Muhammad Rasyid Ridha
Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu Kementerian Kesehatan RI.Kawasan Perkantoran Pemda Kab. Tanah Bumbu, Gunung Tinggi Tanah Bumbu, Kalsel

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

Hubungan kondisi lingkungan dan kontainer dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di daerah endemis demam berdarah dengue di kota Banjarbaru Ridha, Muhammad Rasyid; Rahayu, Nita; Rosvita, Nur Afrida; Setyaningtyas, Dian Eka
Buski Vol 4, No 3 (2013)
Publisher : Buski

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Loktabat Utara merupakan daerah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Banjarbaru. Kejadian DBD berkaitan erat dengan karakteristik habitat nyamuk Aedes aegypti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan dan kontainer dengan keberadaan jentik Ae. aegypti. Penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross-sectional, populasi rumah penduduk sebanyak 100 rumah dan diambil dengan cara simple random sampling. Analisis data dengan menggunakan uji statistik Chi-square dan uji Fisher exact untuk mengetahui hubungan antara kondisi lingkungan (pH, suhu air, suhu udara, dan kelembaban udara), dan kontainer (jenis kontainer) dengan keberadaan jentik Ae. aegypti. Hasil penelitian ini diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan antara pH, suhu air dan kelembaban udara dengan keberadaan dari  larva nyamuk Ae. aegypti. Sedangkan suhu udara tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keberadaan larva Ae. aegypti.
Aktivitas nokturnal Aedes (stegomyia) aegypti dan Aedes (stegomyia) albopictus di berbagai daerah di Kalimantan Ridha, Muhammad Rasyid; Fadilly, Abdullah; Rosvita, Nur Afrida
JHECDs: Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases Vol 3 No 2 (2017): JHECDs Vol. 3, No. 2, Desember 2017
Publisher : Balai Litbangkes Tanah Bumbu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.266 KB) | DOI: 10.22435/jhecds.v3i2.1715

Abstract

Dengue and chikungunya are increasing global public health concerns due to their rapid geographical spread and increasing disease burden. Knowledge of the activity of sucking blood at night (nocturnal) Ae. aegypti and Ae. albopictus in some areas of Borneo need to be known. Natural population of Aedes was collected by human bait collection and resting collection from 18:00 to 06:00 out door and indoor. The biting activities of Ae. aegypti and Ae. albopictus occurred throughout the night from 18:00 to 05:50 out door and indoor in Dadahup and Mandomai, Kapuas District, Central Kalimantan (2015), Pulau Ku’u, Tabalong district, South Kalimantan (2011), Bangkal Ulu, Kutai Timur district, East Kalimantan (2012), and Antaraya and Karyajadi, Barito Kuala district, South Kalimantan (2016). These results showed that the biting activities of Ae. aegypti dan Ae. albopictus did not only occur diurnally but also nocturnally.
Desain dan Implementasi Sistem Informasi Akademik (Studi Kasus Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri) Ridha, Muhammad Rasyid; Usman, Usman; Prasetyo, Dwi Yuli
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.519 KB)

Abstract

Sistem Informasi yang berjalan di Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri yang dalam pengolahan data akademiknya masihmenggunkan sistem komputerisasi sederhana. Walaupun sudah didukung dengankomputer tetapi hanya memanfaatkan office standar (Microsoft Office Excel danWord) sehingga memungkinkan banyak sekali kesalahan dalam pengolahan dataakademik. Dan menyebabkan pelayanan akademik yang diberikan oleh FakultasIlmu Agama Islam menjadi kurang efisien, serta mengakibatkan kesulitan dalampencarian data dan menyita waktu relatif lama dalam pembuatan laporan. Untukmembantu dalam menyelesaikan masalah tersebut perlu adanya suatu sisteminformasi akademik yang baru agar setiap pekerjaan yang menyangkut pengolahandatanya dapat dikurangi tingkat kesalahannya serta dapat memberikan pelayananyang memuaskan terhadap para pengguna sistem. Dalam perancangan sisteminformasi akademik ini digambarkan ke dalam bentuk diagram UML (UnifiedModelling Language).
Semut sebagai vektor mekanik bakteri di dalam gedung Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan: studi pendahuluan Setianingsih, Ika; Ridha, Muhammad Rasyid; Hidayat, Syarif; Andiarsa, Dicky
JHECDs: Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases Vol 3 No 2 (2017): JHECDs Vol. 3, No. 2, Desember 2017
Publisher : Balai Litbangkes Tanah Bumbu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.156 KB) | DOI: 10.22435/jhecds.v3i2.1791

Abstract

Ants are now now noticeable as a mechanical vector of pathogenic bacteria, some of which have been resistant to certain antibiotics. Its wide presence allows ants to easily transmit disease agents. This study aims to determine the type of ants in Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu and possible role as a vector mechanical bacteria. This research was conducted at Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu from August to September 2017, the sample was obtained from 15 rooms by using the sugar solution feed placed in the microtube, then the ant was identified by referring to Key to Identifying Common Household Ants and Pictorial Key to the Common Urban Ants of North Carolina, followed by identification of bacteria on selective and biochemical media referring to Bergey's Manual of Systematic Bacteriology Volume 2. Out of a total of 16 samples, five types of ants are known: Tapinoma melanochephalum, Paratrechina longicornis, Tetramorium caespitum, and Anoplolepis gracilipes , and Solenopsis spp. Bacteria are found in all types of ants. The bacteria identified were Bacillus alvei, Bacillus badius, Bacillus insulitus, Serratia liquefaciens, Enterobacter aglomerans, and Klebsiella ozonae, and Enterobacter spp. The ants found in Balai P2B2 Tanah Bumbu are potentially bacterial mechanical vectors.
Pengaruh Iklim Terhadap Peluang Umur Nyamuk Mansonia spp di Daerah Endemis Filariasis di Kabupaten Kapuas Ridha, Muhammad Rasyid; Juhairiyah, Juhairiyah; Fakhrizal, Deni
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA Vol 17, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Master of Environmental Health Study Program, Faculry of Public Health, Faculty of Public

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.887 KB) | DOI: 10.14710/jkli.17.2.74-79

Abstract

Latar belakang: Filariasis merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria jenis Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori melalui nyamuk sebagai vektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklim terhadap peluang hidup di alam nyamuk Mansonia spp. di daerah endemis filariasis di Kelurahan Mandomai, Kabupaten KapuasMetode: . Koleksi nyamuk dengan metode human landing collection  di dalam dan diluar rumah, nyamuk yang tertangkap setelah di identifikasi dilakukan pembedahan. Pembedahan abdomen nyamuk untuk mengetahui paritas. Data iklim dan curah hujan diambil dari data BMKG.Hasil: Hasil penelitian diketahui Aktivitas menghisap darah Ma. uniformis di luar rumah banyak tertangkap pada pukul 21.00-22.00 dan di dalam rumah pada pukul 22.00-23.00. Aktivitas Ma. dives banyak tertangkap pada pagi hari yaitu pukul 04.00-05.00 di luar rumah, sedangkan di dalam rumah paling banyak pukul 23.00-24.00. Aktivitas Ma. annulata di luar rumah paling banyak tertangkap pada pukul 18.00-19.00 dan di dalam rumah paling banyak tertangkap pada pukul 19.00-20.00. Kepadatan tertinggi per hari (MBR) dan perjam (MHD) pada Ma. annulata  di luar rumah, sedangkan yang terendah pada Ma. dives. Berdasarakan data dari BMKG dan pengukuran di lapangan,  suhu di daerah Kelurahan Mandomai dari bulan juli sampai desember berkisar antara 28° C, dimana kelembaban dan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember. Peluang hidup di alam nyamuk Ma. uniformis 4,4 hari, Ma. dives 1,3 hari dan Ma. annulata 32,2 hari. Hasil uji statistik diketahui ada pengaruh indeks curah hujan dan kelembaban dengan Peluang hidup di alam Ma. annulataSimpulan: Ditemukannya nyamuk Mansonia yang berperan sebagai vektor dengan peluang hidup di alam lebih dari 14 hari sehingga iklim di Kelurahan Mandomai mendukung perkembangan nyamuk sebagai vektor ABSTRACT Title: Climate Influence on Mansonia spp Mosquito Age Spend in Endemic Filariasis Region in Kapuas DistrictBackground: Filariasis is a chronic infectious disease caused by filarial worms, i.e.  Wuchereria bancrofti, Brugia malayi and Brugia timori species and transmitted by mosquitoes as vectors. Aim this study to determine the effect of climate on the chances of living in the nature of mosquito Mansonia spp. in the filariasis endemic area of Mandomai Village, Kapuas DistrictMethods: Mosquitoes are collected by human landing collection of people in and out the home, abdominal surgery mosquitoes to know parity. Climate dan rainfall index are taken from BMKG.Results: The result showed activity of blood sucking outdoors caught at 21.00-22.00 and indoor 22.00-23.00 for Ma. uniformis. Caught in the morning at 04.00-05.00 outside, while indoor 23.00-24.00 for Ma. dives. Outdoors Activity caught at most at 18.00-19.00 and indoor at 19.00-20.00 for Ma. annulata. The highest density man bitting fate and man hour density in Ma. annulata is outdoors, while the lowest on Ma. dives. Based on data from BMKG and field measurements, the temperatures in the Mandomai Urban Village from July to December ranged from 28 ° C, while humidity and the highest rainfall occurred in December. Longevity of mosquito 4.4 days for Ma. uniformis, 1.3 days for Ma. dives and 32.2 days Ma. annulata. The results of statistical test known to have influence of temperature dan index of rainfall with longevity of Ma. uniformis and Ma. dives.Conclusion: The discovery of Mansonia mosquito that acts as a vector with longevity more than 14 days, so that the climate in Mandomai village supports the development of mosquitoes as vectors
PERTANIAN SAYUR-MAYUR DI DESA CECE ENREKANG (1998-2014) Mustofa, Islamiyati; Ridha, Muhammad Rasyid
Jurnal Pattingalloang Vol. 3 No. 2 April - Juni 2016
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v3i2.2384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk, mengetahui bagaimana kondisi umum pertanian sayur-mayur di Desa Cece, bagaimana perkembangan pertanian sayur-mayur di Desa Cece, dan bagaimana dampak perkembangan pertanian sayur-mayur di Desa Cece. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan menggunakan metode historis melalui tahapan : heuristik atau pengumpulan data, kritik, interpretasi, dan penulisan atau historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa petani adalah orang yang menggantungkan tarap hidup pada lahan pertanian sebagai mata pencaharian utama. Secara garis besar terdapat tiga jenis petani yang berada di Desa Cece, yaitu petani pemilik lahan, petani pemilik sekaligus penggarap lahan, dan buruh tani. Petani yang berdomisili di Desa Cece yang padat jumlah penduduknya sebagian kecil di antaranya masih berada di bawah garis kemiskinan. Selain dari itu, masyarakat yang ada di Desa Cece berprofesi sebagai petani sayar-mayur karena didukung oleh keadaan iklim dan geografis.Pada tahun 1998 masyarakat petani sayur-mayur di Desa Cece Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang. Mereka bercocok tanam masih bersifat tradisional sehingga penghasilannya kurang cukup. Namun dengan adanya perkembangan teknologi yang mendorong terjadinya perubahan pola pikir masyarakat petani tradisional ke arah pertanian yang mandiri dan modern. Sehingga Pada tahun 2005-2014 mengalami peningkatan penghasilan pertanian sayaur-mayur.
Bionomik Mansonia uniformis dan Mansonia dives sebagai Vektor Filariasis pada Beberapa Wilayah di Kalimantan Ridha, Muhammad Rasyid
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA VOL 14, NO 1 JUN (2018)
Publisher : Vector and Animal Borne Disease Control Unit of Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB) | DOI: 10.22435/blb.v14i1.6062.63-70

Abstract

Nyamuk Mansonia tersebar di seluruh dunia dan beberapa spesies berperan sebagai vektor penyakit.  Mansonia uniformis diketahui berperan sebagai vektor Rift Valley Fever (RVF) dan filariasis, sedangkan Ma. dives berperan sebagai vektor filariasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas menghisap darah, perilaku istirahat, dan kepadatan fluktuasi setiap jam Ma. uniformis dan Ma. dives. Penangkapan nyamuk dilakukan di dalam dan luar rumah dengan metode human landing collection dan resting collection dari pukul 18.00 sampai 06.00. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas menghisap darah Ma. uniformis dan Ma. dives di semua daerah penelitian bersifat eksofagik, sedangkan perilaku istirahat Ma. uniformis di Desa Dadahup, Pulau Ku’u dan Bangkal Ulu bersifat indoor resting, sedangkan di Kelurahan Mandomai bersifat outdoor resting. Perilaku istirahat Ma. dives di daerah penelitian lebih banyak yang bersifat indoor resting yaitu Kelurahan Mandomai dan Desa Bangkal Ulu, sedangkan Desa Dadahup bersifat outdoor resting. Fluktuasi puncak aktivitas menghisap darah dan istirahat pada Ma. uniformis di dalam dan luar rumah umumnya pada pukul 19.00-22.00, sedangkan pada Ma. dives pada pukul  23.00-01.00. Perilaku nyamuk pada suatu daerah berbeda, sehingga metode pengendalian juga berbeda. Kata kunci: bionomik, Mansonia uniformis, Mansonia dives, filariasis, Kalimantan   ABSTRACT Mansonia mosquitoes spread across the globe and several species as a vector. Ma. uniformis were known a vectors of Rift Valley Fever (RVF) and filariasis, while Ma. dives is vector of filariasis. This research aims to behavior of Ma. uniformis and Ma. dives in the form habits of blood sucking activity, resting behavior, and fluctuations density in several areas of Borneo. Natural population of Ma. uniformis and Ma. dives were collected by human landing collection and resting collection from 18:00 to 06:00 outdoor and indoor. The results showed bite activities. Ma. uniformis and Ma. dives in all areas of research are exophagic, while the rest conduct Ma. uniformis in the village Dadahup, Pulau Ku’u and Bangkal Ulu is indoor resting, while in Mandomai is outdoor resting. Behavior breaks Ma. dives in the area a lot more research that is indoor resting namely Mandomai and Bangkal Ulu Village, while the Dadahup village is exophilic. Highest fluctuations activity suck blood and rest on Ma. Uniformis in and out the house generally at 19.00-22.00, while at Ma. dives at 23.00-01.00. The behavior of mosquitoes is a difference, so the controlling method is also different. Keywords: bionomic, Mansonia uniformis, Mansonia dives, filariasis, Kalimantan
Pendudukan Jepang di Pulau Lakkang di Makassar 1942-1945 Darminto, Ardianto Raharjo; Ridha, Muhammad Rasyid; Ahmadin, Ahmadin
Jurnal Pattingalloang Vol. 5 No. 2 April - Juni 2018
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.867 KB)

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang suatu peristiwa terkait Pendudukan Jepang di Pulau Lakkang Makassar semasa perang dunia II di kawasan Asia-Pasifik. Alasan Jepang memilih Pulau Lakkang sebagai tempat persembunyian dan basis pertahan karena wilayah ini dianggap oleh Jepang sangat strategis untuk menunjang potensi perang. Masuknya Jepang di Pulau Lakkang tidak terlepas karena perang yang semakin memanas pada Tahun 1943 dan pola pendudukan Jepang yang merupakan sandi perang Jepang terbaca oleh sekutu, sandi perang Jepang itu disebut dengan Gurita Timur yang merupakan pola pendudukan yang menunjang gerakan dimana bertujuan untuk mengepung tentara sekutu. Sebagai akibatnya Jepang yang telah berhasil menduduki Makassar dan dengan cepat membentuk pemerintahan angkatan laut agar dapat menyelenggarakan kebijakan demi untuk kepentingannya tidak mampu bertahan lama sebab sekutu melancarkan serangan bom udara secara berangsur-angsur. Pasukan Jepang mundur ke Pulau lakkang yang dianggapnya strategis, setelah berhasil menduduki Lakkang, dengan cepat Jepang mengontrol dan mengawasi gerak-gerik masyarakat dan keadaan sekitar. Semasa pendudukannya, Jepang menerapkan berbagai kebijakan yang bersifat humanis dengan cara tidak menghilangkan nilai demokrasi di tengah masyarakat. Kebijakan Jepang bagi masyarakat berdampak baik dan buruk secara politik, sosial maupun ekonomi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian historis ( Historical Research ), yang terdiri atas beberapa tahapan yakni: (1) Heuristik, dengan melakukan wawancara terhadap warga yang masih hidup sejak pendudukan Jepang seperti, Munding, Dg.Ngona, dll. Mengumpulkan arsip di Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Sulawesi Selatan, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi-selatan, datadata kelurahan, jurnal terkait dll. Selain itu juga digunakan buku-buku yang terkait dengan Pendudukan Jepang . ). (2) Kritik atau proses verifikasi keaslian sumber sejarah. (3) Interpretasi atau penafsiran sumber sejarah, dan (4) Historiografi, yakni tahap penulisan sejarah.
MASYARAKAT PESISIR KAMPUNG GAMPANGCAYYA KECAMATAN TALLO KOTA MAKASSAR 1990-2010 Suriani, Ayu; Ridha, Muhammad Rasyid
Jurnal Pattingalloang Vol. 3 No. 2 April - Juni 2016
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v3i2.2381

Abstract

ABSTRAKHasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Kampung Gampangcayya mengalami pergeseran mata pencaharian dari mata pencahariannya sebagai nelayan ke mata pencaharian sebagai pekerja yang bergerak di bidang industri. Disebabkan Munculnya perusahaan-perusahaan industri didekat daerah tersebut, menyebabkan masyarakat kampung Gampangcaya mengalami pergeseran atau transisi mata pencaharian utama. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya peralihan mata pencaharian kampung Gampangcayya adalah banyaknya kapal katrol yang masuk dalam kawasan tersebut, dan kapal fiber,  terjadinya pasang surut air laut, serta adanya konflik antara pemilik kapal besar dengan kapal kecil (masyarakat Kampung Gampangcayya). Dampak yang ditimbulkan dari peralihan atau pergeseran mata pencaharian masyarakat kampung gampangcayya adalah terjaminnya kehidupan mereka khsusnya dibidang sosial, ekonomi dan pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peralihan mata pencaharian dari nelayan menjadi pekerja yang bergerak dibidang industri masyarakat pesiisr Kampung Gampangcayya memberikan dampak yang postif terhadap peningkatan ekonomi dan kesejatraan baik dalam segi sosia, ekonomi dan pendidikan. 
PENGARUH INFLASI, BI RATE, KURS DAN INDEKS DOW JONES INDUSTRIAL AVERAGE TERHADAP JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) Ridha, Muhammad Rasyid; Harmaini, Harmaini
Media Ekonomi Vol 25, No 2 (2017): Oktober
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/me.v25i2.4891

Abstract

This research discusses the influence of inflation, BI Rate, Exchange rate (IDR/USD) and Dow Jones Industrial Average. The analysis method used is multiple linear regression model with α = 5%. With EViews 9.0 applications. The results of this research show that inflation, BI Rate, Foreign Exchange and Dow Jones Industrial Average simultaneously had significant influence towards on the Jakarta Islamic Index (JII). Meanwhile, partially Inflation had positive and significant influence towards on the JII. BI Rate partially had negative and significant influence towards on the JII. But Exchange rate (IDR/USD) partially do not influence on the JII and Dow Jones partially had positive and significant influence towards on the JII.