Dyah Ika Rinawati
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

Published : 59 Documents
Articles

Pengukuran Tingkat Eko-efisiensi Menggunakan Life Cycle Assessment untuk Menciptakan Sustainable Production di Usaha Kecil Menengah Batik Sari, Diana Puspita; Hartini, Sri; Rinawati, Dyah Ika; Wicaksono, Tri Setyo
Jurnal Teknik Industri Vol 14, No 2 (2012): DESEMBER 2012
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.209 KB)

Abstract

Pekalongan is one of the batik cities in Central Java, many batik SMEs thrive in Pekalongan. Batik SMEs indicated a cause of environmental pollution that occurred in the city of Pekalongan. Pollution caused by the use of chemicals in the dyeing process. This study aims to measure the eco-costs and eco-efficiency rate of batik products, as well as looking for suggestions on improving eco-efficiency. Eco-efficiency rate is measured by using LCA (Life Cycle Assess-ment) doped with SimaPro software. This method is used to evaluate the environmental impacts arising from the use of the constituent materials. The results of the data processing show that the value of eco-costs for chemical dye batik is Rp 188,028.32, with eco-efficiency rate is 68.74%. Batik industries are not sustainable and affordable. Economizing of the resourcing and applying cleaner production can be accomplished to enhance the eco-efficiency rate. Cleaner production can be achieved using natural dyes and implement End of Life strategies.
PENENTUAN WAKTU STANDAR DAN JUMLAH TENAGA KERJA OPTIMAL PADA PRODUKSI BATIK CAP (STUDI KASUS: IKM BATIK SAUD EFFENDY, LAWEYAN) Rinawati, Dyah Ika; Sari, Diana Puspita; Muljadi, Fatrin
J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 7, No.3, September 2012
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.605 KB)

Abstract

Batik Saud Effendy merupakan salah satu IKM batik di Kampoeng Batik Laweyan, Surakarta. Jenis batik yang diproduksi adalah batik cap dan batik tulis dengan sebagian besar jenis batik yang diproduksi adalah batik cap. IKM Batik Saud Effendy ini berproduksi dengan strategi make to order dan belum ada pedoman waktu produksi. Selain itu beban kerja pada setiap stasiun kerja kurang seimbang, dimana dari value stream mapping yang ada, pada stasiun pengecapan dalam penyelesaian 1 lot produksi sebanyak 120 meter menghasilkan waktu terlama dibandingkan dengan stasiun kerja lainnya, yaitu 434 menit dengan 3 orang pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan waktu baku dan jumlah tenaga kerja optimal pada setiap tahapan proses. Dari hasil penelitian dan perhitungan didapatkan waktu baku untuk masing-masing proses produksi, yaitu pemotongan mori (17,46 menit), pengecapan (582,15 menit), pewarnaan (84,06 menit), pengeringan dan pencucian (207,98 menit), penglorodan sebesar 99,87 menit, pengeringan 1123,2 menit, dan packing sebesar 75,24 menit. Usulan tenaga kerja yang diberikan dapat menghemat biaya pengeluaran IKM sebesar 12%. Kata Kunci: beban kerja, tenaga kerja, waktu standar Abstract Effendy Saud Batik is one of IKM batik Batik Kampoeng Laweyan, Surakarta. Types produced batik is batik and batik with most types of batik is batik produced. IKM Batik Effendy Saud´s production strategy make to order and there are no guidelines for production time. Besides the workload at each work station lacks balance, which of the existing value stream mapping, the tasting station in the settlement of 1 lot production yield as much as 120 meters the longest time compared to other work stations, which is 434 minutes with 3 workers. The purpose of this study was to determine the standard time and the optimal number of workers at each stage of the process. From the research results and the calculation of standard time for each of the production process, ie cutting mori (17.46 minutes), taste (582.15 minutes), coloring (84.06 min), drying and washing (207.98 minutes) , penglorodan of 99.87 minutes, drying 1123.2 minutes, and packing of 75.24 minutes. Proposed labor provided SMEs can save expenses by 12%. Keywords: workload, manpower, standard time
PENGUKURAN KEPUASAN PELANGGAN COMLABS INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG (ITB) puspitasari, nia budi; rinawati, dyah ika
J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 4, No. 2, Mei 2009
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.669 KB)

Abstract

p { margin-bottom: 0.08in; } Untuk memenangkan persaingan bisnis produsen harus memberikan kepuasan kepada pelanggannya. Untuk itu produsen perlu melakukan pengukuran tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk atau jasa. Comlabs ITB sebagai salah satu penyedia jasa internet di kampus ITB juga perlu melakukan pengukuran tingkat kepuasan pelanggan. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan mengukur gap antara harapan dan persepsi pelanggan serta melakukan plot pada diagram dua dimensi. Sehingga dari pendekatan ini dapat diketahui dimensi kualitas mana yang perlu diperbaiki untuk memberikan kepuasan pada pelanggan . Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada tiga dimensi kualitas yang perlu diperbaiki, yaitu better, reability dan security. Untuk melakukan perbaikan direkomendasikan 5 langkah perbaikan.  
PERANCANGAN ULANG ALAT BANTU KERJA WHEEL CHOCK UNTUK HAUL TRUCK 793C CATERPILLAR PADA FUEL STATION DI PT. NEWMONT NUSA TENGGARA DENGAN PENDEKATAN ANTHROPOMETRI Rinawati, Dyah Ika; Karina, Karina
J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 6, No.1, Januari 2011
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.279 KB)

Abstract

Pada Fuel Station di PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) dilakukan peletakan wheel chock pada bagian depan dan belakang roda depan sebelah kiri Haul Truck 793C sebelum pengisian bahan bakar. Aktivitas tersebut dikerjakan oleh pekerja dengan menggunakan alat bantu. Namun penggunaan alat bantu tersebut dirasa kurang nyaman dan menyebabkan keluhan kelelahan di bagian punggung. Hal ini dikarenakan ukuran alat bantu tersebut kurang sesuai dengan ukuran tubuh pekerja. Oleh karena itu diperlukan re-design terhadap alat bantu kerja dengan pendekatan anthropometri. Dalam re-design alat bantu kerja wheel chock, dimensi tubuh yang dipertimbangkan adalah diameter genggaman, tinggi siku berdiri dan lebar telapak tangan (metacarpal). Berdasarkan hasil pengukuran anthropometri pekerja pada PT NNT maka didapatkan rancangan ukuran alat bantu kerja wheel chock yaitu panjang handle sebesar 951 mm dengan tinggi handle 1.026 mm dan diameter handle sebesar 42 mm. Analisis biomekanika dilakukan berdasarkan besarnya momen yang bekerja pada tubuh pekerja. Momen yang bekerja untuk desain awal pada pelvis sebesar 140 Nm dan trunk sebesar 95 Nm pada sumbu Y. Sedangkan pada hasil re-design adalah 13 Nm pada bagian pelvis dan 9 Nm pada sumbu Y bagian trunk. Kesesuaian dimensi alat kerja dengan anthropometri pekerja serta penurunan nilai momen pada pelvis dan trunk dapat mengurangi resiko cedera dan kelelahan pada punggung pekerja.Kata Kunci : Anthropometri, biomekanika dan perancangan alat bantu kerjaAbstractAt the Fuel Station at PT. Newmont Nusa Tenggara (PT. NNT) was laying Chock wheel on the front and back oh the left front wheel 793C Haul Truck before refueling. These activities done by workers using the the tool. However, the use of these tools it is less convenient and cause fatigue in the back. This is because the size of the tool is less according to body size of workers. Therefore we need a redesign of the tools work with anthropometric approach. In the re-design work tool Chock wheels, body dimensions to be considered is the diameter of grip, standing elbow height and width of the palm of the hand (metacarpal). Based on the results ofanthropometric measurement of workers at PT. NNT are obtained design size wheel Chock work tool that is a long handle for 951 mm with handle 1026 mm height and diameter of 42 mm handle. Biomechanics analysis is based on the moment acting on the body of workers. Moment of work for initial design of 140 Nm in the pelvis and trunk is 95 Nm about the axis Y. While the results of the re-design is 13 Nm at the pelvis and 9 Nm an the Y axis of the trunk. Conformity with the anthropometric dimensions of worker working tool as well as impairment of moments in the pelvis and truck to reduce the risk of injury and fatigue on the back of workers.Keyword : Anthropometry, biomechanics and design work tool
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENGUKURAN PERFORMANSI BIAYA DAN JADWAL PROYEK (STUDI KASUS DI PT HUTAMA KARYA WILAYAH IV JAWA TENGAH, D.I.Y DAN KALIMANTAN) Rinawati, Dyah Ika; Saptadi, Singgih; Puspitasari, Diana
J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 1, No.3, September 2006
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.908 KB)

Abstract

Metode pengendalian proyek yang dipakai oleh PT Hutama Karya saat ini adalah metode analisis variansi. Metode ini mampu menjawab pertanyaan apakah pelaksanaan proyek sesuai dengan anggaran atau jadwal, namun belum mampu mengungkapkan performansi kegiatan secara terpadu antara biaya dan jadwal. Implementasi metode analisis variansi saat ini dilakukan dengan cara manual menggunakan Microsoft Excel. Dengan cara ini terdapat banyak kelemahan, selain prosedurnya sulit juga memungkinkan terjadinya kesalahan baik dalam pembuatan formulasi maupun saat proses up date. Dalam melakukan pengendalian proyek perlu dilakukan perkiraan biaya akhir proyek, saat ini perhitungan juga masih dilakukan dengan manual. Dewasa  ini banyak tersedia software pengendalian proyek, namun perusahaan enggan membelinya karena dinilai tidak customize.                  Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem yang mempermudah pengukuran performansi proyek secara terpadu dengan metode nilai hasil (earned value). Adapun kemampuan sistem ini adalah membantu mempercepat pembuatan formulasi nilai hasil dan kurva-S, mempercepat proses pembagian distribusi keselesaian pekerjaan, mempercepat proses pencarian data untuk update progress, mempercepat poses perhitungan indikator earned value, variansi serta indeks kinerja biaya dan jadwal proyek, mempercepat pembuatan perkiraan biaya akhir proyek dengan memperhatikan kecenderungan performansi proyek KATA KUNCI: Sistem Informasi, Manajemen Proyek, Pengendalian Biaya dan Jadwal Terpadu, Performansi Proyek, Earned Value
PERANCANGAN ALAT BANTU GUNA MEREDUKSI BEBAN OTOT DAN GAYA YANG DITERIMA OLEH PEKERJA FINE FOCUS ADJUSMENT DI PT ARISAMANDIRI PRATAMA Rinawati, Dyah Ika; Wisnu, Gregorius Budhi
J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 6, No.3, September 2011
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.192 KB)

Abstract

Operator pada stasiun kerja Fine Focus Adjustment di PT ArisaMandiri Pratama sering mengalami keluhan pegal dan nyeri pada bahu. Hal ini diakibatkan karena postur kerja yang tidak alamiah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat bantu dan kursi bagi pekerja fine focus adjusment dengan pendekatan biomekanika dan antropometri dan membandingkan beban otot dan gaya yang diterima oleh pekerja sebelum dan setelah dilakukan perbaikan. Metode yang digunakan dalam perancangan alat bantu adalah value engineering. Identifikasi fungsi dilakukan dengan menggunakan FAST diagram. Dari hasil identifikasi kebutuhan dan fungsi perlu dilakukan perbaikan dengan penambahan mekanisme berputar dan pengunci pada alas kerja serta penambahan ketinggian kursi. Penelitian ini menghasilkan rancangan berupa prototype alat bantu meja putar dan prototype kursi hasil redesain. Hasil evaluasi menunjukkan nilai EMG pada otot trapezius rata-rata sebesar 6,135 mV sebelum dilakukan perbaikan dan 9,345 mV setelah dilakukan perbaikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan nilai EMG atau dengan kata lain terjadi penurunan beban otot. Gaya yang diterima pada sebelum dan sesudah perbaikan rata-rata sebesar 259,83 N. Redesain yang dilakukan belum dapat mengurangi gaya yang diterima oleh pekerja, namun  gaya yang diterima masih dalam batas aman. Kata Kunci :     ergonomis, alat bantu, value engineering, beban otot, EMG, gaya, fine focus adjustment    Operators at work stations in the Fine Focus Adjustment ArisaMandiri PT Pratama often complain of stiffness and pain in the shoulder. This is caused by unnatural work postures. This study aims to design tools and chairs for workers with a fine focus adjusment approach and compare the biomechanics and anthropometry muscle load and the force received by the worker before and after the repair. The method used in the design of a tool is of value engineering. Identification of the functions carried out by using the FAST diagram. From the identification of needs and functions need to be improved with the addition of rotating and locking mechanism on the base work as well as the addition of seat height. The study produced a prototype design tool of the turntable and redesigning the prototype seat. Evaluation results show the value of EMG in the trapezius muscle by an average of 6.135 mV before and 9.345 mV repair after repair. So it can be concluded that an increase in the value of EMG or in other words a decline in muscle weight. The force received before and after repair by an average of 259.83 N. Redesign done have not been able to reduce the force received by the worker, but still acceptable styles within safe limits. Keywords: ergonomics, tools, value engineering, muscle load, EMG, force, fine focus adjustment
Penyusunan Alternatif Produksi Bersih Di UKM Batik Cap Kota Pekalongan Studi Kasus pada UKM Agus Wijaya dan UKM Ganesha Monika, Tenny; Susanty, Aries; Rinawati, Dyah Ika
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Industrial Engineering Online Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik is one part of the creative industry of crafting giving big contribution to Gross Domestic Product. Growth of batik industries which more and more its amount generate impact to growth of economics and contamination of environment. This study aim to analyse, identify and compile some cleaner production alternative which is possible applied at Small and Medium Enterprise (SMEs) Batik Cap in Pekalongan. From identifying yielded waste amount and type in each batik production process, in general both SMEs yield the same waste that is liquid waste, solid and gas. Liquid waste represent the biggest waste of  its amount. Identify environmental performance with calculation of index EPI (Environmental Performance Indicator) at two SMEs that is SMEs Agus Wijaya and SMEs Ganesha show negative value each of - 130,83 and - 401,62 meaning that environmental performance both SMEs not yet as according to standard quality of textile liquid waste and batik. From both identifying above compiled cleaner production alternative of waste management that is : collecting the droplets of wax from the process stamping than reuse it, recycle the collected wet wax from pelorodan process, reuse the wastewater from dyeing process, usage of padder machine, reduce the use of synthetic dyes with natural dyes, reuse the water from washing and flushing process as long as 2 days before disposal, construction the malam catcher (kowen), reuse the water from pelorodan process as long as 3 days before disposal and construction the simple Waste Water Treatment Process (WWTP). This formation alternative is expected can minimization the waste which is yielded so that SMEs can take care of environment and conduct efficiency produce concurrently.
REDUKSI WASTE UNTUK MEMINIMASI MANUFACTURING CYCLE TIME MELALUI PERANCANGAN KESEIMBANGAN LINTASAN DAN STASIUN KERJA (Studi Kasus PT.Inti Sukses Garmindo) Pane, Jeffry; Fanani, Zainal; Rinawati, Dyah Ika
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Industrial Engineering Online Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Inti Sukses Garmindo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang garment memproduksi berbagai macam jenis pakainan baik celana maupun baju dengan pangsa pasar dalam negeri dan luar negeri. Fokus penelitian ini adalah produksi celana.     Agar dapat bersaing dengan perusahaan  garment lainnya , perusahaan harus  meningkatkan produktivitasnya  untuk dapat memenuhi permintaan konsumen  tepat waktu. Saat ini masih terdapat banyaknya pemborosan  yang terjadi pada lantai produksi yang berpotensi memperpanjang manufacturing cycle time (MCT) yang bermuara kepada penurunan kapasitas produksi perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengurangi pemborosan-pemborosan tersebut. Penelitian ini difokuskan pada departemen sewing karena merupakan departemen yang memiliki produktivitas paling rendah. Dengan menggunakan pendekatan lean yaitu process activity mapping (APM) teridentifikasi empat jenis waste yang memiliki bobot persentase terbesar yang diyakini sebagai pemicu rendahnya produktivitas. Yaitu waiting waste sebanyak 42,47%, transportation 33,38%,  underutilize people 12,73 %, dan unnecessary motion 11,43 %. Usulan perbaikan transportation waste dan unnecessary motion melalui perancangan ulang layout dan desain ulang meja mesin jahit diharapkan mampu mereduksi MCT sebesar 362 detik. Sementara usulan untuk perbaikan waiting waste menggunakan metode line balancing, metode yang terpilih adalah metode helgeson dan bernie. Perancangan ulang keseimbangan lintasan dengan metode ini mampu mereduksi waiting waste menjadi 410 detik dari yang semula1191 detik. Sehingga mereduksi MCT menjadi 1768 detik dari semula 2650 detik. Penurunan MCT ini diprediksi mampu meningkatkan kapasitas produksi menjadi 776 celana/hari dari semula hanya 540 celana/hari.
PENGOLAHAN LIMBAH MANDIRI UNTUK MENINGKATKAN SUSTAINABILITAS UKM DI KAMPOENG BATIK LAWEYAN (Studi Kasusdi Ukm Saud Efendy Batik, Laweyan-Solo) Lestari, Septiana Puji; Hartini, Sri; Rinawati, Dyah Ika
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Industrial Engineering Online Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UKM Saud Effendy merupakan salah satu UKM yang berada di kawasan kampoeng batik Laweyan. Proses produksi pada Saud Effendy Batik menggunakan lilin, bahan pewarna yang melibatkan bahan-bahan kimia. Dengan banyaknya penggunaan zat pencemar tanpa melalui proses pengolahan menyebabkan turunnya kualitas lingkungan. Pada SE Batik upaya pengurangan dampak dengan menggunakan kembali limbah lilin, namun limbah cair masih dibuang begitu saja. Sehingga menyebabkan aliran air yang tercemar, merusak tatanan kehidupan air, merusak ketersediaan air untuk kepentingan umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat eko efisiensi proses produksi batik. Untuk selanjutnya memberikan usulan rancangan pengolahan limbah mandiri. Kemudian membandingkan dampak lingkungan sebelum dan sesudah adanya usulan rancangan pengolahan limbah. Dari hasil LCA didapatkan eco cost sebesar  Rp. 275.777.954,00. Dari perhitungan Cost Benefit Analysis untuk net value menunjukkan nilai profit ekonomi yang sangat tinggi berkisar Rp 1.129.377.644,00. UKM Saud Effendy batik memiliki tingkat eko efisiensi sebesar 75,6 %. Usulan rancangan pengolahan limbah mandiri dapat menurunkan eco cost sebesar Rp. 54.011.212,00. Hasil eko efsiensi setelah adanya usulan pengolahan limbah sebesar 81 %..
Analisis Postur Kerja Dengan Menggunakan Metode Ovako Working Posture Analysis System (OWAS) Dan Biomekanika (Studi Kasus Percetakan Sumber Barokah Semarang) Karina, Karina; Santoso, Haryo; Rinawati, Dyah Ika
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Industrial Engineering Online Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber Barokah merupakan usaha yang memproduksi kitab dan Al-Qur’an. Proses pengepakan dengan keadaan tempat kerja yang kurang ergonomis, menyebabkan terjadinya postur kerja yang berbahaya, sehingga menimbulkan keluhan muskuloskeletal pada pekerja. Dari hasil kuesioner Nordic Musculoskeletal Questionaire yang disebarkan pada 4 orang pekerja pada bagian pengepakan, selama 7 hari terakhir keluhan yang yaitu merasakan sakit pada leher 50%, kedua bahu 100%, punggung 100%, kedua siku 25%, pinggang 100%, serta kedua telapak dan pergelangan tangan 100%. Pada penelitian ini dilakukan penilaian postur kerja dengan metode Ovako Working Posture Analysis System (OWAS) serta pendekatan biomekanika. Dari hasil penilaian dengan metode OWAS didapat 50% aktivitas termasuk pada kategori 1, 13% aktivitas termasuk pada kategori 2, dan 25% aktivitas termasuk pada kategori 3 dan 13% aktivitas termasuk pada kategori 4. Maka pada kategori 3 dan 4 tersebut perlu untuk dilakukan perbaikan tempat kerja karena dapat menyebabkan resiko keluhan muskuloskeletal bagi pekerja. Dari hasil perbaikan didapat bahwa 100% aktivitas termasuk pada kategori 1. Sedangkan untuk pendekatan biomekanika, pengurangan beban yang terjadi pada area L4-L5 sebesar 45,93% pada aktivitas ke 4, 60,78% pada aktivitas ke 5, 40,53% pada aktivitas ke 6, dan 18,36% pada aktivitas ke 7
Co-Authors Aditya Wiratama Putra Agus Indra Winarko, Agus Indra Arfan Bakhtiar Ariani Putri Winanda, Ariani Putri Aries Susanty Arif Susilo Utomo Ary Arvianto Audy Yumna Ardila, Audy Yumna Bambang Purwanggono Catur Indra Agusman Christian Hendriawan Darminto Pujotomo Denny Nurkertamanda Dian Purnamasari Diana Puspita Sari Diana Puspitasari Fahrudin Fahrudin Fairuz Zakiah Fatrin Muljadi Fuzie Priatamphatie, Fuzie Gregorius Budhi Wisnu Haryo Santoso hilda prabandini Intan Arthantia Istiqobudi, Khoirunisa Jeffry Pane Karina Karina Kharisma Panca Kurniawati, Kharisma Panca Luri, Hangestya Marsius Sihombing, Marsius Marudut Mujur Mas Ajeng Puspito Astuti, Mas Ajeng Puspito Maya Kartika, Maya Medisia Pertiwi, Medisia Mega Inayati Rif’ah Meredith D Renjaan, Meredith D Meylani Meylani Mochamad Irfan Try Handoko Nadia Cynthia Dewi, Nadia Cynthia Nadia Cythia Dewi Nia Budi Puspitasari Nita Trisnawati Noor Charif Rachman, Noor Charif Novie Susanto P. Girsang, Artati Rut Pandu Martino, Pandu Prasetyo Yulianto Pratiwi, Icha Putri Purnawan Adi Wicaksono R. Ristanto Baskoro, R. Ristanto Rani Rumita Renaldi, Stellya V. Retno Diyah Anggraeny Sadam Samsudin Septiana Puji Lestari Silvia Merdikawati Singgih Saptadi Sinta Nurmalasari Sitompul, Boynard Giovinda Sri Hartini Sri Hartini Hartini Sriyanto Sriyanto Supartini Supartini Susatyo Nugroho W.P. Syahrani, Fauzan Tenny Monika Tri Setyo Wicaksono Widharto, Yusuf Wiwik Budiawan Yosia Bunga, William Ariel Zahra, Lutfia Zainal Fanani