Articles

Found 25 Documents
Search

Penerapan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 1 Balingara Pada Materi Volume Kubus Dan Balok Sanawati, Kambe.; Rizal, Muh.; Hasbi, Muh.
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini difokuskan pada metode demonstrasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan penggunaan metode demonstrasi yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi volume kubus dan balok dikelas V SD Negeri 1 Balingara. Metode penelitian menggunakan desain PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan tindakan, (3) Observasi, dan (4) Refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Balingara yang berjumlah 15 orang yang tercatat pada tahun 2014-2015. Setiap akhir siklus diadakan penilaian sebagai tolak ukur untuk menentukan tindakan selanjutnya. Data yang diambil berupa hasil tes awal, tes akhir siklus.Observasi aktifitas siswa dan guru pada setiap pertemuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas V SD Negeri 1 Balingara pada materi volume kubus dan balok. Pada tes awal siswa yang tuntas 5 orang (Presentase tuntas klasikal 33,33%) dan (daya serap klasikal 57%). Pada siklus I siswa yang tuntas 13 orang (Presentase tuntas klasikal 86,66%). Pada siklus II meningkat menjadi yang tuntas 14 orang (Presentase ketuntasan klasikal 93,33% ), dan daya serap klasikal 81,33%. Rata-rata hasil observasi aktifitas siswa dalam pembelajran siklus I 73,33% dan pada siklus II 85%. Sedangkan presentase aktifitas guru dalam pembelajaran siklus I 78,66% dan pada siklus II 88%. Hal ini berarti pada siklus I dan siklus II dikategorikan baik dan sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Balingara pada pelajaran matematika materi volume kubus dan balok. Kata Kunci: Metode Demonstrasi, Hasil Belajar, Volume, Balok, Kubus.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN No 2 Ogoamas II Pada Sifat-sifat Balok Dan Kubus Menggunakan Pendekatan Kontekstual Rahmania, Rahmania; Rizal, Muh.; Paloloang, Baharuddin
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika khususnya materi sifat-sifat kubus dan balok. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di SDN No 2 Ogoamas II menggunakan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran sifat-sifat kubus dan balok. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN No 2 Ogoamas II dengan menggunakan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran sifat-sifat kubus dan balok. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 3 tahap, yaitu perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Data dalam penelitian berupa aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam mengikuti pelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. data diambil melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi terhadap kegiatan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. Berdasarkan hasil refleksi yang dilaksanakan pada siklus I diketahui bahwa hanya sebagian kecil siswa yang dapat mencapai indikator keberhasilan, pada hasil refleksi siklus II diperoleh data bahwa sebagian besar siswa telah mencapai indikator keberhasilan untuk materi. Kesimpulannya adalah penerapan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan  hasil belajar  kelas IV SDN No 2 Ogoamas II dalam pembelajaran sifat-sifat kubus dan balok. Kata kunci: pendekatan kontekstual, balok, kubus, ogoamas
Rancang Bangun dan Analisis Biaya Teoritis Turbin Cross Flow Kapasitas 2500 Watt, Makassar Iswar, Muhammad; Rasyid, Syaharuddin; Massaguni, Massriyady; Rizal, Muh.
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-13, No. 1 (2015)
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta menghitung biaya produksi pada pembuatannya dengan menggunakan metode membandingkan pengerjaan secara teoritis dan aktual setiap pengerjaan komponen. Pengerjaan aktual dilakukan dengan dua metode yaitu pengerjaan langsung dan simulasi, serta membandingkan dengan variasi bahan komponen runner yaitu bahan ST 42 sebagai turbin A dan ST 60 sebagai Turbin B. Output dari penelitian ini ialah waktu pengerjaan, biaya manufaktur, serta harga jual Turbin Cross flow kapasitas 2500 watt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selisih waktu pengerjaan teoritis dan aktual Turbin Cross flow dengan runner bahan ST 42 ialah 1 jam 14 menit, sedangkan dengan bahan ST 60 ialah 6 jam 7 menit. Biaya manufaktur produksi yang dihitung dari setiap biaya baik secara teoritis maupun aktual untuk bahan ST 42 dan ST 60 mencapai nominal Rp. 20.000.000,- dan harga jual ditetapkan dengan laba 20 % yaitu mencapai nominal Rp.24.000.000 untuk setiap turbin dengan komponen runner bahan ST 42 dan ST 60.
ANALISIS PEMECAHAN MASALAH ALJABAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 PALU Zain, Moh.; Idris, Mustamin; Rizal, Muh.
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemecahan masalah aljabar siswa kelas kelas VIII SMP Negeri 3 Palu berdasarkan langkah-langkah Polya ditinjau dari tingkat kemampuan matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Palu yang berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian ini adalah: (1) tahap memahami masalah, siswa yang berkemampuan matematika tinggi dan sedang mengidentifikasi hal yang diketahui dengan kalimat pernyataan dan hal yang ditanyakan diidentifikasi dengan kalimat pertanyaan. Selain itu kedua siswa dapat mengubah kalimat verbal ke dalam model matematika sedangkan siswa yang berkemampuan matematika rendah tidak dapat memahami masalah, (2) tahap membuat rencana, siswa yang berkemampuan matematika tinggi dan sedang mampu membuat hubungan antara informasi yang diketahui dengan masalah yang ditanyakan sedangkan siswa yang berkemampuan matematika rendah tidak memiliki satupun rencana, (3) tahap melaksanakan rencana, siswa yang berkemampuan matematika tinggi dan sedang dapat menerapkan strategi-strategi pemecahan masalah dengan tepat, tetapi siswa yang berkemampuan matematika tinggi lebih menguasai konsep aljabar dan teliti dalam melakukan operasi hitung pada bilangan bulat dibandingkan dengan siswa yang berkemampuan matematika sedang dan (4) tahap memeriksa kembali, siswa yang berkemampuan matematika tinggi dan sedang memeriksa kembali langkah-langkah penyelesaiannya dan siswa yang berkemampuan matematika tinggi  meyakini kebenaran jawabannya dengan mencari kesesuaian antara penyelesaian dengan hal yang diketahui.Kata Kunci: Analisis pemecahan masalah, aljabar, langkah-langkah Polya
PROFIL PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP KELAS VII PADA MATERI BANGUN DATAR DITINJAU DARI TINGKAT EFIKASI DIRI Askar, Askar; Rizal, Muh.; Hamid, Abd.
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

E-mail: abdulhamid4029@yahoo.comAbstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan profil pemecahan masalah siswa SMP kelas VII pada materi bangun datar ditinjau dari tingkat efikasi diri. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 19 Palu yang menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif mengacu pada langkah Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil pemecahan masalah siswa yang memiliki: 1) Tingkat efikasi diri tinggi, a) memahami masalah, pada tahap ini siswa menemukan serta menyajikan hal yang diketahui dan ditanyakan pada soal, b) merencanakan masalah, pada tahap ini siswa menggunakan rumus yang tepat dengan cara menghubungkan antara masalah yang dihadapi dengan pengetahuan dan pengalaman saat belajar, c) melaksanakan rencana pemecahan  masalah, pada tahap ini siswa menyelesaikan masalah sesuai rencana yang dilakukan sebelumnya, d) memeriksa kembali jawaban, pada tahap ini siswa dapat mengecek kembali jawabanya sendiri dengan mengerjakan kembali soal. 2) Tingkat efikasi diri rendah, a)  memahami masalah, pada tahap ini siswa dapat memahami masalah  namun kurang tahu makna dari soal, b)merencanakan masalah, pada tahap ini siswa kurang dapat menganalisis informasi tersebut, c) melaksanakan rencana pemecahan masalah, pada tahap ini siswa kurang dapat menganalisis suatu permasalahan berdasarkan informasi yang telah didapatkan, d) memeriksa kembali jawaban, pada tahap ini siswa tidak dapat mengecek kembali jawabanya sendiri.Kata kunci: Profil pemecahan masalah: masalah bangun datar, efikasi diri.
PROFIL PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP KELAS VIII DITINJAU DARI SPIRITUAL QUOTIENT (SQ) TINGGI Tahumang, Surya Prasamyati; Rizal, Muh.; Sukayasa, Sukayasa
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh profil pemecahan masalah matematika siswa SMP kelas VIII ditinjau dari Spiritual Quotient (SQ) tinggi yang dilaksanakan di SMP Karuna Dipa Palu. Peneliti melakukan pemilihan subjek dengan menggunakan tes SQ kepada seluruh siswa kelas VIII Metta. Kemudian menganalisis hasil tes untuk memperoleh skor hasil SQ siswa. Berdasarkan skor tes yang diperoleh, peneliti mengelompokkan siswa yang memiliki SQ tinggi, SQ sedang dan SQ rendah. Selanjutnya memilih satu siswa yang memiliki SQ tinggi untuk dijadikan subjek. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan tahap-tahap pemecahan masalah dari Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil pemecahan masalah siswa yang memiliki tingkat SQ Tinggi: a) memahami masalah, pada tahap ini siswa tenang sehingga dapat mengidentifikasi informasi dari masalah. b) membuat rencana pemecahan  masalah, pada tahap ini siswa membuat model matematika terlebih dahulu kemudian mencari selesaiannya. c) melaksanakan rencana pemecahan masalah, pada tahap ini siswa konsisten melaksanakan sesuai dengan yang direncanakan. d) memeriksa kembali jawaban, pada tahap ini siswa mengerjakan kembali masalah dengan cara yang sama.Kata kunci: Profil Pemecahan Masalah; Masalah Matematika, Tahap-Tahap Pemecahan Masalah dari Polya, Spiritual Quotient (SQ)
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS XI MIA 5 PADA MATERI PERMUTASI DAN KOMBINASI DI SMA NEGERI 3 PALU Wenas, Irene Christina; Rizal, Muh.; Linawati, Linawati
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan utama penelitan ini adalah untuk mendeskripsikan tentang penerapan pendekatan saintifik yang dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas XI MIA 5 pada materi permutasi dan kombinasi di SMA Negeri 3 Palu. Rancangan penelitian mengacu pada desain Kemmis dan Mc. Taggart, yang terdiri dari empat komponen, yaitu: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) pengamatan dan (4) refleksi. Data yang dikumpulkan berupa hasil tes siswa yag didukung dengan keterangan hasil wawancara, juga data aktivitas guru dan siswa melalui lembar observasi, serta hasil catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus di kelas XI MIA 5 yang berjumlah 41 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi permutasi dan kombinasi melalui kegiatan (1) mengamati, pada langkah ini siswa mengamati pola perkalian dan uraian penyelesaian masalah pada LKS yang diberikan peneliti. (2) menanya, pada langkah ini peneliti dan siswa melakukan tanya jawab secara bebas antara guru (peneliti) dengan siswa maupun antara siswa dengan siswa terkait hal yang diamati; (3) menalar, pada langkah ini, siswa mengolah data yang diperoleh untuk memperoleh kesimpulan dari metode tanya jawab yang telah dilakukan; (4) mencoba, pada langkah  ini, siswa mengerjakan beberapa latihan soal secara individu; (5) mengkomunikasikan, pada langkah ini siswa berdiskusi dan mempresentasikan hasil kerja kelompoknya dan jawaban dari latihan soal yang diberikan.Kata Kunci: Pendekatan Saintifik, Pemahaman, Permutasi dan Kombinasi.
ANALISIS PEMECAHAN MASALAH SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL KELAS X SMA NEGERI 1 BANAWA BERDASARKAN LANGKAH-LANGKAH POLYA Lineaus, Julvian Fredy; Rizal, Muh.; Anggraini, Anggraini
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemecahan masalah siswa kelas X dalam menyelesaikan masalah SPLDV berdasarkan langkah-langkah Polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian diambil tiga siswa dari 97 siswa yang terdiri dari satu siswa berkemampuan tinggi, satu siswa berkemampuan sedang dan satu siswa berkemampuan rendah. Hasil penelitian ini yaitu (1) dalam memahami masalah siswa berkemampuan tinggi dan sedang mengidentifikasi informasi-informasi pada masalah dengan melibatkan pengetahuannya tentang kalimat “pernyataan” dan kalimat “pertanyaan”, sedangkan siswa berkemampuan rendah tidak dapat memahami masalah; (2) pada tahap merencanakan pemecahan masalah siswa berkemampuan tinggi lebih kaya akan rencana penyelesaian dibanding subjek lainnya dengan kecenderungan menggunakan metode gabungan; (3) pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian siswa berkemampuan tinggi dan sedang melaksanakan rencana dengan melibatkan pengetahuannya tentang persamaan, suku-suku sejenis, operasi pada bentuk aljabar dan operasi bilangan bulat; (4) pada tahap memeriksa kembali hasil pekerjaan siswa berkemampuan tinggi melakukan pemeriksaan kembali ditahap ketiga pemecahan masalah, kemudian melakukan perhitungan ulang untuk meyakini jawabannya dengan cara mensubstitusi hasil yang diperoleh ke hal yang diketahui, cara tersebut sama halnya dilakukan oleh siswa berkemampuan sedang.Kata kunci: Analisis pemecahan masalah, sistem persamaan linier dua variabel, langkah-langkah Polya
ANALISIS KESALAHAN SISWA PADA HASIL UJIAN NASIONAL MATEMATIKA JURUSAN IPS DI SMA NEGERI 5 PALU TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Putri, Melati; Rizal, Muh.; Awuy, Evie
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 4, No 03 (2017)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi kesalahan yang dilakukan siswa dan informasi penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal UN matematika jurusan IPS di SMA Negeri 5 Palu. Peneliti melakukan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) terdapat 12 jenis kesalahan siswa yang ditemukan dalam menyelesaikan soal UN Matematika SMA jurusan IPS di SMA Negeri 5 Palu tahun pelajaran 2014/2015, yaitu kesalahan konsep, kesalahan interpretasi bahasa, kesalahan berhitung, kesalahan prosedur, kesalahan penafsiran, kesalahan interpretasi bahasa dan konsep, kesalahan konsep dan berhitung, kesalahan konsep dan prosedur, kesalahan interpretasi bahasa dan berhitung, kesalahan berhitung dan prosedur, kesalahan berhitung dan penafsiran serta kesalahan konsep dan penafsiran. Namun, kesalahan berhitung merupakan kesalahan yang paling banyak dilakukan subjek. 2) penyebab kesalahan yang dilakukan oleh subjek adalah tidak memahami konsep ingkaran suatu pernyataan berkuantor, tidak mampu membedakan pernyataan yang setara dan pernyataan negasi subjek, lupa sifat-sifat logaritma, salah menggunakan rumus, salah memahami konsep turunan fungsi berpangkat, kurangnya pemahaman tentang kombinasi dan permutasi, salah memahami konsep modus, mean, simpangan rata-rata untuk data berkelompok, tidak memahami maksud dari soal dan kurangnya keterampilan berhitung subjek.Kata kunci: kesalahan, ujian nasional, matematika, SMA, IPS.
ANALISIS KESALAHAN SISWA PADA HASIL UJIAN NASIONAL MATEMATIKA JURUSAN IPS DI SMA NEGERI 5 PALU TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Putri, Melati; Rizal, Muh.; Awuy, Evie
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi kesalahan yang dilakukan siswa dan informasi penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal UN matematika jurusan IPS di SMA Negeri 5 Palu. Peneliti melakukan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) terdapat 12 jenis kesalahan siswa yang ditemukan dalam menyelesaikan soal UN Matematika SMA jurusan IPS di SMA Negeri 5 Palu tahun pelajaran 2014/2015, yaitu kesalahan konsep, kesalahan interpretasi bahasa, kesalahan berhitung, kesalahan prosedur, kesalahan penafsiran, kesalahan interpretasi bahasa dan konsep, kesalahan konsep dan berhitung, kesalahan konsep dan prosedur, kesalahan interpretasi bahasa dan berhitung, kesalahan berhitung dan prosedur, kesalahan berhitung dan penafsiran serta kesalahan konsep dan penafsiran. Namun, kesalahan berhitung merupakan kesalahan yang paling banyak dilakukan subjek. 2) penyebab kesalahan yang dilakukan oleh subjek adalah tidak memahami konsep ingkaran suatu pernyataan berkuantor, tidak mampu membedakan pernyataan yang setara dan pernyataan negasi subjek, lupa sifat-sifat logaritma, salah menggunakan rumus, salah memahami konsep turunan fungsi berpangkat, kurangnya pemahaman tentang kombinasi dan permutasi, salah memahami konsep modus, mean, simpangan rata-rata untuk data berkelompok, tidak memahami maksud dari soal dan kurangnya keterampilan berhitung subjek.Kata kunci: kesalahan, ujian nasional, matematika, SMA, IPS.