Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Biosains Unimed

Test Antifungal Phatogen Extract Secondary Metabolites Of Endophytic Fungi Raru Plant (Cotylelobium melanoxylon) Hasanah, Uswatun; Riwayati, Riwayati; Idramsa, Idramsa
JURNAL BIOSAINS Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the ability of extracts  secondary metabolites of endophytic fungi raru plant Siarang (Cotylelobium melanoxylon) in inhibiting the growth of pathogenic fungi. Pathogenic fungi tested were Collectotrichum, Fusarium oxysporum, Candida albicans and Sclerotium rolfsii. Test antifungal pathogens carried out by using the method of Kirby-Bour, ie by measuring the clear zone located around the paper disc which is the zone of growth inhibition of pathogenic fungi. Measurement of inhibition zone is done by using a caliper or ruler. The results showed that the secondary metabolites of endophytic fungi extracts could inhibit the growth of pathogenic fungus Candida albicans is the clear zone of 10.23 mm. Keywords : endophytic fungus, Cotylelobium melanoxylon, extract of secondary metabolites, fungal pathogens, inhibition zone
Seleksi dan Karakterisasi Bakteri Endofit dari Tumbuhan Raru (Cotilelobium melanoxylon) Pendegradasi Selulosa Lubis, Sirma; Riwayati, Riwayati; Idramsa, Idramsa
JURNAL BIOSAINS Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi dan mengisolasi isolat bakteri endofit pada kulit batang tumbuhan raru (Cotilelobium melanoxylon) yang mampu mendegrasi selulosa, dan mengkarakterisasikan bakteri tersebut berdasarkan karakter morfologi, Fisiologi dan biokimianya. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan selama tiga bulan yaitu mulai bulan Mei sampai Juli 2015. Sampel isolat bakteri endofit pada kulit batang tumbuhan Raru (Cotilelobium melanoxylon) merupakan koleksi dari laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan. Isolat bakteri pendegradasi selulosa dilakukan secara analisis kuantitatif dengan melihat zona bening pada media CMC agar  yang telah diinokulasikan bakteri endofit setelah diinkubasi selama 10 hari pada suhu 30oC. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 24 isolat diperoleh 1 isolat yang mampu untuk mendegradasi selulosa yaitu ER 11. Memiliki koloni bulat dengan tepi koloni rata, warna koloni putih kekuningan dengan permukaan licin dan elevasi rata, bakteri tersebut termasuk bakteri Gram positif. Suhu optimum untuk pertumbuhan isolat ER 11 adalah 35oC. Dan pH optimum untuk pertumbuhan isolat bakteri ER 11 adalah 6.5 sampai 7.2   Kata Kunci : Bakteri, Endofit, CMC, Raru, Pendegradasi Selulosa
DESKRIPSI JAMUR ENDOFIT DARI TUMBUHAN RARU (Cotylelobium melanoxylon) GENUS ASPERGILLUS Hasanah, Uswatun; Riwayati, Riwayati; Idramsa, Idramsa
JURNAL BIOSAINS Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur endofit dari kulit batang tanaman Raru (Cotylelobium melanoxylon). Penelitian ini menggunakan teknik identifikasi secara manual dengan melihat dan membandingkan karakteristik morfologi makroskopis dan mikroskopis setiap isolat jamur endofit kemudian mencari indeks similaritasnya sehingga diperoleh dendogram yang membagi setiap isolat menjadi beberapa klaster/genus. Data dianalisis menggunakan analisis cluster Simple Matching Coefficient dalam program Multi Variate Statistical Package (MVSP) dimana setiap isolat yang memiliki indeks similaritas  ≥70% dikelompokkan menjadi satu klaster/genus. Hasil analisis cluster mendapatkan 8 klaster/genus jamur endofit yang ditemukan di dalam kulit batang tumbuhan Raru (Cotylelobium melanoxylon). Kedelapan genus tersebut di antaranya adalah genus Alternaria, Aspergillus, Botrytis, Debaromyces, Fusarium, Miselia Steril, Nigrospora, dan Scopulariopsis. Makalah ini menyajikan deskripsi dari genus Aspergillus. Kata kunci : Identifikasi, jamur endofit, Cotylelobium malanoxylon, indeks similiritas, genus  Aspergillus
Seleksi dan Karakterisasi Bakteri Endofit dari Tumbuhan Raru (Cotilelobium melanoxylon) Pendegradasi Selulosa Lubis, Sirma; Riwayati, Riwayati; Idramsa, Idramsa
JURNAL BIOSAINS Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi dan mengisolasi isolat bakteri endofit pada kulit batang tumbuhan raru (Cotilelobium melanoxylon) yang mampu mendegrasi selulosa, dan mengkarakterisasikan bakteri tersebut berdasarkan karakter morfologi, Fisiologi dan biokimianya. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan selama tiga bulan yaitu mulai bulan Mei sampai Juli 2015. Sampel isolat bakteri endofit pada kulit batang tumbuhan Raru (Cotilelobium melanoxylon) merupakan koleksi dari laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan. Isolat bakteri pendegradasi selulosa dilakukan secara analisis kuantitatif dengan melihat zona bening pada media CMC agar  yang telah diinokulasikan bakteri endofit setelah diinkubasi selama 10 hari pada suhu 30oC. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 24 isolat diperoleh 1 isolat yang mampu untuk mendegradasi selulosa yaitu ER 11. Memiliki koloni bulat dengan tepi koloni rata, warna koloni putih kekuningan dengan permukaan licin dan elevasi rata, bakteri tersebut termasuk bakteri Gram positif. Suhu optimum untuk pertumbuhan isolat ER 11 adalah 35oC. Dan pH optimum untuk pertumbuhan isolat bakteri ER 11 adalah 6.5 sampai 7.2   Kata Kunci : Bakteri, Endofit, CMC, Raru, Pendegradasi Selulosa
DESKRIPSI JAMUR ENDOFIT DARI TUMBUHAN RARU (Cotylelobium melanoxylon) GENUS ASPERGILLUS Hasanah, Uswatun; Riwayati, Riwayati; Idramsa, Idramsa
JURNAL BIOSAINS Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur endofit dari kulit batang tanaman Raru (Cotylelobium melanoxylon). Penelitian ini menggunakan teknik identifikasi secara manual dengan melihat dan membandingkan karakteristik morfologi makroskopis dan mikroskopis setiap isolat jamur endofit kemudian mencari indeks similaritasnya sehingga diperoleh dendogram yang membagi setiap isolat menjadi beberapa klaster/genus. Data dianalisis menggunakan analisis cluster Simple Matching Coefficient dalam program Multi Variate Statistical Package (MVSP) dimana setiap isolat yang memiliki indeks similaritas  ≥70% dikelompokkan menjadi satu klaster/genus. Hasil analisis cluster mendapatkan 8 klaster/genus jamur endofit yang ditemukan di dalam kulit batang tumbuhan Raru (Cotylelobium melanoxylon). Kedelapan genus tersebut di antaranya adalah genus Alternaria, Aspergillus, Botrytis, Debaromyces, Fusarium, Miselia Steril, Nigrospora, dan Scopulariopsis. Makalah ini menyajikan deskripsi dari genus Aspergillus. Kata kunci : Identifikasi, jamur endofit, Cotylelobium malanoxylon, indeks similiritas, genus  Aspergillus
Seleksi dan Karakterisasi Bakteri Endofit dari Tumbuhan Raru (Cotilelobium melanoxylon) Pendegradasi Selulosa Lubis, Sirma; Riwayati, Riwayati; Idramsa, Idramsa
JURNAL BIOSAINS Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi dan mengisolasi isolat bakteri endofit pada kulit batang tumbuhan raru (Cotilelobium melanoxylon) yang mampu mendegrasi selulosa, dan mengkarakterisasikan bakteri tersebut berdasarkan karakter morfologi, Fisiologi dan biokimianya. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan selama tiga bulan yaitu mulai bulan Mei sampai Juli 2015. Sampel isolat bakteri endofit pada kulit batang tumbuhan Raru (Cotilelobium melanoxylon) merupakan koleksi dari laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan. Isolat bakteri pendegradasi selulosa dilakukan secara analisis kuantitatif dengan melihat zona bening pada media CMC agar  yang telah diinokulasikan bakteri endofit setelah diinkubasi selama 10 hari pada suhu 30oC. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 24 isolat diperoleh 1 isolat yang mampu untuk mendegradasi selulosa yaitu ER 11. Memiliki koloni bulat dengan tepi koloni rata, warna koloni putih kekuningan dengan permukaan licin dan elevasi rata, bakteri tersebut termasuk bakteri Gram positif. Suhu optimum untuk pertumbuhan isolat ER 11 adalah 35oC. Dan pH optimum untuk pertumbuhan isolat bakteri ER 11 adalah 6.5 sampai 7.2   Kata Kunci : Bakteri, Endofit, CMC, Raru, Pendegradasi Selulosa
Test Antifungal Phatogen Extract Secondary Metabolites Of Endophytic Fungi Raru Plant (Cotylelobium melanoxylon) Hasanah, Uswatun; Riwayati, Riwayati; Idramsa, Idramsa
JURNAL BIOSAINS Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the ability of extracts  secondary metabolites of endophytic fungi raru plant Siarang (Cotylelobium melanoxylon) in inhibiting the growth of pathogenic fungi. Pathogenic fungi tested were Collectotrichum, Fusarium oxysporum, Candida albicans and Sclerotium rolfsii. Test antifungal pathogens carried out by using the method of Kirby-Bour, ie by measuring the clear zone located around the paper disc which is the zone of growth inhibition of pathogenic fungi. Measurement of inhibition zone is done by using a caliper or ruler. The results showed that the secondary metabolites of endophytic fungi extracts could inhibit the growth of pathogenic fungus Candida albicans is the clear zone of 10.23 mm. Keywords : endophytic fungus, Cotylelobium melanoxylon, extract of secondary metabolites, fungal pathogens, inhibition zone