Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan

PENGARUH KOMPRES HANGAT AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PASIEN REMATIK (OSTEOARTRITIS) PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA SABAI NAN ALUIH SICINCIN TAHUN 2014

Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : LPPM dan Kerjasama STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lanjut usia adalah rematik (osteoartritis). Osteoartritis merupakan kelainan sendi progresif ditandai dengan rasa nyeri yang mengakibatkan penurunan kualitas hidup lansia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kompres hangat aromaterapi lavender terhadap penurunan skala nyeri pasien rematik (osteoarthritis) pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode Pre Experiment dengan pendekatan One Group Pretest Postest. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel sebesar 16 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan alat ukur skala nyeri Visual Analog Scale (VAS) lalu dicatat dalam lembaran observasi dan dianalisis menggunakan uji T-test dua sampel dengan α = 0,05. Hasil penelitian ini didapatkan skala nyeri sebelum pemberian terapi kompres hangat aromaterapi lavender 5,50, sedangkan sesudah pemberian terapi kompres hangat aromaterapi lavender rata-rata skala nyeri menjadi 2,56. Hasil uji T-test dua sampel didapatkan p = 0,000 (p < 0,05), berarti hipotesis penelitian diterima yaitu terdapat perbedaan yang bermakna rata-rata skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan terapi kompres hangat aromaterapi lavender terhadap penurunan skala nyeri pasien rematik (osteoarthritis) pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Tahun 2014. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh kompres hangat aromaterapi lavender terhadap penurunan skala nyeri pasien rematik (osteoarthritis) pada lansia. Bagi keperawatan hendaknya dapat melakukan pengembangan terapi komplementer dalam upaya mengurangi nyeri rematik (osteoartritis).

HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN GANGGUAN MATA MIOPI PADA ANAK USIA SEKOLAH DI PUSKESMAS GULAI BANCAH BUKITTINGGI

Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : LPPM dan Kerjasama STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data WHO tahun 2004 menunjukkan 10% dari 66 juta anak sekolah menderita kelainan refraksi yaitu miopia. Survey kesehatan indera penglihatan yang dilakukan oleh DEPKES di 8 provinsi (Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan NTB) ditemukan kelainan refraksi pada golongan usia sekolah sebanyak 5% (Depkes, 2009 dalam Sasraningrat, 2011). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui “Hubungan Gaya Hidup Dengan Gangguan Mata Miopi Pada Anak Usia Sekolah di Puskesmas Gulai Bancah Bukittinggi”. Penelitian ini dilaksanakan selama 17 hari dengan teknik Accidental Sampling. Populasi sebanyak 154 orang. Penelitian ini menggunakan metode study korelatif dimana meneliti hubungan antara dua buah varibel. Alat yang digunakan adalah kuesioner. Dengan hasil penelitian, responden yang mengalami gangguan mata miopi adalah sebanyak 60.0%, sedangkan yang memiliki gaya hidup tidak sehat 45.0%. Dari 9 responden yang memiliki gaya hidup tidak sehat hampir keseluruhan yang mengalami gangguan mata miopi sebanyak 88.9% dan lebih dari separoh memiliki gaya hidup sehat 63.6% tidak mengalami miopi. Hasil uji statistik Chi-Square di dapat p = 0.028, dapat diambil kesimpulan ada hubungan gaya hidup dengan gangguan mata miopi pada anak usia sekolah di Puskesmas Gulai Bancah. Anak yang mengalami gaya hidup tidak sehat memiliki peluang sebanyak 14 kali mengalami gangguan mata miopi. Bagi pegawai Puskesmas diharapkan untuk memberikan penyuluhan kesekolah-sekolah tentang gangguan mata miopi, untuk peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian sejenis tapi dengan variabel yang berbeda.

PENGARUH PEMBERIAN PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) TENTANG TEKNIK MENCUCI TANGAN TERHADAP PENGETAHUAN MENCUCI TANGAN DI SD N 55 BATANG PIARAU LUBUK BASUNG KABUPATEN AGAM TAHUN 2014

Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : LPPM dan Kerjasama STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Handwashing behavior was not a usual day-to-day by the general public. Hand washing is an important thing to know melai children from an early age in order to materialize a clean and healthy lifestyle. Namunberdasarkan data that has been collected from SDN 55 Batang piarau, still a lack of knowledge of the student / i for washing hands. The purpose of this study was to determine the effect of granting extension Net sehah Behavior (PHBs) About Handwashing Handwashing Against knowledge in SD N 55 Rods Piarau Lubuk Basung Agam 2015.This study design using pre-Eksprimental One group pre-post test desaign. This research was conducted at SDN 55 Batang piarau 03 September to 7 September 2015. The population in this study were 55 students / I with a total sample of 47 students / i. The data in this study was collected using questionnaires and processed by paired t-test.Based on the analysis of the data showed that respondents knowledge before the intervention is given 100% low knowledge, and after being given the intervention of knowledge increased to 70.2% of respondents berpengrtahuan high, 23.4% of respondents were knowledgeable and 6.3 berpengetahuanrendah respondents about hand washing. Statistically, the provision of information has a significant influence in increasing student knowledge / i (p = 0.000)Recommended to students / I that higher knowledge in order to maintain and improve health with a clean and healthy life behavior, and student / i knowledgeable Low harder to improve his knowledge in order to create a clean and healthy lifestyle. For a school to reactivate UKS.

Hubungan Perilaku dan Lingkungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2014

Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : LPPM dan Kerjasama STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a health problem with an increasing number of cases is equal to 65.57 per 100 thousand inhabitants. Based on data from the health department of Bukittinggi in 2011-2013 the number of dengue cases in the region Puskesmas Tigo Baleh In 2011 as many as 20 cases, 35 cases were in 2012, in 2013 a total of 39 cases. this type of research is an analytic survey with case-control study design and size of the study respondents were 78 respondents with totaly sampling technique. The data was collected using a questionnaire with interview techniques. This research uses the chi-square test with 95% degree of confidence (ɑ = 0.05). The results showed no significant relationship between knowledge of the incidence of DHF (p = 0.000, OR 59,500), there was no significant relationship between the attitude of the incidence of DHF (p = 0.074, OR 2.066), a significant relationship between the incidence of dengue measures (p = 0.030 , OR 4.500), and no significant relationship between the environment and the incidence of DHF (p = 1.000 OR 2.054). Expected, government and health centers can improve public knowledge and action better through counseling with a more effective method.

HUBUNGAN STATUS GIZI, STATUS IMUNISASI, DAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA

Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : LPPM dan Kerjasama STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute Respiratory Infections (ARI) is an acute infections process which incubation for 14 days. It’s caused by microorganisms and attack one or more of the airway. Tanah Datar is a regency that incidence of ARI in children toddlers was highest (80.65%) in West Sumatera in 2011, with the most case in Batipuh I Health Centre (123.47%). The aims of this study were known variable and dominant factor relationship of ARI incidence on children toddlers at working area of Batipuh I Health Centers. Design of this research was cross sectional. Population was all mothers who have children toddlers (2079 people) and obtained 106 sample with multistage sampling technique. Data were analyzed by univariate and bivariate with Chi-square test. The results showed that there was a significant association between immunization status (p = 0.006, OR=6588, CI = 95%) and exclusive breastfeeding (p = 0.015, OR = 2.985, CI = 95%). Recommended to Batipuh I Health Center to provide information about the importance of immunization, exclusive breast feeding, and monitoring the nutritional status of children toddlers. The parents should provide a complete immunization, exclusive breast feeding, and pay attention to the nutritional status of children toddlers in order to anticipate the incidence of ARI.

PENGARUH INISIASI MENYUSU DINI TERHADAP PERUBAHAN SUHU TUBUH BAYI BARU LAHIR DI BPM “Y” KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2015

Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi
Publisher : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mayoritas bayi baru lahir terlahir normal dan sehat, bayi tersebut tidak memerlukan intervensi setelah pelahiran, selain dikeringkan dengan handuk hangat dan melakukan kontak kulit ke kulit dengan ibu mereka. Data yang diperoleh dari RSUD dr. Achmad Mochtar pada tahun 2014, didapatkan data bahwa kejadian hipotermia sebanyak 1,7%, bayi baru lahir sebanyak 2,6%, dan asfiksia sebanyak 4,9%. Salah satu penanganan kehilangan panas (hipotermi) salah satunya dengan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui apakah ada pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap pencegahan hipotermi pada bayi baru lahir di BPM “Y” kota bukittinggi tahun 2015. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian secara quasi eksperimen. Cara pengambilan sampel dengan accidental sampling. Data dikumpulkan dengan cara observasi, dan uji paired t-test secara komputerisasi. Dari pengolahan data yang dilakukan, didapatkan nilai p= 0,001. Dapat di jelaskan secara statistic ada hubungan yang signifikan antara pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap pencegahan hipotermi pada bayi baru lahir. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan suhu setelah dilakukan IMD. Di harapkan pada bidan nantinya untuk melakukan IMD kepada bayi baru lahir agar terhindar dari hipotermi.