Risyanto Risyanto
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

KAJIAN KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KECAMATAN GONDOKUSUMAN KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2009 Wijayanto, Wahyu Tri; Risyanto, Risyanto
Jurnal Bumi Indonesia Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.112 KB)

Abstract

<p style="text-align: justify;">Kecamatan Gondokusuman merupakan perkotaan yang padat penduduk dengan dominasi penggunaan lahan berupa area permukiman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah : 1) analisis peta; 2) analisis tetangga terdekat; dan 3) analisis uji regresi berganda. Variabel bebas penelitian ini adalah luas permukiman, jumlah penduduk, dan luas fasilitas. Variabel terpengaruhnya adalah luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Unit analisis penelitian ini adalah blok daerah permukiman. Kondisi kualitas lingkungan permukiman perkotaan semakin lama semakin menurun. Dalam hal ini yang menjadi salah satu penyebabnya ialah karena meningkatnya jumlah penduduk kota akibat dari arus urbanisasi yang menyebabkan fasilitas infrastruktur kota semakin banyak. Masalah yang timbul dari konsekuensi tersebut ialah degradasi lingkungan berupa penurunan kondisi Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau kawasan hijau kota di berbagai tempat yang ada. Ruang terbuka hijau kota merupakan bagian dari penataan ruang kota yang berfungsi sebagai kawasan lindung kota.Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, Pola Persebaran, dan Faktor Pengaruh</p>
ANALISIS FASILITAS EKONOMI PASCA PEMEKARAN WILAYAH DI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Yusnitasari, Selvianti; Risyanto, Risyanto
Jurnal Bumi Indonesia Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1196.688 KB)

Abstract

Tulang Bawang Barat merupakan kabupaten yang terbentuk karena pemekaran wilayah. Tujuan dari pemekaran wilayah adalah meningkatkan pelayanan publik, termasuk fasilitas ekonomi, seperti pasar, bank, koperasi, warung, warung makan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi fasilitas ekonomi setelah pemekaran wilayah, daya layan fasilitas ekonomi, dan menentukan titik tokasi fasilitas ekonomi.Jenis penelitian ini adalah mixed method. Data kuantitatif digunakan uji paired sample t test. Sedangkan untuk kualitatif digunakan teknik wawancara. Pada pemerintah serta pedagang digunakan teknik indepth interview. Untuk konsumen digunakan metode aksidental pada tiga kecamatan sampel, yaitu Tulang Bawang Tengah, Tumijajar dan Lambu Kibang.Dari Hasil penelitian, hanya koperasi yang terpengaruh oleh pemekaran wilayah. Ini terlihat dari nilai sig 2 tailed, yaitu 0,43. Perkembangan fasilitas lebih mengarah pada wilayah perkotaan dan rural urban. Hal yang sama juga terjadi pada a range of good dari masing-masing fasilitas. Penentuan lokasi diarahkan pada wilayah perdesaan.Keyword: pemekaran wilayah, fasilitas ekonomi, Daya Layan, Perencaan lokasi
PENGARUH PENAMBANGAN PASIR DAN BATU TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PENAMBANG DI KECAMATAN KEMALANG KABUPATEN KLATEN, PROVINSI JAWA TENGAH Widyastomo, Bhayu; Risyanto, Risyanto
Jurnal Bumi Indonesia Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.827 KB)

Abstract

Kecamatan Kemalang merupakan daerah penambangan pasir dan batu. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui variabel yang mempengaruhi pendapatan sebelum dan sesudah erupsi Gunungapi Merapi 2010; 2) mengetahui perbedaan pendapatan sebelum dan sesudah erupsi Gunungapi Merapi 2010 dan 3) mengetahui perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat sebelum dan sesudah erupsi Gunungapi Merapi 2010. Variabel yang paling berpengaruh pada saat kondisi sebelum erupsi adalah musim kemarau, sedangkan variabel yang mempengaruhi sesudah erupsi yaitu musim kemarau dan kelompok penambang. Perbedaan pendapatan yang diperoleh masyarakat penambang sebelum dan sesudah erupsi adalah sebesar Rp. 9.666,67. Kepemilkan barang dan perbaikan rumah menunjukkan penurunan yaitu 81, 11 % dan 86,67 % sedangkan perubahan biaya kesehatan menunjukkan perubahan tetap yaitu 84,44 %. Peristiwa erupsi Gunungapi Merapi selalu menimbulkan dampak positif maupun negatif bagi kegiatan penambangan pasir dan batu.Kata Kunci : pasir dan batu, aktivitas, erupsi dan sosial ekonomi
PENGARUH PERILAKU PENDUDUK DALAM MEMBUANG LIMBAH TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI GAJAHWONG Risyanto, Risyanto; Widyastuti, M.
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 11, No 2 (2004)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Gajahwong merupakan salah satu sungai yang menjadi sasaran Prokasih (Program Kali Bersih) dan diperuntukkan sebagai sumber air baku Golongan B. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kualitas air sungai baik fisik maupun kimia, (2) mengidentifikasi sumber pencemar potensial mencemari air sungai, (3) mengetahui perilaku penduduk dalam membuang limbah ke sungai, serta (4) mengetahui keterkaitan antara perilaku penduduk dengan kualitas air sungai. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode survei. Untuk parameter fisik (kualitas air) dilakukan pengambilan sampel air secara purposive sampling dan uji laboratorium. Aspek sosial ekonomi dilakukan melalui pendekatan Rapid Rural Appraisal (RRA) dan wawancara mendalam (ln-depth lnterview). Hasil penelitian menunjukkan adanya kaitan antara perilaku penduduk dan kualitas air Sungai Gajahwong. Sumber pencemar potensial di Sungai Gajahwong, di bagian hulu: rumatr tangga, pertanian dan jasa; bagian tengah: pertanian dan permukiman; dan di bagian hilir adalah permukiman, jasa dan industri.
ANALISIS TEMPERATUR DAN UAP AIR BERBASIS SATELIT TERRA/AQUA (MODIS, LEVEL-2) (ANALYSIS OF TEMPERATURE AND WATER VAPOR BASED ON THE TERRA/AQUA SATELLITE (MODIS, LEVEL-2)) Sipayung, Sinta Berliana; Krismianto, Krismianto; Risyanto, Risyanto
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 13 No. 1 Juni 2016
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1306.227 KB)

Abstract

Terra and Aqua satellites that consist of multiple sensors including MODIS instruments, which is operated to detect the phenomena that exist on land, sea and atmosphere. Not a lot of data extracted especially for Indonesia region the associated with atmospheric data, because the product is still in the raw data (level-0). For data extraction of level-0 to level-2 needed software IMAPP (International MODIS/airs Processing Package) so displays some data atmospheric parameters including MOD 04 - Aerosol, MOD 05 - Total precipitable Water (Water Vapor), MOD 06 - Cloud, MOD 07 - Atmospheric Profiles, MOD 08 - gridded Atmospheric and MOD 35 in HDF4 format (Hierarchical Data Format-4) swath. This paper discussed only MOD07/MYD07 atmospheric profiles level-2 related parameters such as the temperature of the atmosphere at an altitude of 780 hPa and water vapor at a height of 700 hPa. This study aimed to analyze the phenomena in the atmosphere, based on extraction method Atmospheric Profiles in the resolution 1km, that consists of temperature and moisture level2, in the format hdf4 daily swath into data daily and monthly grid in .dat format, in the period of December 2014, January, July, and August 2015, especially in the area of Indonesia. The comparison between the results of the extraction swath and grid data from Terra/Aqua MODIS, that parameter atmospheric for the temperature has R-sqare an average of 0.72 and water vapor 0.74, while the RMSE temperature and water vapor are 0.88 and 0.29. ABSTRAK Satelit Terra dan Aqua yang terdiri dari beberapa sensor diantaranya instrumen MODIS, yang dioperasikan untuk mendeteksi fenomena yang ada di darat, laut, dan atmosfer. Belum banyak data yang diekstrak khususnya untuk wilayah Indonesia yang terkait dengan data atmosfer, karena produk MODIS masih berupa data mentah (level-0). Untuk ekstraksi data dari level-0 menjadi level-2 dibutuhkan software International MODIS/AIRS Processing Package (IMAPP) sehingga menampilkan beberapa data parameter atmosfer diantaranya MOD 04 - Aerosol, MOD 05 - Total Precipitable Water (Water Vapor), MOD 06 - Cloud, MOD 07 - Atmospheric Profiles, MOD 08 - Gridded Atmospheric dan MOD 35 swath dalam format Hierarchical Data Format-4 (HDF4). Pada makalah ini yang dibahas hanya MOD07/MYD07 atmospheric profiles level-2 yang berkaitan dengan parameter atmosfer seperti temperatur pada ketinggian 780 hPa dan uap air pada ketinggian 700 hPa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil ekstraksi data Atmospheric Profiles dari format HDF4 swath harian menjadi data grided harian, bulanan dalam format .dat serta aplikasinya pada periode bulan Desember 2014, Januari, Juli, dan Agustus 2015, khususnya wilayah Indonesia dalam resolusi 1km yang terdiri dari temperatur dan uap air level-2. Perbandingan antara hasil ekstraksi data MODIS swath dan data MODIS grided Terra/Aqua untuk parameter temperatur atmosfer mempunyai R-sqare rata-rata 0.72 dan uap air 0.74, sedangkan RMSE untuk temperatur dan uap air sebesar 0.88 dan 0.29.