Ahmad Ridhay
Tadulako University

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Interkalasi Lempung Dengan Surfaktan Garam Ammonium Kuarterner Dan Aplikasinya Pada Penyerapan Logam Hg Wati, Rahma; Sumarni, Ni Ketut; Ridhay, Ahmad
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Number 1 (March 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik lempung dari desa Beka yang meliputi gugus fungsi dan struktur mineral serta pengaruh variasi berat lempung terinterkalasi surfaktan garam ammonium kuarterner terhadap penyerapan logam merkuri. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan  rasio berat surfaktan terhadap lempungyaitu 0:10, 1:10, 2:10, 3:10, 4:10, dan5:10 (b/b). Setiap perlakuan dilakukan sebanyak dua kali. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa lempung asal desa Beka mengandung mineral: pyrophyllite, kuarsa, albit, dan clinochlore. Untuk persentase penyerapan lempung tanpa terinterkalasi sebesar 96,33 % dan kapasitas penyerapannya sebesar 9,63 mg/g, sedangkan untuk lempung terinterkalasi surfaktan mengalami peningkatan seiring dengan tingkat rasio berat surfaktan yang ditambahkan yaitu dari 1 g ke 5 g persentase penyerapan 97,26 % dan kapasitas adsorpsi 9,73 mg/g  menjadi persen penyerapan 98,98 % dan kapasitas adsorpsi 9,90 mg/g.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Limbah Kulit Ari Biji Kopi (Coffea sp) Berdasarkan Tingkat Kepolaran Pelarut Marcelinda, Agriyani; Ridhay, Ahmad; Prismawiryanti, Prismawiryanti
Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Number 1 (March 2016)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2012/

Abstract

"> Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas antioksidan ekstrak kulit ari biji kopi (Coffea sp) berdasarkan tingkat kepolaran pelarut. Penelitian ini diawali dengan melakukan ekstraksi menggunakan pelarut metanol, selanjutnya dilakukan fraksinasi dengan pelarut nheksana, etil asetat dan n-butanol. Ekstrak hasil fraksinasi dengan n-heksana, etil asetat dann-butanol diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH. Hasil yang diperoleh untuk aktivitas antioksidan (IC50) pada ekstrak n-heksana, etil asetat, n-butanol dan vitamin C masing – masing adalah 1182,2 ppm, 823,52 ppm, 556,67 ppm dan 101,85 ppm.
Optimalisasi Kondisi Pemurnian Asam Lemak Tak Jenuh dari Minyak Ikan Lele Sangkuriang (Clarias batracus) dengan Metode Kristalisasi Urea Hoiriyah, Aini; Mappiratu, Mappiratu; Ridhay, Ahmad
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Number 1 (March 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang optimalisasi kondisi pemurnian asam lemak tak jenuh dari minyak ikan lele (Clarias batrachus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio urea terhadap asam lemak baik pada proses kristalisasi yang menghasilkan konsentrat asam lemak tak jenuh tinggi maupun pada waktu kristalisasi yang menghasilkan asam lemak tak jenuh tinggi. Perlakuan pengaruh rasio urea terhadap asam lemak adalah dengan lima tingkatan rasio masing-masing 1,5:1, 2:1, 2,5:1, 3:1, 3,5:1 dan perlakuan waktu kristalisasi yang terdiri atas tiga taraf masing-masing waktu kristalisasi 24, 30,dan 36 jam. Tiap perlakuan diulang tiga kali. Kadar asam lemak tak jenuh hasil kristalisasirasio urea dianalisis menggunakan metode kromatiografi gas.Hasil yang diperoleh menunjukan bahwarasio urea terhadap asam lemak (2,5:1) menghasilkan asam lemak tak jenuh tertinggi, yakni mencapai 85,59% dengan waktu kristalisasi 24 jam.
Isolasi dan Identifikasi Komponen Kimia Minyak Atsiri dari Daun, Batang dan Bunga Tumbuhan Salembangu (Melissa sp.) Nurhaen, Nurhaen; Winarsii, Dessy; Ridhay, Ahmad
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2 (August 2016)
Publisher : UNIVERSITAS TADULAKO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/25411969.2016.v5.i2.6702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen dan komponen kimia minyak atsiri tumbuhan Salembangu (Melissa sp.). Sampel yang digunakan adalah bagian  daun, batang, dan bunga. Minyak atsiri tumbuhan Salembangu diperoleh dengan metode destilasi uap-air, kemudian destilatnya dipisahkan dengan corong pisah, sehingga diperoleh rata-rata rendemen minyak atsiri pada daun, batang, dan bunga berturut-turut sebesar 0,51%, 0,29%, 0,90%. Analisis komponen kimia minyak atsiri tumbuhan Salembangu dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Gas Spektrometri Massa (GC-MS). Komponen terbesar minyak atsiri tumbuhan Salembangu pada daun adalah kurkumin pada batang adalah 4-Terpineol dan pada bunga adalah Syringol. Senyawa yang mencirikan aroma khaspadatumbuhan Salembangu adalah Zingeron.
Kajian Ekstrak Etanol Bunga Tanaman Johar (Cassia siamea L.) Sebagai Bioindikator Asam Basa Kurniawati, Kurniawati; Mappiratu, Mappiratu; Ridhay, Ahmad
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kajian ekstrak etanol bunga tanaman johar (Cassia siamea L) sebagai bioindikator asam basa. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui: (1) kelompok senyawa yang terdapat dalam ekstrak etanol bunga johar, (2) trayek pH dan titrasi asam basa yang cocok untuk bioindikator ekstrak bunga johar, (3) spektrum serapan dan gugus fungsi serta  jenis eluen yang baik digunakan dalam pemisahkan zat berwarna ekstrak etanol bunga johar menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Pencapaian tujuan dilakukan melalui ekstraksi bunga johar secara maserasi dengan tiga jenis pengekstrak (eksan, etil asetat dan etanol), dilanjutkan dengan identifikasi kelompok senyawa dalam ekstrak, penentuan trayek pH menggunakan buffer fosfat pH 1 ? 12, titrasi asam basa (asam kuat-basa kuat, asam lemah basa kuat dan asam kuat basa lemah), mengambil spektrum UV-VIS dan FTIR serta melakukan analisis dengan KLT. Hasil yang diperoleh menunjukkan ekstrak etanol hanya mengandung kelompok senyawa flavonoid. Ekstrak bunga johar dalam larutan asam berwarna kuning dan dalam larutan basa berwarna orange dengan trayek pH antara 5 dan 9. Titrasi asam basa yang sesuai untuk indikator ekstrak bunga johar hanya titrasi asam kuat dengan basa kuat dan asam lemah dengan basa kuat, sebab volume titran yang digunakan relatif sama dengan indikator pembanding fenolthalein. Serapan maksimum ekstrak etanol bunga johar 393 nm dan memiliki gugus fungsi berciri flavonoid, yakni gugus hidroksi bebas dan terikat ikatan hydrogen serta gugu C ? O ? C yang terkonyugasi dengan benzene. Kedua data tersebut memberikan indikasi flavonoid yang ada kemungkinan flavonol dan auron atau salah satu auron atau flavonol. Eluen yang baik digunakan dalam pemisahan komponen menggunakan KLT preparatif adalah eluen campuran kloroform/asam asetat/etanol  30 : 15 : 2 (v/v/v) yang memberikan indikasi minimal ada empat jenis senyawa dalam ekstrak, dua diantaranya berwarna kuning, sedangkan dua lainnya tidak berwarna