Articles

Found 4 Documents
Search

Antioxidant Activity of Some Selected East Borneo Plants Ahmad, Islamudin; Sulistiarini, Risky; Rijai, Laode
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 4, No 1: March 2015
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The native plants of East Borneo the Costus specious (Koening) J.E. Smith stem, Lagerstroema spesiosa Pers leaf, Cerbera mangans L leaf, Vitis trifolia L fruit., Scurrula atropurpurea (Blume) Danser root, Brucea javanica (L.) Merr. leaf, Lygodium microphyllum, Bidens Chinensis Willd., Sonneratia caseolaris L. peel, Sonneratia caseolaris L. stem is almost under-explored for their potensial benefits. They were extracted by the solvents of increasing polarity (n-hexane, ethyl acetate, and n-butanol) were tested for their free radical activity against DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). The ethyl acetate extract of Costus spesiosus (Koening) J. E. Smith antioxidant were screnned concentration of 68 ppm, similarly athyl acetate extract of Vitis trivolia L., showed antioxidant activity at 64,30 ppm. As the ethyl acetate extract of Scurrulla atropurpurea (Blume), Brucea javanica (L.) Merr, Lygodium microphyllum and Sonneratia caseolaris L. stem, showed antioxidant activity at 273,52 ppm, 91,12 ppm, 17,39 ppm and 7,03 ppm. N-butanol extract of Lagerstroema spesiosa Pers, Cerbera mangans L, Bidens chinensis Willd, and Sonneratia caseolaris L. peel showed 8,37 ppm, 128,59 ppm, 18,17 ppm and 54,29 ppm antioxidant activity using DPPH model systems. Owing to the property, the studies can be further extended to exploit them for their possible application for preservation of food products as well as their use as health supplements
Inovasi Pendidikan Tinggi Kimia Indonesia: Suatu Konsep Pemikiran Paradigma Baru Rijai, Laode
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2013
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelompokan bidang ilmu/rumpun ilmu di Indonesia untuk kebutuhan pengelolaan kelembagaan didasarkan pada peran atau fungsi keilmuan tersebut pada aplikasi dan bukan pada kesamaan atau kemiripian materi kajian keilmuan.Hal ini telah mengakibatkan pemborosan sumberdaya terutama fasilitas laboratorium dan sumberdaya manusia khususnya staf pengajar. Laboratorium merupakan sumber belajar suatu Program Studi akan memiliki fasilitas dan desain yang sama dengan laboratorium Program Studi lainnya yang memiliki kesamaan atau kemiripan materi kajian.Hal ini terjadi pada keilmuan Kimia yaitu tergabung dalam Fakultas Matametika dan Ilmu Pengetahuan Alam untuk Program Studi Kimia, dan Program Pendidikan Kimia tergabung dalam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Kimia Teknik tergabung dalam fakultas teknik atau lembaga tersendiri. Pengelolaan kelembagaan yang demikian itu telah berakibat pada pemborosan sumberdaya yaitu suatu Perguruan Tinggi akan memiliki sarana dan parasarana laboratorium yang sama pada beberapa fakultas, demikian pula untuk tenaga pengajar.Selanjutnya, keilmuan kimia pada Pendidikan Tinggi Kimia Indonesia terus menurun peminatnya dari tahun ke tahun karena keilmuan kimia tetap konsisten sebagai ilmu dasar dan enggan melanjutkan kajian pada terapan langsung terkait kebutuhan mahluk hidup.Dalam filsafat ilmu, ilmu kimia menempati seluruh strata ilmu pengetahuan yaitu mulai dari perihal mendasar hingg aplikatif, namun pada kenyataannya hanya peran sebagai dasar keilmuan untuk aplikatif. Jika kita menelaah lebih detail definisi ilmu kimia yaitu mengkaji materi dan perubahannya, seharusnya tidak terbatas pada materi yang namanya atom, unsur, dan senyawa, akan tetapi seluruh materi di jagat ini melibatkan proses perubahan kimia dan fisika. Karena itu sangatlah mudah merumuskan Program Studi Kajian Kimia yang berorientasi pada terapan langsung yang terkait dengan kebutuhan mahluk hidup.Terapan-terapan kimia secaralangsungsaat ini justru muncul bukan dari para ahli kimia tetapi dari para pemanfaat ilmu kimia.Oleh karena itu diperlukan pemikiran baru tentang pengembangan Pendidikan Tinggi Kimia di Indonesia, antara lain membentuk Fakultas Kimia yang mengelola Program Studi-Program Studi berbasis keilmuankimia dan terus mengembangkan Program Studi Baru tentang Kimia yang terkait secara langsung dengan kebutuhan masyarakat.Pengkajian perihal tersebut dapat dimulai dari pembentukan wadah asosiasi untuk keperluan diskusi para ahli kimia di Indonesia dalam mengembangkan kelembagaan Pendidikan Tinggi Kimia di Indonesia.
A TRITERPENOID SAPONIN FROM SEEDS OF KOLOWE (Chydenanthus excelsus) Rijai, Laode; Sutardjo, Supriyatna; Bahti, Husein Hernandi; Supratman, Unang; Rumampuk, Rymond J.; Taylor, W.C.
Indonesian Journal of Chemistry Vol 4, No 3 (2004)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.279 KB)

Abstract

A triterpenoid saponin have been isolated from n-butanol fraction of the seeds of kolowe (Chydenanthus excelsus). The structure was determined as 3-O-[β-D-glucopyranosyl(1→3)-β-D-xylopyranosyl(1→3)- β - D-glucuronopyranosyloxy]- 22α -O-(2-methylbutiroyloxyolean-12-en-15α,16α,28-tri-hydroxy. Structure elucidation was accomplished by NMR (HMBC, HMQC/HSQC, ROE, ROESY, TOCSY) methods, ESIMS, and IR spectroscopic.   Keywords: Chydenanthus excelsus, Lecythidaceae, Triterpenoid saponin
FLAVONOLS FROM THE LEAVES Lygodium microphyllum (Lygodiaceae) Kuncoro, Hadi; Farabi, Kindi; Julaeha, Euis; Rijai, Laode; Shiono, Yoshihito; Supratman, Unang
Jurnal Kimia Vol. 11. No. 1 Januari 2017
Publisher : Program Studi Kimia FMIPA Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Basic Sciences, Udayana University, Bali, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flavonol compounds, quercetin (1) and quercetin-3-O-?-D-glucopyranoside (2) have been isolated from the ethyl acetate extract of Lygodium microphyllum leaves. The chemical structures of flavonol compounds were identified based on spectroscopic data and by comparison of spectral data obtained previously. The discovery of flavonol compounds in Lygodium microphyllum was shown in this study for the first time.