Ahmad Ridhay
Tadulako University

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

KARAKTERISASI PIGMEN HASIL EKSTRAKSI AIR-ETANOL DARI BUAH SENGGANI (Melastoma malabathricum)

KOVALEN Vol 4, No 3 (2018): Edisi Desember
Publisher : Chemistry Department

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.531 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Karakterisasi Pigmen Hasil Ekstraksi Air-Etanol Dari Buah Senggani (Melastoma malabathricum). Penelitian ini diawali dengan melakukan ekstraksi buah senggani secara maserasi menggunakan enam perbandingan kombinasi volume pelarut air:etanol yaitu 0:100; 5:95; 10:90; 15:85; 20:80 dan 25:75. Rendemen terbaik dari ekstraksi buah senggani didapatkan dari perbandingan pelarut 0:100 yaitu 4,7 %. Kemudian Ekstrak dianalisis dengan spektrofotometer UV-Vis, FTIR dan uji golongan senyawa. Spektrum UV-Vis ekstrak buah senggani dihasilkan pada panjang gelombang 540 nm dan interpretasi FTIR menunjukkan bahwa ekstrak mengandung gugus fungsi seperti O-H alkohol, C-O-C eter, C=C aromatik, C-H aromatik.  Hasil uji golongan menunjukkan ekstrak mengandung senyawa flavonoid jenis antosianin.Kata kunci : Buah senggani, ekstraksi,  antosianin

STUDI PERBANDINGAN RENDEMEN PRODUKSI XANTOFIL DAN KAROTEN KAPANG ONCOM MERAH PADA BERBAGAI WAKTU INKUBASI

KOVALEN Vol 4, No 3 (2018): Edisi Desember
Publisher : Chemistry Department

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.25 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang studi perbandingan rendemen produksi xantofil dengan karoten kapang oncom merah pada berbagai waktu inkubasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah rendemen fraksi kelompok xantofil dan karoten dari berbagai waktu inkubasi kapang oncom merah pada medium tongkol jagung. Pengujian dilakukan dengan mengukur absorbansi ekstrak xantofil dan karoten pada instrumen spektrofotometer uv vis, parameter yang diamati adalah waktu inkubasi spora kapang oncom merah. Waktu inkubasi yang digunakan adalah dimulai dari hari ke 2, 3, 4, 5, 6, dan ke 7. Hasil penelitian menujukkan bahwa waktu inkubasi yang menghasilkan jumlah rendemen xantofil efektif pada hari ke 3 dengan rerata rendemen sebesar 4,435%. Sedangkan jumlah rendemen karoten efektif pada hari  ke 5 dengan rerata rendemen 4,532%.Kata kunci: Xantofil, karoten, kapang oncom merah, waktu inkubasi, rendemen

Kajian Ekstrak Etanol Bunga Tanaman Johar (Cassia siamea L.) Sebagai Bioindikator Asam Basa

Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kajian ekstrak etanol bunga tanaman johar (Cassia siamea L) sebagai bioindikator asam basa. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui: (1) kelompok senyawa yang terdapat dalam ekstrak etanol bunga johar, (2) trayek pH dan titrasi asam basa yang cocok untuk bioindikator ekstrak bunga johar, (3) spektrum serapan dan gugus fungsi serta  jenis eluen yang baik digunakan dalam pemisahkan zat berwarna ekstrak etanol bunga johar menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Pencapaian tujuan dilakukan melalui ekstraksi bunga johar secara maserasi dengan tiga jenis pengekstrak (eksan, etil asetat dan etanol), dilanjutkan dengan identifikasi kelompok senyawa dalam ekstrak, penentuan trayek pH menggunakan buffer fosfat pH 1 – 12, titrasi asam basa (asam kuat-basa kuat, asam lemah basa kuat dan asam kuat basa lemah), mengambil spektrum UV-VIS dan FTIR serta melakukan analisis dengan KLT. Hasil yang diperoleh menunjukkan ekstrak etanol hanya mengandung kelompok senyawa flavonoid. Ekstrak bunga johar dalam larutan asam berwarna kuning dan dalam larutan basa berwarna orange dengan trayek pH antara 5 dan 9. Titrasi asam basa yang sesuai untuk indikator ekstrak bunga johar hanya titrasi asam kuat dengan basa kuat dan asam lemah dengan basa kuat, sebab volume titran yang digunakan relatif sama dengan indikator pembanding fenolthalein. Serapan maksimum ekstrak etanol bunga johar 393 nm dan memiliki gugus fungsi berciri flavonoid, yakni gugus hidroksi bebas dan terikat ikatan hydrogen serta gugu C – O – C yang terkonyugasi dengan benzene. Kedua data tersebut memberikan indikasi flavonoid yang ada kemungkinan flavonol dan auron atau salah satu auron atau flavonol. Eluen yang baik digunakan dalam pemisahan komponen menggunakan KLT preparatif adalah eluen campuran kloroform/asam asetat/etanol  30 : 15 : 2 (v/v/v) yang memberikan indikasi minimal ada empat jenis senyawa dalam ekstrak, dua diantaranya berwarna kuning, sedangkan dua lainnya tidak berwarna

PENGARUH WAKTU PROSES DEASETILASI KITIN DARI CANGKANG BEKICOT (Achatina fulica) TERHADAP DERAJAT DEASETILASI

KOVALEN Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : KOVALEN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.415 KB)

Abstract

ABSTRACT Research on the effect of chitin deacetylation processing times from shells of snails on the degree of deacetylation has conducted with a variations of 60 minutes, 90 minutes, 120 minutes and 150 minutes. The purpose of this study was to determine the effect of times improvement in the chitin deacetylation process of the degree of deacetylation. The degree of deacetylation is determined using Fourier Transform Infrared spectroscopy (FTIR). The results show the degree of deacetylation increases with the length of time the process of deacetylation that is 60 minutes to produce the degree of deacetylation of 55.6%, a degree of deacetylation of 90 minutes produces 62.4%, 120 minutes produces 70.3% degree of deacetylation, and time 150 minutes to produce the degree of deacetylation of 84.3%. So that, the length of time spent on the process of deacetylation of chitin from a snail shells, can increase the degree of deacetylation. Keywords: Snail Shells, Times, Degree of Deacetylation, Chitin, Chitosan

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK UMBI SUWEG (Amorphophallus paeoniifolius) DARI BERBAGAI TINGKAT POLARITAS PELARUT

KOVALEN Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : KOVALEN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.57 KB)

Abstract

ABSTRACT Has done research about antioxidant activity of suweg tuber (Amorphophallus campamulatus) based on the level of polar solvent. This research begins with in phased maceration extraction using n-hexane, ethyl acetate dan ethanol. Next step was antioxidant activity test with tyocyanate to n-hexane extract and DPPH methods to ethanol extract, ethyl acetate and vitamin C. The result showed antioxidant activity in n-hexane extract i.e. 14,96 %, end 77,13 % BHT while in ethyl acetate, ethanol and vitamin C reached IC50 value are 458,102 ppm, 223,268 ppm dan 26,76 ppm. Keywords: Suweg tuber, type of solvent, maceration, antioxidant

Aktivitas Antioksidan Ekstrak Limbah Kulit Ari Biji Kopi (Coffea sp) Berdasarkan Tingkat Kepolaran Pelarut

Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Number 1 (March 2016)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.643 KB)

Abstract

"> Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas antioksidan ekstrak kulit ari biji kopi (Coffea sp) berdasarkan tingkat kepolaran pelarut. Penelitian ini diawali dengan melakukan ekstraksi menggunakan pelarut metanol, selanjutnya dilakukan fraksinasi dengan pelarut nheksana, etil asetat dan n-butanol. Ekstrak hasil fraksinasi dengan n-heksana, etil asetat dann-butanol diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH. Hasil yang diperoleh untuk aktivitas antioksidan (IC50) pada ekstrak n-heksana, etil asetat, n-butanol dan vitamin C masing – masing adalah 1182,2 ppm, 823,52 ppm, 556,67 ppm dan 101,85 ppm.

Optimalisasi Kondisi Pemurnian Asam Lemak Tak Jenuh dari Minyak Ikan Lele Sangkuriang (Clarias batracus) dengan Metode Kristalisasi Urea

Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Number 1 (March 2016)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.047 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang optimalisasi kondisi pemurnian asam lemak tak jenuh dari minyak ikan lele (Clarias batrachus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio urea terhadap asam lemak baik pada proses kristalisasi yang menghasilkan konsentrat asam lemak tak jenuh tinggi maupun pada waktu kristalisasi yang menghasilkan asam lemak tak jenuh tinggi. Perlakuan pengaruh rasio urea terhadap asam lemak adalah dengan lima tingkatan rasio masing-masing 1,5:1, 2:1, 2,5:1, 3:1, 3,5:1 dan perlakuan waktu kristalisasi yang terdiri atas tiga taraf masing-masing waktu kristalisasi 24, 30,dan 36 jam. Tiap perlakuan diulang tiga kali. Kadar asam lemak tak jenuh hasil kristalisasirasio urea dianalisis menggunakan metode kromatiografi gas.Hasil yang diperoleh menunjukan bahwarasio urea terhadap asam lemak (2,5:1) menghasilkan asam lemak tak jenuh tertinggi, yakni mencapai 85,59% dengan waktu kristalisasi 24 jam.

OPTIMASI KONDISI REAKSI UNTUK SINTESIS KARBOKSIMETIL SELULOSA (CMC) DARI BATANG JAGUNG (Zea mays L.)

KOVALEN Vol 3, No 2 (2017): Edisi Agustus
Publisher : Chemistry Department

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.077 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian Optimasi Kondisi Reaksi untuk Sintesis Karboksimetil Selulosa (CMC) dari Batang Jagung (Zea mays L.). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio natrium monokloroasetat : selulosa dan waktu reaksi terbaik dalam sintesis karboksimetil selulosa dari batang jagung sehingga diperoleh rendemen dan derajat subsitusi tertinggi. Variasi rasio yang digunakan adalah 4:5, 5:5, 6:5, 7:5, 8:5 dan 9:5 gram sedangkan waktu reaksi yang digunakan yaitu 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 jam. Kondisi optimum reaksi dalam sintesis karboksimetil selulosa dari batang jagung diperoleh pada penggunaan rasio 6:5 gram natrium monokloroasetat : selulosa dengan menggunakan 4 jam waktu reaksi. Karboksimetil selulosa yang dihasilkan pada penggunaan rasio terbaik memiliki rendemen sebesar 96,36% dan derajat substitusi yaitu 0,839. Sedangkan hasil karboksimetil selulosa pada waktu reaksi terbaik memiliki rendemen sebesar 91,95% dengan derajat subsitusi sebesar 0,785. Kata kunci: Batang jagung, Karboksimetil Selulosa, Derajat Substitusi

SINTESIS O-KARBOKSIMETIL KITOSAN PADA BERBAGAI KONSENTRASI NaOH DAN SUHU REAKSI SERTA APLIKASINYA SEBAGAI ANTIBAKTERI

KOVALEN Vol 3, No 1 (2017): Edisi April
Publisher : Chemistry Department

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.467 KB)

Abstract

The research about the influence of NaOH concentrations and reaction temperature to O-Carboxymethyl Chitosan (O-CMC) synthesis and it is antibacterial application was done. This research intent on detect NaOH concentration and reaction temperature that resulting of O-CMC with highest of yield, solubility, and substitution degrees, and also to find out FTIR spectrum and antibacterial activity of O-CMC. The produce of O-CMC was done by using a Completely Randomized Design (CRD) with the variation of NaOH concentration of 20%, 30%, 40%, 50%, and 60%, and also reaction temperature of 20, 30, and 40oC. The result was showed that on the NaOH concentration of 60% (w/v) and temperature of 30oC was resulted highest of yield, solubility, and substitution degrees of 41.5%, 31 g/L, and 0.67, respectively. FTIR spectrum was showed that bending vibration of primary amine (-NH2) give two bands for O-CMC. The broadest inhibition area of O-CMC (1.43 cm) was showed on Salmonella sp.Keywords: chitosan, O-CMC, substitution degree, antibacterial

EKSTRAKSI DAN UJI STABILITAS BETASIANIN DALAM EKSTRAK BUAH KAKTUS (Opuntia elatior Mill.)

KOVALEN Vol 3, No 2 (2017): Edisi Agustus
Publisher : Chemistry Department

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.793 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang ekstraksi dan uji stabilitas ekstrak buah kaktus (Opuntia elatior Mill.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pelarut (etanol; campuran etanol : air; dan air) terhadap kadar betasianin dalam ekstrak buah kaktus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi selama 72 jam pada semua variasi pelarut. Hasil terbaik dari perlakuan di atas kemudian dilakukan pengujian stabilitas betasianin terhadap cahaya dan pH. Pengujian stabilitas terhadap cahaya dilakukan dengan pemaparan betasianin ekstrak buah kaktus dibawah sinar matahari langsung selama 5 jam dengan variasi wadah penyimpan, yaitu botol cokelat dan botol bening. Analisis kadar betasianin dilakukan setiap 1 jam. Pengujian stabilitas betasianin terhadap pH dilakukan dengan cara penyimpanan sampel selama 72 jam dengan variasi pH 3, 4, 5, 6. 7 dan 8. Kadar betasianin tertinggi diperloleh menggunakan pelarut air yaitu sebesar 15,42 mg/100g. Betasianin tidak stabil terhadap paparan cahaya matahari dimana kadar betasianin berkurang sebanyak 47,35% pada botol cokelat dan 66,93% pada botol bening setelah 5 jam penyimpanan. Betasianin stabil pada kondisi pH 4, 5 dan 6 dengan penurunan kadar betasianin masing-masing sebesar 15,82%, 14,25% dan 15,71%. Kata Kunci : Buah Kaktus (Opuntia elatior Mill.), Ekstraksi, Stabilitas Betasianin