Articles

Found 10 Documents
Search

DISTRIBUSI SUMBERDAYA IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN LAUT CINA SELATAN Ridho, Moh. Rasyid; Kaswadji, Richardus F.; Jaya, Indra; Nurhakim, Subhat
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 11, No 2 (2004): Desember 2004
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.804 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan antara distribusi sumberdaya ikan demersal dengan kedalaman perairan dan faktor-faktor lingkungan perairan Laut Cina  Selatan. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 10 September - 5 Oktober 2001 dengan kedalaman 13-72 meter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa distribusi sumberdaya ikan demersal tergantung dari salinitas, kedalaman dan suhu perairan. Pengaruh faktor salinitas lebih besar dari faktor kedalaman dan suhu perairan. Distribusi Alepes kalla, Selaroides leptolepis, Scutor ruconeus, Leiognathus leusiscus, Pomadasys maculatus, Pomadasys argyreus, Pampus argenteus, Upeneus tragula dan Nemipterus mesoprion pada perairan dangkal dengan salinitas yang rendah serta suhu yang tinggi. Sebaliknya Nemipterus marginatus, Nemipterus peronii, Nemipterus tambuloides, Priacanthus macracanthus dan Upeneus bensasi pada perairan yang lebih dalam, salinitas yang tinggi dan pada suhu yang rendah. Distribusi Atropus atropus, Gazza minuta, Leiognatus equulus dan Scomberomorus commerson pada perairan dengan kecerahan yang tinggi. Scolopsis taeniopterus, Saurida undosquamis dan Priacanthus tayenus memiliki toleransi yang luas terhadap faktor lingkungan.Kata kunci: distribusi, ikan demersal, perairan Laut Cina Selatan.
Keanekaragaman Jenis Ikan di Hulu Sungai Cikaniki Taman Nasional Gunung Halimun, Jawa Barat Ridho, Moh. Rasyid; Patriono, Enggar; Tjakrawidjaja, Agus Hadiat
Jurnal Penelitian Sains No 14 (2003)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of the rearch was to collect information about fish species diversity in upper end of Cikanini River in Gunung Halimun National Park (GHNP), for conservation that is suitable with the status of GHNP a a conservation area in West Java. The research had been conducted in the upper end of Cikanini River, in Citalahab and Cilanggar Village areas during September 1999. The research used survey method. The catching of fish was done from down stream to upper end of Cikanini River wirh difference kinds of sampling method. The result of the research was 9 fish species that had been identified. There was 33.3% of fish species greater than the result of previous research. Fish spesies was dominated by Rasbora aprotaenia. Difference kinds of sampling method are inclined to catch difference fish pecimens. Sampling method using seine net is inclined to catch more specimens. Sampling method using Derris is inclined to catch all species of fish that exist in the fish habitat; however, the number of specimens is lesser than sampling method using seine net. Sampling methods using push net and electric fishing result in a very effective catching in location with rapid current in the middle of river.
DISTRIBUSI SUMBERDAYA IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN LAUT CINA SELATAN Ridho, Moh. Rasyid; Kaswadji, Richardus F.; Jaya, Indra; Nurhakim, Subhat
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 11, No 2 (2004): Desember 2004
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.804 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan antara distribusi sumberdaya ikan demersal dengan kedalaman perairan dan faktor-faktor lingkungan perairan Laut Cina  Selatan. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 10 September - 5 Oktober 2001 dengan kedalaman 13-72 meter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa distribusi sumberdaya ikan demersal tergantung dari salinitas, kedalaman dan suhu perairan. Pengaruh faktor salinitas lebih besar dari faktor kedalaman dan suhu perairan. Distribusi Alepes kalla, Selaroides leptolepis, Scutor ruconeus, Leiognathus leusiscus, Pomadasys maculatus, Pomadasys argyreus, Pampus argenteus, Upeneus tragula dan Nemipterus mesoprion pada perairan dangkal dengan salinitas yang rendah serta suhu yang tinggi. Sebaliknya Nemipterus marginatus, Nemipterus peronii, Nemipterus tambuloides, Priacanthus macracanthus dan Upeneus bensasi pada perairan yang lebih dalam, salinitas yang tinggi dan pada suhu yang rendah. Distribusi Atropus atropus, Gazza minuta, Leiognatus equulus dan Scomberomorus commerson pada perairan dengan kecerahan yang tinggi. Scolopsis taeniopterus, Saurida undosquamis dan Priacanthus tayenus memiliki toleransi yang luas terhadap faktor lingkungan.Kata kunci: distribusi, ikan demersal, perairan Laut Cina Selatan.
AKURASI NILAI KONSENTRASI KLOROFIL-A DAN SUHU PERMUKAAN LAUT MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH DI PERAIRAN PULAU ALANGGANTANG TAMAN NASIONAL SEMBILANG Sidik, Astrijaya; Agussalim, Andi; Ridho, Moh. Rasyid
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 2 (2015): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.824 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui akurasi pemetaan hasil pengolahan citra nilai konsentrasi  klorofil-a  dan  suhu  permukaan  laut  di  sekitar perairan pulau  Alanggantang, Taman  Nasional  Sembilang  pada  bulan  Juli 2013.  Proses  pemetaan  dilakukan  dengan mengolah data citra Landsat 8 tanggal 19 Mei 2013 dengan menggunakan perangkat lunak ENVI 4.8 dan ArcGis 9.3 kemudian dianalisis. Hasil analisis pengolahan citra diregresikan dengan data hasil pengukuran lapangan untuk mengetahui akurasi pemetaan. Konsentrasi klorofil-a  hasil  analisis  laboratorium  dikorelasikan  dengan  suhu permukaan  laut  hasil pengukuran  lapangan  untuk  mengetahui  hubungan antara  kedua  parameter.  Hasil penelitian  menunjukkan  hubungan konsentrasi  klorofil-a  dengan  suhu  permukaan  laut pengukuran  lapangan masuk  kedalam  kategori  rendah  yaitu  -0,234  dan  hubungan signifikan antara  kedua  parameter  adalah  tidak  signifikan  yaitu  sebesar  0,321. Akurasi pemetaan menggunakan regresi  polynomial 3  untuk klorofil-a koefisien determinasi (R2) sebesar 0,314 sedangkan untuk suhu permukaan laut adalah 0,599.KATA KUNCI: , Klorofil-a, Landsat 8, pulau Alanggantang, suhu permukaan laut.
KUALITAS PERAIRAN SUNGAI KUNDUR BERDASARKAN MAKROZOOBENTOS MELALUI PENDEKATAN BIOTIC INDEX DAN BIOTILIK Amizera, Susy; Ridho, Moh. Rasyid; Saleh, Edward
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 2 (2015): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.185 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas sungai kundur melalui pendekatan biotic index dan biotilik. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Mei 2014 sampai dengan November 2014 di sepanjang aliran sungai Kundur, kelurahan Mariana, kecamatan Banyuasin 1. Penentuan lokasi pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada enam stasiun penelitian. Analisa data dilakukan dengan perhitungan indeks toleransi makrozoobentos melalui biotic Index dan biotilik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai biotic index yaitu 8,72 dan nilai biotilik yaitu 1.Penilaian tersebut sama – sama menggambarkan bahwa kualitas sungai kundur berada pada kondisi tercemar berat. Kondisi ini ditunjukkan oleh jenis makrozoobentos yang ditemukan pada perairan ini memiliki nilai toleransi yang cukup tinggi terhadap pencemaran.KATA KUNCI: Biotilik, biotic index, makrozoobentos, sungai.
Keanekaragaman Jenis Ikan di Estuaria Sungai Musi, Pesisir Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan Ridho, Moh. Rasyid; Patriono, Enggar
Jurnal Penelitian Sains Vol 19, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.232 KB)

Abstract

The research about fishes diversity in Musi River Estuarine, Coastal of Banyuasin Regency, South Sumatera Province have been conducted in June and July 2013. The aim of the study was to analyze the diversity of fishes in Musi River Estuarine Coastal of Banyuasin Regency, South Sumatera Province. The sample identification held in the Animal Taxonomy Laboratory of Biology Department of Sriwijaya University, Inderalaya. This research using the survey method and the sampling of fishes using the purposive sampling method. The sampling was conducted by using some equipments, such as belad, nets, and net barracks. From this research obtained there were 32 species, 438 individual included in 28 families of fishes. In June 2013, the diversity index (H') was 2,304, while the evenness index (E) was 0,958. In July 2013, the diversity index (H') was 2,561, while the evenness index (E) was 1,044. The relative abundance of species from June until July were (0,36 – 30,67) %. The better mangrove condition, the higher diversity index of fishes. The fish that the low abudance like Mystus is the fresh water fish; and the fishes like Arius venosus, Tachyleus sp, Trichiurus savala cuvier, Polynemus longipectoralis, Synaptura commersoniana and Himantura signifer are the marine fishes; and the fishes that the high abundance like Liza melinoptera, Coilia lindmoni, Paraplotosus are the estuarine fishes.
Keanekaragaman Plankton dan Hubungannya dengan Kualitas Perairan Terusan Dalam Taman Nasional Sembilang Banyuasin Sumatera Selatan Handaiyani, Sapta; Ridho, Moh. Rasyid; Bernas, Siti Masreah
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.495 KB)

Abstract

Ekosistem mangrove di perairan Terusan Dalam Taman Nasional Sembilang Banyuasin sebagai eko-sistem peralihan antara laut dan darat mempunyai gradien sifat lingkungan yang sangat tajam. Plankton meru-pakan salah satu komponen penting dalam ekosistem perairan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian ten-tang keanekaragaman plankton dan hubungannya dengan kualitas perairan Terusan Dalam Taman Nasional Sembilang Banyuasin Sumatera Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan sampel dengan menentukan stasiun dengan memilih daerah yang mewakili lokasi penelitian. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan gambaran data yang mewakili kondisi perairan tersebut. Pengamatan di setiap stasiun dilakukan dengan 3 kali ulangan. Setelah semua titik pengama-tan ditetapkan, dilakukan pengambilan sampel dan pengukuran parameter-parameter yang diperlukan, baik parameter fisika, kimia dan biologi. Indeks kemerataan plankton pada bulan April 2012 berkisar antara 0,242-0,648 ind/L, sedangkan pada bulan Juni 2012 berkisar antara 0,35-3,422 ind/L. Indeks dominansi plankton pada bulan April 2012 berkisar antara 0,00059-1,2228 ind/L, sedangkan pada bulan Juni 2012 berkisar antara 0,00118-0,70298 ind/L. 
Aspek Reproduksi Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer Block) di Perairan Terusan Dalam Kawasan Taman Nasional Sembilang Pesisir Kabupaten Banyuasin Ridho, Moh. Rasyid; Patriono, Enggar
Jurnal Penelitian Sains Vol 18, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.518 KB)

Abstract

Penelitian mengenai aspek reproduksi ikan Kakap putih (L. calcarifer Block) di Perairan Terusan Dalam kawasan Taman Nasional Sembilang Pesisir Kabupaten Banyuasin telah dilakukan pada bulan Maret sampai Juni 2012. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek reproduksi ikan Kakap putih (L. calcarifer Block) yang meliputi hubungan panjang-berat, rasio kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), fekunditas dan diameter telur. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan alat tangkap jaring tangsi yaitu jaring dengan mata jala berdiameter 3-4 inchi dan berukuran 100-500 meter yang dipasang menutupi sebagian perairan sepanjang aliran sungai dengan tinggi jaring berkisar antara 5 - 15 m dengan sistem pemasangan zig-zag. Jumlah ikan Kakap putih yang diperoleh dari bulan Maret sampai bulan Juni berjumlah 31 ekor. Pola pertumbuhan ikan Kakap putih (L. calcarifer Block) bersifat allometrik negatif. Ikan Kakap putih (L. calcarifer Block) termasuk ikan hermaprodit protandri yaitu sifat perubahan kelamin dari jantan menjadi betina. Tidak ditemukan ikan Kakap putih berjenis kelamin betina. Tingkat kematangan gonad (TKG) ikan Kakap putih (L. calcarifer Block) berdasarkan sampel dikelompokkan menjadi TKG I, II, dan III dengan kisaran indeks kematangan gonad (IKG) antara 0,0012 % sampai 0,006 %.
Kebiasaan Makanan Ikan Beloso (Saurida undosquamis) di Perairan Laut Cina Selatan Bagian Selatan (LCS) Ridho, Moh. Rasyid; Kaswadji, Richardus F.; Jaya, Indra; Nurhakim, Subhat
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 22, No 1 (2005)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research is to understand the food habit of the lizard fish (Saurida undosquamis) in Southern South China Sea.For this purpose, purposive random sampling was conducted over 19 stations in trawlable bottom waters using swept area method and sample of 250 of S. undosquamis were examined for their stomach content. The lengths of S. undosquamis under this observation were 15,0-26,8 cm. The result showed that the S. undosquamis is demersal fish that distributed diurnally. The food habit of the S. undosquamis in South China Sea was different between the day and the night. The food habit of S. undosquamis in the day are mainly small demersal fishes, especially Leiognathus leusiscus and Upeneus sulphureus that have the same diurnal distribution pattern as  S. undosquamis. Meanwhile, during the night time, the food habit of  S. undosquamis was dominated by shrimps.
Penggunaan Data Inderaja untuk Mengkaji Perubahan Kawasan Hutan Lindung Pantai Utara Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan Sejak Tahun 1978-2014 Nurhuri, Fisop; Budianta, Dedik; Ridho, Moh. Rasyid
Jurnal Penelitian Sains Vol 18, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.292 KB)

Abstract

Kelas kerapatan kawasan hutan lindung Pantai Utara Kabupaten Banyuasin dibagi menjadi tiga kelas yaitu kelas kerapatan jarang, kelas kerapatan sedang dan kelas kerapatan lebat. Tahun 2014 kerapatan jarang terdistribusi merata di wilayah kawasan hutan lindung, dan kerapatan vegetasi lebat jumlahnya sangat sedikit. Faktor yang menyebabkan perubahan indeks kerapatan adalah adanya aktivitas manusia seperti penebangan pohon yang semakin sering dilakukan, konversi hutan primer dan sekunder menjadi pemukiman, perkebunan, sawah dan lain-lain.Perubahan tutupan lahan kawasan hutan primer tahun 1978-2014 dari hasil analisis data pada citra Landsat ditemukan perubahan yang tidak berkesinambungan antara tahun 1978 – 2014. Perubahan terlihat jelas pada total luas perubahan tutupan lahan kawasan hutan lindung tahun 1978 sebesar 43.599,04 Ha, tahun 1989 sebesar 54.599,22 Ha, tahun 2000 sebesar 26.239,654 Ha, tahun 2009 sebesar 25.817,225 Ha, tahun 2014 sebesar 26.939,535 Ha. Yang menyebabkan perhitungan luas tutupan lahan menjadi tidak berkesinambungan yaitu adanya sebaran awan dan air, sehingga mengurangi informasi luasan pada citra.