Rihandoyo Rihandoyo
Departemen Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro

Published : 81 Documents
Articles

ANALISIS PENERAPAN ELECTRONIC GOVERNMENT DI KABUPATEN PATI Purwandani, Sri; Maesaroh, Maesaroh; Rihandoyo, Rihandoyo
Journal of Public Policy and Management Review Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Journal of Public Policy and Management Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.643 KB)

Abstract

secara maksimal telah mendorong penulis untuk melakukan penelitian denganjudul “Analisis Penerapan Electronic Government di Kabupaten Pati”.Permasalahan utama di dalam penelitian ini ialah : Bagaimana penerapanelectronic government di Kabupaten Pati? Apakah faktor-faktor yang mendorongdan menghambat pengembangan electronic government di Kabupaten Pati?Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan electronicgovernment di Kabupaten Pati dan untuk mengetahui faktor-faktor yangmendorong dan menghambat penerapan tersebut. Upaya menjawab permasalahandan tujuan penelitian dilakukan dengan menggunakan elemen suksespengembangan e-Government menurut Harvard JFK School of Governmentantara lain support, capacity, dan value. Selain itu, juga menggunakan elemensukses pengembangan e-Government menurut Moon dalam Sistem InformasiManajemen yang terdiri dari willingness dan local culture. Data di dalampenelitian ini dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dandokumentasi yang berkaitan dengan penerapan electronic government diKabupaten Pati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-Government diKabupaten Pati belum dapat berjalan secara maksimal karena terdapat faktorfaktorpenghambat yang mempengaruhi perkembangannya. Belum ada support didalam penerapan e-Government dengan tidak adanya political will daripemerintah. Capacity yang sangat terbatas dengan sumber daya finansial,infrastruktur teknologi informasi dan sumber daya manusia yang kurangmemadai. Tidak adanya willingness masyarakat Kabupaten Pati di dalammemanfaatkan fasilitas e-Gov serta adanya local culture dari masyarakat yanglebih menyukai cara manual daripada menggunakan media elektronik di dalammelakukan berbagai pekerjaan. Saran yang dapat diberikan guna meningkatankualitas pengembangan e-Government di Kabupaten Pati antara lain denganmengadaan sosialisasi pemanfaatan IT di lingkungan pemerintahan secara berkala,mengadakan kerjasama yang lebih luas dengan sektor swasta, peningkatan jumlahsarana prasarana infrastruktur, peningkatan SDM pegawai melalui pelatihan, serta sosialisasi secara kontinyu kepada masyarakat tentang keberadaan e-Governmentdan pemanfaatannya.
Evaluation of Bandeng Cluster Program to Empower Economy in Semarang Mardika, Riski Era; Dwimawanti, Ida Hayu; Rihandoyo, Rihandoyo
Journal of Public Policy and Management Review Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012
Publisher : Journal of Public Policy and Management Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.944 KB)

Abstract

Bandeng Cluster Program in Semarang is one of the innovative idea to empower economy. It is a response for empowering issue that lower economical class must be empowered so they can fulfill their needs. This program is to optimalize economical local resources in Semarang which is bandeng The target is all UKM bandeng in Semarang.The goal of this research is to evaluate Bandeng Cluster implementation. This evaluation to make known the success rate, resist factor, and future recomendation by analyse the program using these indicator: input, proccess, output, outcome, benefit and impact. This research use Snowball Sampling technique and the methods of data collection is use indept interview with purposive system to choose the informants. The result of the research show that Bandeng Cluster program its not effective. The result from Program Evaluation Form (EK-1) and (EK-2) showed that value of each activity in Bandeng Cluster program worked ineffectively. Its because of implementation of Statute and Bylaws was not implemented to the fullest also no punishment if there is violation.. Unhealthy competition between UKM also affected because this program yet reach smaller UKM who needs help. Mechanism to use facility also can not be done because of its location is too far, the different kind of bandeng product, and the different taste product of each UKM. Resistant factors from the Bandeng Cluster program are the concept; the characteristic of the cluster is not ideal; hard access to find the main ingredient; unrealized capital access; inactive cluster workers; low coordination; bureaucracy; unequal aid; and also lack of concern and control of government.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PEMBUATAN SURAT IJIN USAHA PERDAGANGAN DI KANTOR BADAN PELAYANAN PERIJINAN TERPADU (BPPT) KOTA SEMARANG Reinaldi, Didi Hadiyanto; Dwimawanti, Ida Hayu; Rihandoyo, Rihandoyo
Journal of Public Policy and Management Review Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Journal of Public Policy and Management Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.28 KB)

Abstract

Manufacturing services permit trading is a form of public service provided by the local government to the public and regulated by Regulation No. 6 of 2009. Permit trading is to control any activity that causes interference place of business, hazards, losses from time to time, so as not to interfere with the preservation of the business and harm society. This study aims to analyze quality of service to manufacturing trade business license granted to prospective entrepreneurs in the Integrated Licensing Service Agency (BPPT) Semarang.This study used a qualitative descriptive method. The locus of this study in the office of the Integrated Licensing Service Agency (BPPT) of Semarang and the focus Making Service Quality Trading Business License. The data source using the primary data source and secondary data. The research instrument uses the researcher as research instrument, interview guide, informer. Technique selection study using purposive sample of informants. Techniques of data collection through interviews, observation, documentation and literature. Data analysis techniques using domain data analysis techniques.In this study there were 5 observed phenomenon that service procedures, clarity attendant service, speed of service, the reasonableness of the cost of services, as well as the certainty of the service charge. From the results obtained clarity and reasonableness of service personnel has found that the cost of servicing a good result. As for the procedure of service, speed of service and assurance services necessary costs of particular concern because it is considered less than the maximum.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGGUNAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH DI KOTA SEMARANG (STUDI KASUS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI SEMARANG SELATAN TAHUN 2011) Nugroho, Rosihan Widi; Widowati, Nina; Rihandoyo, Rihandoyo
Journal of Public Policy and Management Review Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Journal of Public Policy and Management Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.348 KB)

Abstract

Analyzing the Implementation of Bantuan Operasional Sekolah or School Operational Fund and the Public’s Interests in Free Basic Education. The Government of the Republic of Indonesia has recently issued an educational policy, the so-called Bantuan Operasional Sekolah known as BOS or School Operational Fund. This article presents the results of a descriptive study on the implementation of the School Operational Fund in the regency of Gunung Mas, Central Java. The data were obtained through survey on the spot, document analysis, and interviews. The results show that School Operational Fund has increased the interest of the public to send their children to primary schools. This has been indicated by the results of the interviews with a number of school principals and students’ parents (guardians) in the area. However, the interest to send children to primary schools was more significant than that to junior high schools.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PEMBUATAN E-KTP DI KECAMATAN PEDURUNGAN Q, Defra Alchindi; Setyaningsih, Endang Larasati; Rihandoyo, Rihandoyo
Journal of Public Policy and Management Review Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Journal of Public Policy and Management Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.404 KB)

Abstract

Peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya ditempuh melalui keputusan – keputusan, tetapi melalui peningkatan kemampuan aparat dalam memberikan berbagai materi mengenai manajemen pelayanan melalui diklat – diklat struktural pada berbagai tingkatan. Penilaian kinerja pelayanan public tidak cukup hanya dilakukan dengan menggunakan indikator – indikator yang melekat pada pengguna jasa seperti kepuasan para pengguna jasa seperti kepuasan para pengguna jasa.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas pelayanan pembuatan E-KTP yang diberikan oleh Pemerintah Kecamatan Pedurungan Kota Semarang yang diukur melalui beberapa indikator kualitas pelayanan, yaitu: jaminan, bukti langsung, empati, daya tanggap, kehandalan, dan komunikasi. Selain itu penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui faktor kendala dari kualitas pelayanan yang dapat dilihat dari sarana dan prasarana, prosedur pelayanan, dan kemampuan pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif dengan pengumpulan data yang diperoleh dari observasi dan wawancara.Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan pembuatan E-KTP di Kecamatan Pedurungan masih belum maksimal yang dapat dilihat dari jaminan penyelesaian yang belum pasti, sarana dan prasarana yang kurang memadai, kurangnya perhatian dan tanggapan yang baik dari pegawai, daya tanggap pegawai yang kurang serta kurangnya informasi yang diberikan kepada masyarakat mengenai prosedur pelayanan. Peneliti menyarankan agar Pemerintah Kecamatan Pedurungan meningkatkan kinerja pegawai dengan melakukan pelatihan terhadap pegawai, menambah sarana dan prasarana dan juga memperjelas informasi mengenai prosedur pelayanan.
STRATEGI PEMBERDAYAAN ANAK JALANAN PADA DINAS SOSIAL PEMUDA DAN OLAH RAGA KOTA SEMARANG Purnama, Yoga; Hidayat, Zaenal; Rihandoyo, Rihandoyo
Journal of Public Policy and Management Review Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Journal of Public Policy and Management Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.995 KB)

Abstract

Anak Jalanan merupakan fenomena ketidakberdayaan orang tua untuk melindungi mereka sehingga anak dijadikan untuk memenuhi kebutuhan keluaraga atau untuk menjadi pemecahan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dengan lepas dari orang tua dan mencari nafkah dijalanan. Jumlah anak jalanan yang tinggi di Kota Semarang mengharuskan usaha pemberdayaan yang serius dari pemerintah kota semarang untuk menekan jumlah anak jalanan. Stigma negatif yang muncul terhadap anak jalanan terhadap anak jalanan dalam kehidupan masyarakat berdampak pada anak jalanan yang dianggap sebagai pengganggu ketertiban umum. Ditambah lagi dengan belum adanya regulasi lokal yang melindungi hak-hak para anak jalanan. Kondisi tersebut menjadi latar belakang dalam penelitian ini.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi pemberdayaan anak jalanan di kota Semarang, faktor apa saja yang mempengaruhi serta untuk mengetahui kendala dan hambatan yang dihadapi. Data yang didapat selanjutnya digunakan untuk merumuskan strategi alternatif yang dapat digunakan dalam upaya pemberdayaan anak jalanan.Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif kualitatif dalam menggungkap permasalahan dan tujuan penelitian dengan menggunakan responden dari Dinas Sosial Pemuda dan Olah Raga Kota Semarang, Rumah Perlindungan Sosial Anak, Anak Jalanan, Masyarakat. Analisis SWOT (Strenghts, Weakneses, Opportunnites, Threats)digunakan untuk menemukan isu-isu strategis dalam pemberdayaan anak jalanan di Kota Semarang. Isu strategis yang ada dievaluasi dengan menggunakan litmus test untuk menentukan tingkat kestrategisan dari isu-isu tersebut.Hasil penelitian dengan uji litmus menunjukkan bahwa isu yang paling strategis dalam pemberdayaan anak jalanan adalah pengusulan pembuatan peraturan daerah yang mengatur tentang teknis pelaksanaan pemberdayaan anak jalanan, penganggaran, monitoring, dan evaluasi serta tanggung jawab keluarga dan masyarakat. Faktor kunci keberhasilan dalam upaya pemberdayaan anak jalanan yang ditawarkan adalah meningkatkan koordinasi, komitmen dari kerjasama pihak-pihak terkait, membuat regulasi atau landasan hukum serta meningkatkan dukungan masyarakat.
IMPLEMENTASI UU NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN (STUDI KASUS DI SMA NEGERI 4 KOTA MAGELANG) Kurniawan, Iwan; Purnaweni, Hartuti; Rihandoyo, Rihandoyo
Journal of Public Policy and Management Review Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Journal of Public Policy and Management Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.997 KB)

Abstract

Pertumbuhan kepemilikan kendaraan yang pesat dalam tahun-tahun terakhir ini memberikan tekanan yang cukup berat pada jaringan jalan dan alat pengatur lalu lintas. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor mengakibatkan muncunyal beberapa dampak, salah satunya adalah peningkatan angka pelanggaran di jalan raya. Fenomena ini terjadi karena peningkatan jumlah sepeda motor tidak diiringi dengan peningkatan kesadaran dari masyarakat. Pelanggaran lalu lintas kian memprihatinkan, sehingga mengakibatkan peningkatan kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal ataupun luka-luka yang tidak sedikit. Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Adapun tujuan dan sasarannya adalah untuk membina dan menyelenggarakan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang aman, selamat, tertib, dan lancar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya pelaksanaan sosialisasi di kalangan siswa SMA Negeri 4 Magelang. Kemudian tujuan kedua adalah komunikasi dan sikap yang mempengaruhi implementasi UU ini. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan wawancara mendalam kepada narasumber, serta kuesioner sebagai pelengkap. Pemilihan sampel yang digunakan adalah teknik acak (random sampling).Berdasarkan hasil penelitia dapat ditarik kesimpulan bahwa keberhasilan implementasi UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya sosialisasi di kalangan siswa SMA Negeri 4 Magelang belum sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Saran untuk meminimalisir penyimpangan adalah hendaknya pemahaman petugas terhadap isi UU No. 22 tahun 2009 dan aturan pelaksanaannya perlu ditingkatkan, sehingga petugas memiliki dasar yang kuat dalam mengambil suatu keputusan, dan masyarakat memperoleh informasi yang memadai.
Relations Work Ability, Discipline, and Job Satisfaction Work With Employee Performance Sub District Kedungwuni Pekalongan Perdana, Artika Bina; Maesaroh, Maesaroh; Rihandoyo, Rihandoyo
Journal of Public Policy and Management Review Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Journal of Public Policy and Management Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.045 KB)

Abstract

Every organization wants its employees to perform optimally. Theperformance results achieved are a person in carrying out the tasks assigned toemployees based on skills, experience, determination and time. One important aspectin realizing the success of employee performance is its ability of government officialswho work professionally. In addition to increased job satisfaction and workdiscipline. The study aims were to determine the relationship of work ability, jobsatisfaction and work discipline to the performance of district employees KedungwuniPekalongan district.This study uses a design or explanatory research design. The population inthis study were all employees of the District Kedungwuni Pekalongan district,amounting to 55 people. the unit of analysis in the form of an employee. Sampleswere taken by census sampling technique, in which all employees were targetedsampling. Techniques of data analysis using the Kendall rank correlation andKendall rank correlation W.Research findings indicate that there is a significant relationship between theability to work with employee performance, there is a significant relationshipbetween job satisfaction with the performance of employees, there is a significantrelationship between the discipline of working with employee performance, there is asignificant relationship between work ability, job satisfaction and disciplineperformance of work by employees in the District Kedungwuni Pekalongan district.Advice can be given to improve the performance of employees, by making theprocedures or standards of work that can be understood and implemented by allemployees. In addition to increasing the available facilities office supplies. Toimprove labor discipline by priventif approach.
STUDI IMPLEMENTASI PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PERKOTAAN DI KELURAHAN WINONG KECAMATAN BOYOLALI KABUPATEN BOYOLALI Agustian, Taufik; Widowati, Nina; Rihandoyo, Rihandoyo
Journal of Public Policy and Management Review Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Journal of Public Policy and Management Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.133 KB)

Abstract

This research is a qualitative research motivated by the National Program for Urban Community Empowerment (PNPM Mandiri Perkotaan) that still experience difficulties to reducing poverty in Indonesia. The research is focused on the implementation of PNPM Mandiri Perkotaan in Winong, Boyolali and it is influencing factors covering communication, resources, implementor dispotition, bureaucratic structure, implementing organizations, and socio-economic environment.The results showed that the PNPM Mandiri Perkotaan in Winong, Boyolali still less effective and also less positive impact on the development of community life caused by low levels of human resource and poor socialization. So it takes a strategy to improve the quality of human resources as well as good communication strategy in order to improve the welfare of the people in Winong.
Evaluation of Street Children Development Program at Setara Shelter House Semarang Fesdyanda, Dimas Arfan; Hariani, Dyah; Rihandoyo, Rihandoyo
Journal of Public Policy and Management Review Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012
Publisher : Journal of Public Policy and Management Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3403.403 KB)

Abstract

Coaching format appropriate to the street childrens needs and expectationswith respect to the factors of domestic and external factors. Among the factors in thepotential and the limitations that exist, while external factors are the opportunitiesand constraints. Effort to find a format modeled on fostering the development ofstreet children through these houses will be done by exploring the potential,weaknesses, opportunities and constraints of the problems of street children who willbe integrated with the existing pattern of approach to suit the needs and demands ofthe street children themselves. The study aims were to describe the achievement ofprogram development through Shelter Home for street children in Semarang. Todetermine the factors supporting and inhibiting formation program through a HouseShelter for street children in SemarangThe approach used in this study is descriptive qualitative data collectionmethod is observation / observation, documentation, and interviews. The gathereddata will be presented by the reduction of unnecessary data in the study. Once thatwas done inferences / verification.Based on the discussions and conclusions, the authors propose the followingrecommendations: Input, consisting of support resources and human resources.Availability of resources necessary coaching support street children in shelter homesEquivalents quite good. Process, the House dropped the equivalent of setting thework program focuses on the empowerment of street children through learning.Outputs (results), the intensity of the achievements have not been optimal, but as faras conditions permit because of the limited financial resources, human resources andmobility facilities owned houses. Outcomes (impact), viewed from the aspect ofperformance shows non optimal level of capacity or capability of a halfway houseofficers in understanding service procedures and the understanding of the socialwork profession to have an impact on the achievement of service performance.