Articles

Pemanfaatan Perpustakaan Dengan Hasil Belajar Pada Mata Kuliah Higiene Dan Sanitasi PKK Fakultas Teknik riwayati, riwayati; baidar, baidar; syarif, wirnelis
E-Journal Home Economic and Tourism Vol 2, No 1 (2013): periode maret 2013
Publisher : E-Journal Home Economic and Tourism

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to determine the relationship of the use of libraries UNP with learning outcomes at the course hygiene and sanitation courses PKKFakulty Technical State University in Padang. The research method used isdescriptive quantitative type of ex-post facto correlational approach. Thesampling technique used in this study is random sampling with a sample of 70people. The results showed that Fhitung is 27.69, while the F table = 3.99.Fhitung> F table, it can be concluded that the relationship between thevariables X and Y is linear. The results of statistical tests show that there is apositive and significant correlation of 0538, the results of the significance testof correlation coefficient Sig (p) obtained was 0000. where 0.000 <0.05, thenHo is rejected. To the conclusion that there is a positive and significantrelationship between the use of the library to the value of subjects of hygieneand sanitation in the family welfare program student study culinaryconcentration PKK. Keywords: Utilization Library, Learning Outcomes, Value Hygiene AndSanitation, 
STATUS GIZI ANAK BALITA BERDASARKAN UKURAN ANTROPOMETRI DI DESA SAMBIREJO KECAMATAN BINJAI Riwayati, Riwayati
JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA Vol 13, No 25 (2015): JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA
Publisher : JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTNutritional status is a state of the body as a result of food consumption and utilization of nutrients which can be distinguished between poor, less, better, and more nutritional status. Consumption of food affects the nutritional status of a person. Good nutritional status occurs when the bodies are getting enough nutrients. Nutritional status can be determined based on anthropometric measurements. This study aims to determine the nutritional status of children under five years of age by size anthropometry. This study used a cross-sectional approach which was a type of research that emphasized the time measurement/observation data was only one variable at a time. The data collected was qualitative data in the form of education and employment levels. While quantitative data was the height and weight of children under five years of age. The data were collected through observation and interviews. Nutritional status data were obtained by measuring body weight (BW) and height (TB) using the scale and mikrotoa conducted by researchers. Measurement of nutritional status with the index BW/TB considered normal if -2 s/d +2 SD, wasthing -3 s/d < -2 SD, very thin < -3SD, obese > +2 SD. The results shows that the majority (45%) of children have normal nutritional status, 30% of children have nutritional satus wasthing, 5% of children have a very low nutritional status and 20% of obese children have nutritional status.
PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN DAN PETERNAKAN SEBAGAI KOMPOS DAN PESTISIDA ALAMI Simorangkir, Murniaty; Riwayati, Riwayati; Idramsa, Idramsa; Panggabean, Freddy Tua Musa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : LPM Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan produksi palawija dan serangan hama daun merupakan masalah utama yang dihadapi oleh kelompok tani Sada Nioga dan Juma Ndeher di Desa Sikeben Kabupaten Deli Serdang. Mengatasi permasalahan tersebut, telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian terapan untuk: (1) mengatasi kekurangan ketersediaan kompos dan pestisida alami; (2) meningkatkan hasil produksi palawija melalui pemanfaatan kompos dan pestisida alami dari limbah pertanian dan peternakan; dan (3) membuka peluang usaha dalam produksi kompos dan pestisida alami. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup: penyuluhan penggunaan kompos dan pestisida alami; perancangan perajang mekanik dan fermentor; dan pelatihan produksi kompos dan pestisida alami dari limbah kulit jengkol, cabe busuk dan urine sapi pada tanaman palawija yang dikelola oleh kedua mitra. Hasil kegiatan menunjukkan masing-masing 90% dan 80% anggota kelompok dari Kelompok Tani Sada Nioga dan Kelompok Tani Juma Ndeher telah terampil dalam mengolah kompos dengan durasi pengolahan selama 11 hari. Kualitas kompos (C/N, P2O5, K2O dan N) pada kelompok Sada Nioga adalah masingmasing 8.80%, 2.85%, 1.58% dan 0.08%; sedangkan pada Kelompok Juma Ndeher pada kadar 9.0%, 3.10%, 1.52% dan 0.05%. Produk pestisida yang dihasilkan mengandung metabolit sekunder fenolik(+++), alkaloid (++++) dan saponim (+). Peningkatan produksi tanaman palawija mencapai 27.14% setelah menggunakan kompos dan pestisida alami.
Test Antifungal Phatogen Extract Secondary Metabolites Of Endophytic Fungi Raru Plant (Cotylelobium melanoxylon) Hasanah, Uswatun; Riwayati, Riwayati; Idramsa, Idramsa
JURNAL BIOSAINS Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the ability of extracts  secondary metabolites of endophytic fungi raru plant Siarang (Cotylelobium melanoxylon) in inhibiting the growth of pathogenic fungi. Pathogenic fungi tested were Collectotrichum, Fusarium oxysporum, Candida albicans and Sclerotium rolfsii. Test antifungal pathogens carried out by using the method of Kirby-Bour, ie by measuring the clear zone located around the paper disc which is the zone of growth inhibition of pathogenic fungi. Measurement of inhibition zone is done by using a caliper or ruler. The results showed that the secondary metabolites of endophytic fungi extracts could inhibit the growth of pathogenic fungus Candida albicans is the clear zone of 10.23 mm. Keywords : endophytic fungus, Cotylelobium melanoxylon, extract of secondary metabolites, fungal pathogens, inhibition zone
Seleksi dan Karakterisasi Bakteri Endofit dari Tumbuhan Raru (Cotilelobium melanoxylon) Pendegradasi Selulosa Lubis, Sirma; Riwayati, Riwayati; Idramsa, Idramsa
JURNAL BIOSAINS Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi dan mengisolasi isolat bakteri endofit pada kulit batang tumbuhan raru (Cotilelobium melanoxylon) yang mampu mendegrasi selulosa, dan mengkarakterisasikan bakteri tersebut berdasarkan karakter morfologi, Fisiologi dan biokimianya. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan selama tiga bulan yaitu mulai bulan Mei sampai Juli 2015. Sampel isolat bakteri endofit pada kulit batang tumbuhan Raru (Cotilelobium melanoxylon) merupakan koleksi dari laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan. Isolat bakteri pendegradasi selulosa dilakukan secara analisis kuantitatif dengan melihat zona bening pada media CMC agar  yang telah diinokulasikan bakteri endofit setelah diinkubasi selama 10 hari pada suhu 30oC. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 24 isolat diperoleh 1 isolat yang mampu untuk mendegradasi selulosa yaitu ER 11. Memiliki koloni bulat dengan tepi koloni rata, warna koloni putih kekuningan dengan permukaan licin dan elevasi rata, bakteri tersebut termasuk bakteri Gram positif. Suhu optimum untuk pertumbuhan isolat ER 11 adalah 35oC. Dan pH optimum untuk pertumbuhan isolat bakteri ER 11 adalah 6.5 sampai 7.2   Kata Kunci : Bakteri, Endofit, CMC, Raru, Pendegradasi Selulosa
MANFAAT DAN FUNGSI HUTAN MANGROVE BAGI KEHIDUPAN Riwayati, Riwayati
JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA Vol 12, No 24 (2014): JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA
Publisher : JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTMangrove trees are plants or plant communities that live in the sea and the land that is affected by tides.  Mangrove habitat is often found at the commeeting spot of the mouth of the river and sea water which then becomes protector of land from ocean waves. From river flow to the mangrove and at high tide, mangrove trees surrounded by salt water or brackish water.  Mangrove forests thrive in the delta region and a broad and large streams with a wide estuary. On the beach there are no rivers , narrow mangrove areas.  Mangrove forests have great tolerance to salinity and can grow in high salinity land where normal plants can not grow . Mangrove forests are the main ecosystems supporting coastal communities . Besides having the ecological function as a provider of food for marine life, coastal erosion anchoring, anchoring the tidal waves and tsunamis, absorbent waste, preventing sea water intrusion, mangrove forests can also serve to provide the food needs of the surrounding population. Kata Kunci : Manfaat Hutan Mangrove, Kehidupan.
DESKRIPSI JAMUR ENDOFIT DARI TUMBUHAN RARU (Cotylelobium melanoxylon) GENUS ASPERGILLUS Hasanah, Uswatun; Riwayati, Riwayati; Idramsa, Idramsa
JURNAL BIOSAINS Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur endofit dari kulit batang tanaman Raru (Cotylelobium melanoxylon). Penelitian ini menggunakan teknik identifikasi secara manual dengan melihat dan membandingkan karakteristik morfologi makroskopis dan mikroskopis setiap isolat jamur endofit kemudian mencari indeks similaritasnya sehingga diperoleh dendogram yang membagi setiap isolat menjadi beberapa klaster/genus. Data dianalisis menggunakan analisis cluster Simple Matching Coefficient dalam program Multi Variate Statistical Package (MVSP) dimana setiap isolat yang memiliki indeks similaritas  ≥70% dikelompokkan menjadi satu klaster/genus. Hasil analisis cluster mendapatkan 8 klaster/genus jamur endofit yang ditemukan di dalam kulit batang tumbuhan Raru (Cotylelobium melanoxylon). Kedelapan genus tersebut di antaranya adalah genus Alternaria, Aspergillus, Botrytis, Debaromyces, Fusarium, Miselia Steril, Nigrospora, dan Scopulariopsis. Makalah ini menyajikan deskripsi dari genus Aspergillus. Kata kunci : Identifikasi, jamur endofit, Cotylelobium malanoxylon, indeks similiritas, genus  Aspergillus
PENANGGULANGAN DAN PEMANFAATAN HAMA KEONG MAS UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI DANPENDAPATAN KELOMPOK TANI PADI DAN PETERNAK UNGGAS Simorangkir, Murniaty; Hasanah, Uswatun; Juniar, Anna Juniar; Riwayati, Riwayati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 19, No 72 (2013)
Publisher : LPM Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Program Ipteks Bagi Masyarakat ini bertujuan memberi solusi kepada mitra Kelompok TaniMaju dan Peternak Unggas Aktif untuk mengendalikan hama keong mas secara non kimia  danmemanfaatkannya agar mempunyai nilai jual, serta mengatasi harga pakan ternak yang cukup tinggidan  untuk memperoleh gizi ternak yang seimbang dan berpeluang berwirausaha baru pakan ternakunggas.  Kegiatan berlangsung 8 bulan, melibatkan empat orang dosen dan dua mahasiswa. Metodeyang diterapkan adalah penyuluhan, pendampingan dan  pelatihan produksi dan bisnis sederhana.  Hasilkegiatan sebanyak 85 % anggota kelompok tani dan peternak mitra memiliki pengetahuan  danketerampilan cara pengendalian hama keong mas, cara pengolahan pakan unggas berbasis keong mas,cara pemberian pakan unggas dan pengemasan serta pemasaran produk pakan unggas. Sebanyak 70 %anggota kelompok mitra berminatberwirausaha baru pakan ternak unggas berbasis keong mas. SetelahIbM dilaksanakan,  produksi pakan unggas berbasis keong mas mitrasebanyak8 kg/minggu  pakan itikpetelur, 4 kg/minggu pakan itik pedaging tergantung cuaca (kering)  dan ketersediaan keongmas.Produksi telur itik meningkat, dari 60 % menjadi 90 % itik bertelur  dengan kualitas kulit telur lebih tebal(tidak mudah pecah), berat rata-rata bertambah  sekitar 125 gr, dan vol. kuning telur lebih besar.Produksi Pedaging, terjadi pertambahanberat badan itik rata-rata  220gr/minggu lebih tinggi  daripertambahan berat badan sebelum IbM yaitu 150 gr/minggu. Pada  kelompok tani mitra, terjadipengurangan biaya produksi  karena  pengurangn biaya bahan kimia anti hama keong mas karenapengendalian hama keong mas secara non kimia (teknis dan biologis), peningkatan produksi  panen,terbentuk wirausaha baru pakan ternak unggas dan peningkatan pendapatan petani.  Pada kelompokpeternak unggas, biaya produksi  berkurang karena  harga pakan ternak  terutama bahan  konsentrat(sumber protein) dapat ditekan dan  gizi menjadi seimbang sehinggaproduktivitas (pertambahan beratternak dan produksi telur)  maksimal yang mengakibatkan pertambahan pendapatan peternak.
REAKSI HIPERSENSITIVITAS ATAU ALERGI Riwayati, Riwayati
JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA Vol 13, No 26 (2015): JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA
Publisher : JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTHypersensitivity is the overreaction undesirable because too sensitif immune response (damaging, resulting in discomfort, and sometimes fatal) produced by the normal immune system. Reaction hipersentsitivitas have 4 types of reactions as follows: Type I: the reaction Anafilaksi, antigens or allergens are free to react with the antibody, in this case the IgE bound to mast cells or basophils cells with consequent release of histamine. This situation caused a reaction-type fast. Type II: cytotoxic reaction, the antigen bound to the target cell. In this case the IgE antibodies and IgM in the presence of complement will be provided with an antigen, which can result in the destruction of these cells. This reaction is a reaction that is rapid, and allografi reaction, ulcers Mooren is a reaction of this type. Type III: complex immune response, the antibody binds to the antigen and the complement to form immune complexes. This situation raises neurotrophichemotactic factors that could cause local inflammation or damage. Generally occur in small blood vessels.  Its presence in cornea may include herpes simplex keratitis, keratitis due to bacteria. (Stafilokok, pseudomonas) and fungi. Such reactions also occur on the Herpes simplex keratitis. Type IV: delayed type reactions, the type IV whose role is known as T lymphocytes or cellular immunity. Sensitized T lymphocytes (sensitized T lymphocytes) reacts with the antigen, and cause the release of mediators (lymphokines) which found in rejection reactions after keratoplasti, keraton- jungtivitis flikten, Herpes simplex keratitis and keratitis diskiformis. Certain diseases may be due to one or several types of hypersensitivity reactions. Kata Kunci : Hipersensitivitas, reaksi imun kompleks, imunitas seluler
PREVALENSI KECACINGAN Ascaris lumbricoides PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA NELAYAN INDAH KECAMATAN MEDAN LABUHAN Riwayati, Riwayati
JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA Vol 11, No 21 (2013): JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA
Publisher : JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the prevalence of intestinal worms and Ascaris lumbricoides infection rate in primary school children in Nelayan Indah Village Medan Labuhan Sub-District. Samples from this study were primary school children classes I up grade VI as many as 50 people. Quantitative fecal examination performed using Stoll dilution method. The results showed that the worm prevalensi Ascaris lumbricoides age group of 6-9 years was 100% and the age group 10-13 years was 96%. Ascaris lumbricoides worm infection rate in primary school children in Nelayan Indah Village Medan Labuhan District belong to the classification of sub-field loss clinics. Kata Kunci : Prevalensi kecacingan, anak Sekolah Dasar.