Muhammad Riyadi
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendeteksi Posisi Menggunakan Sensor Accelerometer MMA7260Q Berbasis Mikrokontroler ATMEGA 32 Riyadi, Muhammad; Wahyudi, Wahyudi; Setiawan, Iwan
TRANSMISI Vol 12, No 2 (2010): TRANSMISI
Publisher : TRANSMISI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.627 KB)

Abstract

Currently, determining the exact position and orientation in a technical system has an important role, especially in terms of control on a navigation system. One of the instruments used in navigation systems is the Inertial Measurement Unit (IMU). The IMU consists of a combination of the acceleration sensor (accelerometer) and the angular sensor (gyroscope) to track the whereabouts and movement of an object. Accelerometer sensor is one that has undergone a lot of progress and applied to measure the slope, vibration, acceleration, and position. Accelerometer can also be applied to the measurement of earthquake activity and electronic equipment, such as 3-dimensional game, computer mouse, and telephone. For further applications, sensors are widely used for the purposes of navigate in relation to the position of objects. This final project perform design and manufacture of instrumentation accelerometer as one component of IMU to detect the position / distance with 3 degrees of freedom. Data obtained from the position of the double integral of the accelerometer output in the form of acceleration. Instrumentation system consists of an accelerometer sensor, signal conditioning, microcontroller ATmega 32 as the main processing unit, and computers that will process data input and display output data using Visual C#, while the g-select function is used to determine which mode to use the accelerometer to minimize error in the measurement. Keyword :   Accelerometer, Microcontroller ATmega 32, Double Integral, Position
Kajian Efesiensi Proses Produksi Kapal dengan Pendekatan Konsep Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE) Studi Kasus PT. PAL Riyadi, Muhammad
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 9, No 2 (2015): WAVE : Jurnal Ilmiah Terknologi Maritim
Publisher : Agency for the Assessment and Aplication of Technology (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era globalisasi menuntut industri galangan kapal terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses produksinya, sehingga mampu bersaing dari segi quality, cost dan on time delivery (QCD).Dalam proses produksi, dikenal dengan adanya istilah Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE), yaitu seberapa efisien suatu aktivitas memanfaatkan sumber daya dalam menghasilkan keluaran. MCE dapat diterapkan sebagai alat ukur dan dilaksanakan pada perusahaan galangan kapal dalam pengendalian awal terhadap aktivitas yang bukan penambah nilai. Penelitian ini bertujuan memahami analisis MCE, Non value added activities dan value added activities pada proses produksi kapal. Hasil penelitian menunjukkan MCE pada proses produksi DKN (Divisi Kapal Niaga) PT. PAL Indonesia saat ini adalah sebesar 85 persen. Pada proses perbaikan dengan penerapan konsep MCE, kemampuan dan efektivitas perusahaan dapat ditingkatkan dengan mencapai MCE yang optimal sebesar 90 persen.
Kajian Efesiensi Proses Produksi Kapal dengan Pendekatan Konsep Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE) Studi Kasus PT. PAL Riyadi, Muhammad
WAVE : Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 9, No 2 (2015): WAVE : Jurnal Ilmiah Terknologi Maritim
Publisher : Agency for the Assessment and Aplication of Technology (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era globalisasi menuntut industri galangan kapal terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses produksinya, sehingga mampu bersaing dari segi quality, cost dan on time delivery (QCD).Dalam proses produksi, dikenal dengan adanya istilah Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE), yaitu seberapa efisien suatu aktivitas memanfaatkan sumber daya dalam menghasilkan keluaran. MCE dapat diterapkan sebagai alat ukur dan dilaksanakan pada perusahaan galangan kapal dalam pengendalian awal terhadap aktivitas yang bukan penambah nilai. Penelitian ini bertujuan memahami analisis MCE, Non value added activities dan value added activities pada proses produksi kapal. Hasil penelitian menunjukkan MCE pada proses produksi DKN (Divisi Kapal Niaga) PT. PAL Indonesia saat ini adalah sebesar 85 persen. Pada proses perbaikan dengan penerapan konsep MCE, kemampuan dan efektivitas perusahaan dapat ditingkatkan dengan mencapai MCE yang optimal sebesar 90 persen.