Articles

Found 38 Documents
Search

PENDETEKSIAN KANKER PARU–PARU DENGAN MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET DAN METODE LINEAR DISCRIMINANT ANALYSIS

Majalah Ilmiah Teknologi Elektro Vol 9, No 1 (2010): (January - June) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker merupakan pertumbuhan dan penyebaran sel-sel abnormal yang memiliki karakteristik yang khas. Kanker yang sudah menyebar dan tidak dapat terkontrol lagi, biasanya akan menyebabkan kematian. Kanker paru-paru lebih sering menyebabkan pria meninggal dibanding kanker lain, dimana yang sering menjadi penyebab kanker paru-paru adalah merokok. Cara yang digunakan untuk mendeteksi kanker paru-paru ialah melalui pemeriksaan hasil foto rontgen dada. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu sistem aplikasi yang dapat mendiagnosa citra paru-parudan mengklasifikasikan paru-paruke dalam tipe kanker, normal atau efusi serta menganalisa performansi sistem yang digunakan dalam proses pengenalan citra paru-paru. Proses pendeteksian diawali dengan pemrosesan awal pada citra paru-paru, proses ekstraksi ciri menggunakan Transformasi Wavelet, dan proses klasifikasi menggunakan Linear Discriminant Analysis (LDA). Pemrosesan awal dilakukan untuk membuang informasi yang tidak dibutuhkan dalam pengolahan citra. Proses ekstraksi ciri dilakukan dengan cara mengurangi dimensi citra paru- paru yang akan menjadi masukan pada proses pengenalan menggunakan LDA. Pada penelitian ini citra latih yang digunakan adalah 60 buah citra, yang terdiri dari 20 kelas citra kondisi normal, 20 kelas citra kondisi kanker, dan 20 kelas citra kondisi efusi. Citra uji yang akan digunakan juga berjumlah 60 buah citra, yang tediri dari 20 citra untuk masing-masing kelas. Akurasi yang dihasilkan sistem pada pendeteksian kanker paru-paru ini sebesar 100% untuk citra latih dan 95% untuk citra uji.

KINERJA SEKTOR PERIKANAN PROVINSI BANTEN

Jurnal Akuatika Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.093 KB)

Abstract

Pembangunan sektor perikanan merupakan salah satu pembangunan sektoral yang memiliki kontribusi pada pembangunan di Provinsi Banten khususnya dalam pertumbuhan ekonomi regional dan penyerapan tenaga kerja.  Makalah ini menganalisis hasil model LQ dan Tipologi Klassen atas sektor perikanan terhadap pembangunan wilayah Provinsi Banten. Provinsi Banten memiliki produksi perikanan potensial di Pulau Jawa.  Sebagai salah satu sektor potensial, sektor perikanan perlu dukungan kebijakan agar mampu berkontribusi pada perkonomian wilayah Provinsi Banten. Hipotesis dari penelitian ini adalah sektor perikanan menjadi faktor terpenting dalam pertumbuhan ekonomi daerah Banten. Pada kenyataannya,  hasil analisis menunjukkan fakta sebaliknya, sektor perikanan bukan sektor dominan dalam pertumbuhan daerah Provinsi Banten.

Tipologi Ekonomi Komoditas Perikanan dan Status Sektor Perikanan Pada Pembangunan Wilayah di Kabupaten Bandung Barat

Jurnal Akuatika Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tipologi sektor perikanan di Kabupaten Bandung Barat;menganalisis laju pertumbuhan sektor perikanan dalam lima tahun terakhir (2009-2013) Kabupaten BandungBarat; dan untuk menganalisis peran perikanan sektor pada pembangunan daerah Kabupaten Bandung Barat.Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan menggunakan beberapa teknik analisis,yaitu analisis Klassen Tipologi, analisis (LQ), analisis Localization Index (LI), analisis Spesialization Index(SI) dan Shift Share (SS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi terbaik dari komoditas di KabupatenBandung Barat adalah ikan patin / Pengasius hypophthalmus (jumlah rata-rata LQ komoditas 1,92). Poinkeunggulan daerah dengan menggunakan LQ (rata-rata nilai 1,82), LI (di bawah 0,5), dan SI (0,01 nilai0,07-0,09 / nilai di bawah 0,5). Titik LQ menunjukkan bahwa sektor perikanan di Kabupaten Bandung Baratadalah sektor basis, tetapi poin lain (LI dan SI) menunjukkan bahwa sektor perikanan bukanlah sektorpenggerak pada struktur perekonomian wilayah. Berdasarkan tipologi Klassen dan teknik Shift-Share, sektorperikanan di Kabupaten Bandung Barat merupakan sektor dengan pertumbuhan yang lambat dan kurangkompetitif (pada tipologi klassen berada di kuadran 2).Kata kunci: Perikanan, Pembangunan Daerah, Tipologi

Development of Wireless Patient’s Vital Sign Monitor Using Wireless LAN (IEEE.802.11.b/g) Protocol

International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol 4, No 6: December 2014
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.718 KB)

Abstract

Vital sign monitor is typical medical instrument for basic physiological measurement. Medical practitioner assesses a patient’s health condition by observing measurement results shown in display. In this research, we designed low cost, wireless, PC-based vital sign monitor. Signals captured in designed vital sign monitor are electrocardiogram (ECG), photoplethysmogram (PPG), and body temperature. Captured data are transmitted via wireless LAN module so that medical practitioner is able to monitor patient’s condition remotely from another room or place. The system worked well for maximum transmission distance about 45 meters for LOS condition and 20 meter for NLOS condition.

PENGENALAN CITRA REKAMAN ECG ATRIAL FIBRILATION DAN NORMAL MENGGUNAKAN DEKOMPOSISI WAVELET DAN K-MEAN CLUSTERING

Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung merupakan salah satu masalah kesehatan Oleh karena itu penanganan untuk diagnosa penyakit ini juga harus semakin baik.Alat yang berperan dalam mendiagnosa kelainan jantung adalah Electrocardiograph (ECG). Hasil rekaman ECG ini digunakan untuk mengetahui kelainan jantung yang diderita pasien. Akan tetapi tidak semua paramedis mampu membaca rekaman ECG. Sehingga dalam penelitian ini akan dilakukan beberapa metode untuk membantu mengenal kelainan jantung dari citra hasil rekaman ECG pasien menggunakan dekomposisi wavelet. Data rekaman ECG yang digunakan dari lead II. Data ini diproses menggunakan pengolahan citra dengan beberapa metode. Metode yang digunakan dalam  pengolahan citra yang pertama dengan mengkonversi citra ke blackwhite, yang kedua mengkonversi citra ke grayscale dan yang ketiga konversi ke grayscale diteruskan dengan deteksi tepi yaitu Canny, Robert, Prewitt dan Sobel. Kemudian  semua diproses dengan dekomposisi wavelet deaubechies 2 level 4. Sehingga diperoleh 13 energi subband. Dan klasifikasi cirinya menggunakan K-Means Clustering dengan pengukur jarak antar data menggunakan cityblock. Pengenalan ciri dari sinyal rekaman ECG Atrial Fibrilation dan sinyal Normal dengan metode dekomposisi wavelet sudah bekerja dengan baik. Terbukti hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa akurasi pengenalan ciri dengan menggunakan metode grayscale tanpa deteksi tepi mencapai 87%. Kata kunci : atrial fibrillation, dekomposisi wavelet, ECG

PERANGKAT PENGUKUR RABUN JAUH DAN RABUN DEKAT PADA MATA BERBASIS MIKROKONTROLER

Jurnal Teknologi Vol 5, No 2 (2012): Edisi Desember 2012
Publisher : Jurnal Teknologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this research, we constructed a device to measure the level of eye disorders. The working principle of this device is to measure the read range of patients and then compared it with normal reading distance. This device is realized using a stepper motor, ATMega 8535 microcontroller and LCD to display the results. Types of abnormalities that can be measured are nearsightedness (myopi) and farsightedness (hipermetropi). Keywords: myopi, hipermetropi, stepper motor, microcontroller ATMega 8535

PENGHITUNGAN DERAJAT KELENGKUNGAN TULANG PUNGGUNG PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE TRANSFORMASI CONTOURLET DAN K-NEAREST NEIGHBOR

MOMENTUM Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Human’s bones and joints (motion system) have many functions to support their life. One of the most essential parts of human bone is the backbone (spine), because it functions as the structural support that can support the upper body (head, shoulders and chest) and connects with the lower body (abdomen and pelvis). However, it is inevitable that there are several causes that can lead to abnormalities in the spine which can then interfere with the effective functioning of the spine as well. By calculating the degree of spine curvature can be known that there is scoliosis that form of spine abnormalities which are often found in humans. In this study, calculation the degree of spine curvature consists of several processes. The calculation process begins with the preprocessing of the spine image, the process of feature extraction using Contourlet Transform and classification using the KNN (K-Nearest Neighbor). Results of feature extraction will be the input for the KNN which is a method to perform recognition on objects that have the closest distance to the data of learning. Implementation of systems is capable to calculate the degree of the spine curvature that have scoliosis abnormalities with an average accuracy from each class spine condition is 66.25% and average accuracy from each spine degree is 62.5% of 28 images in training data and 20 images in testing data.   Keywords: spine image, scoliosis, contourlet transformation, K-nearestneighbour (KNN).

Implementasi Regulator Oksigen Otomatis berdasarkan Tingkat Pernapasan menggunakan Logika Fuzzy

Jurnal Elkomika Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Elkomika
Publisher : Jurnal Elkomika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Otomasi perangkat kesehatan saat ini banyak dikembangkan dengan tujuan untuk mempermudah kerja manusia sekaligus efisiensi utilitas perangkat. Pada penelitian ini, diusulkan desain prototipe sebuah regulator oksigen otomatis pada sebuah alat bantu pernafasan yang berfungsi untuk mengatur tekanan atau kadar oksigen yang dikeluarkan. Kondisi ini disesuaikan dengan tingkat pernafasan pasien. Jika tingkat pernafasan pasien diatas ambang batas maka tekanan oksigen akan dinaikkan. Melaui sensor, pernafasan pasien dideteksi yang selanjutnya diolah oleh mikrokontroler untuk dihitung rate pernafasannya. Melalui logika fuzzy, perhitungan tersebut diolah untuk proses pengambilan keputusan berapa banyak oksigen yang harus dikeluarkan. Setelah dilakukan pengujian, regulator otomatis dapat mengatur volume oksigen yang dikeluarkan sesuai dengan jumlah pernafasan pasien. Terdapat 9 buah aturan yang diimplementasikan pada sistem dalam pengaturan volume oksigen. Dimana setiap logika tersebut dapat dijalankan dengan baik oleh sistem. Tingkat akurasi yang dicapai perangkat untuk menghitung rate pernafasan mencapai 92,73%. Kata kunci: otomasi, regulator, oksigen, logika fuzzy.   Abstract Automatic medical device currently developed with the aim to help the work and efficiency of the device utilities. In this research, proposed to prototype design an automatic oxygen regulator to regulate pressure or levels of oxygen. This condition is adjusted by the respiratory rate of patient. If the respiratory rate of the patient above the threshold then the oxygen pressure would be raised. Sensor detect the patients breathing then processed by a microcontroller to count breathing rate. Through fuzzy logic, that calculations are processed for the decision process to determine how much oxygen should be given. After testing, the automatic regulator can control  the volume of oxygen according with the patients respiratory condition. There are 9 rules that are implemented on the system for setting the volume of oxygen. Each logic rules can be run well by the system. The level accuracy of device to compute respiration rate, reached 92.73%. Keywords: automation, regulator, oxygen, fuzzy logic.

Pengembangan Perangkat EKG 12 Lead dan Aplikasi Client-Server untuk Distribusi Data

Jurnal Elkomika Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Elkomika
Publisher : Jurnal Elkomika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Elektrokardiograf adalah perangkat untuk mengukur aktifitas kelistrikan jantung. Sinyal yang ditampilkan oleh perangkat elektrokardiograf adalah sinyal elektrokardiogram (EKG). Untuk monitoring ECG  minimal diperlukan satu lead sementara untuk standar klinis diperlukan 12 lead. Untuk realisasi perangkat EKG 12 lead diperlukan strategi agar jumlah perangkat keras yang dibutuhkan semakin sedikit sehingga dimensi menjadi lebih kecil. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pada penelitian ini dirancang perangkat EKG 12 lead dengan teknik multipleksing. Kombinasi sadapan sinyal EKG 12 lead dikontrol oleh multiplekser 4051 melalui mikrokontroler secara bergantian. Data dijital hasil konversi ADC selanjutnya dikirim secara serial ke komputer server dan dapat dilihat pada komputer client yang terhubung. Hasil yang didapat menunjukkan bahawa perangkat analog telah berhasil mengakuisisi sinyal EKG dengan baik dari Lead I sampai Lead V6. Dengan waktu pensakelaran sebesar 5 ms, sinyal tidak dapat ditampilkan secara simultan 12 lead. Sinyal dapat diakuisisi dengan baik jika waktu pensakelaran sebesar 5 detik namun seluruh sadapan sinyal EKG tidak dapat ditampilkan secara simultan.   Kata kunci: Elektrokardiograf, 12 Lead, Multipleksing, Server, Client.   Abstract   Electrocardiograph is device for measuring electrical activity of heart. Electrocardiograph displays electrocardiogram signal (ECG). For monitoring ECG, at least need one ECG lead meanwhile for standard clinical ECG need 12 lead. For realization of 12 lead ECG devices, it is need strategy to reduce number of hardware to make dimension of ECG device smaller. To solve this problem, we use multiplexing method for ECG device development. Combination of 12 lead ECG signal is controlled by the multiplexer 4051 through microcontroller sequentially. Digital data of ADC is sent serially to the server computer and can be viewed on client computer that connected to the network. From the results obtained indicate that analog devices have been successfully acquired ECG signals Lead I to Lead V6. With 5 ms switching time, the 12 lead ECG signal can not be displayed simultaneously. The signal can be acquired properly with 5 seconds switching time, but the whole of ECG signals can not be displayed simultaneously.   Keywords: Electrocardiograph, 12 Lead, Multiplexing, Server, Client.

Perbandingan Skema Dekomposisi Paket Wavelet untuk Pengenalan Sinyal EKG

Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.854 KB)

Abstract

One indicator of a person's health is signal pattern of electrocardiogram (ECG). ECG signals are generated by the heart's electrical activity. ECG signal pattern is recognized by physicians to determine a patient's heart health. Some of the techniques were developed by researchers to automatically recognize the ECG signal. One of the most popular techniques is wavelet transform. In this study, two wavelet packet decomposition schemes for ECG signal recognition are compared to find the best one. The first scheme generates 32 features while the second scheme generates 15 features. Accuracy testing shows that the first scheme produce the best average accuracy of 94.67%, better than the second scheme. Using features selection on the first scheme, four dominant features that produce higher accuracy than using 32 features are obtained. These results indicate that the first scheme is better than the second scheme for ECG signal recognition using wavelet packet decomposition.