tepung tulang, kimiawi, organoleptik, pempek  
Karakterisasi Kitin dan Kitosan Asal Limbah Rajungan Cirebon Jawa Barat Rochima, Emma
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 10, No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.244 KB)

Abstract

The aim of the research was to characterize chitin and chitosan from byproduct of meat crab’s Cirebon canning industry. The preliminary research included chitin flour production. Later on, production and characterization of chitin and chitosan. Characteristics of chitin and chitosan included solubility, degree of deacetylation, intrinsic viscosity and molecular weight. Degree of deacetylation was analyzed by First Derivative Ultra Violet Spektrofotometry, intrinsic viscosity by Ubbelohde viskometry, and molecular weight by Mark-Houwink equation. The result showed that characteristics of chitin and chitosan that included solubility, degree of deacetylation, intrinsic viscosity and molecular weight were 28 %, 39.02 %, 8.57 ml/g, 11 x 103 and 79.39 %, 70.70 %, 6.93 ml/g and 8.75 x 103 respectively. Characteristic of chitosan was suitable for food field application.
Pengaruh Fermentasi Garam terhadap Karakteristik Jambal Roti Rochima, Emma
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 8, No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.912 KB)

Abstract

Jambal roti merupakan salah satu jenis ikan asin yang cukup dikenal di Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi garam dan lama fermentasi yang terbaik pada pembuatan jambal roti dari ikan manyung (Arius thalassinus). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan acak kelompok yang terdiri dari dua faktor. Pengamatan dilakukan terhadap karakteristik jambal roti yang diolah menurut kombinasi perlakuan konsentrasi garam 25 %, 30 %, 35 % dengan lama fermentasi garam 24, 36, 48, 60, dan 72 jam. Karakteristik produk diuji secara organoleptik dengan skala hedonik. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata dari konsentrasi garam dan lama fermentasi terhadap karakteristik organoleptik jambal roti. Karakteristik terbaik jambal roti diperoleh dengan fermentasi pada konsentrasi garam 30% selama 24 jam.Kata kunci: fermentasi, ikan manyung, jambal roti, organoleptik
Aktivitas Antioksidan Dan Antibakteri Ekstrak Jeroan Teripang Holothuria atra Dari Perairan Pulau Biawak Kabupaten Indramayu Oktaviani, Dewi; Mulyani, Yeni; Rochima, Emma
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 6, No 2(1) (2015): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.859 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder pada jeroan teripang Holothuria atra dan potensinya sebagai antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2014 s/d Mei 2015 di Laboratorium Bioteknologi Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di laboratorium yang terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama ekstraksi dengan metode maserasi dan identifikasi metabolit sekunder dilanjutkan tahap kedua uji antioksidan menggunakan metode DPPH dan uji antibakteri menggunakan metode difusi agar. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ekstrak jeroan teripang H.atra memiliki nilai rendemen 4,177% dan mengandung senyawa alkaloid, triterpenoid dan saponin. Nilai IC50 ekstrak jeroan teripang H.atra 126,19 ppm termasuk antioksidan kategori sedang dan diameter zona hambat ekstrak jeroan teripang H.atra 7,79 mm pada konsentrasi 10.000 ppm sehingga termasuk antibakteri kategori sedang.Kata Kunci: Antioksidan, Antibakteri, Holothuria atra, Metabolit Sekunder 
Studi Kandungan Formalin Dan Zat Pemutih Pada Ikan Asin Di Beberapa Pasar Kota Bandung Matondang, Rezky Alexander; Rochima, Emma; Kurniawati, Nia
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 6, No 2(1) (2015): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.22 KB)

Abstract

Formalin dan hidrogen peroksida adalah salah satu bahan tambah pangan yang dilarang secara resmi melalui Peraturan  Menteri  Kesehatan Republik Indonesia  No.  033  tahun 2012  tentang Bahan  Tambahan Pangan.  Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survey. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui ada tidaknya kandungan formalin dan zat pemutih pada ikan asin yang dijual di beberapa pasar kota Bandung. Pemeriksaan kandungan formalin pada sampel ikan asin dilakukan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Pemeriksaan kandungan zat pemutih dilakukan di Laboratorium Uji Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kandungan formalin ditemukan pada  ikan kembung asin dari pasar Gedebage, ikan kembung asin dari pasar Caringin, ikan kembung asin dari pasar Ujung Berung, ikan kembung asin dari pasar Cicaheum, dan ikan kembung asin dari pasar Ciroyom, sedangkan kandungan zat pemutih ditemukan pada ikan pari asin dari pasar Gedebage, ikan pari asin dari pasar Caringin, ikan pari asin dari pasar Ujung Berung, dan ikan pari asin dari pasar Cicaheum. Kata Kunci : Ikan Asin, Formalin, Zat pemutih.
Penambahan Tepung Karaginan Terhadap Tingkat Kesukaan Bakso Ikan Manyung Nurhuda, Heru Sandra; ., Junianto; Rochima, Emma
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.583 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat penambahan tepung karaginan terhadap jumlah daging ikan manyung untuk menghasilkan produk bakso yang paling disukai. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran dan di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Jatinangor pada bulan Mei sampai bulan Juni 2016. Metode yang digunakan adalah eksperimental. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan enam perlakuan penambahan karaginan terhadap jumlah daging ikan manyung (b/b) dan 20 orang panelis sebagai ulangannya. Keenam perlakuan tersebut yaitu 0,0%, 0,5%, 1,0%, 1,5%, 2,0%, 2,5%. Parameter yang diamati adalah tingkat kesukaan berdasarkan karakteristik organoleptik yang meliputi kenampakkan, aroma, tekstur dan rasa. Analisis yang digunakan adalah analisis nonparametrik Friedman, kemudian dilanjut dengan uji perbandingan berganda (Multiple comparison) jika terdapat perbedaan antar perlakuan. Pengambilan keputusan terbaik dilakukan menggunakan metode Bayes. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa bakso ikan manyung dengan perlakuan penambahan tepung karaginan sebesar 1% dari bobot daging merupakan perlakuan yang paling disukai dibandingkan perlakuan lainnya.
Pengaruh Metode Rendering Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia Dan Organoleptik Ekstrak Kasar Minyak Ikan Lele Eka, Bagus; ., Junianto; Rochima, Emma
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.685 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran dan Laboratorium Kimia Fisik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran pada bulan Juni sampai Agustus 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode ekstraksi rendering terbaik pada minyak ikan lele berdasarkan karakteristik fisik, kimia dan organoleptikMetode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksperimental, dengan membandingkan metode ekstraksi Wet Rendering dan Dry Rendering. Pengamatan yang dilakukan terhadap karakteristik fisik adalah viskositas, karakteristik kimia meliputi angka asam dan bilangan peroksida serta karakteristik organoleptik meliputi kekeruhan, warna dan bau. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode ekstraksi rendering terbaik untuk minyak ikan lele adalah metode Wet Rendering dengan angka asam sebesar 0.95 mgKOH/g, bilangan peroksida 1.08 meq/kg dan mendapatkan rata-rata skor tertinggi dari 20 panelis pada pengujian organoleptic yang meliputi parameter kekeruhan, bau dan warna.