Indah Riyantini
Program Studi Ilmu Kelautan, FPIK, Universitas Padjadjaran, Bandung.

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

IDENTIFIKASI BAKTERI INDIGENOUS PEREDUKSI LOGAM BERAT Cr (VI) DENGAN METODE MOLEKULER DI SUNGAI CIKIJING RANCAEKEK, JAWA BARAT

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Jurnal Perikanan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.368 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mencari bakteri indegenous dari sungai yang berpotensi mereduksi logam berat Cr (VI) dengan metode molekuler . Sampel berasal dari air dan sedimen Sungai Cikijing, Rancaekek Kabupaten Bandung Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif, identifikasi molekuler dengan primer 16S rRNA, dan uji reduksi bakteri terhadap Cr (VI) dengan indikator DiphenylCarbazide (DPC). Tahapan penelitian meliputi kultivasi bakteri, uji tantang dengan konsentrasi yang digunakan yaitu 50, 150, 500, 1000, uji reduksi dengan konsentrasi 300, 700, dan 1000 ppm, dan identifikasi molekuler gen 16S rRNA. Hasil penelitian didapat 10 Isolat murni bakteri, dan semua bakteri mempunyai resistensi terhadap konsentrasi Cr (VI). Dua bakteri yang mempunyai tingkat resistensi, tingkat reduksi tertinggi dengan melihat OD (optical density), yaitu A.3.3. yang dapat menurunkan 1083,25 ppm menjadi 468,30 ppm dan  S.3.14dapat menurunkan 1083,25 ppm menjadi 856,20 ppm dalam waktu ±24 jam. Hasil identifikasi molekuler menunjukkan spesies bakteri A.3.3 adalah Bacillus thuringiensis dan isolat S.3.14 adalah Staphylococcus arlettae.

Hubungan Filogenetik Molekuler Beberapa Jenis Mangrove di Pulau Penjarangan, Ujung Kulon, Provinsi Banten

Jurnal Akuatika Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.225 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis hubungan filogenetik secara molekular dari Beberapa Jenis Mangrove yang terdapat di P. Penjarangan Kawasan Ujung Kulon, yang merupakan kawasan konservasi. Pengambilan sampel dilakukan di beberapa titik di P. Penjarangan dan analisis molekular dilakukan di laboratorium Bioteknologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Metode penelitian merupakan metode survey, dan dianalisis secara deskriptif kualitatif di laboratorium. Sampel daun mangrove diisolasi DNA, dan diamplifikasi dengan PCR-RAPD menggunakan 10 primer acak. DNA hasil PCR dielektroforesis pada gel agarosa 1,4% dengan menggunakan marker DNA Lambda yang telah dipotong dengan enzim EcoRI dan Hind III. Hasil elektroforesis menunjukkan pola larik yang  diterjemahkan ke dalam bentuk data numerik (1/0) dan dianalisis hubungan filogenetik dan keragaman genetiknya menggunakan program NTSYS-pc.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode RAPD menggunakan primer OPA 2 dan OPA 11 dapat menghasilkan polimorfisme pada DNA genom dari beberapa jenis mangrove di Pulau Penjarangan, Kawasan Ujung Kulon. Keanekaragaman genetik pada beberapa jenis mangrove cukup tinggi, dan analisis hubungan filogenetik molekular beberapa jenis mangrove yang ada di kawasan tersebut memiliki hubungan yang tidak berbeda dengan klasifikasi morfologinya.

COMMUNITY STRUCTURE OF FORAMINIFERA IN SURFACE SEDIMENTS AND CORRELATION WITH ENVIRONMENTAL CONDITIONS IN OFFSHORE WATERS OF BALIKPAPAN, MAKASSAR STRAIT

Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 7, No 2 (2015): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.683 KB)

Abstract

The distribution of foraminifera is influenced by several environmental factors such as depth, sediment type, chemical and physical oceanographic paramaters, and season. The aim of the study was to determine the foraminiferal assemblages and their relationship to physical and chemical parameters in the offshore of Balikpapan waters of Makassar Strait such as depth, temperature, currents, sediment types, and salinity. Surface sediment, physical, and chemical parameters sampling was conducted in April 2012. The results of the observations on the sediment samples recognized planktonic foraminifera in 6 genera and 40 genera of benthic foraminifera from the 6 stations. Biodiversity of planktonic foraminifera was categorized in a low category with a range of 0.198-0.525. However, biodiversity for benthic foraminifera was categorized in a high category with a range of 0.811-0.925. Dominance of planktonic foraminifera was medium to high with range of 0.474-0.802 which was assumed due to the sampling sites as an open waters. Meanwhile, dominance for benthic foraminifera was in a low category with range of 0.075-0.189. The most common planktonic foraminifera was found from Genus Globigerina (10538 individuals). While, the most abundant of benthic foraminifera was found from Genus Amphistegina (3134 individuals).  Keywords: abundance, foraminifera, sediment, and Makassar Strait

PENGARUH PERBEDAAN WARNA CAHAYA LAMPU TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN NILEM (Osteochilus hasselti)

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.825 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari warna cahaya lampu yang optimal terhadap laju pertumbuhan ikan nilem (Osteochilus hasselti). Penelitian ini dilaksanakan selama 45 hari  pada bulan Februari 2017 hingga bulan April 2017 di Laboratorium Fisiologi Hewan Air Gedung 2 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah perlakuan A tanpa pemberian cahaya, perlakuan B dengan warna cahaya putih, perlakuan C dengan warna cahaya biru, perlakuan D dengan warna cahaya merah, dan perlakuan E dengan warna cahaya kuning. Padat tebar sebanyak 40 ekor/akuarium dengan pemberian pakan sebesar 5% dari biomassa ikan nilem. Parameter yang diamati yaitu derajat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan harian, dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa warna cahaya biru menghasilkan derajat kelangsungan hidup tertinggi sebesar 19,17% diikuti warna cahaya putih sebesar 11,67%, warna merah sebesar 10%, warna kuning 10%, dan tanpa pemberian cahaya sebesar 3,33% . Warna cahaya putih dan biru menghasilkan laju pertumbuhan harian yang lebih tinggi dari perlakuan lain yakni sebesar 1,89% diikuti warna kuning sebesar 1,80%, warna merah sebesar 1,74%, dan tanpa pemberian cahaya sebesar 0,63%.  Warna cahaya kuning memberikan nilai konversi pakan terendah sebesar 0,64 diikuti warna cahaya biru sebesar 0,81, warna cahaya putih sebesar 0,83, warna cahaya merah sebesar 0,86, dan tanpa pemberian cahaya sebesar 0,99.

Korelasi Kelimpahan Ikan Baronang (Siganus Spp) Dengan Ekosistem Padang Lamun Di Perairan Pulau Pramuka Taman Nasional Kepulauan Seribu

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.638 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perairan Pulau Pramuka, Taman Nasional Kepulauan Seribu. Pelaksanaannya dilakukan pada bulan Mei 2015. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis lamun dan ikan baronang serta dianalisis hubungan yang terjadi antara lamun dan ikan baronang. Penentuan stasiun ditentukan berdasarkan tingkat kerapatan lamun, analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis korelasi dengan variabel bebas kerapatan lamun dan variabel tidak bebas yang merupakan kelimpahan ikan baronang. Parameter yang diamati adalah lamun, ikan baronang, dan kualitasperairan. Lamun yang ditemukan sebanyak empat spesies yaitu Cymodocea rotundata, Enhalus acoroides, Halophila ovalis, dan Thalassia hemprichii, sedangkan jenis ikan baronang yang ditemukan adalah Siganus canaliculatus. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penutupan lamun rata-rata berkisar antara 14,14 – 51,1% dan kerapatan berkisar 24,5 – 93,6 ind/m 2 , sedangkan kelimpahan ikan baronang berkisar 0 – 6 ind/are. Nilai korelasi antara kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan baronang sebesar 0,971 dengan nilai koefisien determinasi sebesar 94,2%. Nilai tersebut menunjukkanhubungan yang sangat kuat dengan pola regresi positif.

Kelimpahan Foraminifera Bentik Berdasarkan Komposisi Dinding Cangkang Di Perairan Pulau Tegal, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.89 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kelimpahan berdasarkan komposisi dinding cangkang foraminifera bentik di perairan Pulau Tegal. Dilakukan pengambilan sampel air untuk pengukuran parameter fisika-kimia perairan serta sampel sedimen untuk analisis granulometri dan foraminifera bentik. Titik stasiun sampling dilakukan berdasarkan arah mata angin dan kedalaman yang berbeda, sehingga pada satu arah mata angin diambil 3 titik stasiun.  Hasil pengamatan dari 12 stasiun penelitian ditemukan kelimpahan foraminifera bentik sebanyak 655 ind/gr, diantaranya terdiri dari 3 Subordo dengan jenis komposisi cangkang yang berbeda, yaitu Subordo Rotaliina yang bercangkang hyalin sebanyak 80%, Subordo Miliolina dengan cangkang poselen sebanyak 17%, dan Subordo Textulariina dengan cangkang agglutinin sebanyak 3%. Subordo Rotaliina dengan cangkang calcareous hyalin, ditemukan di seluruh stasiun di Pulau Tegal dan memiliki kelimpahan tertinggi dibandingkan Subordo lainnya dengan spesies penciri Amphistegina sp., sehingga lingkungan perairan Pulau Tegal merupakan perairan laut yang normal dengan kandungan karbonat yang cukup tinggi. 

Analisis Optimasi Faktor-Faktor Produksi dan Pendapatan Usaha Budidaya Udang Windu Di Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.636 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaan usaha dan optimasi penggunaan faktor produksi pada budidaya udang windu di kecamatan cilebar. Sampel sujumlah 36 petani diambil dengan metode purposive dari dua desa yaitu pusakajaya utara dan pusakajaya selatan. Data dianalisis menggunakan linear programing. Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi rata-rata 743,32 kg/ha di Pusakajaya Selatan dan 765.75 kg/ha di pusakajaya Utara.  R/C ratio adalah 1,33 di Pusakajaya Selatan dan 1,28 Pusakajaya Utara. Keuntungan aktual (Rp 52.525.730,01) masih lebih rendah dibandingkan keuntungan optimal (Rp 79.608.620). Faktor produksi yang penggunaannya melebihi optimal untuk mencapai keuntungan optimal adalah pakan (Rp 4.340.565), benih (Rp 284.304,78), pupuk (Rp 18.343,06) , tenaga kerja (Rp 753.013,44), obat (Rp 115.671,16), dan listrik (Rp 722.946,56). Hanya ada satu fatkor produksi yang belum optimal yaitu kapur.

STUDI KELAYAKAN ZONA INTI EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PERAIRAN KECAMATAN SELAT NASIK, KABUPATEN BELITUNG

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.449 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi ekosistem terumbu karang di Perairan Selat Nasik dan menganalisis kelayakan ekositem terumbu karang untuk dijadikan zona inti konservasi perairan laut di Kecamatan Selat Nasik Kabupaten Belitung. Penelitian ini dilaksakan pada  bulan Agustus-September 2016  di Pulau Piling dan Pulau Kera Kecamatan Selat Nasik Kabupaten Belitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode pemetaan partisipatif masyarakat dalam penentuan lokasi penelitian serta metode observasi untuk menganalisis kondisi ekosistem terumbu karang. Penentuan kesesuaian wilayah menggunkan metode penilaian data dan informasi, kriteria pertimbangan dan penentuan delineasi serta pengaturan kawasan konservasi dalam RZWP3K KKP 2014. Parameter yang diamati meliputi data sosial, data biofisik serta pertimbangan ekonomi.  Data hasil survey kemudian akan diolah menggunkan   softwere Microsoft excel 2010  untuk mendapatkan data atribut yang kemudian diolah kembali dengan menggunkan  softwere ArcGis 10.1 untuk menganalisis dan mengolah serta memodelkan kesesuaian secara spasial. Berdasarkan data penelitian terdapat dua kriteria kesesuaian yakni kriteria sesuai dan sangat sesuai.Pulau piling memiliki  area yang berkategori sesuai dengan luasan 10,45 Ha serta berkategori sangat sesuai dengan luasan  8,126 Ha. Sementara itu hasil pengamatan di Pulau Kera memiliki tingkat kesesuaian lebih baik dengan luasan 19,927 Ha area yang berkategori sesuai serta  45.92 Ha sangat sesuai. Luasan area di dua pulau tersebut  tersebut direkomendasikan sebagai zona inti ekosistem terumbu karang dalam wilayah konservasi perairan dengan total luas area rekomendasi di Perairan laut Selat Nasik sebesar  84,83 Ha.

Degradasi (Benzena) Dengan Penambahan Nitrat Dan Bakteri Dari Sedimen Pesisir Karangsong Kabupaten Indramayu

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.51 KB)

Abstract

Until now still found contamination of oil spills due to community activities that perform loading and unloading of ships, one of them in coastal areas Karangsong. The purpose of this research is to get the potential of benzene degradation bacteria derived from coastal sediments of Karangsong and to gain the effect of nitrate addition in the process of benzene reduction. This research uses laboratory experimental method. Concentration of Benzene 0,05 mg/L and variation of nitrate concentration A: 0,2 mg/L, B: 0,3 mg/L, and C: 0,4 mg/L at sea water test medium with interval time observation hour 0, 6, 12, 24, and 48. The results of this study indicate that there is 1 pure gram negative bacteria with the form of bacilli from Karangsong coastal sediment, Indramayu Regency which has the ability to decrease the concentration of benzene C6H6 with the percentage of decrease ranged from 62,66% - 78,41% over 48 hours and a more effective concentration decrease was in treatment C that was 78,41% with the addition of NO3 concentration of 0,4 mg/L.  

Uji Efektivitas Bio Filter Dengan Tanaman Air Untuk Memperbaiki Kualitas Air pada Sistem Akuaponik Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus)

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.734 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian dilakukan untuk menentukan jenis tumbuhan air yang paling efektif dalam memperbaiki kualitas air pada budidaya sistem akuaponik ikan lele Sangkuriang yaitu menurunkan konsentrasi nitrogen anorganik seperti amonia (NH3) , nitrit (NO2) dan nitrat (NO3).  Metode penelitian yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan dan menggunakan sistem akuaponik empat tingkat.  Perlakuan pada penelitian ini adalah jenis tanaman air (kangkung darat, pakcoy, selada dan bayam merah). Ikan Lele Sangkuriang yang dibudidayakan berukuran 3 inch sebanyak 200 ekor pada bak tandon.  Penelitian dilaksanakan selama empat minggu.  Analisa data persentase penurunan nitrogen anorganik menggunakan metode deskriptif.  Tanaman kangkung darat memiliki nilai efektivitas penyerapan nitrogen anorganik paling tinggi , khususnya mereduksi amonia bebas dan nitrit serta pertumbuhan yang paling cepat dari pada ketiga tanaman uji lainnya ( Pakcoy, Selada dan Bayam Merah)